Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Makan Siang Berdua


__ADS_3

Kemunculan fiona dari dalam lift, sukses membuat mata samara membulat.


Begitu juga dengan fiona yang mendapati kehadiran samara, wanita itu memberikan tatapan tajam penuh kebencian.


Sejenak mereka saling pandang,, samara menatap fiona dengan heran, namun berbeda dengan fiona yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


*Kenapa dia ada disini? Apa edric juga bertemu dengannya, tapi untuk apa edric menemuinya?* pikiran buruk mulai memenuhi kepala samara


Sementara lucy yang berada di belakang samara, hanya memperhatikan keduanya.


*Wajah wanita itu terlihat tidak bersahabat,, apa dia musuh nona muda? Aku harus waspada* batin lucy


"Kau" fiona setengah berteriak


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya samara heran


"Apa kau pikir? Kau sudah menang?" Fiona selangkah maju mendekati samara


"Kau merebut edric dariku, apa kau pikir aku akan diam saja? Hah" fiona dengan kuat mendorong samara ke dinding


Tubuh samara terpental ke dinding, bahunya sedikit sakit akibat menabrak dinding dengan kuat.


"Ahh" samara sedikit meringis memegang bahunya


"Nona, apa anda baik baik saja?" Lucy dengan sigap membantu samara berdiri


Lucy yang melihat nona mudanya merasa sakit, hendak membalas perbuatan fiona,, namun samara melarangnya.


"Jangan lucy, aku baik baik saja" ucap samara menahan tangan lucy


"Tapi nona..." lucy masih cemas karena dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan nona mudanya


"Tenang saja, jangan khawatir" samara meyakinkan


"Apa anda yakin, nona?" Tanya lucy menatap samara


Samara menganggukkan kepala, namun lucy masih tetap waspada,, takut fiona berbuat lebih buruk.


"Hahaha, dasar lemah" fiona tertawa


Lucy menatapnya dengan tidak suka, namun lagi lagi samara mencegahnya bertindak kasar.


*Kenapa kau sangat rendah hati nona? Sudah jelas wanita itu yang lebih dulu menyakitimu nona* pikir lucy heran


"Apa kau begitu membenciku fiona?" Samara tersenyum


"Ya, aku membencimu,, kau merebut segalanya dariku, aku sangat membencimu" teriak fiona dengan kebencian dan emosi


"Aku tidak pernah merebut apapun darimu, dan kau tau? Bukan aku yang merebut edric, tapi edric sendiri yang menikahiku" samara sedikit mengulas senyum


"Apa kau senang? Seharusnya aku yang ada diposisi mu, bukan kau" fiona menatap dengan tajam


"Tentu saja, aku sangat menikmati menjadi istri dari seorang Presdir yang kejam dan dingin,, tidak ada yang bisa menyentuhku, edric sangat menjagaku dengan baik" samara tersenyum manis


"Dan mungkin sebentar lagi, aku akan melahirkan pewarisnya" bisik samara di telinga fiona


Fiona yang mendengar ucapan samara, menatap samara dengan murka,, wanita itu mengepalkan tangannya kuat, hatinya tidak bisa menerima kenyataan.


"Kita lihat saja, sampai kapan kau bertahan di posisimu, nyonya michael" fiona menekan kalimat terakhirnya


"Aku ingin mengucapkan terimakasih padamu fiona,, terimakasih, dari dirimu aku belajar memahaminya,, dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama denganmu" ucap samara tersenyum


"Kau" fiona ingin menampar samara


Lucy dengan cepat menahan tangan fiona, dan menggenggamnya dengan kuat.


"Jangan pernah, menyentuh nona muda kami dengan tangan anda yang kotor ini" lucy menatap dengan tajam


"Lepaskan tanganku" fiona berusaha lepas dari genggaman tangan lucy


Namun lucy justru memperkuat genggamannya, sampai membuat pergelangan tangan fiona memerah.


"Ahh, lepaskan" fiona merintih kesakitan


"Lepaskan, sialan" bentak fiona


Lucy memutar tangan fiona, sampai wanita itu menjerit kesakitan.


"Ahhh, sakit, ahhh" teriak fiona


"Lepaskan, brengsek" ucap fiona


"Dengan tangan ini, anda mendorong nona muda" lucy semakin kuat melintir tangan fiona


"Ahhh, lepaskan aku gadis sialan" pinta fiona


Samara yang melihat fiona kesakitan berusaha menghentikan lucy.


