Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Apa Dia Selingkuh ....??


__ADS_3

Masih di hari yang sama, tepat nya di butik samara.


Samara datang ke butik untuk mengecek keadaan ,, di lihatnya keiza sedang mengemas barang yang akan di antar ke pembeli ... sedangkan yang lain mengerjakan tugasnya masing masing, ada yang mencatat pemasukan, ada yang membersihkan ruangan butik juga ... samara pun menghampiri keiza.


"Ada yang bisa dibantu?" tanya samara


"Ehh, kak sam" keiza terlihat kaget dengan kedatangan samara


"Maaf ya kak ,, aku gak tau kakak uda datang" ucap keiza


"Iyah gak apa kok ,, Lagian aku cuma sebentar doang disini" balas samara


"Ya kok cuma sebentar sih kak? emang kakak sibuk banget ya" jawab keiza murung


"Maaf ya kei, aku jarang datang belakangan ini ... Adik ipar ku baru ketemu dari penculikan dan sekarang dia dirumah sakit" jelas samara


"Hah? diculik kak? ihh serem" keiza membayangkan jika itu terjadi kepadanya sampai dia geleng kepala dengan kuat


"Iya diculik pembunuh berantai" samara pun ikut merinding


"Uda ah, jangan cerita ngerih kak" keiza langsung takut ketika samara menyebut pembunuh berantai


"Iya ngerih ya" samara tersenyum kecut


"Oh iya kei ,, ada yang pesan gaun tidak?" tanya samara


"Enggak ada si kak ,, cuma banyak pengunjung yang datang jadi lumayan juga gaun yang terjual" jawab keiza


"Ini juga nanti mau di antar kak" lanjut keiza


"Ya sudah ,, Kalau begitu kalian istirahat saja dulu, ini uda setengah hari makan siang dulu" ajak samara


"Oke kak" keiza tersenyum


Mereka pun berkumpul di tempat peristirahatan untuk makan siang ....


"Umm kak ,, adik kakak uda jarang main kesini ya?" tanya keiza yang penasaran dengan arthur


"Iya, dia sibuk bekerja" jawab samara dengan santai


"Oh begitu ya kak" keiza menghela nafas


"Kenapa tiba tiba nanyain arthur?" tanya samara menatap heran


"Hah? Gak apa kok kak" keiza hanya tersenyum malu


...............


Sementara di tempat lain, di gedung Alliance Michael .. Arthur sedang sendirian makan siang di mejanya.


"Arthur boleh ikut duduk?" tanya stevi yang sudah membawa makanannya


"Ya silahkan" arthur pun mengizinkan stevi duduk bersamanya


Sambil makan stevi terus memperhatikan arthur,,


*gila tampan banget sih ,, cara dia makan aja berdemage* batin stevi


"Umm, lo pacaran yah sama nora?" tanya stevi penasaran


"Nora? Enggak, dekat juga enggak" jawab arthur acuh


"Soalnya kemarin aku lihat, lo makan bareng dia" lanjut stevi


"Iya, itu juga dia yang maksa minta bareng" balas arthur santai


"Baguslah" ucap stevi pelan tanpa di dengar oleh arthur.


"Kenapa?" tanya arthur


"Hah? kenapa?" stevi yang tidak fokus mala balik bertanya


"Kenapa lo tiba tiba nanyain aku sama nora?" arthur sedikit heran


"Umm, gak apa kok" stevi tersenyum kaku


Arthur yang sudah selesai makan langsung bangkit dari duduknya...


"Ehh siap makan mau langsung kerja? masih ada waktu buat istirahat kok" seru stevi


"Enggak, mau permisi ada urusan" jawab arthur berbohong, karena dia berniat menjenguk alishka.


"Bye stevi" lanjut arthur, kemudian pergi meninggalkan stevi


*kenapa sih lo selalu cuek sama aku? padahal aku ingin kenal lo lebih dalam arthur* ucap stevi dalam hati.


..............


Di TrendyStore butik milik samara ,, samara masih bercanda gurau dengan keiza, sedikit tertawa karena cerita yang lucu.


"Oh iyah kak ,, aku besok boleh cuti kan kak? aku mau jenguk ayah dirumah sakit" keiza minta izin


"Boleh dong ,, Gimana keadaan ayah kamu?" tanya samara prihatin


"Ya begitulah kak ,, Belum ada perkembangan" jawab keiza sedih


"Jangan sedih dong ,, kamu harus semangat" samara tersenyum


"Ini aku ada sedikit, untuk tambahan biaya pengobatan ayah kamu" samara memberikan cek kepada keiza


"Ehh, jangan kak" tolak keiza


"Tidak apa kok ,, anggap saja ini dari aku untuk ayahmu" samara memaksa keiza menerima cek itu


