Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Malam Pergantian Tahun (part 2)


__ADS_3

Alishka sudah selesai di rias dan tampil cantik malam hari itu,, bergandengan tangan dengan david, mereka turun kebawah.


Dibawah sepertinya sudah banyak orang berdatangan dan tentunya mereka orang kelas atas atau biasa di sebut orang tajir.


Edric memang mengatur party tahun baru dengan sebaik mungkin, ya meskipun david yang menyiapkan semua dan edric hanya tau merintah saja.


David dan alishka sudah berada di antara para tamu yang ada, mereka sedikit berbaur dan berbincang.


"Hai alishka" Sapa nyonya jane


"Hallo aunty" Alishka tersenyum


"Kamu cantik sekali ya" Nyonya jane memegang pipih alishka gemas


"Terimakasih aunty" Alishka tersenyum malu


Alishka melihat sekeliling tapi dia tidak mendapatkan sosok arthur.


"Aunty, aku tidak melihat arthur" Tanya alishka menatap nyonya jane


"Oh arthur, dia tidak ikut pergi bersama kami" Balas nyonya jane


"Katanya mau menyusul, tapi aunty tidak tau" Ucap nyonya jane


"Oh begitu" Alishka mengangguk paham


Dia tidak ingin datang? Apa dia tidak ingin merayakan tahun baru bersama keluarganya. Batin alishka


Di sisi lain, tepatnya dekat pintu utama david menyambut kedatangan tuan hugo.


"Welcome mr hugo" David menundukkan kepala hormat


"Terimakasih" Tuan hugo tersenyum


"Anda datang sendiri tuan?" David menatap kebelakang namun alvaro tidak terlihat


"Ya, alvaro akan datang bersama kekasihnya" Pekik tuan hugo


"Ahh, begitu" David mengangguk paham


"Dimana nyonya rosa?" Mata tuan hugo menyapu seisi ruangan


"Nyonya rosa ada di dalam tuan, bersama tamu yang lain" Balas david


"Baiklah, aku masuk dulu" Tuan hugo menepuk bahu david


Lalu dengan semangat melangkahkan kaki menjauh dari david dan menuju kerumunan orang orang berkumpul menikmati pesta.


"Ada apa dengan tuan hugo dan nyonya rosa?" Gumam david berpikir


"Ahh, sudahlah" David pun menepis pikirannya


David kembali menyambut tamu, tak lama darren datang bersama thalia,, karena memang edric menyuruhnya datang.


"Kakak" Teriak thalia girang


"Lia" David menoleh


Thalia berlari semangat menghambur memeluk kakaknya.


"Kakak, aku rindu sekali kak" Ucap thalia masih memeluk david


"Aku juga merindukan mu" David mengelus rambut thalia sayang


"Hufftt" Darren mendengus kesal


"Giliran ada kakaknya, langsung lupa sama pacar" Pekik darren kesal


David yang mendengar melepaskan thalia dan langsung menatap darren tajam.


"Kau bilang apa tadi?" Tanya david dengan sorot mata setajam silet


"Tidak ada, aku tidak bilang apapun" Darren bersiul memalingkan wajah


"Kau pikir aku tuli, hah?" David menarik telinga darren


"Aw, aw, sakit" Darren meringis


"Hahaha" Thalia tertawa melihat kakak dan pacarnya itu


"Ahh, david lepaskan" Darren memohon ampun


"Rasakan kau ya, dasar pengecut" David melepaskan telinga darren


"Beraninya ngomong di belakang, sini depan ku kalau berani" Celetuk david kesal


"Ampun kakak ipar, maaf" Ucap darren mendengus


"Aww, sakit sekali tarikan mu david" Gerutu darren kesakitan

__ADS_1


Darren mengusap telinganya yang memerah akibat ulah david.


"Oh sayang, sakit ya?" Thalia memasang wajah sedih


"Iya sayang, sakit" Darren mengangguk manja


Memeluk thalia bak anak kecil yang sedang mengelu.


"Kakak mu itu jahat sekali sayang" Ucap darren


"Diam kau" Cetus david


"Lihat itu sayang" Keluh darren manja


"Hahaha, sudah kita masuk saja yuk" Thalia mengelus pipih darren gemas


"Yuk" Darren menggangguk


Keduanya langsung bergabung dengan tamu yang lain,, dan david juga ikut masuk, karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Tahun baru tinggal hitungan jam lagi.


...----------------...


Di waktu yang sama, pretty sedang mengemudi dengan kencang menuju ke rumahnya.


Dengan perasaan takut akan di kejar andrian, pretty melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan tiba tiba.


Sssttt


Hampir saja dia menabrak pemotor yang lewat di depannya,, tapi untungnya pretty dapat rem mendadak, namun kepalanya sedikit terbentur setir mobilnya.


"Aww, sial" Gerutu pretty memegang keningnya


"Gara gara cowo psikopat itu, aku jadi sial begini, hah" Pretty terus mengomel


"Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana jika dia menemukan ku" Pretty sejenak bersandar dan memijit kepala yang sakit


"Astaga, aku lupa" Pretty melihat jam di tangannya


"Malam ini edric mengadakan party" Pretty menepuk dahinya


"Ya, aku harus pulang sekarang,, daddy pasti sudah menunggu"


Pretty pun melajukan mobilnya langsung kerumahnya, dan berharap andrian tidak mengikutinya lagi.


