Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Cinta Masa Lalu Alesya


__ADS_3

Hai semua, apa kabar? Pasti kalian sedikit kesal karena aku menggantung cerita ini ya hehe maaf ya 😁


Oke mari kita lanjutkan lagi kisah tuan muda ini πŸ‘ŒπŸ»


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Edric masih setia menemani istrinya di dalam kamar, saat itu David kembali dari luar dengan membawa obat yang di tebusnya dari apotek.


"Tuan, ini obat yang sesuai resep dari dokter Darren" Ucap David memberikan obat tersebut


"Baiklah, beby ayo minum obatnya" Seru Edric


"Edric, aku ingin cake" Lirih Samara dengan wajah melas


"Kau ingin makan cake?" Edric menatap istrinya


"Huumm" Samara mengangguk


"David, cepat kau beli cake dan bawa kesini" Titah Edric


"Baik tuan" David mengangguk dan langsung pergi ke luar kamar


Keinginan Nona Muda semakin menjadi-jadi seperti ingin mengerjai ku saja. Batin David jengkel


"Sayang, aku ikut ya?" Pinta Alishka memegang lengan David


"Baiklah, tapi jangan minta yang aneh-aneh? Tuan Muda tidak suka menunggu" David memperingatkan kekasihnya


"Aku tau, maaf ya? Kakak ku memang seperti itu selalu merepotkan mu" Seru Alishka


Keduanya pun keluar dari rumah utama itu dan pergi mencari cake.


Dan para orang tua yang masih ada di rumah, langsung masuk menghampiri Edric dan Samara.


"Edric, bagaimana keadaan Sam?" Tanya Mama Rosa cemas


"Aku baik-baik saja ma, tidak ada yang serius" Jawab Samara tersenyum


"Baguslah nak, kedua orang tua mu sangat panik saat kau jatuh pingsan tadi" Lirih Mama Rosa


"Sam, kau hampir membuat Mommy berhenti bernafas,, Mom sangat takut terjadi sesuatu pada mu sayang" Lirih Jane mengecup pipi Samara


Wanita paruh baya itu memeluk putrinya dengan sayang dan mengelus rambutnya,, Edric membiarkan orang tua Samara bersama dengan istrinya sementara waktu dan Edric memilih pergi ke ruang kerjanya.


"Beby, tinggallah disini bersama Mommy dan Daddy mu,, aku ingin mengecek laporan perusahaan, aku akan kembali" Edric mengangguk


"Humm, baiklah" Samara tersenyum


"Dad! Mom! Aku permisi dulu" Edric pamit kepada mertuanya


"Baiklah, urus saja dulu pekerjaan mu,, biar kami menjaga Samara" Aldebaron menepuk bahu menantunya


"Iya Dad" Edric tersenyum datar


Edric langsung beranjak ke ruang kerjanya yang tidak jauh dari kamarnya.


"Kenapa Edric pergi? Apa Samara baik-baik saja?" Gumam Pretty melihat Edric berjalan meninggalkan kamarnya


"Aku akan melihat keadaan Samara saja" Pretty hendak masuk ke kamar utama


Namun suara wanita yang tiba-tiba terdengar dari belakang membuatnya berhenti.


"Nona Pretty" Wanita itu menyapa


"Nona Alesya?" Pretty menoleh dan kaget mendapati Alesya di rumah Edric


"Ada apa? Kau terkejut melihat ku?" Alesya heran


Kenapa Alesya ada disini? Bagaimana jika akting ku dan Edric ketahuan olehnya, Mampus kau Edric tidak seharusnya kau mengakui aku sebagai kekasih mu. Batin Pretty


"Ahh tidak, aku hanya sedikit terkejut karena kau mengagetkan ku" Balas Pretty tersenyum datar


"Tapi kenapa kau ada disini? Sejak tadi aku tidak melihat mu" Seru Pretty menatap Alesya


"Ibuku mengajak ku datang kesini, aku dengar CEO dari perusahaan ternama mengadakan perayaan tahun baru di rumahnya, tapi aku sedikit terlambat, sepertinya acara ini sudah selesai" Pekik Alesya


"Siapa ibunya? Apa dia anak pejabat?" Gumam Pretty mengalihkan wajah tanpa terdengar


