
Matahari telah menyinari kamar arthur, sinar masuk melalui celah jendela ... Pagi itu sangat cerah namun lelaki itu masih belum beranjak dari kasur nya , dia berbaring sambil menatap langit langit kamar.
*kenapa cinta begitu menyakitkan? seharus nya aku berfikir sebelum jatuh cinta,, seharus nya aku tidak menaruh perasaan lebih dalam pada nya ,, jika akhir nya harus ku lepaskan* arthur memejamkan mata nya, memijit kepala nya yang terasa sakit sama dengan hati nya yang masih sakit dan hancur..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar...
Tok tok tok !!
"Arthur" seorang wanita memanggil nya
Namun lelaki itu enggan untuk menyahut, dia masih diam di kasur nya...
"May I come in?" tanya wanita itu, tapi lagi lagi arthur tidak menjawab
Samara yang menunggu jawaban dari arthur mulai panik ...
*kenapa dia tidak menjawab ku? apa yang dia lakukan didalam? dia tidak melakukan hal yang nekat kan* samara sedikit panik takut jika arthur mencelakai dirinya sendiri
"Okay, aku masuk sekarang" teriak samara ingin membuka pintu..
Namun disaat samara ingin membuka tiba tiba saja pintu itu terbuka... membuat samara terkejut..
"Ada apa?" tanya arthur yang muncul di balik pintu
"Umm, wajah mu kusut sekali? kau baik baik saja" samara memegang wajah arthur memeriksa suhu tubuh nya, dia sangat cemas
"Sudahlah,, aku baik baik saja .. kau jangan berlebihan" arthut menepis tangan samara dengan pelan
"Tapi kau terlihat tidak baik,, do not lie to me" tegas samara
"I'm fine, calm down" ucap arthur menyakinkan kakak nya
"Arthur, apa kau sungguh mencintai alishka?" tanya samara dengan wajah serius
"Hmm,, kenapa kau bertanya seperti itu?" arthur menaikan sebelah alis nya
"Aku tau ini mungkin tidak adil untukmu,, tapi hubungan itu tidak benar, jika memungkinkan lebih baik kau buang jauh perasaan itu dari hatimu arthur,, karena aku tidak ingin melihat mu terus merasakan sakit" samara mengelus kepala adik nya dengan penuh kasih sayang
"Hey samara, kau bicara terlalu banyak ... Mungkin aku jatuh cinta dengan nya,, kau tenang saja, lambat laun aku pasti akan melupakan nya ... Relax honey" arthur tersenyum memegang tangan samara
"Percayalah padaku ,, aku baik baik saja" arthur menaruh pipih nya di tangan samara
Samara pun tersenyum,, dan mereka tidak mengetahui jika sedari tadi edric terus memperhatikan mereka dari belakang...
"Sudah cukup,, lepaskan tangan mu itu .. dan kau beby? jangan pernah tersenyum seperti itu, meskipun dia adalah adik mu tapi dia tetap seorang pria,, aku tidak suka jika ada pria lain yang menatap mu" edric menatap dengan tatapan tajam
Arthur sangat terkejut melihat sikap kakak ipar nya itu..
*begitu posesif* pikir arthur
"Maaf tuan" ucap arthur sedikit takut
Edric hanya menatap nya dengan tajam... arthur pun kembali kedalam kamar nya.
"Ed kenapa kau berlebihan? arthur itu adikku adik kandungku .. dia tidak mungkin merebut ku darimu" samara tidak habis pikir dengan sikap edric
"Sudah ku katakan aku tidak suka ,, mulai sekarang kau harus jaga jarak dengan nya, aku tidak perduli" edric memang tidak bisa di bantah
"Yaya yang mulia ,, kau adalah raja nya disini .. semua perkataan mu bagaikan talak" samara memajukan bibir nya dengan kesal
"Bagus jika kau tau itu" edric tersenyum bangga
*cih, bahkan di saat kau sudah mengatakan cinta padaku, perjanjian itu masih saja tetap berlaku,, dasar pencemburu* ucap samara dalam hati..