Setiba di depan rumah pretty langsung bunyikan klekson mobil, tak lama security membukakan gerbang.


"Maaf nona" Security menunduk


"Ya sudah, tutup gerbangnya jangan biarkan ada yang masuk" Titah pretty


"Baik nona" Security itu mengangguk


Setelah mobil berhenti pretty langsung berlari kedalam rumahnya,, sambil melihat kebelakang pretty berlari hingga menabrak jack yang datang dari arah dapur.


Bug


"Aww" Pekik pretty


"Pretty" Bentak jack


"Daddy" Pretty kaget


"Dari mana saja kau pretty? Kenapa kau berlari didalam rumah?" Tanya jack heran


"Maaf dad" Pretty menunduk


"Kau tau? Malam ini edric mengundang kita kerumahnya" Jack mengingatkan


"Iya daddy, aku tau" Pretty mengangguk


"Ya sudah, cepat mandi dan bersiap"


"Daddy tunggu" Ucap jack sambil berlalu


Pretty langsung masuk ke kamarnya, namun dia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya pada daddynya.


Saat ini pretty telah selesai mandi dan ingin berhias, pretty memilih gaun yang pas untuknya.


"Gaun baru dari rich mana ya" Gumam pretty berpikir


"Ahh, astaga aku meninggalkannya di hotel" lagi lagi pretty menepuk dahi


"Pakai yang mana dong?" Pretty bingung menggigit bibir bawahnya


Pretty mengeluarkan semua isi lemarinya, sampai akhirnya menemukan gaun yang dia suka,, Lalu menyusul daddynya yang tengah menunggunya.


"Dad" Panggil pretty berjalan menghampiri

__ADS_1


"Sudah selesai?" Jack menoleh


Sejenak jack tertegun dengan kecantikan putrinya, betapa bangga dan bahagianya dia memiliki putri yang cantik dan anggun seperti pretty.


"I'm ready dad" Pretty tersenyum


"Kau sangat mirip dengan mommy mu" Jack mengulas senyum


"Ayo sayang, kita hampir terlambat" Ajak jack


"Ayo" Pretty menggandeng lengan daddynya


Keduanya pun pergi menggunakan mobil pribadi dan jack lah yang mengemudi.


...----------------...


Di kediaman keluarga Michael semua orang sudah berkumpul untuk menyambut tahun baru,, terlihat alvaro juga sudah hadir bersama kekasihnya, mereka bergabung dengan para muda mudi.


"Hai little" Panggil alvaro


"Oppa" Alishka menoleh


"Kau cantik sekali little" Puji alvaro


"Thank you oppa" Alishka tersenyum manis


"Onnie" Alishka memegang tangan dominique


"Ehh, hai" Dominique tersenyum


"Onnie sangat cantik, kita foto yuk" Alishka memeluk dominique


"Haha, Ok" Dominique tertawa


"Mau ikut foto" Timpal thalia


"Ayo ayo" Ajak alishka


Ketiga gadis itu pun sibuk mengabadikan momen bersama, mereka terus saja berfoto selfie.


"Kenapa mereka selalu melupakan kita jika sudah bertemu" Darren geleng kepala


"Ya, seperti itulah wanita,, itu hal biasa" Alvaro tersenyum kecut


"Dan kau harus terbiasa darren" Alvaro menepuk bahu darren


"David? Bagaimana menurutmu?" Darren menatap david


"Kenapa tanya padaku? Tanya saja dengan pacarmu itu" Jawab david ketus


"Hei, dia itu juga adikmu" Balas darren kesal


Namun david acuh dan tidak mendengarkan ocehan darren.


"Tapi mana edric? Dia tidak terlihat" Gumam alvaro


"Tuan muda menunggu nona muda bersiap" Pekik david


"Dasar wanita, berhias diri selalu lama" Keluh alvaro


"Betul itu, belum lagi setiap warna harus serasi sama warna baju, warna lipstik, warna tas, warna sepatu, warna ginjal" Ucap darren kesal


"Jangan heran, kalau mereka makeup harus pakai powder brush, blending brush, blush brush, fan brush, lip brush dan brush brush lainnya" David menimpali


"Muka berasa macem tembok" Alvaro tertawa geli


"Makanya durasi makeup perempuan itu satu semester" Pekik darren


Seketika ketiganya tergelak dan tertawa lepas,, namun suara tawa mereka terhenti tak kala melihat edric turun dari tangga bersama sang ratunya.


Edric dan samara dengan perlahan berjalan turun kebawah,, semua mata tertuju pada mereka.


Samara yang terlihat sangat mempesona membuat semua mata pangling,, begitu juga dengan ketampanan edric yang tiada duanya.


"Wow, they look good together" Alvaro tercengang


"You are right,, harus ku akui dia memang tampan" Darren tertegun


Bersambung....


Samara the beauty queen 👇🏻




Alishka in evening dress 👇🏻


__ADS_1



__ADS_2