"Namun aku belum menemukan ibuku" Alesya melihat kesana dan kesini mencari ibunya


"Yang benar saja, siapa sih ibunya? Sampai bisa di undang ke acara Edric" Gerutu Pretty tanpa di dengar Alesya


"Humm, aku tidak tau, tapi aku dengar jika perayaan tahun baru di adakan di The Rizt London, Alvaro Rayburn yang di juluki pria terkaya di Inggris telah membooking tempat itu untuk semua tamu yang ada, mungkin saja ibumu juga berada disana" Seru Pretty berharap Alesya pergi


"Benarkah? Tapi ibuku tidak suka berkumpul dengan anak-anak muda, karena ibuku mengatakan jika datang kesini karena memenuhi undangan dari teman dekatnya saja" Pekik Alesya dan hendak berjalan menuju ruang kerja Edric


"Tapi dimana pemilik rumah ini?" Tanya Alesya sambil ingin menjelajahi rumah dan hampir melihat Edric di atas keluar dari ruangannya


"TUNGGU" Teriak Pretty


Suara teriakan pretty membuat semua terkejut dan menoleh ke tempatnya berada termasuk Edric.


"Kenapa Pretty berteriak?" Gumamnya melihat ke lantai bawah

__ADS_1


Mata Edric sukses membulat melihat seorang gadis yang membuatnya kesal sewaktu di hotel.


"Gadis itu? Berani sekali dia mengikuti ku sampai rumah" Pekik Edric dengan kesal


Edric yang berniat menghampiri tiba-tiba langkahnya terhenti karena teringat sandiwara yang dia lakukan bersama Pretty.


"Ahh sial, pasti gadis itu sudah curiga jika Pretty bukan kekasih ku" Gumam Edric mendengus kasar


Namun saat itu Aldebaron dan Jane terlihat keluar dari kamar utama,, Edric pun bergegas menghampiri mertuanya.


"Dad! Mom!" Edric menyapa


"Edric, aku pikir kau masih sibuk" Lirih Aldebaron


"Ahh tidak, hanya sedikit mengecek laporan saja" Edric tersenyum, sesekali memperhatikan Pretty dan Alesya yang ada di bawah


"Baiklah, kalau begitu kami permisi,, Samara harus istirahat agar cepat pulih, jadi kami berpikir harus pulang ke rumah" Ucap Aldebaron berpamitan


"Tapi kenapa terburu-buru? Samara sangat merindukan kalian, bagaimana kalau menginap saja?" Seru Edric tidak ingin kedua mertuanya turun kebawah dan melihat Alesya


"Menginap?" Aldebaron menatap Jane meminta pendapat


"Ya, Samara pasti sangat senang jika kalian tinggal lebih lama disini" Ucap Edric memelas


"Yang Edric katakan itu benar,, aku juga masih ingin bersama putri kita" Lirih Jane menyetujui saran Edric


"Baiklah, kalau begitu kita akan menginap disini dan besok pagi kita kembali ke rumah" Ucap Aldebaron mengangguk


"Itu bagus, ayo aku antarkan kalian ke kamar" Ajak Edric


"Ahh, sebentar ponsel ku sepertinya tertinggal di mobil,, aku akan mengambilnya dulu" Pekik Aldebaron dan ingin turun ke bawah


"Tidak perlu" Cegah Edric


"Kenapa?" Aldebaron heran begitu juga Jane menatap Edric


"Aku akan menyuruh pelayan mengambilnya, Daddy dan Mommy pasti sangat lelah, kalian sebaiknya istirahat" Lirih Edric


"Tenang saja, ponsel Daddy akan di antar oleh pelayan ke kamar" Ucap Edric mengangguk


"Ya sudah, terimakasih" Aldebaron tersenyum


Tidak ku sangka CEO kejam ini memiliki banyak perubahan karena menikah dengan putriku. Batin Aldebaron


Edric mengantarkan Aldebaron dan Jane ke kamar tamu.


"Beristirahatlah" Ucap Edric lalu menutup pintu dan meninggalkan mertuanya


Aku harus menahan mereka, sampai gadis itu meninggalkan rumah ini. Batin Edric menghela nafas


Disisi lain, Samara yang sendirian di kamar sedang mengecek ponselnya.


