
"David" mamah rosa menatap david
"Bersiaplah, mungkin tuan hugo akan datang sebentar lagi,, calon menantuku tidak boleh lesuh seperti ini" ucap mamah rosa
"Pak hendy, antar david ke kamar tamu" titah mamah rosa
"Terimakasih nyonya" david menunduk hormat
Sesuai yang di perintahkan, pak hendy mengantar david ke kamar tamu untuk bersiap.
Alishka yang tadinya murung, sekarang senyuman terus mengembang di wajah cantiknya.
"Mamah, lalu bagaimana dengan tuan hugo dan alvaro?" tanya edric sedikit bingung
"Kita akan bicarakan setelah tuan hugo datang" hanya itu jawaban yang mamah rosa berikan
"Baiklah" edric manggut manggut setuju
Samara juga terlihat senang, karena masalah dalam keluarga suaminya telah selesai,, alishka sudah mendapatkan cintanya.
"Ed, apa setelah ini? semua akan baik baik saja?" bisik samara
"Ya beby, kau tidak perlu cemas,, aku akan selalu bersamamu" balas edric, sembari mengendus leher samara
"Ahh, ed geli" pekik samara, sedikit merinding
"Kau wangi beby, aku jadi ingin menerkam mu" bisik edric, disertai ciuman di punggung
"Hentikan ed, nanti ada yang lihat" samara malu dan wajahnya memerah
"Biarkan saja, aku tidak perduli,, kau milikku beby" edric memeluk samara dari belakang
Tangannya sesekali berbuat nakal,, memegang bagian faforitenya.
"Edric" samara menepis tangan edric, yang mulai merambat ke bagian sensitif
Edric masih memeluk samara, dan menempelkan dagunya di bahu wanita itu,, mamah rosa yang melihat mereka hanya tersenyum.
"Hemm, kalian ini selalu saja pamer kemesraan,, lebih baik kalian honeymoon, lebih banyak waktu untuk berdua" saran mamah rosa
"Tapi mah..." samara belum bicara
"Sepertinya yang mamah katakan benar,, beby, kita akan pergi honeymoon" edric mendahului
"Itu bagus, lebih cepat lebih baik" mamah rosa tersenyum
Samara hanya tercengang mencerna perkataan edric,,
*honeymoon? edric akan mengajak ku honeymoon* samara senyum senyum sendiri
Sementara alishka yang melihat pretty diam saja, mencoba mendekat.
"Kak pretty" alishka duduk di sebelah pretty
Pretty hanya melirik sekilas tidak menjawab,,
"Kak pretty kenapa? sakit?" alishka mencoba bicara, karena pasalnya dia dan pretty sudah lama saling diam
"Aku baik baik saja,, dan ya, tidak perlu perduli padaku" balas pretty menatap sinis
Hal itu membuat alishka heran dan terkejut,,
"Tapi kenapa kak? kenapa kakak berubah?" tanya alishka yang tidak mengerti
"Kenapa aku berubah? sebaiknya kau tanyakan itu pada david" bentak pretty
"Kau telah mengambil semua impianku,, semuanya" teriak pretty
Dan itu dapat di dengar oleh edric dan juga jack, keduanya menatap pretty.
"Apa maksud kak pretty?" alishka masih bingung
Namun pretty tidak menjawab, mala pergi ke atas berlari menaiki tangga,, gadis itu berlari sambil menangis, mamah rosa yang melihatnya juga heran.
"Ada apa dengan pretty" gumam mamah rosa
Terlihat pretty dan david bertabrakan saat melewati anak tangga,, sejenak mereka saling tatap, namun pretty langsung berlari ke kamarnya.
"Dia menangis" david sedikit tidak enak hati
Alishka pun dapat melihat tatapan yang penuh arti di mata david dan pretty,,
*apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kak pretty mengatakan aku telah mengambil impiannya* batin alishka
David ikut bergabung dan duduk di samping alishka,, dia tersenyum menatap kekasihnya, begitu juga dengan alishka membalas senyuman,, meskipun masih menyimpan pertanyaan di hatinya, alishka belum ingin menanyakan pada david.
...----------------...
Sementara di dalam perjalanan, tuan hugo melirik putranya melalui kaca yang hanya fokus pada ponselnya,, alvaro duduk di belakang dan tuan hugo duduk di depan tepat di samping sopir.
"Varo"
"Ya pah" sahut alvaro
"Nyonya rosa punya anak gadis,, papah sudah lihat" ucap tuan hugo
Mendengar itu alvaro menoleh ke depan,, namun tak dapat melihat wajah papahnya, kerena tertutup kursi mobil.
