Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Ketahuan (Fiona vs Pretty)


__ADS_3

Edric dan samara sudah berada dikamar mereka ,, samara masih menempel pada edric, wanita itu tidur didada suaminya... sedangkan edric memeluk samara sambil membelai rambutnya.


"Kenapa kau bisa berfikir sejauh itu beby? aku dan pretty berselingkuh" edric menggenggam tangan samara


"Bagaimana aku tidak berfikir buruk? kau sangat peduli padanya, dan ya banyak wanita yang mengejar mu, tentu saja aku cemburu" samara memajukan bibirnya membuat ekspresi cemberut


"Hahaha"


"Kenapa kau tertawa" samara heran


"Kau sangat lucu beby,, apa kau sangat takut kehilangan ku?" edric tersenyum


"Ya aku memang sangat takut kehilangan mu ,, ed, apa kau tidak takut kehilangan diriku? bagaimana jika aku pergi dari dunia ini" wajah samara berubah sendu


"Cukup kau jangan bicara lagi beby" edric menutup mulut samara dengan jari telunjuknya


"Aku tidak akan rela kau pergi meninggalkan ku ,, tidak akan kubiarkan, kau hanya milikku, hanya milikku... tidak ada yang boleh mendapatkan mu" edric mencium kening istrinya


"Terimakasih ed,, aku mencintaimu" samara membenamkan wajahnya di leher edric


"Aku lebih mencintaimu beby" balas edric


"Jangan seperti ini beby,, kau membuatku ingin yang lebih beby" edric mengangkat wajah samara


"Ed, apa yang kau inginkan" samara menyelidik


"Kau tentu tau apa yang ku inginkan beby"


Dengan cepat edric mencium bibir samara, ******* bibir mungil itu dengan sangat gairah ... Samara juga berusaha mengimbangi ciuman edric,, Mereka terus berciuman sampai mereka kehilangan nafas.


Edric melepaskan ciuman itu membelai pipih samara,, kemudian edric melepaskan ikatan piyama samara, lalu dia mencium leher samara, tangannya bergerilya di kedua payud*ra samara.


Samara menggeliat, menikmati setiap sentuhan edric ...


"Emm, ed" samara menutup matanya


Edric mencium leher samara memberikan stampel kepemilikan ... lalu turun kebawah, lidahnya bermain di put*ng payud*ra samara.


"Ahhh, edric stop" samara merasa geli


Karena juniornya sudah sangat mengeras edric tidak tahan lagi,, dia ingin memasuki samara... Edric menurunkan piyama samara secara keseluruhan, namun....


"Ed, jangan hentikan" samara mulai sadar


"Beby?" edric heran kenapa samara menghentikan aksinya yang tinggal selangkah lagi


"Apa kau tidak ingat? aku sedang menstruasi" samara menundukkan wajahnya


"Lalu apa masalahnya beby?" edric tidak mengerti


"Disaat wanita mengalami menstruasi, dia tidak bisa berhubungan sek* ed"


"Benarkah? jadi kau juga tidak bisa melakukannya beby" edric berubah murung


"Tidak ed, sampai aku selesai menstruasi"


"Berapa lama itu selesai beby" edric terlihat tidak sabar


"Paling cepat seminggu"


"What? a week? selama seminggu aku harus menunggumu beby" edric langsung lemas


"Iyah,, maaf ed" samara hampir tertawa


"Baiklah beby, untuk sementara aku akan menahan sebisa ku" ucap edric yang tidak bersemangat


"Oh come on, don't be sad" balas samara


"Bagaimana kalau senam lima jari?" samara tersenyum penuh makna


Edric sangat terkejut dengan saran samara,, namun itu membuatnya senang.


"Apa kau yakin sanggup beby?" edric sangat antusias


"Aku memang tidak berpengalaman ,, tapi jika kau memanduku mungkin aku bisa" samara tersenyum malu


"Oh beby,, kau memang istri idaman" edric tersenyum nakal


"Baiklah,, ayo lakukan beby"


Edric langsung menanggalkan celananya ,, dengan panduan edric samara memulai tugasnya..... samara melakukannya dengan baik, sampai akhirnya edric mencapai puncak kenikmatan ....