"Edric kenapa tidak kembali? Dan ada apa di luar? Sepertinya tadi ribut" Gumam Samara beranjak dari kasurnya


Samara membuka pintu kamar dan melangkah keluar hendak turun ke bawah,, namun Edric yang melihatnya langsung menarik tangan Samara.


Seketika Samara menempel ke tubuh Edric, saat ini mereka berdua di balik dinding dekat tangga.


"Ed" Samara mendongak


"Ed, kenapa kau...mmgghhh"


Belum menyelesaikan bicara, Edric menyambar bibir mungil istrinya dengan bibirnya.


Sentuhan kenyal dari bibir Edric meningkatkan gejolak gairah Samara.


"Aku merindukan hal ini" Bisik Edric sesaat melepas ciumannya


Melihat bibir Samara yang masih terbuka, Edric kembali mengambil kesempatan dan me..lu..mat bibir mungil istrinya itu.


Edric semakin memperdalam ciumannya dan Samara juga membalas ciuman itu sehingga permainan lidah beradu.


Edric dan Samara memejamkan mata saling menikmati dan memiringkan kepala mereka mencari posisi yang nikmat saat berciuman.


Tanpa di sadari pelayan yang tak sengaja lewat di depan mereka, melangkah dengan hati-hati takut mengganggu kemesraaan Tuan Muda dan istrinya itu.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Sementara di ruang bawah, Pretty mencari seribu cara agar Alesya tidak naik ke atas.


"Kenapa aku merasa? Kau sengaja mengulur waktu ku untuk naik ke atas" Ucap Alesya kesal


"Hah? Apa yang kau katakan? Untuk apa aku sengaja melakukan itu Nona Alesya" Pretty mengalihkan pandangannya


Edric sialan, kau membuat ku serba salah,, haruskah aku membiarkan dia mengetahui yang sebenarnya. Gerutu Pretty


"Lalu kenapa kau terus mencegah ku?" Tanya Alesya


"Mencegah mu? Aku?" Pretty membuang muka dan saat itu melihat Edric dan Samara tengah berpautan bibir di balik dinding


Kurang ajar, aku kesulitan mengatasi wanita ini,, dia justru sedang asik berciuman dengan istrinya itu, awas kau Edric. Batin Pretty tersenyum kecut


"Hahaha, siapa yang mencegah mu Nona Alesya? Aku hanya bosan dan tidak ada teman untuk mengobrol jadi aku meminta mu menemani ku disini, lagi pula ibu mu juga tidak terlihat kan" Pekik Pretty

__ADS_1


"Benarkah? Seorang wanita kesayangan CEO merasa bosan?" Cibir Alesya


Kau salah besar, wanita kesayangannya bukan aku tapi wanita itu saat ini sedang bersamanya. Pretty mendengus kasar


"Kenapa aku merasa? Kau bukan kekasihnya" Bisik Alesya di telinga Pretty


Tentu saja bukan, dia sudah menikah dan punya istri,, hei ayolah apa kau ketinggalan berita terkini? Dasar bodoh pfftt. Pretty tertawa dalam hati


"Aku kekasihnya atau bukan apa urusannya dengan mu? Dan ya lagi pula dia lebih tertarik dengan ku, dari pada dengan mu,, upss sorry" Pretty meledek Alesya yang di tolak mentah oleh Edric


Pretty memang cerdik dalam membuat orang panas, ya seperti itulah bukan hanya cerdik namun juga berani.


Kurang ajar, wanita ini berani mengejek ku. Batin Alesya geram


"Kau.." Alesya menunjuk wajah Pretty


Tapi suara berat seorang pria paruh baya mengalihkan dirinya.


"Ada apa ini?" Jack menatap Alesya yang seperti tidak menyukai putrinya


"Dad!" Pretty langsung mendekat ke Jack


Alesya terkejut ternyata pria paruh baya itu ayahnya pretty.


