
Hi everyone, how are you? I hope you are all in good health and well ❤
Ok, let's go ahead 👇🏻
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini edric beserta temannya sedang saling mengobrol sambil menunggu malam puncak pergantian tahun.
"Friends, is there anything i want to ask?" Ucap darren
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Alvaro mengerutkan dahinya
"Yeah baby, what's that?" Thalia juga penasaran begitu pun yang lainnya
"Ammm" Darren masih bergumam
"Oh come on darren, jangan membuat kami mati penasaran" Pekik dominique
"No no" Darren menggeleng
"Is there something?" Edric menatap darren lalu pandangannya kembali menyapu semua orang di ruangan merasa curiga
"Not, aku hanya merasa ada yang kurang itu saja" Celetuk darren
"What do you mean?" Edric, David dan Alvaro serentak bingung
"Pretty, sejak tadi disini aku tidak melihat pretty" Balas darren menatap semua bergantian
"He's right,, aku juga tidak melihatnya" Ucap alishka
"Humm, mungkin dia sedikit sibuk jadi dia terlambat" Samara positif thinking
"Tidak, ini aneh" Balas david
"Tidak pernah seperti ini,, karena tuan jack sangat menghargai waktu" Sambung david
"Itu benar,, kakak bagaimana jika terjadi sesuatu?" Alishka mulai cemas
"Calm down" Ucap alvaro menenangkan
"Pretty gadis yang cerdas dan juga berani,, jika terjadi sesuatu dia pasti bisa mengatasinya" Sambung alvaro tersenyum
"Yang di katakan alvaro benar,, aku juga bisa melihat dia gadis yang mandiri" Samara juga tersenyum
"Tidak perduli dia mandiri atau tidak" Balas edric
"David" Bentak edric
"Ya tuan muda" David berdiri tegak
"Suruh orang untuk mencari keberadaan uncle jack dan pretty sekarang" Titah edric
"Baik tuan" David langsung pergi mengutus anak buah
Sementara thalia dan dominique saling pandang tidak mengerti.
"Who's pretty?" Dominique menatap thalia
"I don't know" Thalia geleng kepala sambil mengangkat bahunya
"Kenapa hanya kita yang tidak tau?" Dominique heran
"I don't know" Jawab thalia lagi dengan muka polos
"😒" Ekspresi dominique
__ADS_1
"Tau ahh bodoh" Pekik dominique pergi hendak mengambil minum
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain, pretty bersama ayahnya sedang dalam perjalanan menuju kediaman edric,, namun karena malam pergantian tahun suasana di jalanan kota sedikit ramai.
"Apa masih jauh? kenapa kita belum sampai?" Tanya pretty menoleh ke ayahnya yang duduk di samping sopir
"Maaf nona sepertinya akan sedikit terlambat karena jalanan sedang macet" Jawab sang sopir
"Sudah jangan mengganggu sopir,, biarkan dia fokus mengemudi" Pekik jack
"Baik dad" Pretty pun kembali bersender sambil melihat jendela mobil
Semoga tidak bertemu dengannya lagi. rasa takut masih menyelimuti hati pretty mengingat hal tentang andrian
Tak lama gadis itu melamun menatap ke luar jendela, entah kenapa? air mata perlahan menetes di ujung matanya.
Kenapa aku masih tidak bisa melupakannya,, sadarlah dia bukan pria yang di takdirkan bersama mu pretty. menghela nafas berusaha mengontrol perasaan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah mansion yang megah yang telah di hiasi lampu lampu kristal bercahaya dan banyak pohon hias di setiap sudut ruangan.
"Ahhh jangan sentuh itu sakit" Bentak andrian meringis sambil duduk di sofa
Rasa sakit yang di sebabkan oleh pretty masih sangat terasa di bagian inti milik andrian membuatnya sangat kesal.