"Iya aku tau,, aku kan sering main kerumah edric" balas alvaro
"Anaknya cantik kan?" tanya tuan hugo
"Alishka? dia memang tumbuh menjadi gadis yang cantik" alvaro tersenyum
"Jadi namanya alishka? nama yang bagus" tuan hugo juga tersenyum
"Kenapa papah tiba tiba membahas alishka?" alvaro kembali fokus ke ponselnya
"Papah rasa kamu serasi dengan alishka" ucap tuan hugo asal
"Jangan aneh papah, aku anggap alishka cuma adik" jawab alvaro cetus
"Mana tau dari adik, bisa jadi kekasih kan" tuan hugo sedikit mengulas senyum
"Itu tidak mungkin, aku sudah punya pilihan sendiri" balas alvaro
"Kamu punya pilihan sendiri? kenapa tidak kenalkan pada papah?" tanya tuan hugo heran
"Belum waktunya,, nanti papah juga tau" sahut alvaro
"Oh iya pah,, aunty rosa bicara apa sama papah?" alvaro penasaran
"Kenapa? kok kamu tiba tiba tanya itu?" sedikit curiga
"Umm, cuma penasaran" alvaro cengir
"Papah tidak tau,, katanya nanti kalau uda ketemu baru bicara" jawab tuan hugo tanpa beban
"Hufft, baguslah aunty belum bahas masalah tunangan" gumam alvaro pelan
Tak lama mobil mereka tiba di halaman rumah utama, tepat di kediaman keluarga Edon.
Tin...Tin...
Bunyi klekson mobil, membuat pemilik rumah itu keluar menyambut kedatangan sang tamu kehormatan.
Sang sopir membukakan pintu mobil, dan tuan hugo keluar dari mobilnya,, dan alvaro sudah lebih dulu keluar.
"Welcome mr hugo" ucap mamah rosa tersenyum
"Thank you madam rosa" di balas senyuman oleh tuan hugo
"Hahaha, justru saya yang berterima kasih,, anda sudah menyempatkan waktu untuk datang kerumah saya" mamah rosa sedikit tertawa
"Tidak masalah nyonya rosa,, saya juga senang bisa berkunjung kesini" tuan hugo menatap mamah rosa
"Baiklah,, kita berbincang didalam saja, silahkan masuk tuan hugo" ajak mamah rosa
Mereka langsung masuk, dan duduk diruang tamu,, yang dimana sudah ada edric, jack, dan juga anggota keluarga lainnya.
__ADS_1
"Hello uncle" edric langsung berdiri, ketika tuan hugo memasuki ruang tamu
"Hi edric" balas tuan hugo
"Wow great, kau terlihat tampan" puji tuan hugo
"Tentu saja uncle lebih tampan" edric membalas pujian
"Haha, kau selalu bisa membuatku terkesan" tuan hugo tertawa, menepuk bahu edric
Pasalnya edric dan tuan hugo sudah saling mengenal dan dekat.
"Silahkan duduk tuan hugo" seru mamah rosa
Tuan hugo tersenyum dan, duduk sesuai tempat yang di sediakan.
"Oh mr jack? pemilik Hotel termewah di London" ucap tuan hugo menatap jack
"Haha, tuan hugo bisa saja" jack tertawa karena di puji
"Saya bukan lagi pemilik hotel tuan,, saya sudah menyerahkan pengolahan hotel pada anak saya" ucap jack tersenyum
"Really?" tuan hugo sedikit kaget
"Yes that's correct" jawab jack membenarkan
"Jadi anda punya putra? atau.." belum selesai tuan hugo bicara
"Oh no, she's my daughter" jack sudah menjawab lebih dulu
"Haha, saya kira itu putra,, jadi anda punya anak gadis ya?" tuan hugo tertawa
"Saya hanya punya pretty" balas jack sedikit tertawa
"Pretty? namanya pretty?" tanya tuan hugo
"Yes, you are right" jack menganggukkan kepala
"Nama yang manis" ucap tuan hugo
"Thank you Mr Hugo" jack tersenyum
"Is your daughter here?" tanya tuan hugo penasaran
"Yes, my daughter is here" balas jack
"Tapi dia berada di kamar,, dia sedikit pemalu" lanjut jack
"Yaya" tuan hugo manggut manggut
Tuan hugo dan jack masih asik mengobrol,, tak lama mamah rosa ikut bergabung.
"Silahkan berbincang, sambil menikmati coffee" ucap mamah rosa, setelah pelayan menaruh coffee
"Thank you madam rosa" tuan hugo tersenyum menatap mamah rosa
"No problem, please" mamah rosa mempersilahkan
Tuan hugo mengambil gelas berisi coffee, dan sedikit menyeruput.
"It smells so good" ucap tuan hugo
"Terimakasih tuan hugo" mamah rosa tersenyum
"Nyonya rosa, malam ini anda terlihat cantik" puji tuan hugo menatap mamah rosa
"Haha, anda juga terlihat tampan tuan hugo" mamah rosa merasa malu
Sementara para orang tua sedang berbincang,, disisi lain, terlihat anak anak mereka sedang berkumpul yang jaraknya tak jauh dari para orang tua.
