
Pagi hari telah tiba, Samara bangun dari tidurnya ,, entah kenapa malam tadi sungguh berbeda tidak seperti biasanya,, Edric tidak secuek yang pertama dia jumpai.
Samara menatap Edric dengan lembut,, pria itu mulai memiliki tempat di hatinya, Samara bertekad untuk mempertahankan rumah tangganya ,, ia akan berusaha membuat Edric bisa mencintainya.
Samara menghias dirinya secantik mungkin, mengenakan dress hitam namun tetap make up yang natural,, Samara juga menyiapkan stelan jas untuk Edric, dan dia menunggu Edric sampai terbangun.
Edric membuka mata dan bangkit dari tempat tidur,, ia hendak mandi, dia sedikit terkejut melirik istrinya sudah rapi dan tampil cantik.
*mungkin David sudah memberitau acara pelounchingan produk baru,, karena itu dia berdandan, tapi kenapa sepagi ini ahh, terserah aku juga tidak perduli* Edric melangkah ke kamar mandi tanpa berbicara sedikit pun.
Samara yang merasa di acuhkan merasa sangat kesal *What? Dia bahkan tidak melihat ku sama sekali* Gerutu Samara
Edric telah selesai mandi,, Samara langsung mendekatinya.
"Good morning dear,, aku sudah siapkan pakaian kerja mu" Samara memberi stelan jas yang dia pilihkan
Edric melirik pakaian yang di berikan Samara,, Edric menerima pakaian itu lalu menatap Samara.
"Jangan sok perduli padaku" Edric melempar stelan jas itu ke lantai
"Sudah ku katakan padamu jangan pernah mencampuri urusan ku,, dan jangan pernah kau sentuh barang-barang ku" Edric menatap samara dengan tidak suka
Samara terkejut dan hampir menangis *kenapa dalam satu malam dia langsung berubah,, bersabar lah Samara, dia belum sepenuhnya menerimamu,, kau harus kuat*
"Baiklah, maafkan aku" Samara ingin memegang tangan suaminya, namun Edric menepisnya
"Menjauhlah dariku"
Edric langsung keluar tanpa melihat Samara,, Samara pun mengikuti Edric dari belakang.
Seperti biasa David selalu mempersilahkan tuan mudanya untuk duduk,, Samara duduk di sebelah Edric, Rosa dan Alishka juga sudah berada di meja makan.
"Perusahaan akan melounchingkan produk baru,, aku ingin kalian datang dan menghadiri acara pameran"
Edric memberitau keluarganya tentang produk baru yang akan di pasarkan.
"Mamah tidak bisa datang,, mamah ada arisan, , biar Alishka dan Samara saja yang pergi" Rosa memberi alasan karena tidak bisa hadir
"Yes, pasti akan seru,,, siapa yang akan menjadi brand ambassador untuk produk baru itu" Alishka bertanya dengan semangat
"Pastinya model yang sedang naik daun" Edric tersenyum pada adiknya
Senyuman itu membuat Alishka sudah mengetahuinya.
"Apa itu Kak Fiona?" Dengan ragu-ragu Alishka bertanya
"Yes you're right" Lagi-lagi Edric tersenyum
Mendengar nama Fiona hati Samara langsung panas,, apa lagi melihat senyuman di wajah suaminya.
"Haha, itu bagus ,, pasti akan ada banyak orang yang datang melihat" Alishka tertawa dengan terpaksa sambil melirik Samara
*Lagi dan lagi? Apa Kak Edric masih mencintai Kak Fiona* Alishka tidak tau harus berbuat apa
Edric pergi meninggalkan rumah tanpa melihat Samara,, dia hanya meliriknya melalui kaca spion mobilnya.
*No I can't fall in love, cinta itu omong kosong ,, tidak ada wanita yang bisa di percaya, aku benci wanita* Ternyata Edric masih kokoh dengan pendiriannya.
Sementara Samara yang sedih karena tidak di perdulikan keberadaannya, meminta Keiza untuk menjaga butik,, ia berniat menghadiri acara pameran tersebut.
"Alishka" Samara memanggil Alishka yang hendak pergi
"Yes, what is up" Alishka berhenti dan menoleh
"Hmm, what time does the exhibition start?" Samara bertanya waktu pameran di mulai
"Pukul 1 siang di area London Eye,, jika kau ingin pergi aku akan menjemput mu nanti" Alishka memberikan nomor hpnya
"Chat saja aku,, jika kau sudah siap"
Kemudian Alishka pergi meninggalkan Samara sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumahnya Fiona sedang menelfon seseorang.
