Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Robeknya Surat Perjanjian


__ADS_3

Setelah acara have lunch berakhir alvaro mengantar semua orang kembali kerumah mereka,, Alvaro lebih dulu mengantar edric dan samara lalu kemudian mengantar dominique ...


Sampai di halaman kediaman edric,, Edric dan samara pun turun dari mobil ...


"Maaf aku tidak mengantar kalian masuk kerumah ,, aku akan mengantar domi pulang" ucap alvaro


"Yes ok no problem ,, lanjutkan perjalanan mu" balas edric


"Be careful, ok" samara melambaikan tangan kepada dominique


"See you again" ucap dominique tersenyum yang juga melambaikan tangan nya..


"Sampaikan salam ku pada aunty dan alishka ,, aku tidak sempat pamit pada mereka" ucap alvaro yang kemudian melajukan mobil nya


"Of course" teriak edric yang menatap kepergian alvaro


"Ayo kita masuk ,, disini panas" ajak edric lalu menggandeng tangan samara


"Apa alvaro tidak kembali kesini" tanya samara


"Tidak, dia hanya beberapa hari disini,, dia akan kembali kerumah nya" jawab edric


Mereka pun menaiki anak tangga menuju kamar mereka...


Tak terasa waktu sudah menujukkan pukul 5 sore,, semua pegawai kantor akan pulang kerumah nya masing masing karena jam kerja sudah selesai.


"Arthur" panggil alishka yang melihat arthur di parkiran


Arthur yang melihat alishka ingin bergegas pergi,,


"Hey wait a minute" cegah alishka menghampiri


Arthur pun berhenti,, karena alishka berlari ke arah nya.


"Kenapa kau buru buru sekali? apa kau berusaha menghindar dari ku" tanya alishka dengan heran


"Apa kau masih marah soal semalam?" tanya alishka lagi


"Bagaimana aku harus menjelaskan padamu arthur, jika aku tidak tau tentang mu sama sekali ,, kalau aku tau, aku pasti akan menjaga sikap ku saat bersama mu,, aku a..." alishka belum selesai bicara, tiba tiba...


"Stop" arthur membungkam mulut alishka


"Aku tidak pernah mempersalahkan kejadian semalam, dan aku percaya kau mungkin tidak tau identitas ku .. Tapi cobalah untuk mengerti,, aku menjauh darimu, agar aku bisa menghilangkan perasaan ku padamu" lanjut arthur yang masih menutup mulut alishka


"Jadi berhentilah untuk bicara terus menerus" lanjut arthur lagi


Alishka pun menganggukkan kepala nya menandakan dia mengerti... arthur pun melepaskan tangan nya dari mulut alishka.


"Jadi kau tidak membenci ku kan?" tanya alishka


"Tidak, aku tidak pernah membenci mu.. hanya saja beri aku sedikit waktu untuk sendiri,, setelah itu semua akan kembali normal" ucap arthur tersenyum


"Benarkah? artinya kita bisa menjadi teman" alishka tersenyum senang


"Tentu saja,, kalau begitu aku pergi sekarang" balas arthur


"Bye alishka" lanjut arthur kemudian melajukan motor nya keluar gerbang...


Alishka pun menghela nafas berat...


"Sekarang bagaimana caraku pulang? mobilku ada dirumah dan kak edric sudah pergi, mobilnya juga tidak ada" alishka bicara sendiri


*apa aku naik bus saja? tapi aku tidak pernah* pikir alishka


"Ahh masa bodoh,, bukti nya banyak yang naik bus, aku tidak perlu takut" alishka tersenyum


Kemudian dia berjalan keluar gerbang,, alishka terus berjalan namun tiba tiba hujan turun membasahi bumi..


"Yah hujan" alishka celingak celinguk melihat sekitar


"Ooh disana ada halte" alishka pun berlari ke halte tesebut, tempat pemberhentian bus tentu nya.


Halte tersebut sepih tidak ada orang menunggu sama sekali,, alishka berdiri sendiri dan berteduh.. hujan yang semakin deras membuat suhu tubuh nya menjadi dingin...


"Dingin sekali" ucap alishka memeluk tubuh nya sendiri

__ADS_1


Kemudian alishka duduk dibangku yang tersedia di halte... gadis itu masih merasakan dingin di tubuh nya, di tambah pakaian nya yang sudah terlanjur basah membuat nya semakin kedinginan..


