
Edric telah kembali beraktivtas, seperti biasa dia harus ke kantor,, Samara mengantarkan Edric sampai pintu utama.
"Aku berangkat ya sayang,, kau hati-hati saat aku tidak ada"
Edric mengecup kening Samara lalu pergi bersama David,, Rosa dan Alishka yang melihat pun ikut senang dengan perubahan sikap Edric,, seperti ada keharmonisan dalam rumah tangga mereka.
Samara melambaikan tangan ke arah Edric pergi,, lalu hendak kembali kerumah,, Samara sudah janji pada Keiza bahwa hari ini dia akan datang.
Samara berangkat ke butiknya berpamitan dengan mertuanya,, begitu Samara keluar dari pintu utama seorang petugas menghampirinya.
"Nona, tuan muda memberikan kunci ini untuk nona,, nona bisa memakai mobil ini untuk bekerja"
Samara pun tersenyum dan menerima kunci yang di berikan petugas itu.
"Terimakasih ya pak"
Samara tersenyum lalu langsung melajukan mobil yang di berikan Edric, ada sebuah surat yang terletak dekat setir mobil.
"Semoga kau suka dengan kendaraan barumu"
:yang mencintaimu Edric❤
Samara yang melihat isi surat tersebut pun tertawa tidak percaya ternyata Edric bisa melakukan hal seperti itu.
Di gedung Alliance Michael Edric sedang duduk di meja kerjanya, Tidak seperti biasanya yang selalu berwajah dingin,, Edric justru suka tersenyum hari itu.
"Saya perhatikan dari tadi tuan terus tersenyum hari ini,, apa tuan muda sedang bahagia"
David heran karena tuan mudanya sangat ceria,,
Edric pun tersenyum menatap David yang duduk di sebelahnya.
"Kau benar Dav, aku sedang bahagia, sangat bahagia" Edric melebarkan senyumannya
"Saya ikut bahagia, jika tuan muda bahagia"
Seumur hidup David hanya menunggu saat tuan mudanya bisa hidup tenang dan bahagia,, sebelum itu terjadi David tidak akan pernah menikah, itulah janji David kepada Edric saat menjadi asistennya.
*semoga kebahagiaan anda tidak lagi di hancurkan tuan muda,, semoga Nona Samara menjadi pelabuhan terakhir di hati anda* David tersenyum melihat tuan mudanya
Seorang pegawai datang mengetuk pintu, meminta izin untuk masuk.
"Permisi tuan"
David yang melihat pegawai tergesa-gesa pun heran.
"Ada apa"
"Maaf tuan, Nona Fiona memaksa untuk masuk ke ruangan,, saya sudah berusaha melarangnya tuan" Pegawai tersebut menundukkan kepalanya
David mengepalkan tangannya *mau apa lagi wanita itu datang kesini*
Edric yang mendengar nama Fiona di sebut langsung menatap tajam ke arah David,, tak lama Fiona pun menerobos masuk ke ruangan Edric.
"Minggir kau,, aku mau masuk"
Fiona mendorong pegawai yang mencegah, David pun mencoba menghadang Fiona.
"Nona Fiona, anda tidak di izinkan untuk masuk,, silahkan anda pergi"
Namun Fiona tidak perduli dengan perkataan David.
"Aku tidak punya urusan dengan mu"
Fiona mendekat ke tempat Edric berada.
__ADS_1
"Ed, maafkan aku,, aku masih sangat mencintai mu,, kita mulai semuanya dari awal ya"
Fiona ingin memegang tangan Edric, namun Edric menepisnya kasar.
"Sudah ku katakan padamu hubungan kita sudah berakhir, dan tidak akan ada kesempatan untukmu memperbaikinya" Edric masih bicara dengan lembut berusaha tidak emosi
"Aku sudah menikah dan aku mencintai istriku,, pergilah Fi, jalani kehidupan mu sendiri"
Edric masih bicara dengan lembut, masih tetap menahan amarahnya,, namun Fiona justru memeluknya, membuat Edric sangat marah.
"Tidak Ed, aku masih mencintaimu,, aku tidak ingin pisah dengan mu,, aku tau kau hanya terpaksa menikah dengannya,, kau tidak mungkin jatuh cinta dengan wanita itu"
Edric melepaskan pelukan Fiona dengan kasar dan mendorong Fiona menjauh darinya.
"Kau tidak punya hak untuk menyentuhku,, aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku,, keluar kau dari ruangan ku"
Edric menjadi emosi dan membentak Fiona,,
Fiona pun yang di perlakukan seperti itu tidak terima.
"Baiklah,, lihat saja Ed.. kau akan menyesal karena memilih wanita itu" Fiona pun pergi meninggalkan Edric
Di halaman gedung Alliance Michael,, Alvaro keluar dari mobilnya, dia ingin menemui Edric di kantornya,, tidak sengaja Alvaro melihat Fiona saat ingin masuk ke kantornya Edric.
Alvaro memalingkan wajahnya ke arah lain, Alvaro merasa hari itu sangat sial jika harus bertemu wanita itu.
*baru 4 hari aku berada disini, kenapa aku harus melihat wanita ini*
Alvaro sangat tidak suka dengan wanita yang sedang berjalan ke arah pintu keluar,, disaat Alvaro berusaha melewati Fiona,, namun Fiona justru melihatnya dan menghentikan langkahnya.
