
Setelah kepergian Alesya, semua orang beristirahat masing-masing di dalam kamarnya.
Begitu juga dengan Pretty yang berjalan menuju kamar tidur yang di sediakan untuknya, dan saat dia melihat Edric ingin memasuki kamar utama.
Dengan cepat gadis itu menarik kerah baju Edric agar mengikutinya.
"Ed! Besok kan masih cuti, jadi aku ingin pergi berbelanja" Seru Samara, namun tidak ada jawaban dari suaminya
"Ed! Apa kau mendengar.." Samara terhenti karena tidak melihat keberadaan suaminya.
"Bukankah dia di belakang ku? Kemana dia?" Samara heran.
...πππππππ...
"Pretty!" Pekik Edric kesulitan bernafas karena Pretty menarik paksa kerah bajunya.
Pretty pun melepaskan cengkraman tangannya.
"Apa kau ingin membunuh ku?" Bentak Edric memegang lehernya yang sakit
"Hehh! Semua orang di sini sangat menyebalkan, kau dan juga teman-teman mu itu" Seru Pretty mendengus
"Apa maksud mu? Kami melakukan apa?" Edric menatap heran
"Mereka semua bermesraan di atas penderitaan ku, dan kau! Kau melibatkan aku dengan Nona Alesya, sementara kau terus berduaan dengan istrimu" Lirih Pretty
"Dan sekarang hidup ku tidak akan pernah tenang, ahh! Kenapa aku begitu sial" Pretty teringat dengan Andrian sehingga membuatnya frustasi.
Pretty pun pergi ke kamarnya meninggalkan Edric di lorong rumah.
"Heh, kau baik-baik saja?" Tanya Edric mencemaskan sepupunya itu
"Huum, aku baik-baik saja, pergilah temani istrimu" Seru Pretty dengan gontai menuju kamarnya
"Apa yang dia katakan? Hidupnya tidak akan tenang?" Pikir Edric menatap pintu kamar Pretty yang sudah tertutup
Tak lama pria itu pun kembali ke kamarnya, mendapati sang istri sedang mengganti pakaian.
"Kenapa dia selalu terlihat sempurna" Gumamnya terpelongo menatap tubuh indah di hadapannya itu
Samara pun yang menatap cermin menyadari kehadiran suaminya.
"Ed!" Menoleh
"Sejak kapan kau berada di pintu?" Tanya Samara setelah mengikat piyamanya
"Ahh, aku baru saja tiba" Edric tersenyum menghampiri ke atas ranjang
"Benarkah? Kau pergi kemana sampai tidak memberitau ku?" Samara menatap suaminya
"Tidak ada, aku hanya mengecek ruang kerja saja" Balas Edric bohong
__ADS_1
"Kalau begitu kau istirahat, Beby! Kau masih belum pulih, jangan banyak bergerak" Pinta Edric
"Aku masih belum mendapatkan cake yang ku inginkan, aku tidak bisa tidur" Samara menggeleng pelan
"Ahh, ternyata begitu" Edric tersenyum
"Mau menunggu di taman?" Ajak Edric
"Mau" Samara langsung tersenyum lebar
Sangat jarang suaminya mengizinkan dirinya keluar rumah di malam hari, jadi moment itu tidak ingin Samara lewatkan begitu saja.
"Ayo!" Edric menggandeng tangan istrinya melewati anak tangga dengan hati-hati
Keduanya duduk menikmati angin malam yang berhembus di taman rumah utama itu.
"Kau suka?" Edric menatap istrinya yang menghirup udara malam hari
"Humm, di sini terasa lebih sejuk" Samara mengangguk tersenyum
"Baiklah, jika kau menyukai tempat ini kita bisa tidur di sini" Seru Edric
"Tidur di taman? Sungguh?" Samara tak percaya
"Benar! Anggap saja sedang berkemah" Ucap Edric tanpa ragu
"Berkemah?" Samara menatap suaminya
"Ahhh! Terimakasih sayang" Samara memeluk Edric, dan tertawa riang mengitari taman.
