
Mobil memasuki gerbang utama Samara melihat banyaknya lampu-lampu yang menghiasi jalan menuju rumah utama, terlihat di area samping desain taman mewah yang cantik dengan memperlihatkan bebatuan dan jalan setapak dari beton.
Taman rumah sederhana cantik ini memiliki tanaman yang minimalis, hal ini justru memperlihatkan sesuatu yang elegan.
Tak hanya keindahan saja, Samara juga melihat banyaknya petugas keamanan di rumah itu,, melihatnya saja sudah membuat samara terasa terikat.
Mobil berhenti di halaman rumah utama, Samara pun turun dari mobil,, terlihat satu mobil lagi yang menyusulnya dari belakang, David datang menghampiri Samara.
"Ini adalah tugas yang harus anda lakukan setelah menikah, anda bisa membacanya apa yang disukai dan yang tidak di sukai Tuan Edric"
David memberikan sebuah map, yang berisi beberapa lembar kertas.
*wah kau sangat keren, kau bahkan menuliskannya dengan tertata rapi,, apa aku harus menghafal semuanya? Kenapa aku terasa seperti pembantunya saja bukan istrinya* Samara menghela nafas
"Jika ada yang ingin nona tanyakan? Katakan saja"
*aku ingin merobek kertas ini dan melemparnya ke wajahmu*
"Thank you, saya akan membacanya dan menghafalnya dengan baik, tidak akan ada satu pun yang terlewatkan"
Kata-kata Samara seperti ingin mengatakan 'Akan ku hafal semua, apa kau puas'
"Dirumah yang akan nona tinggali hanya ada mamah Tuan Edric dan adik perempuan,, nona hanya perlu menghormatinya saja dan jangan cari keributan,, yang lainnya biarkan saja, tugas nona hanya melayani Tuan Edric saja" David menjelaskan kepada Samara
__ADS_1
"Okay, apa ada lagi?" Samara melipat kedua tangannya didada
David melihatnya tidak suka *Wah benar benar wanita ini sangat berani*
"Mulai besok nona bisa beraktivitas kembali dengan normal, bekerja bertemu dengan teman dan keluarga nona,, tentunya anda harus kembali ke kerumah sebelum Tuan Edric pulang, jika tidak nona akan tau akibatnya" David menatap tajam
"Okay, I understand,, boleh aku tanya satu hal"
"Silahkan nona"
"Apa aku boleh berhubungan dengan pria lain, misalnya berpacaran? Begitu" Samara tersenyum dengan wajah yang manis
David tidak menyangka dengan pertanyaan Samara *wanita ini benar benar tidak kenal takut ya, awas saja kalau kau sampai merepotkan ku nona*
David memberi peringatan 'Jangan menambah masalah untukku nona' Seperti itu lah kira-kira ya.
"Dan ya anda jangan berharap untuk melayani tuan muda di atas ranjang,, It's so impossible"
*Haha sudah gila ya? Tidak berjumpa dengannya saja aku sangat bersyukur,, justru aku sangat senang, jika perlu tidak usah menyentuhku seujung kuku pun*
"Hmmm sayang sekali, padahal wajahnya sangat mengairahkan" Samara memajukan bibirnya
*Haha kau sungguh berani nona, aku salut dengan mu,, jika wanita lain sudah pingsan dengan aturan yang di buat* David hanya geleng kepala
__ADS_1
Samara memasuki rumah utama, terlihat pada bagian ruang tamu tersebut ada sofa yang mewah berwarna krem yang tertara rapi, desain interiornya juga mengagumkan terlihat dari aransemen warna yang kosisten, hiasan yang sangat bagus ada bagian dinding yang tersusun dari batuan marmer.
Kemewahan tampak terlihat dari tirai yang menjulang tinggi pada bagian jendela kaca yang indah, ditambah lagi dengan hiasan vas bunga, hiasan-hiasan lampu meja dengan pencahayaan yang sesuai dengan lingkungan.
*tidak ada siapa pun di dalam, mungkin ibu mertua dan adik ipar sudah di dalam kamarnya masing masing*
Samara bingung harus kemana, kemudian David masuk dan memberi arahan agar menunggu di kamar Edric saja.
Samara mengikutinya menunggu Edric datang di kamar, Samara melihat sekeliling kamar,, keindahan dan kemewahan sangat terasa dari pencahayaan dan kombinasi warna putih yang ada di dalam ruangan, lampu-lampu plafon, ubin yang sejuk dan kuat juga motif-motif esklusif pada dinding dekat bed tempat tidur.
Samara juga melihat kamar mandi Edric, Di dalam ruangan ini dilengkapi dengan shower juga bak mandi untuk berendam. Agar kamar mandi menjadi lebih nyaman, diambahkan penghangat air kamar mandi (water heater).
*Waw dia benar benar seorang sultan ya, kamarnya saja besar sekali,, melebihi kamarku yang dirumah* Batin Samara
Samara masih menunggu kedatangan Edric meskipun ia tidak akan tau apa yang ia hadapi setelah menikah.
Samara mempersiapkan diri untuk berperang melawan batin, ia berfikir bisa saja ibu mertua atau adik iparnya tidak suka padanya.
Bersambung..
See you again , lanjut nya dikit dulu gpp ya author lagi demam gak bisa mikir banyak 🙏🏻
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
__ADS_1