Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Couples Gathering (part 1)


__ADS_3

Lucy hanya menatap kehangatan keluarga yang harmonis dihadapannya itu,, Sesekali dia tersenyum,, Dan david memperhatikan lucy diam diam.


"Kenapa kau tersenyum?" Tanya david


"Tidak, Aku hanya merasa nona muda sangat beruntung mendapatkan ibu mertua seperti nyonya besar" Ucap lucy


"Benarkah? Kalau begitu aku juga akan beruntung" David tersenyum datar


"Astaga, Aku hampir lupa" Lucy menepuk dahinya


"Apa dia gadis yang kau maksud? Alishka?" Tanya lucy menatap ke alishka


"Benar, Bagaimana? Dia sangat manis kan" David tersenyum


"Humm, Dia memang gadis yang manis" Lucy mengangguk


"Ternyata selerahmu tinggi ya" Cibir lucy


"Hei, Apa kau pikir aku pemilih?" David kesal


"Jadi kau bukan pemilih?" Lucy tercengang


"Tentu saja bukan,, Aku memang jatuh cinta pada pandangan pertama" Pekik david


"Haha, Kau persis seperti didalam novel" Lucy tertawa menutup mulutnya


"Berhentilah bicara omong kosong" David melotot


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya,, Aku sering membaca novel yang seperti itu" Tutur lucy


"Benarkah? Jadi kau suka baca novel?" Tanya david penasaran


"Ya, Novel karya SanitaComel,, Itu sangat romantis" Seru lucy


"Baguslah,, Seharusnya kau belajar dari novel, Jadi kau tidak menjomblo seumur hidup" Cibir david


"Ya, Apa kau mengejekku?" Lucy memukul lengan david


"Tidak, Aku hanya mengatakan dengan jujur" Balas david santai


"David, Kau memang menyebalkan" Lucy kesal


Gadis itu menginjak kaki david kuat.


"Aww, Sakit, Lucy" David teriak meringis


Sehingga semua menoleh ke mereka,, Termasuk alishka.


"Apa kau mau merasakannya lagi?" Lucy ingin menginjak


"Hei, Apa kau ingin membuatku lumpuh?" David setengah berteriak


"Bilang saja kau kesakitan" Cibir lucy


"David" Suara alishka membuat keduanya menoleh


"Hei, Kalian sangat berisik,, Apa kalian tidak bisa berhenti bertengkar?" Tanya edric kesal


"Maaf tuan muda" David menunduk


"Lucy, Kau tidak perlu pulang kerumahmu" Edric menatap lucy


"Lalu saya tinggal dimana tuan?" Tanya lucy


"Kau bisa tinggal dirumah belakang,, David akan mengantarmu sampai kamar" Ucap edric dengan nada lembut, Sesuai permintaan sang istri


"Baik tuan" Lucy mengangguk


"Mulai besok kau akan mengikuti kemanapun istriku pergi" Titah edric


"Baik tuan" Lucy mengerti


"Pergilah, Kau boleh istirahat" Seru edric, Lalu pergi kekamarnya bersama sang istri


Alishka yang belum memahami kehadiran lucy, Masih penuh tanda tanya? Kenapa david begitu dekat dengan lucy? Itu masih memenuhi pikiran alishka.


"Ayo, Ikutlah denganku" David menarik tangan lucy, Tanpa melihat alishka


Itu membuat alishka merasa kesal dan tidak suka dengan kehadiran lucy.


Disaat sudah berada ditaman belakang rumah, Lucy menghempaskan tangan david.


"Lepas, Aku bisa jalan sendiri" Bentak lucy


"Aku hanya ingin menunjukkan kamar tidurmu,, Kenapa kau begitu sensitif" Ucap david


"Aku tidak ingin ada yang berita yang tidak benar,, Apalagi jika sampai kekasihmu datang memarahiku,, Aku akan mematahkan tanganmu" Sindir lucy


"Alishka tidak mungkin begitu,, Dia tidak seperti gadis lain, Dia itu berbeda" Ucap david bangga


"Masuklah, Itu kamarmu" David menunjuk sebuah pintu


"Para pelayan yang lain tinggal disini juga,, Jadi bersikap baiklah pada seniormu" Seru david


Setelah itu david pergi, Dan lucy langsung masuk kedalam kamar,, Kamar yang sangat besar jika untuk seorang pelayan,, Juga terdapat kamar mandi dan dapur didalamnya.


Lalu lucy menjatuhkan tubuhnya diatas kasur,, Dia sudah sangat lelah, Perlahan gadis itu terpejam kealam mimpi.


..........................