"Thank you beby" edric terkulai lemas


"Kau sungguh hebat" edric tersenyum puas


Samara tersenyum, lalu membersihkan tangannya di bathroom... setelah itu mereka kembali tidur.


.................


Matahari telah menunjukkan sinarnya tepat jam 7 pagi, alishka sudah bangun dari tidur nya... alishka bergegas untuk mandi,, tidak membutuhkan waktu yang lama, dia telah selesai mandi dan langsung berhias.


Sementara seorang wanita masih terlelap di atas kasurnya ,, pretty masih nyenyak dalam tidurnya bahkan sedikit mendengkur.


"Kak pretty" alishka menepuk bahu pretty


"Hoammm" pretty menggeliat


"Aku masih ngantuk" pretty dengan mata masih terpejam


"Cepat kak, bangun sudah pagi" alishka menarik tangan pretty agar terbangun


"10 menit lagi ya" masih tidak ingin membuka mata


"Tidak, cepat bangun sekarang kak pretty ,, semua sudah menunggu dibawah" alishka mengguncang tubuh pretty


"Alishka, kau memang menyebalkan" pretty langsung bangun beranjak menuju bathroom


Alishka hanya tertawa menanggapi pretty yang merasa kesal...Alishka melanjutkan berhias di cermin sambil menunggu pretty.


Tak lama mereka telah siap berhias ,, mereka langsung turun menyusul yang lainnya.


Dibawah tepatnya dimeja makan,, sudah terlihat mamah rosa dan juga edric bersama samara menunggu mereka.


"Good morning aunty" sapa pretty


"Morning pretty" mamah rosa tersenyum


"Kenapa kalian lama sekali?" lanjut mamah rosa


"Kak pretty susah di bangunin" alishka memajukan bibirnya


"Hehe,, maaf aunty" pretty merasa malu


Edric tertawa geleng kepala melihat pretty.


"Ya sudah, ayo kita sarapan" ajak mamah rosa


Pretty ingin mengambil tempat di samping samara, wanita itu sudah menarik kursi namun tidak langsung duduk masih diam di tempatnya.


Pretty melirik samara yang ada disampingnya, dia bergedik ngerih dan langsung menaruh kursi itu kembali ... Pretty masih merasa takut dengan samara, jika teringat tadi malam dia hampir terkena pecahan vas bunga.


Alishka yang ingin duduk di samping mamah rosa, pretty langsung merebut kursinya.


"Kak pretty" alishka heran kenapa tiba tiba

__ADS_1


"Hehe, maaf .. kita tukar tempat ya" ucap pretty pelan memelas


"OK" alishka setuju dan pindah ke samping samara


Samara yang memperhatikan pretty menjadi merasa bersalah,,


*dia tidak ingin duduk di sampingku,, dia pasti takut dengan ku* samara menghela nafas


"Oh ya pretty, kamu menginap disini saja .. kan daddy kamu lagi dinas, nanti kamu sendirian dirumah" seru mamah rosa


"Iyah aunty ,, Sejak mommy meninggal, hanya daddy yang mengurusku" pretty menjadi murung


"Jangan sedih,, kami kan juga keluarga kamu pretty" mamah rosa tersenyum


"Iyah kak,, kan masih ada kita disini, jadi kak pretty jangan murung dong" alishka memberi semangat


"Iyah kan kak edric?" alishka menatap kakaknya


"Aku..."


"Hahaha,, iyah kau benar, ada kamu dan aunty itu sudah cukup untukku" pretty memotong edric yang ingin bicara


Pretty sangat takut jika edric bicara dan menjadi salah paham lagi dengan samara.


*kalau dia ngasal bicara, aku bisa mati di tangan istrinya* pretty menatap samara dengan ngerih


Pretty melotot ke arah edric, memberi kode menyuruhnya diam saja .. namun edric justru balik melotot ke arahnya menantang.


