
Tubuh Samara sudah terbaring lemas di atas ranjang yang berukuran king size itu,, Service yang diberikan oleh Edric membuat wanita itu merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Sejenak Edric membiarkan samara beristirahat, Karena wanita itu masih terlihat lemas,, Edric telah membuka stelan jasnya, Saat ini pria itu telah shirtless.
Edric masuk kedalam selimut, Berbaring disebelah istrinya,, Sekarang mereka berada didalam selimut.
Edric mencium lembut pipih Samara dengan sayang,, Menggenggam jemari istrinya, Sesekali menyembunyikan wajahnya dileher sang istri.
"Ed" Samara tersenyum geli
"Beby, Apa kau menyukainya??" Edric tersenyum nakal
"Aku suka" Ucap Samara menatap mata Edric
"Itu karena kau melakukannya dengan sangat lembut,, Tidak seperti saat kau memaksaku, Itu sangat menyakitiku" Samara menghela nafas
"Maaf, Karena aku sudah menyakitimu" Edric menyesal, Lalu mengecup kening Samara
"Itu sudah berlalu,, Dan sekarang aku bahagia bersamamu" Samara tersenyum
"Terimakasih, Beby" Edric mencium punggung tangan Samara
Kemudian mereka saling bertatapan, Dan wajah mereka saling berhadapan.
Tidak menunggu lama Edric langsung menyesap bibir wanitanya itu,, Menikmati perpaduan bibir mereka saling me.lu.mat.
Dan tangan Edric mulai beraksi kembali, Bermain diarea yang paling disukainya, Yaitu memegang dua benda kenyal yang menggantung itu.
Kedua tangannya memencet dan sesekali bermain di pucuk yang sudah sangat mengeras itu,, Samara yang mulai bergairah mengalungkan kedua tangannya di leher Edric.
Edric kembali memandu permainan mereka,, Edric melepaskan ciumannya dan mulai menyusuri jenjang leher sang istri yang sangat harum itu,, Aroma parfum yang masih melekat, Meningkatkan nafsu Edric yang tengah bergejolak.
Edric tersenyum puas, Melihat istrinya menikmati permainan mereka.
Kemudian pria itu mendekatkan lidahnya ke area pucuk benda kembar itu.
Sementara Samara mengerang dan terus mengerang bahkan menggigit bibir bawahnya menahan rasa yang luar biasa itu,, Tangannya menahan kepala Edric agar tetap berada diantara kedua benda kembar miliknya itu.
Seperti tidak ingin Edric menghentikan permainannya, Mendapat respon yang baik dari sang istri, Membuat Edric semakin bersemangat.
Pria itu sedikit lama bermain di kedua benda kembar itu,, Sampai dia merasa puas bermain, Edric sejenak menatap Samara.
"Baby, Are you ready?" Ucap Edric
"Yes, I'm so ready beby" Lirih Samara, Dengan suara khas menggoda.
"Alright, you have to endure it" Edric tersenyum
Samara hanya mengangguk pasrah,, Wanita itu sudah sepenuhnya berada dibawah kendali suaminya.
Edric berdiri lalu melepaskan celananya, Dan terpampanglah si junior,, Kemudian Edric kembali berada di atas tubuh Samara.
Edric membuka lebar kaki Samara, Maka terlihatlah **** ***** dengan bulu-bulu halus yang mengelilingnya,, Edric mengelus pelan area permukaan bagian intim itu.
"Milikmu imut sekali beby" Edric tersenyum
"Imut?" Samara heran
"Yes, It's so beautiful" Edric mendekatkan wajahnya ke milik Samara
Mendekatkan wajahnya kedalam lubang kenikmatan itu,, Dan sontak membuat sang pemiliknya menggeliat hebat tak karuan.
"Ahh, stop it baby" Samara tak tahan
"What are you doing?" Lirih Samara dengan suara lemas
"Ahhh, Ed, Please stop" Pinta Samara sembari menjambak rambut Edric
Melihat Samara seperti itu, Edric menghentikan aksinya.
"Sorry, Beby" Edric menatap Samara
"Yours is so tempting" Ucap Edric tersenyum
Dan Edric bersiap untuk membenamkan juniornya kemilik Samara secara perlahan tapi pasti.
Meskipun bukan pertama kalinya, Tapi Samara masih merasakan sakit,, Sebab junior Edric memiliki ukuran yang melebihi standar para pria pada umumnya (Sedikit lebih besar).