"Hah kau ini untuk apa menyuruhku datang jika kau tidak ingin di periksa" Pekik jonas sang dokter pribadi
"Kau bicara apa? ahh sialan" Andrian terus mengeluh sambil memegang bagian intinya
"Apa yang terjadi dengan mu?" Jonas menatap kesal
"Singkirkan tangan mu biar aku lihat" Jonas menepis tangan andrian kasar
Ihh apa mereka tidak malu melihat milik orang lain? ya meskipun sesama jenis tapi rasanya sangat tidak etis. Ken membuang muka ke lain arah
"Gadis bodoh itu menendang ku, ahh" Andrian masih meringis
"Gadis?" Jonas sedikit berpikir sambil mengamati
"Ya, bagaimana?" Andrian menatap kebawah melihat jonas yang tengah memeriksa rudalnya
"Apa yang bagaimana?" Pekik jonas dengan wajah berpikir
"Aku menyuruh mu untuk memeriksanya,, kau masih bertanya apa? hah" Wajah andrian kesal
"Hahaha" Jonas tertawa keras
"Kenapa kau tertawa?" Andrian semakin kesal
"Tidak, kau tenang saja ini masih berfungsi dengan baik" Jawab jonas dengan jelas
"Itu bagus" Andrian menghela nafas legah
"Tapi sepertinya tendangan gadis itu lumayan juga ,, sampai membuat mu kesakitan" Jonas tertawa
"Sialan kau" Andrian menendang bagian inti jonas yang tengah tertawa
"Awww, andri kau" Jonas memegang rudalnya yang sedikit terasa ngilu
"Rasakan sendiri" Cibir andrian
"Dasar pendendam" Jonas dengan wajah kesal bercampur kesakitan
__ADS_1
"Kalau terus begini kapan kau akan mendapat pasangan?" Cibir jonas
"Pasangan?" Andrian yang ingin pergi ke kamarnya terhenti
"Tentu saja,, apa kau tidak ingin mencari pendamping hidup? sampai kapan kau akan terus seperti ini andrian?" Jonas menatap dengan serius
"Sudah pernah ku dapatkan dan kau tau alasannya" Balas andrian lalu pergi meninggalkan jonas
"Hei andrian, itu sudah menjadi masa lalu,, kau harus sadar" Teriak jonas
Andrian dapat mendengar jelas apa yang di katakan oleh jonas teman sekaligus dokter pribadinya itu,, namun andrian memilih untuk mengabaikannya.
Hah, mencari pendamping hidup? bagaimana bisa? selama hidup aku hanya bisa merasakan kehadirannya,, apa aku bisa menerima wanita lain?. Andrian menatap langit langit kamarnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mendapat informasi dari anak buah,, david langsung menyampaikan pada tuan muda.
"Tuan, tuan jack dan nona pretty sedang dalam perjalanan" Bisik david
"Bagus, terus mengawasi" Titah edric
"Baik tuan" David kembali memberikan tugas pada anak buah
Dan terlihat para wanita sedang menikmati pesta sambil saling bercanda ria dan tidak lupa mengabadikan moment bersama.
"Come on guys" Thalia mengajak untuk bersulang
"Ciss" Mereka berempat bersulang meminum soda yang tersedia
"Uhuk uhuk" Samara yang tidak terbiasa sedikit terbatuk
"Kakak ipar" Alishka yang melihat sedikit panik
"Kau baik baik saja?" Alishka memegang pundak samara
"Ya aku baik baik saja" Samara tersenyum
"Are you sure?" Dominique juga khawatir
"Hmmm yeah I'm good" Samara mengangguk
Kenapa tiba tiba begini? kepala ku terasa berat. Samara sedikit memijit kepalanya
Masih berada di tempat yang sama, para pria kecuali edric saling menikmati wiski yang di sediakan oleh pelayan.
"Ed, aku heran kenapa sampai saat ini kau tidak ingin wiski?" Darren bingung
"Aku tidak pernah mengkonsumsi itu" Balas edric santai meneguk air dingin
"Kau tidak penasaran? ini bisa mengurangi beban pikiran" Goda darren
"Very relaxed" Ucap darren yang tengah menikmati wiski
"Jangan terlalu banyak ini bisa membuat mu hilang kesadaran" Alvaro mencegah darren yang ingin menambah
"What? aku baru minum dua gelas" Darren tidak terima
"Simpan tenaga mu untuk menyambut tahun baru,, masih ada satu jam lagi" Pekik alvaro
"Ahh kalian sangat payah" Cibir darren mendengus kasar
"Dasar pemabuk" Edric geleng kepala melihat darren
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung....