
Pretty duduk di sebuah halte, sepertinya sekitar halte cukup sepih karena pretty saat ini sedang menunggu sendirian.
Dan dari kejauhan sepasang mata masih terus memperhatikannya.
"Tuan, saya sudah mendapatkan informasi" Ucap ken
"Tuan edric sudah meninggalkan nona pretty, dan saat ini nona..." Belum selesai ken bicara
"Aku tau" Andrian sudah menjawab
Andrian meneguk segelas wiski sambil memperhatikan pretty dari kaca mobilnya.
"Apa yang ingin anda lakukan tuan?" Tanya ken
"Ikuti terus gadis itu, rencanakan pertemuan kami seperti tidak di sengaja" Titah andrian
"Baik tuan" Ken mengangguk paham
Andrian memandangi pretty yang tengah duduk di halte.
Tidak akan ku biarkan kau lolos lagi dari ku, gadis konyol. Andrian tersenyum licik
Sementara di halte pretty sambil mendengarkan musik melalui hendsetnya.
"Kenapa tidak ada bus atau taxi yang lewat ya" Gumam pretty
"Apa aku pesan grab saja ya?" Pretty mengangguk
Pretty akhirnya memesan grab mobil dan tak lama mobil jemputannya datang.
"Dengan nona pretty" Ucap si abang grab
"Iya, saya" Pretty mengangguk
"Silahkan nona" Membuka pintu mobil
"Terimakasih" Pretty tersenyum
Tanpa pretty sadari jika grab itu sudah tersambung dengan andrian.
Mobil terus berjalan menuju hotel milik pretty,, tanpa di ketahui andrian mengikuti dari belakang.
...----------------...
Waktu sudah memasuki malam hari tepat pukul 7 malam, sebentar lagi akan tiba malam pergantian tahun.
Samara saat ini berada di kamar utama menunggu sang suami yang tidak tau kapan akan kembali,, hatinya sangat gelisah tak menentu.
"Sampai sekarang dia belum kembali" Samara menatap jarum jam di dinding
"Dimana kau" Samara mendengus
Karena merasa jenuh akhirnya samara keluar dari kamar,, terlihat suasana di rumah utama sudah ramai para pelayan dari hotel bintang 5.
Mereka menata ruangan dengan baik dan menyusun semua hidangan dan juga minuman yang tersedia,, sepertinya edric memang menyiapkan semua itu.
Samara menuruni anak tangga menuju lantai bawah yang dimana terdapat banyak pelayan berlalu lalang.
"Permisi" Samara mendekati salah seorang pelayan
"Ehh, nona muda" Pelayan itu tunduk hormat
"Apa ada yang bisa ku bantu?" Tanya samara tersenyum
Samara yang bosan diam seharian ingin membantu para pelayan dirumah itu.
"Ehh, tidak nona" Pelayan itu menolak
"Jangan melakukan apapun, biar kami yang bekerja nona" Pinta pelayan itu
"Tapi.." Samara heran
"Nona sebaiknya duduk dan menunggu saja" Pekik pelayan itu
Aku hanya ingin membantu mereka, tapi mereka mala menyuruhku duduk. Samara kesal dan pergi ke ruang tamu
Hufft, nona muda ini ada ada saja,, kalau sampai tuan edric tau istrinya membantu pelayan, bisa mati di gantung kami. Batin sang pelayan melihat samara yang pergi menjauh
Tak lama terdengar suara klekson mobil dari luar, sepertinya edric sudah kembali.
Samara yang mendengar langsung berlari keluar rumah ingin memastikan, apakah itu benar suaminya? atau bukan.
__ADS_1
Samara yang sudah di ambang pintu melihat ke arah mobil namun sang pemilik belum terlihat.
Didalam mobil edric tersenyum melihat sang istri sudah menunggunya, namun dia sengaja sedikit mengulur waktu.
"Tuan muda, kita sudah sampai" Ucap david
"Aku tau" balas edric acuh
"Sepertinya nona muda menunggu anda tuan" David juga melihat ke arah pintu rumah
"Biarkan saja dia menunggu" Edric tertawa kecil
Sementara samara masih memperhatikan mobil yang berhenti di halaman rumahnya.
"Siapa sih itu?" Gumam samara
Samara mendengus kesal hendak masuk kedalam, namun suara edric membuatnya berbalik.
"Beby" Panggil edric
"Ed" Wajah samara langsung bersinar
Samara berlari menghampiri edric dengan girang, dan langsung memeluk edric dengan erat,, kerinduannya tidak dapat di tahan lagi.
"Beby" Edric sedikit heran namun senang
"Ada apa beby?" Edric mengelus rambut istrinya
Samara melepaskan pelukannya dan menatap wajah edric.
