Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Usaha Fiona (part 2)


__ADS_3

Cast Dokter Darren๐Ÿ‘‡๐Ÿป





Setelah samara selesai berganti pakaian, edric menemani samara ke cafe dekat rumah sakit... di karenakan samara ingin membeli sarapan.


"Ed, kamu tidak ke kantor?" tanya samara yang telah selesai memesan makanan


"No beby,, aku akan pergi ke kantor setelah david sadar" edric menundukkan wajahnya


"Ed, aku pasti akan memberi kabar padamu jika david sudah sadar .. tenanglah" samara memberi semangat


"OK" edric setuju dan kembali tersenyum


Pesanan pun telah siap ,, Edric mengantar samara kembali kerumah sakit, lalu pergi menuju gedung Alliance Michael .. samara melambaikan tangan kepada edric sebelum masuk kerumah sakit.


.................


Edric telah tiba di depan gedung Alliance Michael, dia menyuruh security untuk memakirkan mobilnya ... kemudian edric berjalan masuk ke kantornya.


Para pegawai kantor pun bertanya tanya kenapa presdir mereka datang seorang diri? entah dimana asisten yang selalu berada di sampingnya itu? begitulah yang dipikir mereka.


Semua pegawai memberi hormat saat dirinya memasuki kantor ,, Edric pun berjalan dengan acuh menuju ruangannya yang berada di lantai tertinggi di gedung tersebut.


Edric menggunakan lift pribadinya yang hanya digunakan olehnya dan david saja.... Lift berhenti di lantai paling atas, edric pun masuk ke dalam ruangannya.


Sesaat diruangannya edric berdiri menatap sebuah foto yang besar, yang di panjang di dinding...


"Papah, Uncle"


"Hari ini aku datang hanya seorang diri ,, Hari ini dia tidak bersamaku, dia terbaring lemah dirumah sakit" ucap edric menatap foto itu


Perlahan air matanya menetes.


"Maafkan aku uncle .. Aku tidak bisa melindungi putramu,, kau berhak marah padaku" lanjut edric


"Apa david tidak akan meninggalkan ku? seperti uncle yang tidak pernah meninggalkan papah?" tanya edric memandang foto tersebut


Itu adalah foto Mr Robert bersama dengan Mr Leo, merupakan ayahnya edric dan juga ayahnya david ... Mr Leo adalah asisten setia Mr Robert ,, Mr Leo selalu mendampingi Mr Robert dalam masa suram atau pun dalam masa kejayaan.


Namun Mr Robert meninggal dunia di saat edric memasuki usia 8 tahun ,, dan Mr Leo lah yang membantu keluarga edric dalam masa masa sulit saat itu ,, Mr Leo berjuang untuk mempertahankan perusahaan Alliance Michael dari para musuh dan orang orang yang ingin menjatuhkan Alliance Michael.


Mr Leo mendidik edric sampai edric beranjak dewasa, Mr Leo mengajarkan edric bagaimana memimpin sebuah perusahaan,, Dan pada saat yang tepat Mr Leo menyatakan edric sebagai presdir Alliance Michael .. Mr Leo juga menyerahkan putranya david, untuk menjadi asisten edric.


Meskipun awalnya mereka saling menolak ,, namun karena terbiasa david pun memahami edric dengan baik... Dan pada saat mereka sudah saling menerima hubungan mereka,, Mr Leo jatuh sakit lalu meninggal dunia, di saat itulah david mengucap janji setianya kepada edric ,, sebagaimana Mr Leo berjanji kepada Mr Robert.


Edric yang sedari tadi memandang foto tersebut pun menghela nafas dengan berat...


kemudian edric mulai beraktivitas kembali di kantornya.


Tok tok tok !!


Suara ketukan pintu dari luar,,


"Masuk" jawab edric dari dalam


"Hai rich"


Seorang wanita dengan penampilan yang elegant masuk ke dalam ruangan edric ... Edric yang mendengar suara wanita lansung menoleh.


Edric melihat wanita itu dari wajah sampai ujung kakinya dengan heran ... wanita itu pun tersenyum dan melihat dirinya sendiri juga seperti yang di lakukan oleh edric.