"Terimakasih ya kak,, kakak baik banget" keiza menangis haru menatap samara


"Sama sama sayang" samara pun memeluk keiza


Orang yang tidak lama mereka bicarakan tadi pun akhirnya muncul,,


"Enak banget sih pelukan mulu" ucap arthur yang sudah tiba di belakang mereka

__ADS_1


"Arthur , ini masih jam berapa? kamu uda keluar kantor" tanya samara heran sambil melihat jam di tangannya


"Hehe,, aku tadi permisi .. jadi aku pulang lebih cepat" jawab arthur


"Oh permisi" samara manggut manggut mengerti


"Hai za ,, senang melihat mu lagi" sapa arthur tersenyum menatap keiza


"Ehh iya, hai" keiza pun tersipu malu


"Arthur , keiza tadi nanyain kamu tuh .. Makanya kamu sering sering main kesini" samara sengaja mendekatkan arthur dan keiza


"Ihh kak sam" keiza menjadi malu, wajahnya memerah


"Baiklah ,, jika ada yang mencariku, aku pasti akan sering kesini" balas arthur sambil mengedipkan sebelah matanya kepada keiza


"Dasar, giliran cewe langsung mau" samara mendorong pundak arthur menjauh dari keiza


"Ayo antar aku ,, aku tau kau pasti ingin menjenguk alishka kan" ajak samara


"Hehe,, iyah" balas arthur


"Kei, aku pergi ya .. Maaf cuma sebentar disini" samara pamit


"Ayo arthur" lanjut samara.


"Hmm, sebentar ,, nanti aku nyusul ke depan" balas arthur


"Ya sudah cepat ya" samara pun menunggu arthur di depan butik


"Za boleh pinjam ponsel mu" pinta arthur


Keiza memberikan ponselnya ,, lalu terlihat arthur mengetik sesuatu


"Ini nomorku ,, jangan lupa chat ya" arthur tersenyum memberikan kembali ponsel keiza


"See you" teriak arthur sambil berlari pergi


Meninggalkan keiza yang masih terpaku memandang nomor ponsel arthur.


"Kamu kenapa lama banget?" tanya samara


"Enggak ada ,, Ayo naik" seru arthur yang sudah menghidupkan motornya


"OK , ke St. Edon’ Hospital" samara sudah duduk di belakang arthur..


"Siap nyonya" jawab arthur sambil tertawa


Arthur pun melajukan motornya ke jalan raya menuju St. Edon' Hospital.


..................


Sementara di rumah sakit alishka masih setia menunggui david ,, di temani edric dan pretty ... karena mamah rosa sudah pamit pulang kerumah.


Alishka duduk di sebelah ranjang david ,, sementara edric duduk di sofa begitu juga dengan pretty.


"Alishka, kamu pasti shock banget ya .. karena kejadian semalam" tanya pretty


"Kamu tenang ya david pasti sadar kok" ucap pretty tersenyum


"Rich, apa kau tidak lapar?" tanya pretty menatap edric


"Katakan saja kalau kau yang lapar" jawab edric cetus


"....."


Pretty menghela nafas kesal menatap edric


"Alishka, temani aku makan yuk" pinta pretty


"Tidak kak ,, Aku masih kenyang" tolak alishka


"-_-"


Perut pretty sudah berbunyi menandakan dia sedang lapar ...


"Rich" pretty memandang dengan melas


"Urus saja perut mu sendiri" balas edric tak perduli


"Hmm" pretty pun hendak keluar


"Sudah delivery saja pakai gofood" ucap edric yang masih menatap ponselnya


"Thank you rich" pretty tersenyum dengan senang


"Aku hanya kasihan padamu,, akan menyusahkan jika kau mati karena kelaparan" balas edric dengan cetus


"Terserah deh terserah ... Yang penting aku makan" jawab pretty santai


Edric pun tersenyum melihat pretty,, wanita itu sudah memahaminya dengan baik dan tidak pernah terluka dengan semua perkataannya.


..............


Samara dan arthur telah sampai dirumah sakit ,, mereka pun menaiki lift menuju lantai 3.


"Samara , apa alishka baik baik saja?" tanya arthur saat berada dalam lift


"Umm, kau bisa mellihatnya sendiri nanti" balas samara tersenyum


"Baiklah" arthur pun menganggukkan kepalanya


"Apa kau masih mencintainya?" tanya samara


"Perasaan yang sudah lama singgah akan sulit di hilangkan ,, tapi tenang saja, aku tau batasan ku" jawab arthur tanpa beban


"Baiklah ,, good luck" samara tersenyum


Lift pun terbuka mereka langsung menuju ruangan david.


Didalam ruangan david ,, tidak lama pun gojek datang membawa pesanan edric .. dan menyerahkannya pada edric lalu pergi.