"Al, you are alvaro right?"
Alvaro pun langsung membuka kacamatanya,, Seketika wajah tampannya terlihat di hadapan Fiona.
Alvaro memutar bola matanya malas jika harus meladeni wanita yang ada di depannya.
"Bukankah kau ada di Belgia? kapan kau kembali"
Fiona tersenyum dan memegang lengan Alvaro,, Berusaha mendekat namun Alvaro menjauhkan diri dari Fiona.
"Aku baru kembali dari Belgia,, Maaf aku tidak punya waktu bicara dengan mu"
Alvaro ingin bergegas masuk, namun Fiona pura-pura sakit,, sungguh wanita itu sangat licik.
"Ahh, aduuh perutku sakit" Fiona berakting memegang perutnya
*baiklah, jika aku tidak bisa mendapatkan Edric kembali,, aku bisa mendekati Alvaro, tidak masalah jika harus membuang serpihan emas demi sebuah berlian* Fiona diam-diam tersenyum namun kembali berakting
Alvaro yang memang berhati baik tidak tega jika meninggalkan Fiona saat sedang kesakitan,, Alvaro berbalik ke tempat Fiona berada.
"Ada apa Fi,, apa kau sakit?"
Alvaro memegang tangan Fiona mencoba untuk membantu, Fiona pun melanjutkan aktingnya.
"Perutku sakit,, sepertinya maag ku kambuh"
Fiona berusaha membuat wajah kesakitan agar menarik perhatian Alvaro.
"Apa sakit sekali?"
Fiona menganggukkan kepalanya.
"Baiklah,, duduk saja disini.. sebentar aku belikan obat untukmu"
Alvaro menyuruh Fiona duduk di dekat taman kantor, lalu pergi membeli obat untuk Fiona.
__ADS_1
Setelah Alvaro pergi, Fiona pun tertawa kecil *dia benar-benar pria yang manis*
Alvaro ke apotik untuk membeli obat pereda maag,, lalu berlari ke arah Fiona,, Fiona yang melihat Alvaro sudah dekat langsung berakting kembali.
"Kau minumlah ini ,, sebaiknya kau pulang dan istirahat" Alvaro memberikan obat untuk Fiona
Alvaro ingin berlalu pergi menemui Edric, lagi-lagi Fiona mencari alasan.
"Al, dompet ku tertinggal dirumah,, tadi aku naik mobil tapi mobil mogok"
Fiona sangat tau jika pria itu tidak akan membiarkan wanita yang sakit.
"Kalau begitu,, ayo ku antar ke rumah mu"
Fiona tersenyum,, Alvaro membantu Fiona berjalan sampai ke mobilnya.
Sampai di mobil Alvaro mengirim pesan ke Edric,, karena dia sudah berjanji tapi harus di batalkan.
**Kepada Temanku Edric :
Ed, maafkan aku,, sepertinya siang ini aku tidak bisa datang menemui mu,, I have a little problem, Nanti malam saja aku kerumahmu.
Pesan Terikirim**.
Alvaro menyimpan ponselnya di saku Dan melajukan mobilnya,, selama perjalanan Alvaro tidak ingin melihat ke arah Fiona, karena dia hanya kasihan tidak ada alasan lain.
Tiba tiba ponsel alvaro berdering.
Kring Kring Kring...
Beauty ❤
memanggil...
Alvaro melihat ponselnya ternyata Dominique menelfon.
Alvaro pun bingung harus angkat atau tidak, jika Dominique tau Alvaro bersama Fiona maka Domi akan marah,, Alvaro pun membiarkan ponselnya dan melanjutkan menyetir sampai kerumah Fiona.
Di tempat lain Dominique yang kesal karena Alvaro tidak mengangkat telfonnya pun membanting ponselnya di ranjang,, melihat Dominique, Thalia heran dan sedikit terkejut.
"What is it Dom? kenapa kau membanting ponsel mu" Thalia mengambil ponsel Dominique lalu menaruhnya kembali ke tas Dominique
"Al tidak mau mengangkat telfon dariku,, aku curiga dia berada dimana"
Dominique memang sedikit posesif,, bagaimana tidak? Karena banyak wanita yang mengejar Alvaro,, secara Alvaro adalah pria terkaya no.2 di dunia siapa pun ingin memilikinya,, wajar saja jika Dominique selalu menelfon dan bertanya keberadaan Alvaro.
"Do not worry,, Siapa pun wanita yang mendekatinya, dia tetap mencintai mu Domi,, apa kau kurang cukup bukti selama dia di Belgia"
Thalia mengingatkan Dominique kesetiaan Alvaro,, Memang terbukti selama 2 tahun di Belgia, Alvaro menolak semua wanita yang datang padanya,, di hatinya hanya ada Dominique,, meskipun banyak wanita yang menawarkan One Night Stand dengannya tetap saja Alvaro tidak tertarik.
"Yes you're right,, aku memang harus percaya dengannya"
Dominique pun tersenyum,, tanpa Dominique tau jika kekasihnya sedang di incar oleh wanita lain.
Bersambung...
Author mau kasih lihat pict pasangan kekasih yang satu ini ya..
Alvaro❤Dominique
#Slow UpDate Ya Guys.. Author gak enak body🙏🏻
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
__ADS_1