Setelah hampir 5 menit alishka menunggu bus tidak kunjung datang ... Tiba tiba alishka melihat sosok pria yang berjalan menuju ke halte,, itu membuat alishka merasa takut karena hanya dia sendiri yang ada di halte ...


Pria tersebut sudah berada di halte, pria itu duduk di bangku sebelah alishka namun masih berjarak antara dua bangku ...


Pria tersebut menatap alishka dari atas sampai bawah,, tatapan nya sungguh aneh seperti ada niat terselebung.


Alishka yang di tatap seperti itu menjadi sangat takut,,


*kenapa dia terus memandangku seperti itu? itu menyeramkan ,, kalau ku lihat di film tatapan itu berujung tidak baik, bagaimana ini* alishka bergedik ngerih melihat pria yang jarak nya tidak jauh dari nya.


Alishka pun dengan cepat mengirim pesan kepada david...


Pada jam yang sama di detik yang sama pula, david sudah berada di apartment nya ,, setelah menggantikan edric seharian di kantor dan karena dia rasa tugas nya sudah selesai,, dia pun langsung kembali ke apartment nya...


Dia membuka sepatu nya, kemudian membuka jas nya .. David mengambil sebotol air dingin didalam kulkas, kemudian duduk di sofa dan meneguk botol tersebut sampai habis... lalu dia menghembuskan nafas nya yang terasa berat.


*hari ini sungguh melelahkan ,, aku harus menghentikan pertunangan itu* ucap david dalam hati


David memejamkan mata, seketika wajah alishka terlintas di benak nya ... david pun kembali membuka mata nya.


*kenapa kau selalu ada di pikiran ku nona* david termenung...


Dan lamunan nya pecah karena sebuah getaran notif pesan di ponsel nya..


Drrt Drrt


David pun mengecek ponsel nya yang bergetar,, mata nya dengan serius membaca isi pesan tersebut..


💬From Miss Beloved :


Mobilku ada dirumah, aku tidak tau bagaimana harus pulang dan sekarang turun hujan .. Aku sedang menunggu bus di halte dekat kantor, namun ada pria aneh yang terus memandang ku. Aku sangat takut 😟💬


Ternyata itu pesan dari alishka... Begitu selesai membaca pesan david langsung bergegas pergi untuk menjemput alishka... Tanpa memperdulikan hujan yang deras david melajukan mobil nya ke jalan raya


*dasar bodoh, bisa bisa nya kau melupakan orang yang sangat penting dalam hidupmu david ,, tunggu aku nona, aku akan datang* ucap david dalam hati


David melaju dengan kecepatan tinggi,, perasaan nya sangat tidak enak .. dia begitu khawatir dengan wanita yang sangat di cintai nya itu...


Sementara edric dan samara sedang berada di kamar nya, pasutri itu asik berduaan bak pengantin baru ...


"Ada apa ed? kenapa kau mendadak sangat dekat" tanya samara pura pura tidak tau apa yang di inginkan lelaki itu..


Edric melingkarkan tangan nya dengan erat,, dia sangat suka posisi memeluk samara dari belakang,, edric menaruh dagu nya di bahu samara...


"Beby, apa kau bersedia menjadi ibu dari anakku" edric bertanya dengan lembut, wajah nya berubah sendu


Samara tertegun mendengar pertanyaan suami nya itu.. samara memegang tangan edric yang melingkar dipinggang nya.


"Tentu aku bersedia" ucap samara tersenyum menatap edric melalui cermin


"Benarkah? Thank you beby" edric sangat senang mendengar jawaban istri nya


"Tapi satu hal yang ingin ku tanyakan padamu" lanjut samara


"Apa itu beby?" tanya edric...


"Apa kau sungguh mencintai ku ed?" tanya samara dengan wajah serius


Edric yang mendengar pertanyaan samara, langsung memutar tubuh samara agar menghadap nya..


"Apa kau meragukan cinta ku beby" edric menatap samara


"Aku benar benar mencintai mu samara" lanjut edric mengatakan nya dengan tulus.


"Aku tau itu edric ,, tapi aku hanya ingin kau membuktikan nya" ucap samara menundukkan wajah nya


"Apa yang harus ku butikkan beby? katakan" balas edric menunggu jawaban samara


"Surat itu..." jawab samara, kemudian mengambil sebuah map yang berisi perjanjian pernikahan mereka


Samara memberikan surat itu kepada edric... yang telah lama dia simpan dilaci.


