
Malam semakin larut namun hujan tak kunjung berhenti dan turun semakin deras membasahi bumi,, Hawa dingin mulai menyusup memasuki tubuh.
"Dav" Alishka mencoba bersuara
Pasalnya pria itu masih terus memeluknya, Bahkan tidak bergerak sama sekali. Entah mungkin David tertidur dipelukan Alishka.
"Hemm" David menyahut
"Apa boleh lepaskan?" Pinta Alishka
David langsung melepaskan pelukannya, Dan menatap kekasihnya itu.
"Kenapa?" Tanya David
"Dingin banget" Lirih Alishka
David berjalan melihat ke jendela, Menutup tirai gorden agar air hujan tidak masuk.
"Sepertinya hujan semakin deras" Ucap David menoleh
"Malam ini tidak bisa pulang,, Tidur disini saja" Seru David
"Tidur disini?" Alishka masih mencerna ucapan David
"Iya" David mengangguk
Alishka hanya menatap David dengan heran.
"Ayo, Ini sudah larut malam,, Sebaiknya tidur" Ajak David
David menarik tangan alishka masuk kedalam kamarnya,, Setelahnya langsung mengunci pintu kamar.
Namun Alishka masih berdiri mematung didekat kasur,, David berbalik hendak naik ke atas kasur, Tapi melihat Alishka yang masih berdiri dahinya langsung berkerut.
"Kenapa berdiri?" Tanya David heran
"Apa kita akan tidur bersama?" Tanya Alishka ragu
"Ya, Kita akan tidur bersama" David mengangguk
"Kemarilah, Sebaiknya tidur sekarang" Seru David
David menghampiri Alishka, Dan menariknya untuk tidur,, Tapi Alishka menahan tangannya.
"Tunggu" Ucap Alishka
"Bukankah kau bilang pria dan wanita itu berbeda?" Alishka menatap David
"Dan jika melakukan hal yang aneh, Itu bisa mengundang sesuatu yang mengerihkan,, Benar kan?" Alishka masih menatap mata David
"Humm, Itu memang benar" David mengangguk
"Lalu jika kita tidur bersama? Apa tidak akan terjadi sesuatu?" Alishka sedikit takut
"Jadi kau takut?" David tersenyum
"Aku tidak takut,, Aku hanya takut tidak bisa berjalan, Bukankah kau tadi bilang begitu" Alishka murung
"Tidak masalah, Jika itu terjadi maka aku akan langsung menikahimu" David mengelus rambut kekasihnya dengan sayang
"Tapi aku takut, Karena aku masih ingin berjalan" Alishka sangat takut
"Haha, Ternyata kau lucu sekali ya" David tertawa
"Ihh, Kenapa kau tertawa? Tidak ada yang lucu" Bentak Alishka kesal
"Dengar, Jika kita sampai melakukan itu,, Kau hanya akan merasakan sakit sebentar saja, Setelah itu kau tidak akan merasakan sakit lagi" Jelas David
"Benarkah?"
"Ya, Apa kau mau mencobanya?" Goda David
"Seperti apa?" Tanya Alishka
"Seperti ini" David tersenyum nakal
David mendorong tubuh Alishka di atas kasur, Lalu pria itu menindih tubuh kekasihnya,, Mengangkat kedua tangan Alishka menaruh diatas kepala dan di cengkram kuat.
"Apa yang kau lakukan ini, David?" Alishka heran
"Yang dilakukan pasangan pada umumnya" David tersenyum
"Apa maksudmu?" Alishka bingung
Kemudian tanpa meminta persetujuan, David mengecup bibir kekasihnya itu,, Alishka langsung terbelalak kaget.
"Bukankah kau ingin menciumku? Dan sekarang aku sudah memberikannya" Pekik David
Sontak membuat Alishka malu, Dan wajahnya terus memerah,, Itu membuat David semakin geram.
"Sayang" Lirih David
David memegang dagu kekasihnya itu, Lalu menyesap bibir Alishka lagi,, Kali ini mencium lebih dalam bibir mungil itu.
David memejamkan mata, Dan akhirnya Alishka juga membalas permainan bibir David,, Mereka saling terpejam menikmati perpaduan bibir.
Perpaduan bibir terjadi cukup lama, Dan David melepaskan perpaduan mereka,, Lalu menatap wajah kekasihnya itu, Senyuman terukir dibibir pria itu.