Pretty menaruh jari telunjuknya di dahi seperti mengatakan "Kau tidak waras"


Edric tertawa tanpa suara karena melihat pretty ketakutan .... samara yang melihat mereka bicara melalui isyarat mata sedikit heran, tapi tetap tersenyum.


Mereka semua sedang asik melanjutkan sarapan,, tiba tiba....


"Maaf tuan muda, nona fiona ada didepan.. dia meminta izin untuk masuk" seorang security memberi informasi


Pretty terbelalak mendengar perkataan security tersebut,,


*sungguh? yang benar saja ,, wanita ular itu masih saja berani datang kesini, hah dia sangat merepotkan* pretty memutar bola matanya malas sambil memalingkan wajah.


"Kau us..."


"Suruh dia masuk,, tidak baik membuat orang menunggu lama" titah mamah rosa


Edric yang belum sempat bicara mengepalkan tangannya merasa kesal dengan mamah rosa.


"Baik nyonya" security pergi meninggalkan ruangan


Dapat terlihat raut wajah samara yang berubah, hatinya tidak setuju dengan mamah rosa,, namun samara tetap diam.


"Hello aunty, bagaimana kabar aunty?" fiona berjalan ke meja makan


"Aunty baik baik saja ,, duduklah fiona"


"Terimakasih aunty" fiona menarik kursi kemudian duduk


*drama apa lagi yang akan terjadi pagi ini? ya ampun, wanita ini benar benar merusak suasana* batin alishka


"Apa yang membuat mu datang kesini?" edric sedikit membentak


"Ed, apa begini caramu menyambut tamu? bicaralah dengan ramah" ucap mamah rosa


"Tidak masalah aunty" fiona tersenyum


"Aku mendengar jika alishka dan david diserang pembunuh berantai ,, karena itu aku datang ingin melihat keadaan alishka, hanya itu tidak ada alasan lain" lanjut fiona dengan santai


"Ini untukmu alishka ,, maaf aku terlambat mengetahuinya" fiona memberikan bingkisan kepada alishka


"Terimakasih kak fiona, aku baik baik saja" alishka menerima bingkisan dari fiona


"Tidak kak, aku baik" alishka tersenyum getir


*wah, akting mu luar biasa .. tidak ada yang bisa mengenali motif kedatangan mu. ahh, kau sangat hebat fiona* pretty masih memperhatikan fiona


"Jika urusan mu sudah selesai, kau bisa pergi dari sini" edric bicara dengan nada yang datar.


"Aunty, aku tidak tau kenapa edric sangat membenciku ,, padahal aku hanya ingin berkunjung, tidak ada maksud lain" fiona memasang wajah murung


Fiona masih belum menyadari keberadaan pretty.


"Ed, jaga bicara mu .. fiona akan pergi dengan sendirinya, jadi kau tidak perlu mengusirnya" tegas mamah rosa


"Maaf mah" edric tertunduk mengalah


Samara tidak percaya dengan respon edric,,


*seorang CEO yang terkenal dengan kekejaman dan sifat dinginnya,, dihadapan mamahnya dia tertunduk takut? bahkan tidak berani mengusir mantan kekasihnya* samara geleng kepala menatap edric


"Aku tidak setuju aunty" pretty meletakkan sendok di piringnya


Semua orang menoleh padanya termasuk edric dan juga fiona yang baru menyadari jika pretty ada di antara mereka.


"Apa maksud mu pretty?" mamah rosa bingung


"Mungkin aunty menganggapnya sebagai tamu,, tapi apa aunty lupa jika fiona mantan kekasih rich? secara tidak langsung aunty sudah mendekatkan jarak yang susah payah di batasi oleh rich" pretty tersenyum


Kata kata pretty sangat menyinggung mamah rosa dan fiona.


"Aunty paham maksud perkataan mu,, tapi apakah niat baik seseorang harus di tolak?" mamah rosa menekan nada bicaranya


"Jika kedatangannya mempunyai niat baik, aku rasa itu tidak masalah" pretty masih tersenyum


"Tapi jika niat baiknya sudah terlaksana ,, itu berarti dia bisa meninggalkan rumah ini" lanjut pretty menatap tajam ke fiona


Samara tersenyum mendengar perkataan pretty, seperti setuju dengan pretty.