"Kau pergi lama sekali" Rengek samara
"Kau kemana saja?" Samara cemberut
"Maafkan aku beby, jika aku membuatmu menunggu lama" Edric tersenyum
"Apa kau bertemu seorang gadis?" Tanya samara cemas
"Tidak, aku hanya bertemu dengan pretty" Balas edric
"Oh, jadi pretty" Samara mengangguk paham
"Itu tidak mungkin" Samara memajukan bibirnya
"Ya sudah ayo, ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu" Ajak edric menggandeng tangan samara
"Apa itu ed?" Samara penasaran
"Nanti kau akan tau" Edric tersenyum
Samara pun kembali ke kamar bersama edric, dan david yang merasa di kacangin pun memilih ke dapur mengambil air minum.
...----------------...
Saat ini pretty sudah kembali ke hotel miliknya,, setelah membayar ke grab, pretty langsung masuk dan menuju ruangannya.
"Selamat malam miss" Sapa bella
"Malam" Pretty tersenyum
"Miss" Panggil bella
"Ya?" Pretty berhenti dan menoleh
"Ini, ada titipan dari tuan aaron katanya untuk miss" Bella menyerahkan kotak kado
"Dari aaron?" Pretty menatap kotak kado itu
"Ya miss" Bella mengangguk
"OK, terimakasih" Pretty tersenyum dan membawa kotak kado itu
Sampai di dalam ruangannya, pretty langsung membuka kotak kado pemberian aaron.
"Hah" Pretty tercengang melihat isinya
Terlihat sebuah cincin berlian yang indah dan berkilau, dan di dalamnya terdapat sebuah pesan.
***Aku tidak tau kau menyukainya atau tidak? Tapi aku hanya ingin mengatakan, jika kau menyukainya maka pakailah cincin ini. Jika tidak di pakai maka aku akan menganggap sebagai penolakan darimu.
^^^Who loves you Aaron*** ^^^
__ADS_1
Pretty menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang tertulis di kertas ucapan itu.
"Aaron" Bibirnya bergetar, antara terharu sedih dan senang bercampur jadi satu
"Ternyata kau masih belum menyerah" Pretty menghela nafas
Pretty memandangi cincin yang ada di kotak itu, perasaan masih bimbang antara memakai atau tidak.
"Bagaimana memutuskannya? Apa yang harus ku pilih?" Pretty menggigit bibirnya bingung
Saat ingin mengambil cincin dari kotaknya, pretty di kejutkan oleh ketukan pintu.
Tok tok tok !
"Siapa?" Pretty menoleh ke pintu
"Saya miss" Bella menyahut
"Masuk"
Bella pun masuk kedalam ruangan pribadi pretty,, dan pretty langsung menyimpan kotak cincin itu di lacinya.
"Ada apa bella?" Pretty menatap bella
"Begini miss, ada salah satu costumer yang ingin merayakan malam pergantian tahun di hotel kita" Ucap bella
"Benarkah?" Pretty sedikit berpikir
"Benar miss, dan dia ingin mendapatkan pelayanan terbaik dari kita" Bella meragu
"Tentu saja,, kita memang harus memberikan pelayanan yang terbaik, apa lagi untuk costumer yang memiliki level tinggi? Bukankah itu sesuatu yang bagus" Seru pretty
"Tapi miss.." Ragu
"Kenapa bella? Katakan saja"
"Dia ingin, miss sendiri yang langsung melayaninya" Ucap bella takut takut
"Maksudmu?" Pretty masih mencerna ucapan bella
"Dia tidak mau di layani oleh pegawai hotel, dia ingin miss yang turun langsung bertemu dengannya" Jelas bella
"Baiklah, tidak masalah" Pretty mengangguk
"Mungkin dia ingin membicarakan konsepnya atau tema yang dia inginkan,, dimana aku harus menemuinya?" Tanya pretty yakin
"Dia menunggu di ruang VIP miss" Jawab bella
"OK, antar aku menemuinya" Pretty tersenyum
"Silahkan miss" Bella langsung mengantarkan
Sesaat tiba di depan ruangan VIP, bella langsung undur diri.
"Saya permisi miss"
"Bella? Kamu tidak ikut masuk?" Pretty heran
"Maaf miss, saya tidak di izinkan untuk masuk"
"Hanya miss saja yang harus masuk" Balas bella
"Oh" Pretty semakin heran
Sebenarnya siapa orang ini? Kenapa harus aku yang menemuinya. Pretty curiga
Pretty membuka pintu dan masuk kedalam ruangan VIP itu, dimana seorang pria sedang duduk menunggunya.
"Anda mencari saya?" Pretty menatap pria yang duduk membelakanginya
"Kau sangat terlambat" Ucap pria itu
Tak lama pria itu langsung berdiri berbalik badan menghadap pretty,, seketika pretty terbelalak kaget.
"Kau.." Mata pretty membulat
"Hai gadis konyol" Andrian tersenyum mematikan
Bersambung...
Kayaknya besok author gak up guys,, Gpp ya? 🙏🏻
__ADS_1