Apapun pasti ku lakukan agar kau terus tersenyum, meskipun itu hal yang tidak ku sukai sekalipun. Batin Edric tersenyum menatap sang istri
"Hufftt! Aku tidak bisa membayangkan jika aku sampai kehilangan mu, Samara" Lirih Edric tanpa terdengar Samara
Tanpa di sadari, 2 pasang mata memperhatikan mereka dari jauh.
"Sayang, apa yang di lakukan kakak dan kakak ipar di malam hari?" Bisik Alishka di telinga David
"Entahlah, situasi hati kakak mu itu suka berubah, terkadang bisa mengerihkan" Pekik David, yang langsung mendapat pukulan dari Alishka
"Heh! Sayang, dia akan menjadi kakak ipar mu, berani sekali kau mengatakan dia mengerihkan" Alishka cemberut
Alishkan pun melangkah menghampiri kakaknya, meninggalkan David.
"Alishka! Tunggu aku" David menyusul
"Kakak!" Teriak Alishka menyapa
"Ya, Alishka! Kalian sudah kembali?" Edric mencubit pipi adiknya gemas
"Aww, sakit kak" Alishka memegang pipinya yang di cubit Edric
__ADS_1
"Lihatlah, sepertinya kau semakin menggendut, pipi mu bahkan semakin menggembung" Ledek Edric
"Ihh kak Edric" Tidak terima Alishka cemberut
"Yang ku katakan itu benar, kau akan kesulitan mencari gaun pengantin! Sebaiknya jaga makan mu itu" Pekik Edric yang membuat Alishka semakin kesal
"Ahh, terserah" Alishka merajuk
"Apa yang kalian bicarakan? Kenapa wajah mu di tekuk, Alishka?" Tanya Samara yang datang menghampiri
"Kakak ipar! Kak Edric mengatakan jika tubuh ku menggendut, itu tidak benar kan? Aku bisa mencari gaun pengantin ku sendiri kan?" Alishka meminta pembelaan
"Tentu saja itu tidak benar, lagi pula aku yang akan membantu mu membuat gaun yang indah untuk pernikahan mu, kau mau?" Samara tersenyum
"Sungguh?" Alishka dengan mata berbinar
"Ya, tentu saja aku akan membantu mu" Ucap Samara yakin
Dengan tabiatnya sebagai desaigner ternama, tidak sulit bagi Samara untuk merancang gaun yang indah.
"Terimakasih kakak ipar" Alishka memeluk Samara erat.
"Yak, lepaskan tangan mu dari istriku!" Seru Edric cemberut
"Ihh, dasar pelit" Pekik Alishka
"Tentu saja, hanya aku yang boleh menyentuh istriku, jadi menjauhlah" Edric menuding dahi Alishka
"Nona Muda, ini cake yang kau inginkan?" David menghampiri
"Benar, terimakasih David!" Samara tersenyum, lalu membuka kotak yang berisi cake
"Sayang! Aku ingin bersantai di taman sebelum tidur, ayo Alishka" Samara menarik tangan Alishka untuk duduk di atas rerumputan
"Beby! Jangan duduk di atas rumput, kau bisa gatal-gatal" Teriak Edric
"David! Siapkan tenda kemah, kami akan tidur disini" Titah Edric
"Berkemah disini?" David terpelongo
"Haruskah ku katakan dua kali?" Edric menatap tajam
"Baik, Tuan! Akan ku persiapkan" David langsung mengangguk
"Jangan lupa buat untuk mu juga, tidak ada istirahat untuk mu, kau harus menjaga keamanan ku dan istriku!" Seru Edric, setelah itu berlalu menghampiri adik dan istrinya
"Tentu saja, aku harus menjaga keamanan kalian semua, karena kalian adalah keluarga ku" Lirih David
David pun memasang tenda dengan perlengkapan yang ada di gudang rumah utama, sesuai dengan keinginan Tuan Mudanya.
Bersambung.....
__ADS_1