"Ya sudah,, ayo kita turun .. daddy dan mommy pasti sudah menunggu" ajak samara yang di ikuti oleh edric
Di meja makan sudah terlihat tuan aldebaron dan nyonya jane, edric dan samara pun ikut bergabung bersama mereka...
"Morning dad,mom" sapa samara kepada kedua orang tua nya
"Good morning too dear" jawab aldebaron dan jane bersamaan
Edric hanya tersenyum sembari menundukkan kepala nya menghormati kedua mertua nya itu ... begitu juga tuan aldebaron dan nyonya jane.
"Dimana asisten mu edric ,, dia belum terlihat dari tadi" tanya nyonya jane
"Ntahlah" edric hanya menaikan bahu nya menandakan dia tidak tau
Tidak lama david muncul bersama dengan alishka...
"Wah, siapa wanita yang bersama mu? apa dia kekasihmu" tanya tuan aldebaron
Samara dan edric ikut menoleh ke arah david..
"Hello uncle, hello aunty" sapa alishka dengan ramah
David hanya diam tidak tau harus menjawab apa...
"Hello beautiful, what's your name?" tanya nyonya jane
"My name is Alishka" alishka tersenyum dengan manis
"Alishka ,, itu nama yang bagus" ucap tuan aldebaron
__ADS_1
"Tapi kapan dia datang? kenapa aku tidak mengetahui nya" tanya tuan aldebaron
"David yang membawa nya tadi malam ,, alishka adik nya edric dad" ucap samara menjelaskan
"Really? bagus dong ... Kalau begitu mari duduk kita makan bersama" ajak tuan aldebaron
Alishka dan david pun bergabung di meja makan bersama yang lain nya... hanya arthur yang belum muncul di antara mereka.
"Mom, kenapa putra kita belum terlihat? sedang apa dia" aldebaron mencari keberadaan arthur
"Mommy juga gak tau ,, sam apa adikmu belum bangun?" tanya jane
"Mungkin sebentar lagi dia turun, tunggu saja dad, mom" balas samara
Alishka yang tau jika arthur belum terlihat pun merasa tidak enak...
*apa karena semalam dia tidak mau keluar kamar* batin alishka
"Ya sudah kita makan duluan saja" ajak aldebaron
Kemudian arthur turun dari tangga menuju meja makan,, aldebaron dan jane pun menoleh ke arah putra mereka
"Hey boy, kenapa lama sekali?" tanya aldebaron
"Umm,, aku kesiangan dad" ucap arthur
"Hey mom" arthur mencium pipih nyonya jane
"Arthur, kenalin alishka adik nya tuan edric" ucap nyonya jane
"Sudah kenal" jawab arthur dengan santai sambil memakan roti
"Hah? dimana?" tanya jane yang bingung
"Dia satu kantor sama arthur mom" jawab arthur yang masih mengunyah roti
*dia bisa bersikap biasa seperti itu? padahal tadi malam dia mengamuk tidak ingin melihat ku* batin alishka sembari menatap arthur
"Benarkah? kalau begitu kalian bisa pergi bersama kan ,, kasian kan kalau alishka harus berangkat sendiri" jane terlihat sangat sayang dengan alishka
Arthur yang terkejut mendengar perintah mommy nya pun refleks menyemburkan minuman yang dia minum..
Aldebaron dan jane heran melihat putra mereka...
"Hey boy , ada apa kenapa sampai tersembur" tanya aldebaron
"Sorry mom,, aku tidak bisa, aku sedang terburu buru" ucap arthur kemudian meminum susu yang ada di meja dan langsung pergi mengendari motor nya
"Dah mommy" teriak arthur saat ingin pergi
"Maaf ya alishka" jane tidak enak
"Tidak apa kok aunty ,, alishka bisa menumpang sama kak edric ya kan kak" alishka meminta persetujuan kakak nya
"Hmm" hanya itu suara yang keluar dari edric
Samara tertawa kecil melihat suami nya..
