
Taxi telah sampai di depan gerbang utama ,, security yang melihat nona muda turun dari taxi langsung membuka gerbang... samara langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Suasana hatinya tidak karuan ,, pikirannya juga sangat kacau ...
Mamah rosa yang duduk diruang tamu melihat menantunya kembali kerumah menghampiri.
"Samara" panggil mamah rosa
Samara yang mendengar suara ibu mertuanya berhenti ... mengusap air mata, lalu menoleh ke belakang.
"Iyah mah" tanya samara
"Kamu sudah pulang? Edric mana? Kalian tidak bareng?" mamah rosa melihat ke pintu kemungkinan edric menyusul, namun tidak ada
"Edric tadi uda kembali kerumah sakit ,, karena mamah kira kamu juga bakal kerumah sakit, jadi mamah bilang kamu pasti kembali .. Edric pasti nungguin kamu dirumah sakit" lanjut mamah rosa
"Tidak mah,, mungkin dia lagi asik dengan dunianya" balas samara acuh
"Sudah ya mah,, Samara mau istirahat"
Kemudian samara pergi ke kamarnya meninggalkan mamah rosa.
*hah? lagi asik dengan dunianya? sebenarnya apa maksud samara,, kenapa dia terlihat sedang kesal? mungkin karena kelelahan di butik* pikir mamah rosa
Samara membanting pintu kamar dengan kuat sampai tertutup ,, sampai terdengar ke lantai bawah, mamah rosa terkejut.
*ya tuhan ,, ada apa dengan samara? dia tidak seperti biasanya* batin mamah rosa.
Mamah rosa duduk kembali sambil membaca koran,, melihat berita di koran bahwa pembunuh berantai telah dihukum mati,, mamah rosa menghela nafas dengan legah.
..............
Masih di sekitar rumah sakit,, terlihat alishka sedang duduk di taman bersama arthur.
"Alishka apa kau terluka?" tanya arthur menatap alishka
"Tidak, aku tidak terluka ,, kau lihat sendiri aku baik baik saja" alishka menunjukkan tangan dan kakinya
"Itu bagus ,, tapi dia belum sadar" arthur tau jika david yang menolong alishka
"Iyah ,, pria itu sangat mengerihkan ,, dia sampai terluka karena aku" wajah alishka menjadi pias teringat kejadian itu
"Maafkan aku, seharusnya waktu itu aku mengantar mu pulang ,, aku menyesalinya" balas arthur murung
"Sudahlah arthur, yang penting aku sudah selamat .. Doakan saja david cepat sadar" pinta alishka
"Kau benar ,, sekarang aku yakin, dia sangat mencintaimu alishka .. dia rela mengorbankan nyawanya demi dirimu" seru arthur tersenyum
Alishka nampak terharu dengan ucapan arthur ...
"Oh iyah ,, Sebentar" lanjut arthur
Kemudian membuka tasnya lalu mengambil sesuatu ...
"Ini untukmu dan berikan juga untuknya saat dia sadar,, semoga yang kau cintai lekas pulih" ucap arthur memberikan sepasang gelang couple berwarna hijau
"Terimakasih" balas alishka menangis haru
Lalu gadis itu langsung memeluk arthur... arthur juga membalas pelukannya.
"Aku tau ini sulit untukmu arthur ,, sekali lagi terimakasih tidak membenci ku" ucap alishka masih memeluk arthur
*aku hanya ingin melihat mu bahagia alishka .. itu sudah cukup,, meskipun aku harus terluka, itu tidak masalah... seiring berjalannya waktu aku akan coba untuk melupakan mu* ucap arthur dalam hati
.............
Alvaro keluar dari lift dan bergegas ingin melihat david,, sebelum itu dia bertemu dokter darren di lorong.
"Hey dokter" panggil alvaro saat melihat dokter darren berjalan
"Yes, what is up?" dokter darren menoleh
"Bagaimana keadaan david? Apa dia sudah sadar?" tanya alvaro
"Oh kau yang kemarin menyumbangkan darah untuknya? Dia belum sadarkan diri" jawab dokter darren
"Kenapa dia belum sadarkan diri?" alvaro terlihat kecewa
"Dia sedang kritis dan saat ini dia coma,, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menolongnya,, berusahalah agar pasien bisa melewati masa kritisnya" balas dokter darren menepuk pundak alvaro.
"Dimana dia sekarang?"
"Ada diruang ICU, kau tinggal lurus saja ke depan"
"Dan jangan lupa, jika ingin mendekati pasien harus mengikuti peraturan yang ada" lanjut dokter darren
"OK" alvaro mengerti
Dokter darren meninggalkan alvaro, kemudian alvaro langsung menuju ruang ICU.
