
Saat ini Edric sedang dalam perjalanan menuju hotel bintang 5 termewah yang ada di London.
Edric masih saja fokus pada layar ponselnya,, Entah apa yang menarik baginya? Sehingga dia tidak mengeluarkan suara sama sekali, Dan hanya menatap ponselnya itu.
"Hmm, This is so cute" Edric tersenyum
David yang mendengar suara tuan mudanya dan sedikit melihat ekspresi yang terpancar di wajah Edric,, David sedikit heran.
Tuan muda tersenyum? Apa yang sedang di lihat tuan muda itu. Pikir David
"Tuan muda" David membuka suara
"Humm" Jawaban andalan Edric
"Apa ada yang spesial tuan?"
"Apa maksudmu?" Edric mengerutkan keningnya
"Tidak biasanya anda pergi tanpa mengajak nona muda,, Bahkan ini di hari libur tuan" Seru David
"Kemana kah? Tujuan kita tuan?" Sepertinya David tidak tau
"Apa aku belum memberitau mu?" Tanya Edric
"Anda tidak mengatakan apapun tuan ,, Anda hanya meminta saya untuk mengantar anda" Ucap David yang fokus mengemudi
"Ahh, Benar juga" Edric mengangguk
"Antar aku ke hotel milik uncle Jack,, Aku ingin menemui Pretty" Titah Edric
"Anda akan bertemu nona Pretty?" David sedikit tidak enak
"Kenapa? Kau keberatan?" Edric menekan kalimatnya
"Tidak tuan" David mendengus
David langsung menambah kecepatan menuju tempat tujuan,, Edric kembali fokus pada ponselnya.
...----------------...
Pretty sedang mengamati laporan akhir tahun,, Namun sepertinya gadis itu lupa makan seharian sehingga cacingnya berbunyi.
"Ahh, Sial" Pretty memegang perutnya yang berbunyi
"Karena harus mengerjakan semua ini aku tidak mengurus diriku dengan baik" Gerutu Pretty
Perutnya semakin sakit membuatnya tidak bisa konsen lagi.
"Tidak bisa seperti ini" Pretty geleng kepala
"Ya, Aku butuh energi" Gumam Pretty
Dengan cepat Pretty beranjak keluar dari ruangannya,, Pretty celingak celinguk mencari asistennya.
"Dimana Bella?" Pretty melihat ke meja Bella
Tapi Bella tidak ada di mejanya,, Pretty pun pergi ke depan hendak menuju cafe yang tersedia di hotel miliknya.
"Pretty" Ternyata Aaron datang disaat itu juga
Pretty menoleh, Melihat Aaron seketika wajahnya berubah dan moodnya menjadi tidak bagus.
"Kau sudah selesai?" Aaron menghampiri
"Apa kau selalu datang setiap hari?" Tanya Pretty kesal
"Ya" Aaron mengangguk
"Hah?" Pretty terkejut
"Apa kau tidak pernah bosan?" Pretty menatap Aaron lekat
"Tidak" Aaron geleng kepala
"Aku sengaja datang setiap hari,, Hanya untuk bertemu denganmu, Dan ya aku tidak bosan" Aaron tersenyum
"Kenapa?" Pretty sedikit terharu
"Apa itu?" Aaron bingung
__ADS_1
"Kenapa kau ingin bertemu denganku? Meskipun aku selalu mengabaikanmu, Aaron?" Pretty melunak
"Tidak ada alasan" Jawab Aaron dengan senyuman
"Aku merasa senang jika melihatmu,, Dan aku selalu ingin dekatmu" Ucap Aaron serius
"Aku tidak tau kenapa? Mungkin aku menyukaimu" Aaron jujur dan sedikit gugup
Mendengar penuturan Aaron yang jujur dan tulus sedikit mengetuk pintu hati gadis itu,, Pretty menatap tidak percaya ke Aaron.
Apa dia sangat menyukaiku? Apa ini penantian terakhirku? Apa sudah waktunya untukku melupakan David? . Pretty bertanya tanya di benaknya.
"Dasar bodoh" Maki Pretty
"Apa?" Aaron heran
"Apa kau pikir aku akan melunak? Hanya dengan mendengar perkataan mu?" Pretty cetus
"Jangan berharap apapun,, Dan lebih baik kau pergi" Pretty masih enggan membuka hatinya
"Apa kau mengusirku?" Aaron terkejut
"Ya" Pretty membuang muka
"Silahkan pergi dari sini, Tuan Aaron" Kata Pretty tanpa melihat ke Aaron
"Baiklah,, Jika kau ingin aku pergi, Maka aku tidak akan menganggumu" Aaron tersenyum
"Tapi aku akan tetap menunggu,, Sampai kau bersedia membalas perasaanku, Nona Pretty" Kata Aaron
Setelah mengatakan itu Aaron pergi meninggalkan Pretty,, Barulah Pretty menatap kepergian Aaron yang mulai menghilang.
Sampai kapan kau akan bertahan, Aaron. Batin Pretty
Ternyata sejak awal Bella mendengar perdebatan antara Pretty dan Aaron dari belakang.