"Lucy, sudah cukup" ucap samara


"Hentikan lucy, kau bisa menyakitinya" bentak samara


Namun lucy tidak perduli, dia seperti ingin mematahkan tangan fiona.


Tak lama david muncul dari lift yang terbuka,, david yang melihat lucy sedang marah langsung menghampiri.


"Lucy" david setengah berteriak


Lucy hanya melirik david sekilas,


"Lucy, hentikan lucy" david menatap lucy

__ADS_1


"Tidak, tangan ini sudah mendorong nona muda,, aku harus menyingkirkan tangan ini" ucap lucy emosi


"Lucy, aku baik baik saja,, lepaskan dia" samara membujuk


Mendengar ucapan lucy, sejenak david kagum dan tertegun.


"Lucy, jangan membuat nama tuan muda menjadi buruk,, hentikan" ucap david tegas


Lucy melepaskan fiona, lalu mendorong kuat tubuhnya sampai menabrak dinding,, persis seperti yang dilakukan fiona.


"Ahh" fiona kesakitan karena kepalanya terbentur dinding


Wanita itu juga merasa sakit di sekitar lengannya, akibat genggaman lucy yang kuat.


"Silahkan anda pergi dari sini nona" seru david


Fiona pun berlari pergi meninggalkan gedung Alliance Michael.


"Nona muda, apa anda terluka?" Tanya david


"Tidak, aku baik baik saja" balas samara


"Silahkan nona, tuan muda sudah menunggu anda" ucap david


Samara masuk kedalam lift pribadi, di susul oleh lucy dan david,, mereka menuju ruangan presdir.


Sampai diatas lift terbuka, dan mereka keluar dari lift,, namun saat ingin memasuki ruangan edric, samara menghentikan langkahnya.


"Tunggu" samara berhenti


"Apa ada masalah nona?" Tanya david


"David, untuk masalah tadi,, aku ingin kau merahasiakannya dari edric" ucap samara


"Aku tidak ingin, edric marah dan khawatir" samara menatap david


"Tapi nona..." david ragu


"Berjanjilah padaku" samara memaksa


"Baik nona, saya akan merahasiakannya" ucap david terpaksa


"Lucy, kau juga jangan mengatakan apapun pada edric" pinta samara menatap lucy


"Baik nona" lucy hanya menunduk


"Bagus" samara tersenyum


Lalu samara masuk kedalam ruangan edric,, lucy hendak mengikuti, david menahan tangannya.


"Hey, sepertinya hari ini kau sangat bersemangat" david


"Lepaskan tanganmu" lucy menghempaskan tangan david dengan kasar


"Kenapa kau menghentikanku tadi? Jika tidak sudah kupatahkan tangannya" balas lucy dengan emosi


"Aku menghentikanmu karena kau bisa mencelakainya" bentak david


"Sebaiknya kau kendalikan emosimu, jangan pernah bertindak gegabah" david setengah berteriak


"Ya, bukankah kau menyuruhku untuk melindungi nona muda" lucy mengerutkan dahinya heran


"Tapi bukan berarti kau bisa menyakiti orang sesukamu,, kau harus memahami situasi"


"Apa maksudmu?" Lucy bingung


"Hah, ternyata kau sangat payah,, jangan hanya gunakan tenagamu, kau juga harus gunakan otakmu" david menyentil dahi lucy


Setelah itu david langsung pergi meninggalkan lucy.


"Aww" lucy meringis mengusap dahinya yang merah


"Hey, kenapa kau menyebutku payah? Aku tidak payah" teriak lucy kesal


"Apa maksud ucapannya itu" lucy sedikit berpikir


Tak lama dia menyusul david masuk kedalam ruangan edric,, didalam terlihat samara sudah ada bersama edric.


"Beby, aku merindukanmu" edric memeluk samara dari belakang


"Ed, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku, jangan seperti ini" samara merasa malu


"Tetap seperti ini, aku masih merindukanmu beby" edric mencium leher samara


"Ed, hentikan" samara merasa geli


Lucy yang melihat kemesraaan pasutri itu, sontak jiwa jomblonya meronta.