Ditempat lain, Tepatnya disebuah cafe mewah bernuansa eropa,, Terlihat sepasang kekasih sedang bertemu.


"Honey" Alvaro mencium pipih dominique


"Hey, Beby" Dominique juga melakukan hal yang sama


"Aku sangat merindukanmu honey" Alvaro memegang tangan dominique


"I also" Dominique tersenyum


"Honey, Kau sudah memesan?" Tanya alvaro melihat buku menu


"Belum, Aku belum memesan apapun"


"Mau pesan apa?" Alvaro menatap dominique


"Aku tidak lapar" Dominique geleng kepala


"Kalau begitu kita pesan minum saja"


"Humm" Dominique setuju


Setelah memesan, Tak lama pelayan datang membawa nampan berisi 2 gelas berisi jus yang dipesan alvaro.


Setelah beberapa menit menikmati minuman, Barulah sepasang kekasih itu mulai mengobrol.


"Honey, Bagaimana dengan orangtuamu? Apa mereka sudah datang?" Tanya alvaro pura pura tak tau


"Ya, Mereka sudah ada dirumah" Jawab dominique sambil menyeruput jus melalui sedotan


"Kau sudah mengatakannya?" Alvaro menggenggam tangan dominique


"Humm, Aku sudah memberitau mereka,, Dan mereka ingin bertemu denganmu juga papahmu" Kata dominique tersenyum


"Beby, Apa papahmu setuju untuk bertemu?" Dominique menatap mata alvaro


"Papah ingin menemui orangtuamu besok malam, Dia ingin kita melangsungkan pernikahan secepatnya" Jawab alvaro jujur


"Benarkah, Honey? Kau serius?" Dominique terbelalak kaget

__ADS_1


"Humm, Aku serius" Alvaro mengangguk


"Jika kau tidak mau menikah, Papah menyuruhku untuk meninggalkanmu" Pekik alvaro


"Hah, Sungguh?" Dominique sedikit terkejut


"Ya, Dan papah tidak pernah main main dengan ucapannya,, Karena itu, Aku ingin kau bicarakan hal ini dengan keluargamu" Seru alvaro tersenyum


"Baiklah, Aku juga ingin kita cepat menikah,, Aku akan membujuk orangtuaku" Dominique tersenyum manis


"Apa itu, Kau setuju untuk menikah?" Alvaro tidak percaya dengan yang dia dengar


"Ya, Tentu saja,, Sejak lama aku menantikannya, Menjadi istri Alvaro Rayburn" Dominique tersenyum malu


"Aku juga" Ucap alvaro ragu


"Aku tidak sabar ingin memakanmu" Alvaro mengedipkan matanya nakal


Wajah dominique memerah mendengar ucapan alvaro yang berterus terang.


"Beby, Kau..." Dominique menggantung perkataannya


"Ya?" Alvaro menatap dominique


"Kau bisa memakanku sekarang, Jika kau ingin" Bisik dominique ditelinga alvaro


Alvaro tersenyum mendapat lampu hijau dari sang pujaan hati,, Mendengar bisikan dominique jantung alvaro berdetak tak karuan.


"Apa kita bisa melakukannya? Honey?" Alvaro meminta persetujuan


"Beby, Jika kau ingin,, Aku pasti akan memberikannya" Dominique tersenyum manja


"Humm, Aku tau" Alvaro mencium punggung tangan dominique.


.........................


Malam itu thalia dan darren masih menghabiskan waktu bersama,, Terlihat mereka berjalan beriringan keluar dari mall.


"Sayang, Kenapa kau tidak membeli apapun? Kita bahkan sudah berkeliling sejak lama" Darren heran


Pasalnya thalia mengajak ke mall hanya berkeliling dan bermain teamzon, Gadis itu sibuk berfoto namun tidak membeli apapun,, Meskipun  darren yang menyuruhnya, Tetap saja thalia menolak.


"Aku bukan tidak ingin menerima barang pemberianmu,, Tapi, Aku hanya tidak ingin merepotkanmu, Lagi pula ini kali pertama aku jalan bersamamu" Thalia tersenyum


"Jadi aku hanya ingin menghabiskan waktu untuk berdua saja,, Aku tidak ingin yang lain" Ucap thalia menatap darren


"Sepertinya aku pria yang sangat beruntung, Karena mendapatkan gadis baik seperti dirimu" Darren tersenyum senang


"Jangan terus memujiku seperti itu,, Kau membuatku merasa malu" Thalia menunduk malu


"Ayo pergi, Kita cari cafe,, Aku merasa lapar" Ajak darren


"Humm, Aku juga lapar" Thalia setuju


Keduanya masuk kedalam mobil, Dan mobil itu melaju kejalan raya.