"Apa aku pria pertama?" Tanya David
"Ya, Kau bahkan sudah tau,, Tanpa perlu aku menjawabnya" Lirih Alishka
"Humm, Aku tau" David tersenyum
David membelai wajah kekasihnya itu,, Jari telunjuknya memainkan bibir mungil yang ada dihapannya itu.
David mencium tengkuk leher Alishka yang terbuka,, Aroma khas kekasihnya itu tercium dihidungnya.
"Kenapa kau wangi sekali?" Tanya David
"Aku hanya pakai parfum saat pergi ke cafe" Jawab Alishka
David turun ke bahu mencium dan memberikan tanda kissmark disana,, Alishka sudah mulai pasrah.
"Sudah cukup" David berhenti
Alishka sontak membuka mata, Karena David bangkit.
"Tidurlah, Ini sudah malam" Ucap David
"Aku tidak ingin mengganggumu,, Selamat malam" David mengecup kening Alishka
Lalu pria itu berbaring di sebelahnya, Dengan posisi miring membelakangi Alishka,, Terbesit rasa kecewa dihati Alishka, Karena rasa itu harus tertunda.
David mulai terpejam, Meskipun jantungnya juga berdegup kencang tapi pria itu menahannya.
Maafkan aku sayang, Tapi ini tidak boleh terjadi,, Karena tugasku menjagamu bukan menyakitimu. Batin David
Melihat David sudah tidak bergerak, Alishka juga mulai ikut tertidur.
........................
Embun pagi telah membasahi bumi, Tak lama sang mentari menunjukkan sinarnya,, Bunyi jam alarm mengejutkan seorang gadis yang masih tertidur.
Kring..Kring...Kring !
Tangan gadis itu meraba meja yang di samping tempat tidurnya, Lalu mematikan bunyi jam yang berdering itu.
"Eeeuuggghhh" Lucy menggeliat, Memutar tubuhnya
Tapi sialnya gadis itu terjatuh dilantai, Karena posisinya terlalu kepinggir.
"Awww" Lucy meringis
"Aduh" Mengusap bokongnya yang terasa sakit
"Hoamm" Lucy menguap, Rasa kantuknya belum hilang
Belum sepenuhnya sadar, Terdengar suara ketukan pintu dari luar,, Dengan sedikit gontai Lucy berjalan membuka pintu.
"Siapa?" Tanya Lucy dengan suara khas bangun tidur
"Kamu supir baru nona muda?" Tanya seorang pelayan
"Iya kak" Lucy mengangguk
"Cepatlah bersiap,, Jangan sampai tuan muda marah" Ucap pelayan itu
"Baik kak" Lucy mengerti
Lalu menutup pintu kembali dan membersihkan diri, Bersiap secepat mungkin.
.........................
__ADS_1
Suasana didalam rumah utama masih senyap dan sepih, Terlihat Mama Rosa turun dari tangga.
Wanita paruh baya itu melihat ke kanan dan ke kiri,, Dahinya sedikit berkerut.
"Pak Hendy" Panggilnya
Yang dipanggil langsung menunjukkan wajahnya.
"Ya nyonya" Sahut Pak Hendy
"Kenapa rumah sunyi sekali? Apa Edric dan yang lainnya belum turun?" Tanya Mama Rosa
"Tuan muda dan istrinya sedang pergi keluar nyonya,, Dan belum kembali" Ucap Pak Hendy
"Edric pergi? Kapan?" Mama Rosa heran
"Tadi malam nyonya" Jawab Pak Hendy jujur
Jadi Edric pergi bersama Samara, Baguslah semoga saja mereka honeymoon,, Dan aku akan segera menimang cucu. Mama Rosa tersenyum
"Ya sudah, Pak Hendy boleh kembali" Ucap Mama Rosa
Pak Hendy langsung kembali ke belakang, Untuk memberi intruksi pada seluruh pelayan.
Sementara Mama Rosa beranjak ke dapur,, Memeriksa bahan masakan, Dan sepertinya stok bahan dapur sudah mulai menipis.
"Maaf nyonya, Apa ada yang salah?" Tanya seorang koki
"Tidak ada, Lanjutkan saja" Balas Mama Rosa
"Saya hanya ingin meriksa bahan bahan di dapur saja,, Saya permisi ya" Mama Rosa tersenyum
Semua koki menunduk sesaat Mama Rosa ingin meninggalkan dapur, Setelah itu semua koki melanjutkan memasak.
.......................
Disebuah kamar mewah, Tepatnya didalam kamar hotel bintang 5.
"Hoammm" Samara bangkit, Merentangkan tangannya
Wanita itu memutar memijit bahunya yang terasa pegal,, Sepertinya tubuhnya sedikit lemas.