"Kerja bagus,, kirimkan semua yang kau dapat padaku"
Fiona mematikan telfonnya.
"Ternyata kau mantan kekasih Ray,, lihat saja aku akan membuatmu menderita, hanya desainer pakaian kau ingin bersaing denganku" Fiona bicara dengan dirinya sendiri
Fiona memilih baju yang akan ia kenakan untuk pameran, ia tidak mau melewatkan kesempatan untuk mendekati Edric.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu sudah berjalan setengah hari,, sekarang pukul 12 siang, Samara mengeluarkan semua pakaian di lemarinya dan mencoba semua pakaian yang ada.
"Ini tidak cocok,, ini terlalu formal, ini juga sama saja, aahhh aku harus pakai yang mana" Samara merasa bingung,, dia menjambak rambutnya dan duduk di tepi tempat tidur.
*ayo Samara,, kau pasti bisa mendapatkan hati Edric.. jangan sampai wanita itu merebut suamimu* Seru Samara dalam hati
Kemudian Samara melihat gaun yang dia rasa pas, lalu memakainya setelah itu dia berhias dan berdandan,, setengah jam Samara bersiap kemudian dia mengirim pesan ke Alishka.
Kepada Alishka :
Aku sudah bersiap,, kita bisa pergi sekarang
Bye : Samara
Pesan Terkirim
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Fiona sedang mengendarai mobil,, ia sudah mengenakan gaun, ia ingin pergi ke salon untuk menata rambutnya.
"Masih ada cukup waktu"
Fiona melihat jam lalu berhenti di sebuah salon, ia memakirkan mobilnya di depan salon tersebut.
Terlihat dua wanita memperhatikannya dari dalam mobil.
"That's Fiona right?" Dominique menunjuk wanita yang masuk ke salon
"Iya benar itu Fiona,, dia pasti ingin bersiap untuk pameran"
__ADS_1
"Exhibition? Pelounchingan parfume baru itu"
"Yes you are absolutely right,, dia brand ambassador yang di rekrut CEO Alliance Michael, perusahaan terkenal itu makanya semua orang di undang untuk meresmikan produk itu"
Thalia menjelaskan sedetail mungkin,, kabar sudah tersebar luas tentang brand ambassador produk baru tersebut.
Seketika ide licik muncul di otak Dominique.
"Ayo kita kerjai dia" Dominique keluar dari mobilnya
"What? Dom, you're out of your mind ,, jangan cari masalah dengannya"
Thalia tau jika Fiona adalah wanita yang bisa melakukan apa saja,, namun Dominique tidak perduli.
"Sudahlah,, kau hanya perlu mengawasi saja" Dominique berjalan diam diam menuju mobil Fiona
"Domi, you're crazy ,, jika dia tau, kau bisa masuk ke daftar musuhnya"
"Aku tidak takut dengannya"
Dominique pun menusukkan paku ke ban mobil Fiona,, Thalia berjaga di depan.
"Cepat sedikit,, sebelum ada yang tau" Thalia memberi kode
"Alright, let's go" Dominique langsung masuk ke mobil
Di dalam mobil Dominique tertawa.
"Hahaha,, kita lihat bagaimana dia bisa sampai di pameran tepat waktu"
Dominique pun melajukan mobilnya menuju London Eye.
Di area London Eye sudah banyak model-model wanita berdatangan dan juga ada beberapa model pria,, mereka ingin menyaksikan pameran yang di gelar cukup mewah ini, banyak juga warga kota yang ikut menghadiri pameran.
Persiapan sudah sangat matang, David sedang mengatur para pegawai,, Edric duduk santai di ruangan yang di sediakan khusus untuknya hanya menunggu acara di mulai.
15 menit lagi pukul 1 siang acara akan segera di mulai,, Samara dan Alishka sudah sampai di area pameran, tidak ada yang tau jika istri dan adik sang CEO berada di antara kerumunan,, mereka hanya mengetahui nama istri dari presdir tampan itu Samara Caroline hanya nama itu yang tersebar di berita waktu pernikahan sang CEO.
"Wah, disini sudah ramai,, semua model terkenal pun datang juga" Alishka memperhatikan sekeliling
Mata Samara menyapu seluruh area London Eye namun dia tidak menemukan keberadaan Edric atau pun Fiona.
*dimana dia,, wanita itu juga tidak ada.. bukankah wanita itu yang akan menjadi wajah untuk iklan pameran* Samara menghembuskan nafas dengan kasar
"Kakak ipar,, ayo kita duduk di barisan pertama saja,, nanti saat Kak Edric keluar pasti terlihat" Alishka menarik tangan Samara agar mengikutinya
Mereka duduk tepat di paling depan di antara para model.