............................


Disebuah rumah mini sederhana, Tempat tinggalnya kezia berada,, Terlihat gadis itu sedang berdandan.


"Kei, Kalau ditunggu pacarnya itu cepat sedikit" Pekik aleya


"Kasihan arthur yang nungguin kamu" Gerutu aleya


"Iya bu, Ini sudah siap kok" Sahut keiza dari kamar


Arthur sedang menunggu diruang tamu, Aleya membawakan segelas air untuk pacar anaknya itu.


"Ini nak, Diminum" Kata aleya ke arthur


"Iya bu, Terimakasih" Ucap arthur tersenyum


"Kamu kenal keiza dimana?" Tanya aleya


"Kamu adiknya nona samara? Bosnya keiza?" Aleya kaget


"Iya bu" Arthur mengangguk


"Hah" Aleya menutup mulutnya tercengang


"Keluargamu itu orang terpandang nak,, Apa mungkin keluargamu bisa menerima keiza? Secara kami hanya orang biasa nak" Aleya sedikit cemas


"Saya tau bu,, Tapi saya sangat menyukai keiza, Saya akan bicara dengan keluarga saya" Balas arthur tersenyum


"Jadi kamu serius dengan keiza?" Tanya aleya


"Saya serius bu" Arthur mengangguk


"Baguslah,, Kalau begitu ibu titipkan keiza sama kamu, Jaga dia baik baik" Pesan aleya


"Tentu, Saya pasti akan menjaga keiza dengan baik bu" Ucap arthur mantap


Tak lama keiza keluar dari kamarnya,, Gadis itu sudah terlihat cantik mengenakan dress berwarna putih.


"Ibu, Bagaimana penampilanku? Apa sudah bagus?" Tanya keiza


"Kau selalu terlihat cantik setiap hari,, Kau tidak perlu meragukannya lagi" Aleya tersenyum memegang bahu anaknya


"Pergilah, Kembalilah sebelum larut" Pesan sang ibu


"Baiklah, Aku akan mengingatnya" Keiza memeluk ibunya


"Aku pergi ya bu" Keiza pamit, Dan menyalami ibunya


"Kami pergi ya bu" Arthur juga menyalami ibu pacarnya itu


Aleya mengantarkan sampai depan rumah,, Setelah itu arthur membawa motornya menuju jalanan kota.


"Kenapa kau tiba tiba mengajakku jalan?" Tanya keiza


Saat ini mereka sudah diatas motor arthur yang melaju pelan.


"Aku merindukanmu, Jadi aku mengajakmu bertemu" Balas arthur setengah berteriak


"Kita mau kemana?" Tanya keiza


"Kejutan, Kau akan tau nanti" Ucap arthur tersenyum menatap keiza melalui spion motornya


"Humm, Baiklah" Keiza hanya mendengus.


..........................


Dijam yang sama, Alvaro dan dominique masih menikmati kebersamaan mereka,, Melepas rindu yang sudah lama tak bertemu.


"Beby, Bagaimana kalau kita berfoto? Sudah lama kita foto bersama" Pinta dominique


"Humm, Ayo" Alvaro mengangguk


Dominique mengambil ponsel, Dan mengabadikan moment mereka berdua dengan memotret wajah mereka.


"1, 2, 3, Ya" Dominique menghitung


Mereka foto dengan wajah tertawa bahagia,, Sungguh malam yang membahagiakan saat itu, Mereka sibuk mengambil potret bersama.


........................


Sementara, Mobil darren memasuki halaman parkir sebuah cafe mewah,, Dan itu cafe yang sama dimana ada dominique dan alvaro.


Setelahnya pasangan yang baru resmi itu, Masuk kedalam cafe,, Mereka melihat sekeliling mencari tempat untuk menikmati suasana cafe bergaya eropa ini.

__ADS_1


"Sayang, Bagaimana kalau kita ke ujung sana?" Ajak darren


"Humm, Ayo" Thalia setuju


Mereka bergandengan tangan menuju tempat yang akan diduduki mereka,, Mata thalia menyapu seluruh cafe, Melihat sekeliling dia menemukan sosok wanita yang sangat akrab dengannya.


"Tunggu" Thalia menahan langkahnya


"Ada apa?" Tanya darren heran


"Ayo, Aku ingin mengenalkanmu pada sahabatku,, Sepertinya dia disini" Thalia menarik tangan darren agar mengikutinya


Diujung sana, Dominique dan alvaro sedang berfoto,, Dominique terkejut ketika seseorang menepuk pundaknya.


Dominique menoleh kebelakang, Dan mendapati thalia.