Samara menatap Edric yang masih tertidur pulas,, Bibirnya tersenyum, Tak kala mengingat malam itu.
Perasaan bahagia masih menyelimuti hati wanita itu,, Kemudian Samara berdiri, Dengan tubuh polosnya dia berjalan menuju bathroom.
Tanpa mengunci pintu Samara berendam didalam bathtub, Dengan mengunakan sabun dia membersihkan tubuhnya yang sekarang mulai dipenuhi busa.
Samara sedikit lama di bathroom, Sambil bermain air,, Tidak mengetahui jika sang suami sudah bangun dari tidurnya.
Edric yang tidak mendapati istrinya di atas kasur, Langsung beranjak menuju bathroom,, Benar saja dia melihat Samara sedang bermain busa didalam bathtub.
"Kenapa tidak membangunkanku, Beby" Gerutu Edric
"Hah" Samara kaget menoleh
"Maaf Ed, Aku tidak ingin menganggu tidurmu" Ucap Samara
"Tapi aku ingin mandi bersamamu" Balas Edric
Tanpa menunggu pria itu langsung masuk kedalam bathtub,, Samara langsung terkejut dengan Edric yang tiba-tiba.
Samara duduk dengan kaki lurus, Dan Edric saat ini ada diatasnya,, Bahkan tubuh Edric juga ikut terkena busa sabun.
"Ed, Minggir,, Aku mau mandi" Bentak Samara
"Aku juga,, Kita mandi bersama saja" Pinta Edric
"Tapi..." Belum sempat bicara
Edric mendorong tubuh Samara sampai wajahnya masuk kedalam air, Lalu Edric juga memasukkan wajahnya kedalam air,, Dengan cepat Edric mencium bibir Samara didalam air.
Karena tidak tahan bernafas, Samara mendorong tubuh Edric dan langsung naik kepermukaan air.
"Apa kau ingin membunuhku?" Samara mengatur nafas
"Bagaimana jika aku mati? Aku bahkan tidak bisa bernafas didalam air" Bentak Samara
"Sorry beby" Edric hanya tersenyum
"Kau sangat menggemaskan,, Membuatku ingin melakukan lagi" Edric tersenyum penuh makna
"Tidak" Samara menolak
"Ini sudah pagi, Kita harus kembali,, Mama pasti mencarimu Ed" Pekik Samara
"Maksudmu? Mama tidak suka melihat kita?" Samara bingung
"Mama ingin kita honeymoon,, Membuat baby kecil untuknya" Bisik Edric
Dan tentu saja wajah Samara langsung merah padam merasa malu.
"Apa kau ingin honeymoon?" Tanya Edric
"Tentu saja,, Tapi aku tidak ingin memaksa jika kau sibuk" Lirih Samara
"Baiklah, Kita akan pergi honeymoon setelah pertunangan Alishka" Edric tersenyum
"OK, Dan sebaiknya kita pulang sekarang" Pinta Samara
"Kita akan pulang setelah..." Edric menggantung ucapannya
Lalu tangannya meraih benda kenyal yang berada didada istrinya itu,, Samara terbelalak.
"Ed, Hentikan,, Dasar mesum"
Samara bangkit dan mengambil jubah handuk, Lalu segera berlari keluar.
"Hahaha" Edric tertawa melihat tingkah istrinya itu
"Tentu saja aku mesum jika bersamamu beby, Tidak mungkin aku mesum dengan wanita lain" Ucap Edric terkekeh
Lalu Edric menutup pintu dan membersihkan tubuhnya,, Setelah selesai mandi, Dia melihat Samara yang sudah bersiap dan sudah terlihat cantik.
Edric menghampiri dan menatap istrinya itu dengan seksama,, Samara yang ditatap merasa aneh.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Samara
"Tidak, Aku hanya tidak suka orang lain melihat kecantikanmu beby" Edric mendengus
Samara tergelak mendengarnya.
Ada ada saja dia, Sudah jelas dia yang terlalu tampan sampai banyak wanita yang mengejarnya,, Seharusnya aku kan yang takut. Batin Samara
Setelah Edric bersiap, Mereka langsung keluar melakukan perjalanan menuju rumah utama.
.........................
Ditempat lain, Tepatnya di sebuah apartment.
Ditempat tidur terdapat dua insan manusia yang masih dalam keadaan tertidur, Yang tanpa mereka sadari posisi mereka sudah berubah.