"Samara, kau terlihat sangat cantik malam ini" alvaro tersenyum
"Terimakasih" samara hanya senyum seadanya
"Edric beruntung mendapatkan mu" lanjut alvaro melirik edric
"Haha, aku hanya mengatakannya yang sebenarnya,, kau sudah cemburu" cibir alvaro
"Lalu jika istriku memang cantik,, kau mau apa?" edric mulai sensi
"Ya, tidak bisakah? kau kurangi kadar posesif mu itu" ucap alvaro asal
"Terlalu pencemburu juga tidak baik ed" lanjut alvaro menepuk bahu edric
"Diam kau" edric hanya mendengus
"Sudahlah,, diminum dulu coffe nya" ajak samara
"Hemm, ini coffe terbaik yang pernah ada,, aunty tau saja faforite ku" ucap alvaro sambil menghirup aroma coffee
"Hmm I agree" edric menimpali, setelah menyeruput coffe
"Samara, apa kau tidak minum coffee?" tanya alvaro
"Tidak, aku tidak terlalu suka" balas samara, sedikit mengulas senyum
"Kau harus mencoba,, ini sangat nikmat" seru alvaro
"Biarkan saja,, kenapa kau harus memaksanya?" edric mulai menatap tajam
"Tidak, aku hanya menawarkan,, berhentilah menatap ku seperti itu" balas alvaro malas
"Aku melihat uncle jack, tapi tidak melihat pretty? bukankah dia ada disini?" tanya alvaro
"Dia pergi ke kamarnya" jawab edric, menghela nafas
"Hey, kenapa dengan jawabanmu? apa ada masalah?" tanya alvaro heran
"Aku tidak tau,, tapi sepertinya antara pretty dan alishka, mereka sedang terlihat tidak baik" ucap edric menghela nafas lagi
"Sedang tidak baik?" gumam alvaro
*apa david sudah menolak pretty? tapi, bukankah david masih dirumah sakit* pikir alvaro
"Oppa" panggil alishka dengan senyuman manis
Itu membuat alvaro menoleh,, terlihat alishka duduk menghampirinya.
"Little, kau terlihat cantik,, apa kau berdandan khusus untukku" alvaro tersenyum menggoda
Alishka hanya tertawa menanggapi gurauan alvaro..
"Haha, kau terlalu percaya diri" cibir edric
"Aku? apa maksud ucapanmu itu?" alvaro tidak terima
"Adikku berdandan bukan untukmu,, tapi untuk kekasihnya, ya kekasihnya" edric menekan suaranya di kalimat kekasih
"Kekasih?" alvaro heran
"Ya oppa" alishka angguk kepala
"Siapa?" tanya alvaro lagi
"Hah, dia sedang berjalan kesini" edric mengkode alvaro untuk menoleh
Dan tentu saja alvaro langsung menoleh,, matanya membulat saat mendapati, david sudah ada di hadapannya.
"K..kau" alvaro sedikit kaget
"Selamat malam tuan alvaro" david tersenyum
"Ya, malam" balas alvaro kikuk
"Boleh saya ikut bergabung?" david melirik alishka yang di sebelah alvaro
"Tentu saja, silahkan" ucap alvaro tidak peka
Sejenak alvaro belum beranjak,, namun karena melihat david masih berdiri,, dia langsung mengerti.
__ADS_1
"Haha, kau ingin duduk ya? duduk saja" alvaro langsung berpindah tempat,
Samara dan edric yang melihat, hanya tertawa kecil,,, dan beralih ke para orang tua.
"Nyonya rosa.." tuan hugo menggantung ucapannya
"Ada apa tuan hugo?" tanya mamah rosa
"Sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan? nyonya rosa" tuan hugo to the point
"Ahh, benar, saya sampai lupa" balas mamah rosa
"Sebentar ya" lanjut mamah rosa
"Ya silahkan" ucap tuan hugo
Mamah rosa langsung memfokuskan semua orang,,
"Anak anak, mendekatlah" panggil mamah rosa
Edric dan yang lainnya lalu duduk, mendekat ke mamah rosa dan tuan hugo.