Dan didalam ruangan david masih belum sadarkan diri ... terlihat pretty yang memakai kembali baju khusus untuk melihat david lebih dekat... Pretty menggenggam tangan david,,
"Cepatlah sadar ,, aku ingin sekali melihat senyuman mu" ucap pretty menatap david
Sementara edric hanya duduk di sofa menatap layar ponselnya.... tidak lama alvaro datang.
Suara pintu terbuka membuat edric menoleh ... terlihat alvaro dari arah pintu
"Ternyata kau" ucap edric acuh
"Apa kau mengharapkan samara?" tanya alvaro yang teringat samara saat tiba dirumah sakit
"Ya samara ada di butiknya, kata mamah dia akan kembali karena itu aku menunggunya" balas edric
"Samara ada di butiknya?" tanya alvaro heran
*bukankah samara baru keluar dari rumah sakit? tapi kenapa edric mengatakan samara ada dibutik* alvaro sedikit bingung
"Iya, kenapa?" tanya edric
"Lupakan saja,, bagaimana keadaan david?" ya tujuan alvaro memang ingin menjenguk david
"Kau lihatlah sendiri ,, sejak tadi aku menunggunya dia masih saja tidur" jawab edric lemas
Alvaro menoleh ke arah david yang terbaring lemah di ranjang.
"Pretty? Apa benar pretty?" alvaro sedikit memastikan wanita yang di lihatnya
"Tentu saja itu pretty" ucap edric
Pretty menoleh karena mendengar namanya di sebut.
"Hi varo" pretty melambaikan tangan pelan
"Sangat mengejutkan" alvaro setengah kaget
"Tidak ku sangka bisa bertemu dengan mu lagi pretty" lanjut alvaro
"Aku juga sangat terkejut ternyata kau ada disini,, rich mengatakan kau pergi ke Belgia" balas pretty
"Iya, 2 tahun aku berada di Belgia ... Lalu bagaimana dengan mu? aku kira kau tidak akan kembali dari Amerika"
"Ya aku rasa aku merindukan kota London" pretty tersenyum
__ADS_1
"Really? That's good" alvaro memberikan jempol untuk pretty
"Kalau begitu kita harus mengadakan reuni ,, kalau perlu kita buat party" lanjut alvaro antusias
"Not, tidak akan ada party sebelum david sadar" tegas edric
"Ya aku setuju dengan rich ,, tanpa david ku rasa tidak akan lengkap" pretty murung
"Baiklah ,, tugas kita hanya berdoa agar david cepat siuman" alvaro menghela nafasnya
...............
Waktu sudah hampir gelap ,,tidak terasa mereka telah lama berbincang, alishka sudah berada di ruangan itu karena arthur sudah pamit pulang... sementara ketiga orang itu masih seru bercakap cakap.
"Wah, ternyata kalian kumpul semua ya .. pantas saja betah dirumah sakit" sindir dokter darren saat masuk ke ruangan
"Diam kau ,, lakukan tugasmu tanpa banyak bicara ,, cepat buat david sadar, jika tidak ku pastikan kau tidak akan bisa menghirup udara lagi" ancam edric
"Yaya baik tuan muda" ucap dokter darren
Seperti biasa dokter darren mengecek kondisi david seperti sebelumnya ... begitu selesai langsung pertanyaan mengarah padanya.
"Bagaimana kondisi david?" tanya pretty
"Apa kau sudah bisa memastikan kapan dia sadar?" tanya edric
"Apa darahnya masih kurang?" tanya alvaro
"Dia bakal sembuh kan dokter? tanya alishka
Mendengar begitu banyak pertanyaan, dokter darren mengambil nafas perlahan.
"Bisakah aku jawab satu demi satu pertanyaan kalian" ucap dokter darren
"Kau jawab dulu pertanyaan ku" edric menarik kerah dokter darren
"Ba..baik ,, tapi aku belum tau pasti kapan dia akan sadar" ucap dokter darren merasa takut
"Ahh, tidak berguna" edric melepaskan dokter darren dengan kasar
"Lalu bagaimana kondisinya dokter?" tanya pretty lagi
"Detak jantungnya mulai membaik ,, namun belum bisa dipastikan kapan pasien akan sadar,, harap bersabarlah" jawab dokter darren
"Dan ya, untuk stash darah sudah cukup" menatap alvaro
"Satu lagi, tenang saja nona manis .. Dia pasti akan sembuh, kau hanya perlu menunggunya sebentar lagi" ucap dokter darren kepada alishka
Alishka menganggukkan kepala mengerti.
"Baiklah, jika kalian ingin kembali kerumah untuk beristirahat silahkan saja .. aku sudah menyuruh beberapa orang untuk berjaga mengawasi ruangan david" seru dokter darren
Lalu dokter darren pergi meninggalkan mereka...