Saat ini keduanya saling memeluk satu sama lain,, Entah karena merasa kedinginan atau memang dorongan nafsu.
Keduanya sama-sama terbangun, Dan membuka mata saling bertatapan,, Sejenak keduanya masih tidak sadar dan mereka tersenyum, Lalu kembali saling memeluk bahkan lebih erat.
Namun keduanya kembali membuka mata dan mendapati tubuh mereka saling berpelukan.
"Aaaaa" Keduanya saling teriak
"Ssttt" Tiba-tiba David berhenti
"Kenapa kau teriak? Mengagetkan saja" Bentak David
"Aku hanya terkejut" Lirih Alishka
"Lagi pula kenapa tiba-tiba memelukku" Gerutu Alishka
"Kau yang memelukku karena kedinginan,, Tentu saja aku terpaksa memelukmu" Pekik David
"Benarkah?" Alishka ragu
"Meragukan ku?" David melirik Alishka
"Tidak, Aku lapar" Alishka memegang perutnya
"Baiklah, Sebaiknya kau mandi,, Setelah itu kita pergi" Ucap David
Lalu bangkit dan mengambil pakaian Alishka yang dijemur,, Lalu menyerahkannya pada gadis itu.
"Ini sudah kering,, Kau bisa memakainya"
"Humm" Alishka mengangguk
__ADS_1
Dan keduanya bergantian untuk mandi,, Setelah bersiap mereka pun pergi, Menggunakan mobil milik David sendiri.
"Kau ingin makan diluar atau langsung pulang?" David fokus menyetir
"Pulang saja,, Aku rindu masakan mama" Ucap Alishka
"Baiklah"
David mempercepat laju mobilnya menuju kediaman keluarga Michael.
Sekitar 20 menit perjalanan, Mereka tiba dirumah utama,, Terlihat mobil yang Edric kenakan sudah terparkir dihalaman.
"Celaka" Gumam David
"Kenapa?" Tanya Alishka
"Tuan muda sudah ada dirumah" Lirih David
"Apa? Kakak sudah kembali?" Alishka panik
"Sekarang harus bagaimana? Pasti kakak akan marah sekali" Alishka mendadak cemas
"Tidak masalah, Sebaiknya kita masuk sekarang" Ajak David, Meskipun dia sendiri juga sedikit gemetar
Sementara didalam rumah utama, Edric dan Samara sudah ada dimeja makan bersama mama Rosa.
"Mama kira kalian honeymoon" Mama Rosa murung
"Nanti kita pergi honeymoon kok mah,, Tapi setelah Alishka bertunangan dengan David" Balas Edric
"Beneran? Kalian akan pergi honeymoon?" Mama Rosa terlihat senang
"Iya mah" Samara mengangguk
"Wah, Bagus dong,, Mama bakalan nimang cucu" Mama Rosa tersenyum
"Sepertinya mama harus percepat pertunangan Alishka" Mama Rosa antusias
"Kenapa harus buru-buru ma?" Tanya Edric
"Biar kalian bisa cepat honeymoon,, Hal yang bagus itu jangan di tunda terlalu lama" Tutur mama Rosa
"Alishka mana? Kenapa belum terlihat?" Edric mengerutkan dahinya
"Mamah juga tidak tau" Gumam mamah Rosa
"Pak Hendy" Memanggil
"Iya nyonya"
"Apa Alishka masih tidur?" Tanya mamah Rosa
"Nona Alishka baru kembali nyonya, Saat ini ada didepan" Seru pak Hendy
"Baru kembali?" Mamah Rosa heran
"Iya nyonya, Nona Alishka kembali bersama tuan David"
"Apa?" Teriak mama Rosa terkejut
"Bagaimana bisa seorang gadis baru kembali pagi begini, Dan bersama seorang pria" Mama Rosa cemas
"Ed, Apa mungkin mereka..." Mama Rosa belum melanjutkan perkataannya
Seketila Edric langsung berdiri, Dan saat melihat David masuk bersama Alishka,, Dia menghampiri keduanya.
Tanpa basa basi Edric langsung melayangkan tangannya menampar wajah David.
Par
Bunyi tamparan terdengar sangat keras, Membuat pipi David memerah dan sedikit memar.
"Kakak" Teriak Alishka
Namun David tidak bergeming,, Meskipun merasa sakit, Tapi pria itu tetap menahannya.
Dan sekali lagi Edric melayangkan tangannya menampar David keras, Sampai pria itu hampir terjatuh.
Par
Untuk kedua kalinya David menahan rasa sakit diwajahnya,, Dan Alishka tak menyangka kakaknya akan bersikap seperti ini.