"Semua ini sangat memberatkan ku ed,, aku takut kau akan meninggalkan ku, aku takut suatu hari kau akan pergi dari kehidupan ku" ucap samara yang sudah mulai terisak

__ADS_1


Edric menatap surat perjanjian itu,, lalu menatap samara


"Kau tidak membutuhkan ini lagi beby" edric merobek surat perjanjian tersebut di hadapan samara,


"Kau jangan khawatir beby,, percayalah aku tidak akan meninggalkan mu,, mulai detik ini kau adalah bagian dari hidupku, dan tanpa mu aku tidak akan bisa" lanjut edric membakar serpihan kertas tersebut di tempat sampah...


Samara menangis haru,, dengan merobek perjanjian itu edric telah mengucapkan cinta setia nya...


"Terimakasih sudah sangat mencintaiku" samara memeluk edric, menangis di dalam dekapan lelaki itu


"I love you, beby" ucap edric mengusap air mata samara, kemudian mengecup kening wanita itu


"I love you too" balas samara dan langsung memeluk edric lagi....


Samara merasa sangat hangat didalam dekapan edric,, edric memeluk wanita nya dengan erat...


Ini sudah malam hari, tepat jam 7 malam ... Di ruang tamu mamah rosa sedang mondar mandir ... dapat terlihat wajah nya sangat cemas... wanita paruh baya itu terus menatap jam dinding..


"Pak hendy" teriak mamah rosa


"Iya nyonya" jawab pak hendy


"Cepat panggilkan edric" titah mamah rosa


Pak hendy langsung menuju kamar edric...


Tok tok tok !!


Edric yang sedang bercumbu dengan samara pun terkejut mendengar ketukan pintu...


Edric pun membuka pintu dan mendapati pak hendy diluar ..


"Ada apa"


"Maaf mengganggu tuan muda ,, nyonya memanggil anda tuan" jawab pak hendy


"Mamah? dimana mamah sekarang?" tanya edric


"Nyonya ada dibawah tuan, diruang tamu" jawab pak hendy


"Baiklah, aku akan turun .. kau pergilah" ucap edric


Pak hendy meninggalkan edric....


Edric pun langsung merapikan pakaian nya,, dia bergegas menyusul mamah nya..


"Ada apa ed" tanya samara yang melihat edric memakai jas nya kembali


"Mamah memanggil ku ,, aku tidak tau kenapa" ucap edric yang ingin melangkah keluar..


"Apa aku boleh ikut" tanya samara lagi


"Ya sudah,, cepat sedikit" jawab edric, lalu duluan keluar tidak ingin membuat mamah nya menunggu lama


Setelah merapikan gaun nya,, samara mengikuti edric di belakangnya..


Edric sudah berada bersama mamah rosa yang di susul oleh samara ...


"What's wrong mom? kenapa tiba tiba memanggil ku" tanya edric


"Ini sudah malam tapi adikmu belum juga kembali edric ,, mamah takut terjadi sesuatu" ucap mamah rosa dengan cemas, wanita paruh baya itu menggenggam kedua tangan nya sendiri berjalan mondar mandir sedikit panik..


"Dimana alishka? cepat kau hubungi dia ,, diluar sedang hujan" titah mamah rosa


"Sebentar mah, ku coba telfon" edric langsung menelfon nomor alishka, namun tidak dapat tersambung


"Ponsel nya tidak bisa di hubungi mah" ucap edric yang juga mulai panik


"Edric cepat cari adikmu sekarang,, mamah punya firasat buruk ed, jangan sampai terjadi sesuatu padanya ed" bentak mamah rosa, hati nya tidak tenang


"Mamah tenang dulu ya ,, alishka pasti baik baik saja mah" samara berusaha menenangkan ibu mertua nya.


Edric mencoba menghubungi david,, satu satu nya orang yang dapat di andalkan .. Namun sayang sekali panggilan nya tidak terjawab.. edric mencoba berkali kali namun tetap tidak terjawab.


"Ahhh, kenapa dia tidak mengangkat nya" bentak edric emosi....

__ADS_1


"Angkat david,, aku membutuhkan mu, cepat angkat sialan" lanjut edric yang semakin panik


Bersambung....


__ADS_2