__ADS_1


"Nah, makanlah" menyerahkan semua yang dia pesan kepada pretty


"Kau suruh aku menghabiskan semuanya?" tanya pretty yang kaget melihat semua makanan diberikan padanya


"Aku tidak perduli, pokoknya itu harus habis" jawab edric


"Rich, kau sudah gila ... Aku bisa mengembang makan sebanyak ini" pretty menatap edric kesal


"Itu bagus,, kau akan terlihat lebih jelek" balas edric terkekeh


"Ihh rich,, kau menyebalkan" pretty memukul edric dengan bantal yang ada di sofa


"Sudah ,, kau ingin makan atau tidak ,, jika tidak biar ku buang saja" edric ingin mengambil makanan itu


"Ehh, aku masih mau makan" cegah pretty


"Alishka , ayo makan bersamaku" ajak pretty


"Iyah kak terimakasih" alishka tersenyum namun tidak beranjak dari duduknya


Pretty pun mulai makan dengan lahap, dia sudah sangat lapar ,, sampai makanan nyangkut diujung bibirnya.


Edric tertawa melihat cara makan pretty yang persis seperti samara, tidak tau malu dan makan dengan cepat.


"Wah ,, apa kau tidak ingin membaginya dengan ku?" tanya edric meledek


"Kau yang tidak mau ,, sekarang kau menyalahkan aku, Cih" pretty memalingkan wajahnya


"Hahaha ,, kau lihat itu,, kau makan seperti anak kecil saja" edric tertawa


"Ahh rich ,, kau ini kenapa sih?" pretty semakin kesal


"Kemarilah" panggil edric


Pretty pun mendekat ke edric ... lalu edric membersihkan makanan yang ada di sudut bibir pretty dengan tisu...


Tanpa edric sadari, sejak tadi samara melihat dan mendengar percakapannya dengan pretty di depan pintu masuk... nafas samara memburu menahan amarah, dia merasa panas dan cemburu melihat adegan romantis yang ada di hadapannya.



Tangan samara mengepal dengan kuat... wajahnya sudah berubah emosional.


"Ada apa samara" tanya arthur yang menyusul di belakangnya


Samara tidak menjawab,, mala menabrak bahu arthur berlari meninggalkan rumah sakit.


"Loh kenapa?" arthur mendadak heran melihat samara yang berlari pergi dengan wajah yang emosi.


Sementara didalam..


"Ini ada sambal di bibir mu" ucap edric menunjukkan bekas tisu


"Oh aku tidak tau" pretty tertawa


"Ambil ini ,, Kau buang sendiri" edric melemparkan tisu itu kepada pretty


"Kasar sekali kau rich ,, yaya baiklah" pretty pun membuang tisu itu


"Sudah sana,, menjauhlah dariku" edric mendorong wajah pretty dengan bantal


"Yaya tuan muda" pretty langsung berpindah tempat


Tok tok tok !!!


Arthur mengetuk pintu ,, edric pretty dan alishka pun menoleh ...


"Kau? mau apa kau kesini?" tanya edric


"Maaf tuan ,, saya mau jenguk alishka" jawab arthur sedikit takut


"Arthur" panggil alishka yang berdiri menghampiri arthur


"Hai" sapa arthur


"Kakak, kau jangan mengusirnya .. dia datang untukku" alishka menatap tajam ke edric


"Baiklah , terserah" balas edric acuh


Alishka pun mengajak arthur duduk diluar ,, karena tau jika arthur segan kepada kakaknya...


"Siapa pria itu? Pacarnya alishka?" tanya pretty penasaran


"Tidak, dia adiknya samara" jelas arthur


"Oh begitu" pretty menganggukkan kepalanya


*ternyata ipar? tapi sebagai ipar pria itu sangat perhatian ya, sampai menjenguk nya kerumah sakit* pikir pretty


.............


Di waktu yang sama samara berlari ingin pulang kerumah, di depan rumah sakit dia bertemu alvaro yang ingin menjenguk david.


Karena berlari samara tersandung sampai terjatuh,


"Ahh" teriak samara kesakitan


"Samara" alvaro yang melihat samara jatuh pun membantu berdiri


"Kau menangis? Ada apa" alvaro dapat melihat air mata samara


Samara langsung pergi begitu saja naik taxi,, tanpa perduli dengan pertanyaan alvaro


Alvaro menatap bingung ke arah samara...


*apa yang membuatnya menangis?? apa dia bertengkar lagi dengan edric?" batin alvaro


Di dalam taxi , samara terus menangis terisak...


*siapa wanita itu? kenapa dia begitu dekat dengannya? dia bahkan perhatian dengannya? dia juga tertawa bersamanya* pikiran samara tak karuan


*apa dia selingkuh? apa dia pacaran dengan wanita lain di belakangku? apa dia hanya mempermainkan aku? dasar pembohong, kenapa kau jahat sekali* samara menangis terseduh seduh.....

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2