"Ayo ku antar kalian pulang kerumah" ajak alvaro
"Tidak perlu ,, aku bawa mobil" balas edric
Edric pun beranjak dari duduknya ...
"Pretty, kau ingin ikut kerumah atau tidak?" tanya edric sedikit berteriak
"Ya aku ikut" saut pretty yang sudah berada diluar
"OK, kalau begitu aku balik duluan ya" alvaro pamit
"Yes, be careful" balas edric menepuk pundak alvaro
"Hey little ,, sudah, ayo kita pulang" ajak edric meraih tangan adiknya
"Tapi aku masih ingin disini kak" alishka berat meninggalkan david
"Besok kita kembali lagi ,, Kau juga harus menjaga kondisimu,, jangan nanti kau juga ikut sakit" bujuk edric
Alishka setuju untuk pulang kerumah ... Mereka dalam perjalanan menuju rumah, edric melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum.
Terlihat pretty terus menguap didalam mobil sampai tertidur .... sepertinya wanita itu sangat lelah, karena begitu tiba di bandara dia langsung menemui edric tanpa istirahat lebih dahulu.
Edric yang melihat pretty tertidur sedikit tertawa,,
"Dasar, tidak pernah berubah" ucap edric pelan
"Kak pretty tidur ya kak?" tanya alishka yang duduk di belakang
"Iya, kamu saja yang duduk di depan ya .. biar pretty tidur di belakang" ucap edric
"OK" alishka setuju
Edric menepikan mobilnya sejenak di pinggir jalan ,, lalu menggendong pretty dan meletakkannya dibelakang,, membiarkan wanita itu tidur, lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
Kemudian melanjutkan perjalanan pulang kerumah.
..............
Di waktu yang sama pula, samara terus menatap jam dinding dikamarnya, terkadang duduk di sofa, terkadang berbaring di kasur ... Sungguh dia tidak bisa tenang.
*lihat? ini bahkan sudah malam, dia juga belum kembali ... apa dia masih bersama wanita itu? sampai tidak ingat pulang ,, dia bahkan tidak menelfonku* samara kembali menangis
Tiba tiba terdengar suara mobil yang memasuki gerbang utama .. Samara langsung berlari ke balkon melihat siapa yang datang.
Melihat edric yang keluar dari mobil bersama dengan alishka ,, samara merasa senang.
*akhirnya kau pulang ed* samara tersenyum
Namun senyuman itu hilang di saat melihat edric membukakan pintu mobil untuk seorang wanita.
Wajahnya langsung berubah terbakar api cemburu...
*dia berani membawa wanita itu kesini? dan alishka juga tau semuanya* pikir samara
Terlihat alishka sangat dekat dengan wanita itu... samara pun dengan emosi yang membara,, keluar dari kamarnya ingin menghampiri edric.
Sementara didepan rumah,,
"Pretty" panggil edric saat membuka pintu mobil
"Hmmm" pretty menggeliat sadar
"Sudah sampai ya" pretty keluar dari mobil
"Ayo masuk kak ,, disini dingin" ajak alishka
"Ayo" pretty menggandeng tangan alishka
Mereka bertiga memasuki rumah utama... Terlihat pak hendy menyambut mereka dengan baik.
"Nona pretty selamat datang kembali dirumah" sapa pak hendy
"Terimakasih pak hendy" balas pretty tersenyum
Samara dapat melihat mereka dari atas,, namun samara masih berdiam diri.
"Rich, dimana aunty" tanya pretty
__ADS_1
"Mungkin mamah ada dikamarnya"
"Apa kau yang memberi selimut ini" pretty menyerahkan selimut yang melekat di tubuhnya
"Ya kau tertidur di mobil" edric sedikit tertawa
"Kau memang tidak pernah berubah" edric mengacak rambut pretty
"Rich hentikan" pretty menyingkirkan tangan edric dari rambutnya
Tanpa di sadari oleh mereka semua itu dilihat samara dari atas ... samara semakin emosional.
*wanita itu memanggilnya Rich? wah, benar benar memiliki nama panggilan yah* batin samara
Tak lama mamah rosa muncul...
"Kalian sudah kembali" seru mamah rosa
"Pretty, kau juga ikut ... Kalau begitu tidur dikamar alishka saja ya" lanjut mamah rosa
"Asik, makasih ya aunty" pretty berlari memeluk mamah rosa
"Ya sudah istirahat lah kalian" mamah rosa membalas pelukan pretty
*bahkan mamah juga tau wanita itu* samara semakin lemas melihat semua itu
Samara langsung turun kebawah....
Edric yang melihat istrinya turun langsung mendekat ...