"Apa aku terlalu cantik ,, sampai kau melihatnya begitu detail" tanya wanita itu


"Hah? kau terlalu percaya diri .. Kau masih sama saja seperti dulu tidak pernah berubah" balas edric dengan ketus


"Ahh rich, kau selalu saja menjatuhkan mental ku" wanita itu sedikit cemberut


"Lihatlah, kau bahkan semakin terlihat jelek" ucap edric tertawa


"What? Rich" wanita itu memukul edric dengan tasnya


"Hahaha ,, sudah hentikan pretty" jawab edric sedikit tertawa


Cast Pretty ๐Ÿ‘‡๐Ÿป



__ADS_1



"Kenapa kau datang tiba tiba? ku kira kau masih di Amerika" lanjut edric


"Tentu saja karena aku merindukan rich" jawab pretty tersenyum manis


"Oh really? aku tidak yakin begitu" ucap edric dengan wajah tidak percaya


"Why? apa kau tidak senang?" tanya pretty


"Aku senang kau datang ,, tapi aku hanya ingin mengatakan kalau orang yang kau cari tidak ada disini" lanjut edric


Edric tau betul jika pretty sejak dulu menyukai david.


"Aku tidak mencari siapa pun" ucap pretty berbohong


Terlihat jelas dari matanya, dia mencari keberadaan seseorang.


"Apa kau yakin? Aku dapat melihat dengan jelas kalau matamu sedang mencari david. Isn't that right?" tanya edric


"Yaya okay,, dimana dia? bukankah dia selalu bersama mu?" tanya pretty yang tidak dapat mengelak lagi


"Hari ini dia tidak bersama ku atau beberapa hari kedepan dia tidak bersama ku" balas edric yang wajahnya berubah sendu


"What do you mean? katakan dengan jelas rich" pinta pretty yang bingung


"David ada dirumah sakit ,, saat ini dia sedang kritis" jawab edric


Mendengar itu pretty menjatuhkan tasnya ..


"Rich, apa kau bercanda?" tanya pretty menarik jas edric


"No I am serious" jawab edric


"Hiks hiks...." pretty pun menangis mendengar jawaban edric


Edric pun memeluk wanita itu didalam dekapannya.


"Apa yang terjadi dengannya rich?" tanya pretty sambil terisak


"Antarkan aku padanya ,, aku ingin melihatnya rich" pinta pretty memukul dada edric


"Dia ada di St. Edonโ€™ Hospital .. Ruangan ICU lantai 3,, aku akan mengantar mu setelah rapat selesai, tunggulah disini" jawab edric


Sambil menunggu edric,, pretty membuka gorden jendela melihat lihat kota london melalui kaca jendela... Disaat asik melihat pemandangan dari atas gedung...Tiba tiba....


Tap tap tap


Langkah kaki seseorang masuk ke dalam ruangan, pretty pun menoleh melihat siapa yang datang.


"Siapa kau?" fiona terkejut melihat pretty yang ada di ruangan edric


Pretty menatap ke arah fiona sambil mendekat..


"Seharusnya aku yang bertanya padamu? Siapa kau? Telah lancang masuk tanpa permisi" balas pretty kemudian duduk di sofa


"Siapa aku? aku adalah kekasih dari presdir perusahaan ini,, dan kau? siapa kau beraninya berada diruangan ini tanpa izin?" tanya fiona menatap pretty dengan tajam


"Hahaha, kau kekasih edric? jangan bermimpi terlalu tinggi,, kau akan merasa sakit jika terjatuh" jawab pretty dengan tertawa menghina


"Kau tidak perlu tau siapa aku,, sebaiknya kau pergi dari sini" lanjut pretty menatap fiona dengan tidak suka


"Kau? berani kau mengusirku? dasar wanita tidak tau diri" balas fiona mendorong pretty kasar


Pretty pun terjatuh dari sofa ... pretty hanya tertawa kecil.


"Wanita seperti dirimu tidak pantas menjadi kekasih edric" ucap pretty dengan nada yang dingin


*sungguh wanita yang tidak sadar diri ,, beraninya mengakui suami orang lain sebagai kekasihnya , dasar wanita murahan* ucap pretty dalam hati


Pretty pun kembali berdiri menatap fiona.... itu membuat fiona semakin geram.


"Pergi kau dari sini wanita jal*ng" fiona menarik tangan pretty hendak mengusirnya


"Jangan menyentuhku dengan tanganmu yang kotor itu" ucap pretty menghempaskan tangan fiona


Fiona tercengang melihat pretty yang begitu berani melawannya..


"Kau telah berani mengusirku? OK, aku ingin lihat siapa kau dimata edric" lanjut pretty menatap dengan tajam


Pretty yang sebenarnya tau jika fiona mantan kekasih edric, memainkan sandiwaranya berpura pura tidak tau... Sementara fiona yang tidak pernah melihat pretty selama berpacaran dengan edric pun tidak suka dengan kehadiran pretty.