"Tunggu disini,, aku ingin beli minuman sebentar" Alishka merasa haus jadi ia pergi mencari kedai minum
"Baiklah,, jangan terlalu lama ya" Samara tidak enak kalau sendirian
Alishka ingin kembali setelah membeli minuman tiba-tiba dia terpeleset dan minuman yang dia bawah pun terjatuh,, seseorang dengan sigap langsung menarik tangannya, dan mata mereka bertemu sampai hitungan detik.
"Nona, kau baik-baik saja" David membantu Alishka berdiri
"Lain kali hati-hati saat berjalan nona" David melepaskan pegangan tangannya
"Terimakasih,, Kau selalu ada di saat aku terjatuh" Alishka tersenyum menatap David
"Hmm apa yang nona lakukan disini? Acara akan dimulai sebentar lagi, sebaiknya nona kembali" David mencoba menetralkan suasana
"Aku sangat haus,, jadi aku beli jus tapi jusnya sudah tumpah" Alishka murung melihat jus yang tadi tumpah
David memberikan sebotol minuman dingin untuk Alishka.
"Jika nona haus, nona bisa meminumnya"
Alishka menerima botol yang di berikan David.
"Baiklah, terimakasih" Alishka tersenyum lalu berjalan menuju area pameran
David yang mengikuti dari belakang senyum-senyum sendiri tanpa setau Alishka.
Alishka menghampiri Samara dan duduk di sebelahnya,, Samara melihat botol yang di pegang Alishka.
"Kau bilang ingin beli minuman,, kenapa hanya beli satu?" Samara merasa kesal,, adik iparnya tidak terpikir untuk membelikannya juga.
"Hmm sorry,, aku lupa, kalau kau mau akan ku beli lagi" Alishka ingin beranjak Samara menahannya
"Sudahlah, tidak usah,, duduk saja disini" Pinta Samara
Terlihat dua wanita cantik datang melewati Samara dan Alishka,, Dominique mengambil tempat di samping Samara, dan Thalia ikut duduk di sampingnya.
Dominique hanya melirik Samara yang berada di sampingnya,, namun Dominique tidak terlalu perduli dengan Samara.
"Hey, wanita cantik yang di sebelah mu itu Dominique,, saingannya Kak Fiona" Alishka berbisik di telinga Samara.
Samara yang mendengar pun berfikir
*saingannya fiona? Siapa lagi wanita ini apa dia juga mantannya Edric* Lagi-lagi Samara menghembuskan nafasnya
"Sudah diam,, nanti dia bisa dengar" Sahut Samara berbisik ke Alishka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di salon Fiona sudah selesai menata rambutnya,, namun di saat dia ingin menaiki mobilnya, dia terkejut melihat ban mobilnya kempes.
"What? Kenapa bisa kempes,, siapa yang melakukan ini, damn it" Fiona menendang ban mobil miliknya
"Aku harus cepat ke pameran" Fiona segera menaiki taxsi
"Go fast ,, aku sudah hampir telat" Namun jalanan sedang macet tidak bisa memotong
"Maaf nona,, jalanan sedang macet saya tidak bisa memotong jalan"
Fiona sangat kesal.
"Oh no " Fiona berteriak
Sementara di area London Eye fotografer sudah ada di lokasi.
"Excuse me sir,, dimana brand ambassadornya? Ini sudah jam 1 siang, kita harus memulai acara" Salah satu pegawai bertanya pada David, dan di dengar oleh Edric.
"David, kau yakin dia akan datang??" Edric sudah mulai emosi dia membanting apapun yang ada di dekatnya
__ADS_1
"Don't try to make me angry,, aku tidak mau tau, cepat kau hubungi dia" Edric menarik kera baju David,, sampai hampir David tercekik.
Begitulah jika singa jantan itu sedang marah, siapa pun bisa menjadi mangsanya.
"Baik tuan muda"
Edric melepaskan David,, David dengan cepat menghubungi Fiona, namun tidak dapat terhubung.
*damn it, kau ingin aku mati di tangan tuan muda,, cepat datang sialan* David sudah mulai panik
"Maaf tuan,, ponsel Nona Fiona tidak dapat terhubung" David ragu-ragu mengatakannya, takut siang jantan itu mengamuk
Edric menatap David dengan tatapan membunuh.