"Beby , kau sudah ada dirumah" edric ingin memeluk samara
"Menjauhlah dariku" samara mendorong edric dengan kuat
"Beby, kenapa denganmu?" tanya edric yang terkejut
"Kau, dasar pembohong ... kau bilang kau mencintaiku, tapi nyatanya cintamu itu palsu" teriak samara di depan edric
Edric terbelalak semakin bingung
"Beby apa maksudmu?? aku tidak mengerti"
"Jangan pura pura tidak tau ed ,, Aku sudah melihat semuanya" bentak samara
"Kakak ipar tenanglah,, semua bisa dibicarakan baik baik" alishka membujuk samara
"Kau, kau juga sama saja .. Kau menyembunyikan semuanya dariku" samara juga mendorong alishka menjauh
Alishka sangat kaget karena dia merasa tidak tau apa apa ...
"Samara, apa masalahnya nak? kenapa kau sangat marah" tanya mamah rosa
"Mamah? Mamah bahkan juga menutupinya dariku ,, Kalian semua sama saja" bentak samara dengan keras
Mamah rosa sontak terkejut...
"Beby jaga bicaramu ,, beraninya kau membentak mamah" edric sudah mulai emosi karena samara membentak mamahnya
"Aku mengatakan yang sebenarnya ,, kalian semua berkeja sama untuk menutupi hubungan gelap mu dengan wanita itu kan"
"Wanita? siapa beby? aku tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun" jelas edric
"Katakan apa maksud mu?" bentak edric
"Kau masih ingin mengelak? sudah jelas kau membawa wanita itu kesini" ucap samara menatap tajam ke pretty
Pretty sampai menelan salivanya sendiri melihat tatapan samara yang membunuh.
"Kau" bentak samara
"Aku" pretty menunjuk dirinya sendiri kaget
"Dasar wanita tidak tau malu ,, berani sekali mendekati suami orang lain,, apa kau tidak punya perasaan terhadap sesama wanita"
samara terus menunjuk pretty sampai pretty mundur selangkah demi selangkah.
"Maaf, tapi aku tidak mengerti apa maksudmu?" tanya pretty yang semakin bingung.
"Apa kau fikir aku bodoh ,, katakan padaku sejak kapan hubungan gelap kalian dimulai" bentak samara lagi
Pretty semakin tercengang ...
"Hubungan gelap?" pretty menatap edric meminta penjelasan
Edric yang memahami situasi bahwa samara salah mengira dan cemburu dengan pretty langsung menepuk dahinya.
"Pergi kau dari kehidupan suamiku ,, apa kau tidak punya harga diri? apa tidak ada pria yang mau dengan mu sampai kau merebut suami orang lain" amarah samara sudah memuncak
"Ahhh kalian semua jahat" samara melemparkan vas bunga ke arah pretty sampai pecah
"Rich, tolong aku" pretty ketakutan
"Istrimu bisa membunuhku" teriak pretty menjauh dari samara
Namun samara masih ingin melempar semua barang yang ada ... Dengan cepat edric mencegahnya
"Hentikan samara, tenangkan dirimu" edric memegang tangan samara agar tidak terus menghancurkan barang barang.
"Minggir kau ,, apa kau ingin membelanya?" tanya samara dengan tatapan membunuh
"Tidak, tolong beby dengarkan aku,, izinkan aku bicara sebentar saja" pinta edric
"Apa lagi yang ingin kau katakan" bentak samara sambil berontak
"Pretty itu bukan wanita sembarangan,, dia itu sepupuku" edric setengah berteriak
Sontak samara terdiam ....
"Sepupu?" ucap samara kaget
"Ya beby,, deddy nya adalah adik kandung papah ,, dia anak dari paman ku" jelas edric
"Jadi kalian tidak punya hubungan?" samara mulai melunak
"Selain sebatas sepupu ,tidak ada hubungan apa pun" ucap pretty
"Iyah samara,, yang dikatakan edric itu benar" mamah rosa membenarkan perkataan edric
"Kakak ipar aku tidak pernah menyembunyikan apapun darimu ,, jika memang kak edric selingkuh, justru aku akan menjadi musuhnya" tegas alishka
Samara terduduk di sofa,, dia malu sekaligus menyesal karena telah menyalahkan semua orang.
"Maafkan aku ed" samara kemudian menangis
"Aku hanya takut wanita lain merebut mu dariku" lanjut samara
"Sudahlah,, aku tidak akan pernah meninggalkan mu beby" edric memeluk istrinya itu
Samara memeluk edric dengan erat, tidak ingin melepaskannya .... Setelah drama yang dibuat samara berakhir, mereka kembalu istirahat dikamar masing masing.
Bersambung.......
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
__ADS_1