*siapa wanita ini? apa dia juga ingin merebut edric? atau dia memang wanita simpanan edric? ini tidak bisa dibiarkan, akan semakin sulit aku mendapatkan edric kembali padaku* pikir fiona

__ADS_1


Saat kedua wanita itu saling menatap dengan kebencian .. Edric pun masuk kedalam ruangannya,


Edric yang melihat kedua wanita itu saling berhadapan pun mengeluarkan suaranya.


"Apa yang kau lakukan disini fiona?" tanya edric membuat kedua wanita itu menoleh


"Rich siapa dia? Dia mendorong ku sampai terjatuh,, tangan ku sakit rich" pretty memegang lengang edric


Pretty memulai sandiwaranya selangkah lebih maju dari fiona... Edric mengerutkan dahinya heran menatap pretty yang mendadak sedekat itu, namun pretty justru semakin erat memeluk lengannya.


*what? dia bahkan memiliki nama panggilan untuk edric* batin fiona


"Beby, jangan percaya padanya .. Dia berbohong" fiona mengelak


"Dan kau? Singkirkan tangan mu dari kekasihku" fiona melepaskan rangkulan pretty


"Rich? Dia kekasihmu? Apa benar dia kekasihmu? Jawab aku rich" pretty menatap wajah edric dengan tatapan yang dibuat seolah kecewa


Edric yang tadinya heran langsung memahami situasi tersebut...


"Tidak, dia bukan kekasihku" menatap pretty


"Beby, apa yang kau katakan? aku ini kekasihmu" ucap fiona tidak terima jika harus kalah dihadapan pretty


"Diam kau fiona" bentak edric menatap fiona


Sontak membuat fiona terdiam..


"Sudah ku katakan padamu,, hubungan kita sudah berakhir,, mulai saat ini kau bukan siapa siapa, jangan pernah menyebutku sebagai kekasihmu,, dan jangan pernah memanggilku beby" lanjut edric


"Tapi ed aku masih mencintai mu" balas fiona masih berusaha


*oh really? sunguh tidak punya malu* ucap pretty dalam hati


"Rich, aku tidak ingin melihatnya ada disini ,, lebih baik kita pergi" pinta pretty sembari memegang wajah edric.


Edric sudah ingin tertawa menatap wajah pretty yang sangat dekat dengannya,, namun edric masih bisa menahan dan mengikuti sandiwara pretty.


"OK" balas edric setuju dan tersenyum


Fiona kaget melihat respon edric yang begitu baik pada pretty..


*sial, edric lebih menurut padanya di banding aku* gerutu fiona dalam hati


"Sebaiknya kau pergilah dari sini ,, karena aku tidak punya waktu untukmu fiona" lanjut edric bicara dengan nada dingin


"Ed, tunggu" fiona mencoba memegang tangan edric, namun edric menepisnya


"Ayo honey, kita pergi" ajak edric menggandeng tangan pretty


Fiona terbelalak mendengar edric memanggil pretty dengan sayang,, pretty pun sebelum pergi sempat memberikan senyum penuh kemenangan yang membuat fiona semakin kesal.


"Edric" panggil fiona dengan kesal


Namun edric langsung masuk ke lift pribadinya, dan masih menggandeng tangan pretty .. pretty pun menyenderkan kepalanya di bahu edric.. sengaja membuat fiona semakin panas.


Fiona mengepalkan tangannya dengan kuat .... Pintu lift pun tertutup.


Begitu pintu lift tertutup, edric langsung melepaskan tangan pretty begitu saja...


"Sudah cukup sandiwara mu ,, jangan terus menempel di bahu ku" ucap edric mendorong kepala pretty agar menjauh


"Ahh rich , seharusnya kau berterimakasih kepadaku .. karena aku sudah membantu mu menghindar dari wanita itu" balas pretty mengomel


"Kau yang ingin bersandiwara,, kenapa harus aku yang berterima kasih? tanpa bantuan darimu aku bisa mengurusnya sendiri" jawab edric santai


"Hey wanita itu sangat licik ,, kau bahkan tidak akan tau apa yang dia rencanakan di balik wajahnya yang terlihat polos itu" ucap pretty dengan jijik mengingat wajah fiona


"Ya terserah kau saja" jawab edric malas menanggapi pretty


"Aku mengatakan itu agar kau terus waspada rich" lanjut pretty


"Yaya baiklah" balas edric dengan acuh, tidak menanggapi dengan serius


Pintu lift telah terbuka .. Mereka pun keluar dari kantor menuju mobil edric... dan pergi meninggalkan gedung Alliance Michael ... Terlihat fiona menatap arah mereka pergi dengan geram.


*wanita sialan ,, siapa dia sebenarnya?* fiona bertanya tanya dalam hati....


Bersambung...


Dikit dulu gpp ya ๐Ÿ™๐Ÿป


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak ๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2