"Aww" Rintih Samara, Saat Edric berusaha memasuki dirinya
"Apa sangat sakit?" Edric terlihat cemas
"Ini sedikit sakit" Lirih Samara menahan rasa sakit
__ADS_1
"Apa masih ingin melanjutkannya?" Edric sedikit ragu, Tidak tega melihat wajah istrinya
Junior sudah setengah memasuki milik Samara, Edric masih berusaha membenamkan miliknya,, Namun melihat Samara yang menahan sakit membuatnya cemas.
"Apa sebaiknya berhenti saja" Edric hendak mencabut miliknya
"Tidak, Jangan hentikan,, Aku bisa menahannya" Samara menolak untuk berhenti
"Sungguh? Beby, Wajahmu bahkan terlihat jelas jika kau sedang kesakitan" Edric masih ragu
"Tidak masalah,, Sakit ini hanya sementara saja" Pekik Samara
"Ed, Bukankah kau ingin aku mengandung pewarismu? Maka lakukanlah" Pinta Samara
Mendengar perkataan Samara, Edric kembali bersemangat dan mulai berusaha memasukkan pusakanya itu kedalam milik Samara.
Maka terbenamlah seluruhnya, Edric mulai memaju mundurkan miliknya dengan perlahan,, Tidak ingin menyakiti istrinya itu.
"Beby, tahanlah sedikit" Pinta Edric
Lalu dengan cepat Edric memompa dengan kuat, Dan suara rintihan mereka bergema didalam kamar tersebut.
Edric terus memompa dengan cepat,, Membuat tubuh Samara yang berada dibawah ikut berguncang,, Semakin cepat Edric bergerak itu semakin kuat pula rintihan mereka.
"Ahhh, Yes beby" Lirih Edric, Di sela-sela penyatuan mereka
"I'm coming baby" Bisik Edric
Lalu tak lama Edric menyemburkan bisanya didalam milik Samara,, Setelah mengeluarkan seluruh bisanya, Tanpa mencabut batangnya Edric langsung ambruk diatas tubuh Samara.
Pria itu memeluk pinggang ramping istrinya,, Dan mencium pipi Samara.
Tubuhnya merasa lemas,, Namun perasaan bahagia menyelimuti hati Edric, Senyuman terukir di bibir pria itu.
Begitu juga dengan Samara yang tersenyum menatap suaminya,, Keduanya kembali saling berpagutan bibir sambil memejamkan mata.
.........................
Malam semakin larut, Sepasang kekasih sudah berada di apartment milik si pria,, Dan diluar turun hujan.
"Wah, Sepertinya hujan sangat deras" Lirih Alishka memandang ke jendela
"Kau benar, Mungkin malam ini tidak akan berhenti" Balas David
"Astaga, Aku sampai lupa" David menepuk dahinya
"Maaf ya,, Apa kita pesan makanan saja?" Tanya David
"Humm" Alishka mengangguk setuju
"Baiklah, Aku akan memesan pizza dan burgers"
David membuka ponselnya, Dan memesan melalui gofood.
"Sebaiknya kau ganti pakaianmu,, Kau bisa masuk angin jika tetap seperti ini" Ucap David
Karena saat mereka menuju apartment, Dijalan mereka kehujanan dan terpaksa dalam keadaan basah sampai apartment.
"Bagaimana bisa?" Balas Alishka
"Kenapa? Apa kau ingin terus memakai pakaian yang basah?" Bentak David
"Aku tidak membawa pakaian ganti,, Apa yang harus ku pakai sebagai gantinya?" Tanya Alishka
"Benar juga" David mengerutkan keningnya
"Apa kau bisa melihatku tanpa pakaian? Maka aku akan membukanya dan menjemur pakaianku" Ucap Alishka tanpa beban
"Ku lepaskan sekarang?" Alishka mulai membuka kancing bajunya
Hendak menanggalkan pakaiannya dihadapan David,, Sudah mulai terlihat sedikit belahan dadanya, David yang melihat itu detak jantungnya menjadi tidak karuan.