*dasar tuan muda yang malas bicara* batin samara
Semua sudah selesai sarapan,, mereka ingin berangkat ke kantor nya masing masing ...
"Sam, apa kau juga ikut berangkat bersama edric?" tanya jane yang mengantar semua orang ke depan
"Iyah mom,, aku harus ke butik sudah 2 hari aku tidak datang kasian keiza" samara tersenyum
"Ya sudah kalian semua hati hati ya" jane melambaikan tangan nya ke arah suami dan putri nya...
David membukakan pintu untuk alishka,, dia tidak berhenti memandang wajah alishka
"Terimakasih" alishka tersenyum itu membuat david sangat senang
Edric yang sedari tadi menunggu, pun menendang kaki david
"Hey,, kau membuka pintu untuk alishka, tapi kau mala mengabaikan ku" bentak edric yang sedang kesal
David langsung sadar dari pandangan nya..
"Maafkan saya tuan muda" david langsung membuka pintu mobil untuk tuan muda nya..
"Ayo masuk beby" ajak edric, samara pun ikut masuk ke dalam mobil
Samara tertawa kecil menatap david,, samara tau jika david memang menyukai alishka....
Telah sampai di depan butik samara,, samara pun turun dari mobil ... edric keluar mengantar samara sampai ke butik..
"Terimakasih ed, sudah mengantar ku" samara tersenyum
"Okay beby,, kau jaga dirimu .. aku pergi dulu ya beby" edric mengecup kening samara
"Huh irinya" ucap alishka yang melihat pasangan suami istri itu dari jendela mobil
"Kenapa harus iri? nona kan sebentar lagi akan menikah juga" ucap david
__ADS_1
Ucapan david membuat alishka menjadi murung..
"Apa kau tidak ingin menikah david?" tanya alishka
"Tentu semua orang ingin menikah nona,, hanya saja belum menemukan pasangan yang tepat" jawab david sembari tersenyum...
"Kau menyukai wanita yang seperti apa?? apa aku termasuk kriteria wanita mu?" tanya alishka dengan antusias
Mendengar pertanyaan yang seperti itu membuat david mengerutkan kening nya...
*ada apa dengan nona alishka? kenapa banyak sekali pertanyaan aneh yang dia tanyakan padaku? jujur saja kaulah wanita yang ku inginkan nona, tapi bagaimana mungkin aku mengatakan nya* david heran dengan pertanyaan dari alishka
"Hmm, may be" ucap david
*benarkah? apa arti nya david juga suka padaku* mata alishka berbinar mendengar jawaban david
"Ehemm" edric yang sudah masuk ke mobil berdehem
David pun langsung melajukan mobil nya menuju gedung Alliance Michael....
Mereka pun sampai di halaman gedung Alliance Michael,, alishka langsung masuk ke dalam kantor, di susul oleh edric dan david...
Tidak terasa sudah setengah hari mereka beraktivitas... sudah tiba waktu nya makan siang... sedari tadi edric masih bermalas malasan di sebuah kamar di dalam ruangan nya, pria itu tertidur dengan pulas... menyuruh david yang menghendel semua pekerjaan nya.
Di depan terlihat seorang wanita berjalan memasuki kantor,, ya siapa lagi jika bukan fiona, seperti nya wanita itu tidak jerah untuk berusaha mendekati sang CEO... fiona memperhatikan penampilan nya sebelum masuk ke ruangan edric,, meskipun sekretaris telah melarang nya masuk fiona tidak perduli..