*Ya tuhan, kenapa kalian romantis banget sih* lucy galau sendiri


"Hey, jaga matamu,, apa kau lupa aturan yang ku katakan? Tetaplah menunduk" david menyenggol bahu lucy


"Iya iya, mengganggu saja" balas lucy kesal


"Hey, kau berani bicara begitu dengan atasanmu?" David sedikit tertawa


"Maaf tuan" lucy menekan suaranya


"Bagus kalau kau mengerti" david sedikit mengulas senyum


"Haha, iya tuan" lucy tertawa kesal

__ADS_1


Edric yang mendengar suara tawa lucy menoleh.


"Sedang apa kalian disitu?" Bentak edric


"Maaf tuan muda" david menunduk


"David, siapa dia?" Edric menunjuk lucy


"Ed, bukankah kau menyuruhnya untuk menjemputku?" Samara heran melihat respon edric


"No beby, aku tidak mengenalnya" seru edric


"Lucy" samara menatap lucy


"Lucy?" Edric mengerutkan dahinya


"Namanya lucy" balas samara menoleh ke edric


Disisi lain, lucy yang merasa edric belum memahami kehadirannya menatap david kesal.


"Ya, jangan diam saja,, apa kau ingin tuan mudamu marah" lucy menendang kaki david


"Tuan" panggil david


Edric dan samara menoleh bersamaan.


"Saya yang merintahkan gadis ini untuk menjemput nona muda,, dan juga dia yang akan menjadi supir pribadi nona muda" tutur david


"Dia? Supir yang akan menjaga istriku?" Edric sedikit menimbang


"Jangan ragu tuan,, saya sudah memastikannya" ucap david meyakinkan


"Baiklah, aku percaya padamu,, tapi jika dia melakukan kesalahan, kau sendiri yang harus menghukumnya" tegas edric


"Baik tuan" david mengerti


"Beby, apa kau suka supir barumu?" Edric menatap samara


"Ya, aku menyukainya" samara tersenyum


"Karena istriku menyukaimu, kau diterima" ucap edric menatap lucy


"Terimakasih tuan, nona" lucy menunduk


"David, pergi pesankan makanan untukku dan istriku" edric memeluk samara erat


"Baik tuan muda"


David bergegas pergi, dan akan meninggalkan ruangan,, namun melihat lucy masih belum beranjak.


"Apa yang kau tunggu?" David menatap tajam


"Aku?" Lucy baru tersadar


"Ayo cepat pergi" david menarik tangan lucy


Meninggalkan pasutri yang sedang dimabuk asmara itu,, setelah sampai diluar ruangan, lucy menarik tangannya dengan kuat.


"Hey, lepaskan tanganku,, aku bisa jalan sendiri" bentak lucy


"Apa kau ingin terus melihat kemesraan tuan dan nona?" David menatap lucy menyelidik


"Hey, jangan bicara omong kosong" lucy mengalihkan pandangan


"Aku tau kau itu jomblo,, tapi terlalu penasaran itu tidak baik" cibir david


"Sialan, kau kan juga jomblo" balas lucy kesal


"Tidak, aku punya kekasih" david tersenyum


"Benarkah? Aku tidak percaya" lucy ragu


"Pria menyebalkan sepertimu? Siapa gadis yang tahan denganmu" cibir lucy


"Kau akan lebih tidak percaya jika melihatnya,, dia gadis yang sangat manis" david memuji alishka


"Yaya, terserah" lucy meninggalkan david


"Ahh, gadis itu sangat keras kepala,, dia bahkan tidak bisa percaya padaku" david tersenyum memandang lucy dari belakang


Lalu david menyusul lucy, mereka memesan makanan di kantin,, lucy memesan untuk dirinya sendiri.


Dan david setelah memesan untuk tuan mudanya, ikut bergabung dengan lucy di kantin.


Sementara dilantai tertinggi, edric dan samara sedang berduaan.


Tak lama pelayan kantin datang membawa makanan, setelah meletakkan makanan di meja pelayan tersebut keluar.


"Beby, aku senang kau datang" bisik edric


"Aku akan datang, jika kau yang memintanya" samara tersenyum


"Give me one kiss beby" edric mendekatkan wajahnya


Tanpa ragu samara mencium bibir edric, lalu mereka saling berpagutan menikmati ciuman yang semakin dalam.


Saling memejamkan mata, setiap lu*ma*tan demi lu*ma*tan,, sejanak mereka melepas perpagutan itu, lalu mereka kembali saling me*lu*mat.


Bersambung......


...~...

__ADS_1


...🌹...


__ADS_2