*wanita ini? kenapa dia ada disini juga ,, sebenarnya siapa dia? samara bahkan tidak bereaksi dengan kehadiran dirinya, sialan* fiona memberikan tatapan permusuhan


"Maaf, tapi apa aku mengenal mu? kenapa kau bisa mengetahui jika aku mantan kekasih edric" fiona mulai pura pura tidak ingat


"Namanya pretty, dia.." mamah rosa ingin bicara tapi edric mendahului


"Dia adalah bagian dari keluarga michael,, jika kau mencari masalah dengannya, kau akan berhadapan denganku" tegas edric


Samara sedikit terkejut dengan perkataan edric..


*apa pretty sangat penting bagi edric?* samara bertanya tanya menatap edric


"Keluarga?" fiona merasa heran


"Iya, pretty dan edric adalah sepupu" seru mamah rosa


Fiona mengerti mendengar jawaban mamah rosa.. Fiona mendekati pretty.


"Ternyata kau hanya sepupu yang bersandiwara seperti seorang kekasih" bisik fiona di telinga pretty


"Kau benar,, bagaimana? apa kau terkejut?" jawab pretty tanpa beban


"Tidak,, tapi jika kau mencoba untuk menghalangi jalanku, maka kau akan berakhir dipemakaman" ancam fiona setengah berbisik


Pretty tersenyum getir


"OK, aku ingin tau,, sampai dimana usahamu untuk membunuhku" bisik pretty di telinga fiona.


Edric dan samara hanya memperhatikan kedua wanita itu,, ntah apa yang mereka bicarakan? tidak dapat di dengar.

__ADS_1


"Ahh, aku merasa kenyang .. Aunty, aku pergi dulu ya" pretty beranjak dari kursinya


"Bye aunty" pretty mengecup pipih mamah rosa


Bayangan pretty menghilang dari pandangan mereka semua,, fiona mengepalkan tangannya.


*dia menantang ku? ternyata dia tidak takut mati ya,, OK, sepertinya ini akan sangat menarik* fiona tersenyum licik.


"Aku juga sudah selesai,, aku pergi duluan yah kak,, bye" alishka mencium mamah rosa lalu menuju mobilnya


"Alishka, jika kau tidak masuk kerja akan ku potong gajimu" edric setengah berteriak


Mendengar suara kakaknya, alishka berhenti di depan pintu...


"OK, aku akan masuk kerja jam 8 lewat ,, jangan potong gajiku" teriak alishka lalu berlari menuju mobilnya


"Ahh, dasar" edric geleng kepala melihat adiknya


Samara hanya tertawa melihat suaminya yang kesal..


"Apa kau tertawa?" edric menatap kesal


"Tidak" samara geleng kepala


"Mau tambah lagi?" samara menawarkan lauk


"Tidak" edric geleng kepala


"Sudah kenyang" lanjut edric


Samara tersenyum manis menatap suaminya,, edric juga tersenyum sambil memegang tangan istrinya.


Melihat itu, api cemburu membara di hati fiona ... dia mengambil segelas air lalu berjalan melewati samara,, dan dengan sengaja menumpahkan gelas tersebut.


"Ahh, sorry aku tidak sengaja" fiona berpura pura


Samara merasa kesal karena gaunnya menjadi basah karena ulah fiona..


"Sini ku bantu bersihkan" fiona mengambil tisu di meja.


"Tidak perlu,, aku bisa sendiri" tolak samara dengan kasar


Samara tau jika fiona memang sengaja menumpahkan air di gaunnya....