"Dav, do you want to die? Aku tidak ingin acara perusahaan ku menjadi berantakan, cepat kau bereskan" Saat Edric berteriak seorang fotograher memberi saran
"Sorry Mister,, saya sarankan untuk mengganti brand ambassador kita,, anda akan mengalami kerugian jika pameran sampai di batalkan"
Fotografer itu menunjuk ke arah Samara.
"Wanita yang duduk disana,, bisa menjadi wajah baru untuk produk anda tuan,, saya rasa dia memiliki aura yang cukup mempesona"
Edric dan David melihat wanita yang di tunjuk fotografer itu.
"Tuan muda, wanita itu Nona Samara tuan"
David tanda dengan istri tuannya.
"Up to you, cepat kau panggil dia dan lakukan pemotretan"
Edric memalingkan wajahnya malas melihat Samara,, kemudian dia berjalan menuju tempat yang sudah tersedia.
Event Host memulai acaranya.
"Alright everyone,, kami dari perusahaan Alliance Michael akan memperkenalkan produk terbaru kami parfume Colorkey, dan mari kita sambut presdir Alliance Michael tuan Edric Michael Edon"
Edric berdiri lalu duduk kembali di tempatnya,
Samara yang melihatnya tersenyum dan ikut bertepuk tangan.
"Waw, kakak tampan sekali" Alishka sangat bangga dengan ketampanan kakaknya
Terlihat dari jauh David menghampiri mereka,, sekilas David melirik Alishka, namun langsung bicara dengan Samara.
"Nona Samara silahkan ikut dengan saya, ini perintah tuan muda" David menyuruh Samara mengikutinya
Tanpa basa basi Samara mengiyakan ajakan David.
"Baiklah" Samara ingin bangkit, namun Alishka mencegahnya
"Hey, kenapa kakak ipar harus ikut dengan mu? Memangnya ada apa"
Alishka menatap David dengan heran.
"Nanti saya jelaskan nona, sekarang bukan waktu yang tepat"
"Nona samara silahkan"
Samara mengikuti David dan meninggalkan Alishka .
Event Host melanjutkan acara setelah di beri kode oleh David.
"Baiklah mari kita sambut Brand Ambassador kita,, wajah baru yang akan ada di parfume Colorkey nona Samara Caroline"
"Applause everyone"
Para model pun bertepuk tangan, termasuk Dominique dan Thalia.
"Haha ,, lihatlah, mereka telah mengganti brand ambassador baru,, dan wanita itu bahkan belum muncul juga"
Dominique tertawa dia sangat puas karena telah menggagalkan kontrak brand ambassador Fiona.
"You're so sly domi,, bagaimana nasibnya ya,, saat mengetahui ini" Thalia geleng kepala membayangkan nasib Fiona
"Tentu saja dia akan merasa malu, hahaha" Dominique tertawa penuh kemenangan
Samara berpose dengan elegant di atas arahan fotografer,, sepertinya Samara berusaha semaksimal mungkin, Samara tersenyum di hadapan banyak orang sambil berpromosi sesuai yang di katakan David,, Samara sedikit canggung namun tetap tenang.
Banyak orang yang juga ikut memotretnya dan beberapa model mulai tertarik untuk mencoba parfume yang di promosikan oleh Samara.
Edric melihat Samara dari jauh, dia memperhatikan namun wajahnya tetap datar.
Acara pameran pun,, di selingi dengan musical.
Fiona baru sampai di area London Eye,, Dominique langsung menghadangnya.
"Wow Fiona, kau datang terlambat? Sayang sekali acaranya bahkan hampir selesai" Dominique menatap Fiona seperti merendahkannya
"Sepertinya kau terburu-buru datang kesini,, upss kasihan" Dominique membelai pipi Fiona dengan tatapan kebencian
Fiona sangat kesal dia menarik rambut Dominique.
"Apa kau sedang meledek ku? Jadi kau yang sengaja mengempeskan ban mobil ku"
Fiona menarik rambut Dominique dengan keras,,
Dominique melepaskan tangan Fiona dengan kasar.
"Ya memang aku yang melakukannya,, dan ya aku tidak pernah takut dengan mu" Dominique mendorong tubuh Fiona.
"Kau tunggu pembalasan dariku domi" Fiona mengepalkan tangannya lalu pergi meninggalkan pameran
"Take it easy, aku tidak akan pergi kemanapun" Teriak Dominique kepada Fiona
Sampai dirumahnya Fiona menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya dia sangat marah,, apa lagi melihat Samara di televisi dia semakin mengamuk.
"Seharusnya aku yang berada disana bukan dia,, Dominique aku membenci mu" Teriak Fiona
Bersambung...
Ini dia Hasil pemotretannya..
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
__ADS_1