"Kakak, Kenapa kau terus menamparnya?" Teriak Alishka kesal
Lalu gadis itu membantu kekasihnya berdiri,, Tapi David geleng kepala, Menyuruh Alishka untuk tidak membantah kakaknya.
"Kakak, Cukup kak" Alishka memohon
"Diam kau" Bentak Edric menatap alishka
Edric mengepalkan tangannya, Menatap David dengan tatapan membunuh,, Emosinya kian meluap.
"Ed, Tenanglah,, Kita bisa bicarakan ini baik baik" Mama Rosa mencoba menetralkan situasi
"Tidak mah, Saat ini aku bahkan ingin membunuhnya" Ucap Edric emosi
"Apa kau sudah melupakan tugas dan tanggung jawabmu?" Edric menekan kalimatnya
"Apa kau lupa siapa yang harus kau jaga? Apa kau sudah merasa dia itu milikmu?" Edric terus memberikan pertanyaan
"Apa kau punya hak untuk menyentuhnya? Hah? Jawab aku david" Bentak Edric
"Aku menyetujui hubungan kalian,, Bukan berarti kau bisa bersikap diluar batasanmu" Teriak Edric murka
David hanya tertunduk diam tanpa melawan perkataan Edric,, Meskipun sebenarnya dia belum melakukan hubungan badan dengan Alishka.
"Kakak, Cukup" Alishka tidak tahan mendengar ucapan Edric
"Kenapa kau masih membelanya?" Edric menatap adiknya tajam
"Apa kau sudah tidur dengannya? Jawab Alishka" Bentak Edric
"Stop it" Teriak Alishka kesal
"Ya, Aku memang sudah tidur dengannya" Bentak Alishka
David terkejut mendengar perkataan Alishka, Yang membenarkan ucapan Edric,, Dan Alishka beranjak kesampingnya, Memegang tangannya.
"Kami sudah melakukannya,, Dan aku tidak akan menyesal jika aku menyerahkan tubuhku padanya, Karena aku mencintainya" Seru Alishka masih menggenggam tangan David
"Alishka" David menatap Alishka
"Aku tidak bisa melihatmu terus disakiti" Lirih Alishka
Mendengar perkataan putrinya itu, Mama Rosa terkejut dan terduduk disofa,, Samara langsung menghampiri ibu mertuanya itu, Dia pun juga kaget mendengar hal itu,, Edric juga terdiam mendengar penuturan Alishka.
"Aku tidak perduli jika kakak tidak bisa menerima David,, Tapi aku akan tetap bersamanya" Ucap Alishka
"Ayo" Alishka menarik tangan David ikut bersamanya
Keduanya menaiki tangga menuju kamar Alishka,, Setelah pintu tertutup rapat, Barulah David melepaskan tangannya.
"Kenapa kau melakukan ini Alishka?" Tanya David, Yang masih tidak percaya
"Untuk apa bicara jujur, Jika kakak masih saja menyakitimu" Alishka menangis
"Tapi tidak seharusnya kau mengatakan hal yang tidak benar, Alishka kita tidak pernah melakukannya" David memegang bahu kekasihnya
"Lalu? Jika kak Edric menyuruhmu meninggalkanku? Apa kau akan pergi?" Tanya Alishka kesal
"Aku tau, Tuan muda akan marah besar,, Tapi aku tidak ingin orang lain beranggapan buruk tentangmu" David memeluk kekasihnya itu
"Maaf, Seharusnya aku mengantarmu pulang,, Dan ini tidak akan terjadi" David menyesal
Sepasang kekasih itu saling berpelukan,,, Disisi lain, Diruang bawah semua orang terlihat tegang.
"Ed, Ini tidak bisa dibiarkan Ed" Ucap mamah Rosa
"Jangan sampai Alishka mengandung diluar pernikahan" Mamah Rosa cemas
"Apa yang akan orang lain katakan" Mamah Rosa frustasi
"Kita harus secepatnya menikahkan mereka" Seru Edric
"Tidak bisa menundanya lagi mah" Lirih Edric
"Setelah perayaan pergantian tahun,, Mereka akan menikah akhir pekan ini" Tegas Edric
Mamah Rosa hanya mengangguk setuju,, Begitu juga dengan Samara.
"Mamah akan menyiapkan pernikahannya" Lirih mamah Rosa
"Aku akan bantu mamah menyiapkan semuanya" Samara tersenyum
__ADS_1
Bersambung.........
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