"Apa yang terjadi sayang? Sepertinya tidak baik" Tanya Jack melirik Alesya


"Tidak ada apa-apa Dad,, Nona Alesya tidak sengaja membuat kaki ku tersandung tadi" Ucap Pretty berbohong mengelus kakinya


"Apa?" Alesya kaget mendengar penuturan Pretty


"Kau baik-baik saja?" Jack mencemaskan putrinya


"Sedikit sakit Dad" Lirih Pretty dengan wajah yang memelas


"Wah, sungguh di luar dugaan ku, dasar ratu drama, apa dia sungguh kekasih Edric?" Gerutu Alesya tanpa terdengar yang lain


"Kenapa ribut-ribut?" Mama Rosa datang bersama Tuan Hugo dan juga Nyonya Manda


Dan ketiga orang yang ada pun menoleh.


"Kakak ipar" Jack menyapa istri dari almarhum kakaknya itu


"Jack, ada apa dengan Pretty?" Mama Rosa menatap Jack dan Pretty


"Tidak ada masalah Aunty, hanya sedikit kecelakaan saja,, aku berjalan kurang hati-hati dan tersandung kaki Nona Alesya" Jawab Pretty melirik Alesya


"Benarkah? Manda" Mama Rosa langsung menatap Nyonya Manda


"Astaga, Alesya apa benar kau melakukan itu? Apa kau sengaja?" Nyonya Manda memarahi Alesya


"Ibu, itu tidak benar" Alesya berusaha membela diri di depan orang tuanya


Nyonya Manda adalah ibunya Alesya dan Alesya ternyata putrinya Nyonya Manda.


"Kau ingin mengelak? Bodoh, minta maaf sekarang juga" Bentak Nyonya Manda


"Maafkan aku, aku tidak sengaja" Alesya terpaksa demi ibunya meminta maaf pada Pretty


"Aku sudah memaafkan mu, lain kali kita bisa menjadi teman baik Nona Alesya" Pretty tersenyum puas


"Pretty sebaiknya kau istirahat saja, pakailah kamar yang biasa kau pakai saat tinggal disini" Mama Rosa tersenyum


"Baik Aunty" Pretty menaiki tangga ke atas


"Jack menginap saja disini, kasihan Pretty" Pinta Mama Rosa


"Baik kak" Jack mengangguk


"Alesya! Aku dan ibumu berteman baik sejak kecil,, jadi aku harap kau tidak memusuhi anak-anak ku" Mama Rosa memberi peringatan


"Jika seseorang membuat anak-anak ku terluka sedikit saja,, maka aku akan melupakan semua hubungan yang sudah terjalin begitu lama" Seru Mama Rosa menatap tajam


"Manda, aku harap kau mengerti dan mengajari putrimu dengan baik" Ucap Mama Rosa melirik Nyonya Manda


"Baiklah Ros, aku permisi dan maaf atas kesalahan putriku" Ucap Nyonya Manda pamit pulang


"Humm, hati-hati Manda" Mama Rosa tersenyum


Nyonya Manda pun mengajak Alesya untuk pulang.


"Ayo pergi dari sini,, kau sudah membuat malu ibu di depan Nyonya Rosa" Pekik Nyonya Manda geram menarik lengan Alesya keluar dari rumah


"Tapi ibu, aku belum bertemu dengan Edric,, Nyonya Rosa bilang jika Pretty itu anaknya juga, berarti Edric tidak punya hubungan spesial dengan wanita itu" Pekik Alesya yang menambah amarah ibunya


"Alesya, kenapa kau begitu keras menginginkan Edric?" Bentak Nyonya Manda


"Harus berapa kali ibu bilang padamu,, Edric sudah menikah dan jangan mencoba untuk mendekatinya, itu hanya akan merusak pertemanan keluarga kita dengan keluarganya" Nyonya Manda menasehati putrinya


"Ibu harap kau tidak bertindak terlalu jauh,, lupakan Edric" Lirih Nyonya Manda


"Tapi dia itu cinta ku ibu" Lirih Alesya menahan sesak di dada


"Itu sudah bertahun-tahun yang lalu Alesya, Edric bahkan tidak mengenali mu,, dan ibu tidak ingin kau menjadi wanita perebut suami orang lain" Tegas Nyonya Manda

__ADS_1


Alesya pun melamun dalam pikirannya, hanya mengikuti ibunya untuk pulang kerumah.


Bersambung....


__ADS_2