"Apa yang kau lakukan? apa kau tidak punya mata? seharusnya kau lebih hati hati" bentak edric


"Iya, maafkan aku" fiona memasang wajah bersalah


"Lebih baik kau pergi dari sini" teriak edric memalingkan wajahnya


"Beby, apa kau baik baik saja?" edric mencemaskan samara


"Aku baik baik saja ,, tapi aku tidak bisa pergi dengan gaun yang basah dan kau akan terlambat jika menungguku" samara murung


*aku tidak rela jika kau harus berdua dengannya lagi ed* samara khawatir jika edric pergi bersama fiona


"Ed, samara kan bisa di antar sopir ,, kau berangkat saja ke kantor, sekalian bareng fiona" pinta mamah rosa


Deg


Samara merasa cemas jika harus membiarkan suaminya bersama wanita itu.


Sementara edric memutar bola matanya dengan malas,,


"Aku sudah menyuruhmu pergi dari sini ,, kenapa kau tidak pergi juga" bentak edric


"Ed, kenapa kau kasar sekali,, itu tidak baik" seru mamah rosa


"Tapi mah"


"Tidak ada tapi tapi,,, cepat kau berangkat dengan fiona" titah mamah rosa


Fiona tersenyum senang... samara memandang fiona dengan benci, namun tidak ingin marah dihadapan ibu mertuanya.


"Pergilah ed,, aku baik baik saja, tidak masalah" samara tersenyum


"Beby" edric tidak ingin meninggalkan istrinya


"Aku percaya padamu,, dan cobalah untuk tidak mengkhianati kepercayaan ku ed" samara menggenggam tangan edric


Edric tersenyum menganggukkan kepalanya...


"OK, aku pergi dulu beby" edric mengecup kening samara


"Beby, jangan lupa mengabariku jika kau sudah sampai dibutik" edric membelai pipih samara


Mata samara sudah berkaca kaca,, edric ingin melangkah pergi, namun samara tidak melepaskan tangannya... dalam hatinya, samara belum rela jika edric harus bersama fiona.


Karena samara tidak juga melepaskan tangannya,,, akhirnya edric berbalik menatap samara.


"Cepat ganti pakaian beby, aku menunggumu disini" edric tersenyum


"Aku tidak akan pergi sampai kau selesai beby" lanjut edric


"Tapi ed, kau akan sangat terlambat" ucap mamah rosa


"Jika dia ingin, maka dia harus menunggu,, jika tidak silahkan pergi" tegas edric


Fiona mengepalkan tangannya emosi..


*sialan, lagi lagi aku gagal berduaan dengan edric* fiona merasa kesal.


Samara langsung berlari kekamar untuk ganti pakaian,, setelah itu dia kembali kebawah menghampiri edric yang menunggunya..


"Terimakasih sudah menungguku" samara tersenyum senang


"Let's go beby" edric menggandeng tangan samara


"Pergi ya mah" edric pamit dengan mamahnya


Mereka berjalan menuju mobil, dan melupakan fiona yang ada di belakang mereka...


Edric membukakan pintu mobil untuk samara..


"Please princess" edric membungkuk setengah badan


Samara tertawa melihat tingkah edric, lalu masuk ke dalam mobil...


Sementara fiona masih di depan pintu mobil menatap edric.


"Kau bisa duduk di belakang" ucap edric acuh kemudian masuk ke mobilnya


Fiona terkejut ...


*ahh, sial.. dia tidak membukakan pintu untukku* lagi lagi fiona kesal


"Sampai kapan kau berdiri disitu? jika kau tidak masuk aku langsung pergi" teriak edric menatap fiona melalui kaca spion.


Fiona kemudian masuk dengan terpaksa karena memang dia tidak membawa mobilnya ... mobil melaju ke jalan raya ... selama perjalanan, fiona selalu menyaksikan adegan romantis dihadapannya yang sengaja di tunjukkan oleh samara.....


Bersambung.....


Author minta maaf kalau lama ya ๐Ÿ™๐Ÿป dikarena author holiday untuk beberapa hari, jadi slow up ya guys .. mohon maaf๐Ÿ™๐Ÿป semoga tetap setia menunggu update ya ๐Ÿฅฐ


...Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak ๐Ÿ™๐Ÿป...

__ADS_1


__ADS_2