"Baiklah, langsung ke intinya saja ya" ucap mamah rosa
"Sebenarnya, niat saya mengundang tuan hugo datang kerumah" lanjut mamah rosa
"Ingin mengundang tuan hugo untuk hadir di acara pertunangan anak saya, Alishka dan David" seru mamah rosa tersenyum
"Sini sayang, david sini" mamah rosa memanggil keduanya
"Tuan hugo, ini anak saya Alishka, dan ini David calon menantu saya" mamah rosa memperkenalkan
"Yaya, saya mengerti" tuan hugo manggut manggut
"Edric dan varo kan teman dari masa SMA,, jadi saya rasa kita sudah seperti keluarga ya tuan hugo" ucap mamah rosa
"Ya, nyonya rosa,, anda benar sekali, kita ini keluarga,, sudah sepantasnya begitu" tuan hugo tersenyum
"Aunty" panggil alvaro
"Ya varo" mamah rosa menoleh
"Aku pasti akan datang aunty" alvaro cengir
*david, aku sangat berterimakasih padamu* batin alvaro
"Tentu saja,, kau juga harus hadir" mamah rosa tersenyum
"Baiklah, kalau begitu mari kita lanjutkan dengan makan malam ya, ayo semua" ajak mamah rosa
"Ayo, aku juga sudah lapar aunty, hehe" ucap alvaro tertawa
"Ahh, kau ini taunya makan saja" tuan hugo memukul lengan anaknya
"Tidak masalah,, mari kita makan" mamah rosa tersenyum
Dan disaat mereka sudah berkumpul di meja makan,, sambil bercanda ria.
"Oh ya, pak hendy tolong panggilkan pretty,, suruh ikut makan disini" seru mamah rosa
"Baik nyonya" pak hendy langsung menuju kamar pretty
...----------------...
Pretty di dalam kamar,, sedang berbaring di kasur, sambil menatap langit langit kamar.
Sejenak gadis itu teringat, kejadian saat bertemu pria yang menyelamatkan dirinya dari preman.
"Pria bodoh? siapa kau sebenarnya?" gumam pretty, bertanya tanya
"Apa dia orang jahat?" pretty bertanya sendiri
"Kalau dia jahat, seharusnya dia juga membunuhku kan?"
"Tapi kenapa dia menyuruhku pergi? apa dia tidak sejahat itu?" pretty masih penasaran
"Tidak, tidak, dia itu psikopat,, dia hanya mengasihani ku saja" pretty geleng kepala
"Lebih baik aku tidak perlu bertemu dengannya lagi,, Jika tidak, aku bisa di bunuh,, itu kan yang dia katakan" pretty merasa ngerih
"Tidak, aku tidak boleh bertemu dengannya lagi" teriak pretty ketakutan
Namun, suara ketukan pintu mengagetkan dirinya.
Tok..tok..tok
"Ehh, siapa?" teriak pretty kaget
"Nona pretty, nyonya besar menyuruh anda untuk makan malam bersama" sahut pak hendy dari luar
Seketika pretty langsung membuka pintu kamarnya,,
"Apa aunty menyuruh ku turun?" tanya pretty menatap pak hendy
"Iya nona"
"Ada siapa di bawah?" tanya pretty lagi
"Tuan hugo dan tuan alvaro sudah ada bersama yang lainnya nona" ucap pak hendy
"Benarkah?" pretty manggut manggut
"Ahh, baiklah,, sebentar lagi aku turun" balas pretty tersenyum
Pak hendy langsung kembali ke bawah,, tak lama pretty menyusul menuruni anak tangga.
Di meja makan semua sudah berkumpul,, kursi yang biasa di duduki edric, kini duduki tuan hugo yang memimpin di meja makan.
"Daddy" teriak pretty menghampiri
"Sayang, kemarilah" panggil jack saat melihat putrinya
Pretty pun duduk di sebelah daddy nya,, namun sebelum itu dia memberi salam pada tuan hugo.
"Hello uncle" sapa pretty melihat tuan hugo
"Hai, kamu pretty?" tanya tuan hugo
"Ya uncle" pretty tersenyum
"Tuan jack, ternyata putrimu cantik" ucap tuan hugo
"Hehe, uncle bisa saja" pretty tertawa
"Sayang sekali, varo sudah punya pilihan sendiri,, jika tidak aku pasti akan menikahkan mu dengan varo" balas tuan hugo asal
"Uhuk uhuk" alvaro langsung terbatuk, mendengar ucapan papah nya
Sementara pretty hanya tersenyum kecut,,
"Papah" alvaro menekan suaranya, seperti ingin mengatakan 'jangan lagi deh pah, baru aja lolos dari aunty rosa'
"Haha, papah hanya bercanda" tuan hugo tau betul sifat putranya
"Tapi kalau serius ya bagus" celetuk tuan hugo
"Pah" alvaro melirik dengan tajam
Tapi di balas tatapan lebih tajam, alvaro langsung tunduk.
"Sudah, ayo lanjutkan makan" seru mamah rosa
Mereka semua makan malam bersama dengan hangat,, tanpa ada gangguan sedikitpun.
Bersambung....
Pembaca yang bijak harap meninggalkan jejak ππ»
Kalau ada typo komen aja di paragraf ya, kali aja author salah ketik ππ»
__ADS_1