"Hai, Domi" Thalia tersenyum manis


"Thalia" Dominique juga terlihat senang


Kedua gadis itu langsung berpelukan, Melupakan dua pria yang ada disamping mereka,, Ya seperti itulah, Jika wanita sudah bertemu.


"Kau bersama alvaro?" Tanya thalia


"Ya, Aku akan menikah, Lia" Ucap dominique memberi kabar


"Sungguh? Wah, Congratulation" Mereka saling bercium pipih


"Kapan? Apa kau mengundangku?" Thalia antusias


"Tentu, Kau harus mengiringku ke pelaminan" Pinta dominique


"Baiklah, Aku akan mendampingi mu" Thalia tersenyum


"Kau bersama siapa?" Dominique menatap darren


"Astaga aku lupa" Thalia tertawa


Thalia menggandeng tangan darren.


"Sepertinya ini hubungan spesial" Pekik alvaro melihat thalia memegang tangan darren


"Benar, Kenalin darren,, Dia kekasihku" Ucap thalia tersenyum


Dominique dan alvaro saling pandang.


"Humm, Akhirnya kau melepas masa jomblomu ya" Cibir dominique


"Ihh, Domi" Thalia kesal


"Haha, Baiklah,, Selamat ya" Dominique tersenyum


"Sayang, Ini domi sahabatku, Dan itu kekasihnya alvaro" Kata thalia ke darren


"Hallo, Senang bertemu dengan kalian" Ucap darren, Menjabat tangan alvaro dan dominique


"Apa kau sudah tau, Siapa kakaknya?" Tanya alvaro


"Siapa?" Darren pura pura tidak tau


"Kakaknya itu pria yang dingin, Dia akan menghabisimu jika kau melukai thalia" Seru alvaro menakuti


"Aku tau, Aku sudah bertemu dengannya" Pekik darren


"Kenapa kau bertanya? Jika kau sudah bertemu" Alvaro kesal


"Maaf" Darren tersenyum


"Ayo pesan makanan, Aku lapar" Pinta thalia


"Maaf sayang, Aku lupa" Darren menggenggam tangan thalia


"Wah, Mereka sangat romantis,, Aku iri" Bisik dominique ke alvaro


"Apa kau suka? Aku juga bisa" Alvaro juga ikut menggenggam tangan dominique


"Haha, Beby" Dominique tertawa, Melihat respon alvaro.


.........................


Disisi lain, Didalam kamar utama,, Edric sedang tidur dipangkuan samara.


"Ed" Samara mengelus kepala edric


"Ya, Beby" Edric menatap wajah istrinya


"Aku merasa bosan" Wajah samara sendu


"Bosan? Apa kau ingin kita jalan jalan, Beby?" Tanya edric


"Humm, Sepertinya aku ingin kencan,, Selama bersama kita tidak pernah berkencan" Ucap samara


"Kencan? Seperti apa itu beby?" Edric bingung


Apa'an tuan muda ini? Dia bahkan tidak tau kencan. Gerutu samara dalam hati


"Kau sungguh tidak mengerti?" Tanya samara heran


"Tidak" Edric geleng kepala


"Kencan itu hal yang dilakukan pasangan pada umumnya, Seperti makan malam berdua ditempat yang istimewa" Seru samara


"Dinner?" Edric mencerna perkataan samara


"Humm" Samara tersenyum


"Baiklah, Ayo kita dinner" Edric bersemangat


"Bersiaplah beby"


Samara yang merasa senang langsung bersiap untuk kencan pertamanya bersama sang suami.


.......................


Didalam taman alishka sedang duduk bersama david, Karena david masih berada dirumah itu.


"David" Alishka menoleh


"Ya, Sayang" David menatap gadisnya itu


"Apa kau mengenal gadis yang tadi sore?" Tanya alishka


"Humm, Dia supir baru nona muda" Balas david


"Apa kau cemburu?" Tanya david


"Bagaimana aku tidak cemburu, Jika kau dekat dengannya" Pekik alishka kesal


"Kau sungguh cemburu?" David terkejut


"Aku tidak suka melihatmu dekat dengan gadis lain,, Itu membuatku kesal" Ucap alihska


"Baiklah, Aku hanya akan dekat denganmu saja" Goda david


"Aku serius" Bentak alishka


"Haha, Iya sayang,, Percayalah, Meskipun aku dekat dengannya,, Tapi aku hanya menjadi milikmu" Seru david meyakinkan


"Baik, Aku percaya padamu" Alishka tersenyum

__ADS_1


Lalu alishka menyederkan kepalanya dibahu david,, Dan david merangkul kekasihnya itu, Mendekatkan tubuh mereka.


Bersambung........


__ADS_2