Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Mulai Menerima


__ADS_3

Sinar matahari pagi telah masuk melalui jendela.


Samara yang merasakan pun terbangun dari tidurnya, dia memandang suaminya yang sedang tidur di sofa,, pria itu menyipitkan matanya karena sinar matahari.


Samara bangkit dari tempat tidur lalu berdiri di hadapan suaminya,, wanita itu sedang melindungi wajah suaminya dari sinar matahari,, benar saja Edric kembali tidur dengan nyenyak,, dia masih terus memandang wajah sang suami.


*andaikan kita sepasang suami istri yang seperti orang lain pada umumnya,, aku tidak akan menolak permintaan mu ,, maafkan aku belum bisa menunaikan kewajiban ku* Batin Samara


Samara menggeser gorden jendela untuk menutupi wajah Edric dari sinar matahari,, agar pria itu tidak terganggu tidurnya.


Tak lama Edric terbangun dari tidurnya,, di lihatnya Samara sudah bangun,, pria itu masih memandang istrinya yang sedang berhias di cermin.


*maafkan aku, aku sering menyakitimu selama ini, meskipun kau berusaha bersikap baik padaku,, mungkin aku harus bisa menerima mu di dalam kehidupanku*


Samara tersenyum karena merasa dirinya sudah rapi,, dia melihat dari cermin bahwa suaminya sudah bangun,, karena ini weekend jadi Edric tidak berangkat ke kantor.


"Selamat pagi tuan, anda sudah bangun,, anda tidak ingin mandi terlebih dahulu"


Samara berbicara tapi tidak menatap Edric,, Samara masih merasa malu dan sakit hati dengan sikap Edric.


Edric bangkit dari sofa menuju ke arah Samara dan memegang bahu istrinya itu,, Samara yang masih duduk di depan meja rias pun terpaku sekaligus heran menatap cermin yang ada di depannya.


*ini tidak biasa nya seperti ini,, ada dengan tuan muda ini* Samara tidak bicara apa pun dia masih terdiam


"Siapkan pakaian untukku,, aku ingin mandi, setelah itu kita sarapan bersama"


Edric bicara dengan nada yang lembut, dia tersenyum menatap Samara melalui cermin,, setelah itu dia melangkah ke kamar mandi.


*apa tidak salah dengan ucapannya itu,, dia sendiri yang tidak mau aku menyentuh barangnya,, sekarang dia menyuruh ku menyiapkan pakaiannya,, dia tidak salah makan kan semalam*


Samara masih berfikir,, namun tetap menyediakan stelan baju untuk Edric.


*apa yang sering dia pakai di saat weekend,, aku kan tidak tau penampilannya pun tidak pernah casual, formal selalu*


Samara kemudian mengambil T-shirt polos dan celana jeans untuk Edric, karena Samara merasa Edric akan dirumah saja saat weekend.


Edric sudah selesai mandi,, dia menatap pakaian yang di sediakan Samara dengan sedikit heran.


"Apa kau menyuruhku memakai ini?"


Edric menatap istrinya, Samara pun yang takut Edric marah ingin menukar baju dengan yang lain.


"Hmm jika kau tidak suka pakai ini,, aku akan ambilkan yang lain tuan"


Samara ingin menukar pakaian untuk Edric,, namun Edric mencegahnya.

__ADS_1


"Tidak perlu,, kau sudah siapkan yang ini,, aku akan pakai yang ini saja"


Edric memakai sepasang baju yang di sediakan Samara,, lalu menyuruh Samara berbalik agar tidak melihatnya.


^haha, Edric curang banget,, Edric uda duluan lihat Samara ganti baju 🤣^


"Mulai sekarang kau bisa sediakan pakaian untukku setiap hari"


Edric sudah terlihat mengenakan T-shirt polos dan celana jeans yang di pilih Samara,, bahkan auranya justru semakin mempesona ,, pria itu semakin tampan jika berpenampilan casual.


*ya tuhan, aku salah pilih baju untuknya,, jika dia keluar rumah seperti ini,, banyak wanita yang bisa jatuh cinta dengannya* Samara tersenyum kecut memandang suaminya


"Baiklah tuan"


Samara pun mengerti perkataan Edric untuk menyiapkan pakaian setiap hari, pria itu tidak lagi bicara kasar melainkan berkata dengan sangat lembut,, membuat Samara semakin jatuh cinta.