"Hi edric" teriak fiona saat ingin masuk keruangan edric
Namun tidak ada jawaban dari edric,, dia hanya mendapati david yang berada diruangan tersebut
"Dimana edric?" tanya fiona
"Apa maksud kedatangan anda kesini nona" tanya david yang tidak suka dengan kehadiran fiona
"Aku ingin bertemu dengan edric,, dan sebaik nya jaga bicara mu, karena sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Michael" ucap fiona dengan bangga
"Sebaik nya jangan terlalu berharap nona,, karena hal itu tidak akan terjadi" david tertawa membuat fiona sangat kesal
"Asisten sialan ,, kau mungkin tidak akan berani bicara dengan ku lagi, lihat saja nanti" ucap fiona dengan emosi
"Saya tunggu nona" david tersenyum meremehkan
Pintu kamar tempat edric istirahat tidak terkunci dengan rapat,, fiona dapat melihat jika edric sedang berbaring di kasur nya.. fiona langsung menghampiri edric..
"Tunggu nona, jangan ganggu tuan muda" cegah david namun fiona menepis tangan nya dan mengunci pintu dari dalam,,
"Nona jangan berani macam macam" bentak david dari luar *ah sial* gerutu david
"Edric my darling" ucap fiona sembari duduk di sebelah edric
Edric masih terpejam di dalam tidur nya... fiona membelai pipih edric,, fiona ingin mencium bibir edric yang selalu terlihat seksi... tiba tiba edric membuka mata nya, melihat wajah fiona yang sangat dekat dengan nya
Edric pun langsung mendorong fiona menjauh dari nya... edric bangkit dari tidur nya...
"Apa yang kau lakukan disini fiona? berani nya kau masuk tanpa izin dariku" ucap edric menatap tajam ke arah fiona
"Beby, apa yang kau katakan? bukankah aku sudah sering masuk ke tempat istirahat mu" fiona mendekati edric, memeluk pria itu dari belakang
"Hentikan ini fiona,, itu semua masa lalu .. aku sudah melupakan nya" edric melepas pelukan fiona berusaha menjauh
"Kau juga harus melupakan itu,, dan jalani hidup mu sendiri, jangan ganggu kehidupan ku fiona" edric masih bicara dengan nada yang wajar
"Beby, apa aku sudah tidak punya tempat di hatimu? Lihat aku bawakan makan siang untuk mu beby" lagi lagi fiona berusaha mendapat simpati dari edric
"Setidak nya beri aku kesempatan untuk membuktikan cintaku padamu beby" ucap fiona yang merayu edric sembari menghidangkan mananan yang dia bawa..
Edric masih menatap fiona dengan diam,, dia tidak marah dan juga tidak senang..
"Ayo beby, makanlah" fiona ingin menyuapi edric, namun edric tidak membuka mulut nya
"Beby, ayo makan" fiona masih menunggu
"Aku menerima kebaikan mu hari ini fiona,, tapi kau tidak perlu seperti ini, aku bisa memakan itu sendiri ... sebaik nya kau pergi dari sini" edric menujuk pintu keluar
*sial, usaha ku tidak berhasil ,, baiklah tidak masalah,, tapi aku tidak akan menyerah ed, aku pasti akan mendapatkan mu kembali* fiona mengepalkan tangan nya
"Baiklah aku pergi ,, Tapi lain waktu aku pasti kembali beby" ucap fiona kemudian berlalu meninggalkan edric
Edric menatap makanan yang di berikan fiona,,
*dia masih ingat makanan faforite ku? ini mustahil .. apa dia benar benar sudah berubah* pikir edric
Edric membawa makanan itu ke meja diruangan nya ... david yang melihat tuan muda nya keluar pun langsung sigap...
"Apa terjadi masalah tuan" tanya david
"Tidak,, aku hanya sedikit heran" ucap edric tertawa kecil
"-_-"
"Kau makan saja ini,, kalau kau mau" edric menawarkan makanan tersebut pada david
David yang memang belum makan siang pun melahap makanan tersebut sampai habis, tanpa banyak bertanya ....
__ADS_1
Bersambung...