"Apa kau sudah tidak waras?" Bentak David
"Kenapa?" Alishka terkejut dengan wajah polos
"Apa kau tidak mengerti pria dan wanita itu berbeda?" Tanya David
"Bagaimana kau bisa melepaskan pakaianmu disini? Meskipun aku adalah kekasihmu, Tapi kau tidak bisa melepaskan pakaianmu begitu saja" Bentak David kesal
"Apa itu salah?" Tanya Alishka dengan polos
"Tentu saja itu salah,, Itu bisa membuat hal yang paling mengerihkan terjadi,, Jadi jangan pernah melakukan apapun yang bisa membuat hal mengerihkan itu terjadi" Tegas David
__ADS_1
"Seperti apa hal mengerihkan itu? Apa itu sangat menakutkan?" Alishka menatap David
Hah, Gadis ini ternyata sangat lugu,, Dia bahkan tidak memahami perkataanku. David mendengus kasar
"Benar, Itu sangat menakutkan,, Itu bisa membuatmu merasakan sakit yang sangat dalam, Sampai kau tidak bisa berjalan" Pekik David
"Jika itu terjadi, Berapa lama aku akan merasakan sakit?" Tanya Alishka penasaran
"Hah, Kenapa kau menanyakan itu? Sudah cukup, Kau tidak perlu memikirkannya" David menghela nafas
Pembicaraan yang menjerumus itu pun terhenti, Karena David tidak ingin menjelaskannya,, Tak lama gojek datang membawa pesanan mereka.
David membuka pintu dan membayar pesanannya,, Lalu menyiapkan makanan tersebut untuknya dan juga Alishka.
"Ini" David meletakkan makanan di atas meja
Mereka duduk disofa lalu menikmati makanan itu,, Namun tiba-tiba Alishka bersin.
"Haafcuu" Alishka bersin berkali kali
Hidung gadis itu sudah mulai memerah,, David pun jadi tidak tega.
"Baiklah, Kau harus melepaskan pakaianmu,, Jika tidak kau akan semakin sakit" Ucap David
"Bukankah itu akan membuat hal mengerihkan terjadi?" Balas Alishka ragu
"Apa kau takut?" Tanya David
"Humm" Alishka mengangguk
"Kau akan melepaskan pakaianmu didalam kamar,, Dan aku akan menunggumu disini" David tersenyum
"Ayo" David menarik tangan Alishka
Sampai dikamar David membuka lemari, Dan memberikan piyama miliknya pada Alishka.
"Gantilah pakaianmu dengan ini" Ucap David
"Keluarlah jika sudah selesai" David tersenyum
"Ya" Alishka tersenyum
Lalu david keluar dan menutup rapat pintu kamar,, Pria itu menunggu kekasihnya di luar kamar.
Setelah siap mengganti pakaiannya, Alishka langsung keluar dan mendapati David tertidur disofa.
Pria itu terlihat tampan disaat terpejam,, Alishka memandangi wajah kekasihnya itu dengan seksama, Saat menatap bibir David yang sedikit terbuka pikiran nakal terbesit dikepalanya.
"Kenapa bibirmu sangat seksi? Membuatku ingin menciumnya" Gumam Alishka
"Wajahmu juga sangat tampan" Celoteh Alishka
Alishka mendekatkan wajahnya, Ingin mencium David,, Namun tiba-tiba David membuka matanya, Membuat Alishka terkejut.
"Apa yang ingin kau lakukan?" David menatap Alishka dengan jarak dekat
"Hah" Alishka terkejut dan langsung menjauh
"Kenapa kau terkejut?" David menatapnya
"Tidak, Aku hanya ingin membangunkanmu,, Tapi ternyata kau sudah terbangun" Tipu Alishka
"Benarkah? Tapi aku rasa kau berbohong" David tersenyum
"Aku tidak berbohong" Pekik Alishka
"Kau ingin menciumku kan?" Goda David
"Tidak, Bagaimana mungkin aku melakukan itu" Alishka mengalihkan pandangan
"Bibirmu mengatakan tidak, Tapi matamu mengatakan dengan jelas,, Jika kau ingin menciumku" David mendekatkan wajahnya
Jantung Alishka berdegup kencang karena malu.
"Aku akan mencuci piring" Alishka tersenyum
Gadis itu hendak bangkit dari sofa, Namun David menariknya dan memeluk tubuhnya.
"Diamlah, Dan biarkan tetap seperti ini" David memejamkan matanya, Melingkarkan tangannya dipinggang gadis itu
Alishka tersenyum senang, Hatinya berbunga bunga,, Dan ikut memeluk sang kekasih.
Bersambung....
__ADS_1