"Ayo ikut dengan ku,, we have breakfast together"


Edric menarik tangan Samara agar mengikutinya,, Samara yang terkejut tangannya di pegang Edric sangat senang sampai senyum sendiri.


Edric menuruni anak tangga,, Edric masih menggenggam tangan istrinya,, Rosa dan Alishka yang melihatnya pun terbengong.


Pemandangan yang sangat tidak biasa, David yang baru datang pun melihat pemandangan tersebut,, tersenyum seakan ada keajaiban.


*wah wah,, apa yang terjadi dalam satu malam,, kenapa bisa begitu* David masih penasaran


*ini moment langkah,, harus di abadikan* Alishka sibuk memotret pasangan tersebut


Edric yang sudah tiba di bawah memperhatikan semua orang,, Samara pun sedikit malu karena tangannya masih di genggam sang suami.


Edric melepaskan tangan Samara lalu duduk di meja makan,, Samara pun ikut duduk namun berbeda dari biasanya, hari ini Samara sangat senang.


David memberi kode pada Alishka untuk menyimpan ponselnya, karena David tau jika tuan muda sangat tidak suka di foto.


Sang Ibu membuka suara.


"Edric, setelah menikah kalian belum sempat honeymoon kan,, jadi mamah rasa sebaiknya kalian pergi honeymoon sekarang"


Mendengar kata honeymoon, Samara langsung tersedak.


"Uhuk uhuk" Samara yang merasa tenggorokannya panas langsung minum air putih


"Sam, kamu kenapa" Rosa mencemaskan menantunya itu


"Tak apa kok mah,, cuma keselek" Samara tersenyum

__ADS_1


"Jadi bagamaina Ed? kapan kalian akan honeymoon" Rosa sangat antusias


Melihat Samara yang tiba tiba tersedak,, Edric pun mengetahui jika istrinya belum siap untuk honeymoon.


"Hmm lihat nanti ya mah,, lagian aku masih banyak kerjaan di kantor"


Edric memberi alasan agar ibunya tidak mendesak mereka untuk honeymoon.


"Ya sudah kalau begitu,, tapi kalian harus cepat pergi ya,, jangan terlalu lama menundanya,, mamah sudah ingin nimang cucu"


Rosa tersenyum memandang putra dan menantunya itu.


Duarrr, bukan hanya Samara tapi Edric juga langsung keringat dingin disaat mamahnya mengucapkan kata "Cucu"


"Yes mom,, nanti akan ku pikirkan lagi"


Edric berusaha meyakinkan ibunya kalau mereka pasti akan honeymoon,, Samara hanya bisa tersenyum pada saat itu.


David yang melihat tuan mudanya mala tertawa diam diam.


*bagaimana anda akan melewatkan honeymoon tuan muda,, anda bahkan belum memikirkannya*


Edric yang melihat David tertawa,, langsung melotot menatap David, seperti ingin mengatakan


"Awas saja,, kapan kau disuruh ibumu menikah"


David pun langsung menundukkan wajahnya.


"Wah, kalau kalian pergi honeymoon,, pulangnya jangan lupa bawakan keponakan untukku ya"


Lagi-lagi Alishka meledek kakaknya,, Alishka semakin tertawa melihat Edric melotot.


Samara yang mendengar ledekan dari Alishka pun hanya bisa tertawa,, mereka pun melanjutkan sarapannya.


Saat weekend Samara tidak bisa pergi kemanapun,, bahkan ke butiknya saja dia tidak bisa,, di karenakan sang CEO saat ini sedang di rumah.


Samara berfikir jika seharian dikamar berdua saja itu akan berbahaya,, jadi Samara berniat ke taman belakang rumah untuk menghabiskan waktu.


Edric sedang berada di ruang keluarga bersama adiknya,, Alishka sedang menonton televisi, sementara Edric hanya duduk saja bersama David.


Samara yang melihat mereka pun diam-diam pergi ke taman belakang,, namun Edric melihatnya berjalan ke arah taman belakang,, pria itu pun langsung menyusul istrinya.


Dua insan manusia ini yang sangat penasaran dengan pasangan suami istri itu pun menatap ke arah Edric dan Samara dari balik dinding,, siapa lagi kalau bukan David dan Alishka.


Bersambung...

__ADS_1


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻


__ADS_2