Begitu besar kah? Cinta yang di miliki tuan Aaron terhadap miss? Apa tidak ada kesempatan untuk wanita lain? Mungkin hanya ada miss di hati tuan Aaron. Batin Bella
"Bella" Pretty menoleh dan melihat Bella
"Iya, Miss" Bella tersenyum
"Maaf miss, Saya tadi ke toilet" Balas Bella
"Ada yang bisa saya bantu miss?" Bella tersenyum manis
"Ya" Pretty tersenyum
"Bisakah kau belikan burger untukku?" Pinta Pretty
"Burger?" Bella memastikan
"Ya, Aku lupa makan seharian dan sekarang aku sangat lapar" Balas Pretty
"Baik miss, Akan saya beli" Bella mengangguk
"Terimakasih, Bella" Pretty tersenyum
Bella hendak pergi membeli pesanan Pretty,, Tapi pretty memanggilnya.
"Aa.. Bella"
"Ya miss?" Bella menoleh
"Pastikan burger itu masih hangat dan tidak pakai moyones" Ucap Pretty
"Baik miss" Bella mengangguk paham
"OK, Be careful" Pretty tersenyum
Bella pun langsung pergi menuju restaurant burger terdekat dari hotel,, Dan tak lama Bella pergi, Mobil Edric telah tiba di parkiran.
"Kita sudah sampai tuan" David membuka pintu mobil
Edric langsung keluar dari mobil,, Edric berdiri mengibaskan jasnya dan merapikan penampilannya.
Edric melangkah masuk kedalam hotel di dampingi oleh David,, Aura ketampanannya yang terbilang level dewa sangat berpengaruh pada kaum hawa.
Banyak para ladies yang takjub melihatnya, Begitu juga para staf hotel,, Edric berjalan dengan pelan sudah sangat berdemage dimata ladies.
__ADS_1
Edric tersenyum dan itu membuat para wanita semakin terpesona dengan senyuman mautnya itu,, Bak seorang pangeran Edric terlihat sangat keren dan menawan.
Brukkk
Tiba-tiba ada seorang gadis yang menabrak Edric dan menyebabkan minuman tumpah ke jas Edric.
"Ahh, Sial" Gerutu Edric saat jasnya basah
"Ehh, Maaf, Maaf aku tidak sengaja" Ucap gadis itu
Lalu dengan cepat mengambil sapu tangan langsung mengelap jas Edric yang tumpah.
"Jangan menyentuhku" Edric mendorong gadis itu dengan kasar
"Maaf tuan,, Aku hanya ingin membantu membersihkan.."
"Tuan muda, Anda baik baik saja?" David menghampiri
"Maaf, Aku telah menumpahkan minuman ke baju bos mu,, Maafkan aku" Gadis itu menunduk
David melirik gadis itu sekilas lalu lekas membantu Edric.
"Tuan muda, Jika anda ingin? Saya akan suruh orang untuk bawakan jas anda" Seru David
"Tidak perlu" Edric menatap gadis itu dengan kesal
"Baik tuan" David paham
Edric yang kesal mengepalkan tangannya dan ingin melangkah pergi,, Tapi gadis itu menahannya.
"Tunggu tuan" Gadis itu memegang tangan Edric
Itu membuat Edric sangat marah dan emosinya meningkat.
"Sudah katakan jangan menyentuhku" Bentak Edric, Melepaskan tangannya dengan kasar
"Maaf tuan,, Tapi biarkan aku membayar ganti rugi anda" Ucap gadis itu
"Karena kesalahan ku, Penampilan anda menjadi rusak,, Anda bisa berikan jas anda, Aku akan mencucinya" Gadis itu tersenyum
Edric tidak percaya gadis itu berani dan bicara dengan tenang di hadapannya,, David yang merasa bahwa tuan mudanya sangat kesal langsung turun tangan.
"Maaf nona" David menengahi
"Tapi anda tidak perlu melakukan itu,, Saya akan mengurus semuanya, Silahkan anda pergi nona" David berusaha membuat gadis itu mengerti
"Tidak masalah,, Itu memang salahku yang telah menabraknya,, Jadi aku akan membayar biaya loundrynya" Gadis itu masih kekeh
"Berikan saja padaku"
Tanpa meminta persetujuan, Gadis itu langsung melepaskan jas dari tubuh Edric,, David yang melihatnya terdiam dan juga terkejut.
Gadis itu berjalan kedepan Edric, Sejenak mereka bertatapan,, Lalu gadis itu melepaskan jas dengan perlahan.
Edric masih tidak percaya dengan keberanian gadis itu,, Terbesit rasa tidak terima di hatinya.
"Hentikan" Edric menahan tangan gadis itu
"Aku hanya akan mengambil jas mu sebentar saja" Ucap gadis itu heran
Gadis itu melepaskan tangan Edric dan tetap mengambil jasnya.
"Tenang saja,, Akan ku kembalikan setelah selesai" Gadis itu tersenyum manis
Setelah itu gadis itu langsung pergi meninggalkan Edric,, Edric masih menatap gadis itu sampai menghilang.
"Dav" Panggil Edric
"Iya tuan muda" David mendekat
"Cepat cari ruangan Pretty" Titah Edric
"Baik tuan"
David langsung menuju meja resepsionist dan bertanya padanya,, Dan langsung tau dimana ruangan Pretty.
Maka David mengantarkan Edric ke ruangan Pretty saat itu juga.
Bersambung.....
__ADS_1