
David selesai menyantap makanan yang di berikan edric,, dia bersendawa.
"Terimakasih tuan untuk makanan nya,, Ini sangat enak" ucap david dengan polos nya
"Benarkah? ya wajar saja sih selerah fiona memang terbilang tinggi" edric sedikit tertawa
"-_-"
"Maksud tuan muda" tanya david
"Iya fiona yang memberikan makanan itu untuk ku tadi,, karena aku tidak ingin makan itu, ya ku berikan padamu" jawab edric tanpa beban
"Kenapa anda tidak mengatakan nya dari awal tuan" david menelan saliva nya sendiri...
*bagaimana jika makanan itu ada racun nya? aku bisa berujung di pemakaman* david bergedik ngerih memandang bekas makanan tersebut..
Edric yang memperhatikan raut wajah david yang mendadak berubah pucat...
"Hahaha"
"Kau jangan takut david ,, calm down" ucap edric sembari tertawa
"Fiona tidak mungkin meracuni ku ,, dia masih mencintai ku, dia sendiri yang mengatakan nya,, santai saja david" lanjut edric yang masih tertawa melihat wajah david yang pucat.
*nona fiona masih mencintai anda tuan,, tapi tuan kan menolak nona fiona,, bisa saja makanan ini sudah di bacai mantra kan? membayangkan saja aku sudah merinding apa lagi jika benar terjadi, bisa gila aku* david geleng kepala menepis semua pikiran nya...
"Dav,, ayo antar aku menemui samara .. aku ingin makan siang bersama nya" pinta edric sembari berjalan keluar
"Baik tuan muda" ucap david lalu mengikuti langkah kaki edric.
Masih didalam gedung Alliance Michael, tepat nya di lantai bawah.... alishka memutar kepala nya ke kanan dan kiri, seperti mencari keberadaan seseorang..
"Hey lish, aku disini .. lo cari siapa?" tanya stevi
"Ehh vi, lo lihat arthur gak?" tanya alishka balik
"Umm, tadi sempat lihat sih ,, tapi sekarang gak tau deh" stevi mengangkat bahu nya
"Ayo cepetan,, aku uda lapar nih" ajak stevi sambil memegang perut nya yang sudah berbunyi
Kedua gadis itu pun berjalan ke arah kantin... mereka sudah memesan makanan masing masing.. dan tidak lama arthur pun datang ke kantin.
Alishka pun setengah berteriak.
"Arthur, sini gabung" ucap alishka melambai tangan
Arthur pun menoleh ke arah alishka dan tersenyum...
*aku masih berusaha menghilangkan perasaan ku,, tapi bagaimana aku bisa? jika setiap hari harus bertemu dengan nya* batin arthur
"Ya sebentar,, aku pesan dulu" jawab arthur
Arthur pun berjalan menuju meja alishka dan stevi,, namun .... tiba tiba...
"Hey arthur, kita makan sama yuk .. baru ini loh kita barengan ke kantin" ajak seorang gadis yang memegang tangan nya
"Tapi..." arthur ingin menolak namun gadis itu memaksa..
"Come on,, Waktu kita tidak banyak,, sebentar lagi kita harus masuk kerja" gadis itu menarik lengan arthur agar mengikuti nya..
Arthur pun terpaksa mengikuti nya, karena waktu istirahat memang sangat sempit...
Alishka dan stevi memperhatikan dari jauh...
"Dia gak jadi bergabung" ucap alishka menghela nafas
"Kecentilan banget sih tuh perempuan,, caper banget deh" stevi melirik tidak suka
"Biarlah,, ya uda kita lanjut makan aja" balas alishka
"Tapi aku gak suka aja sama cara nya,, so jealous" stevi semakin terlihat geram
Stevi memang memiliki perasaan terhadap arthur,, namun dia menyimpan nya di dalam hati.
"Lihat respon lo kayak begini? aku curiga deh, jangan jangan lo suka sama arthur ya?" tanya alishka sambil tertawa kecil
"Apa sih? No it's impossible" jawab stevi berbohong, terlihat wajah nya sudah mulai memerah..
"Certain? Nanti lo cemburu" alishka terus meledek sahabat nya itu..
"Uda ahh, gak siap siap aku yang makan gara gara lo" stevi mengalihkan pembicaraan...
*lagian aku juga gak mau terlalu menyukai,, saingan nya berat* pikir stevi dalam hati
Mereka pun melanjutkan makan siang nya....
Di jam yang sama, tepat nya di butik TrendyStore samara sedang menyiapkan pesanan gaun milik dominique di bantu oleh keiza pegawai setia nya...
"Hati hati ya kei, gaun ini tidak boleh salah sedikit pun harus benar benar sempurna" ucap samara
"Baik kak,, oh ya kak? apa gaun ini di pesan oleh orang yang special? sampai kakak merancang nya dengan sangat teliti, gaun nya juga sangat indah" tanya keiza yang penasaran.
"Hmm, Ya bisa dibilang dia special,, karena ini kali pertama dia memesan gaun disini" jawab samara tersenyum
"Dan maaf ya uda buat kamu repot selama aku tidak datang" lanjut samara
"Hehe,, take it easy sis" ucap keiza yang juga tersenyum
Gaun tersebut akhir nya selesai...
"Finally finished" ucap keiza dengan tersenyum
"Wow thank you,, uda mau bantuin pesanan ku" samara tersenyum dengan manis, kemudian menggantung gaun itu di dalam lemari
Kemudian samara mengirim pesan kepada dominique..
💬 Kepada Miss Dominique :
Saya samara caroline pemilik butik TrendyStore .. ingin menyampaikan kepada anda bahwa gaun yang anda pesan sudah selesai,Anda bisa mengambil nya di butik kami terimakasih.
__ADS_1
Pesan Terkirim💬
Di sebuah mall, terlihat alvaro dan dominique baru keluar dari bioskop ... mereka terus bergandengan tangan.
"Dear thank you,, belakangan ini kamu selalu ada waktu buat aku, thank you very much dear" ucap dominique tersenyum
"Tidak perlu berterimakasih honey,, sudah seharus nya aku melakukan ini, maaf karena sempat mengabaikan mu beberapa hari" balas alvaro sambil menggenggam jemari dominique
"No problem honey ,, santai saja" dominique tidak berhenti tersenyum
Mereka selalu bersikap mesra,, sampai membuat semua orang yang menatap merasa iri,, seakan akan dunia milik mereka berdua dan yang lain hanya numpang.
"Apa kita harus pulang sekarang?" tanya alvaro
"Yes dear,, kaki ku juga sudah pegal setengah hari berkeliling di mall" jawab dominique tertawa kecil
"OK, aku akan mengantar mu pulang kerumah" alvaro menggandeng lengan dominique sambil berjalan menuju area parkir.
Mereka sudah berada di dalam mobil, alvaro ingin melajukan mobil nya... Namun..
Drrttt drrtt drrttt
ponsel dominique bergetar, itu membuat alvaro menatap ponsel tersebut,, dominique pun mengecek ponsel nya
"Pesan dari siapa honey?" tanya alvaro dengan penuh penekanan, bisa terlihat di mata nya pria itu curiga
"Hah, ya sebentar aku lihat dulu ya" jawab dominique
"Oh, ternyata pemilik butik ... Dia mengatakan kalau pesanan gaun ku sudah selesai" lanjut dominique
"Really? let me see" alvaro seperti nya tidak percaya, dia sedikit cemburu .. meminta dominique menunjukkan ponsel nya
"Apa kau tidak percaya padaku honey?" tanya dominique yang heran menatap alvaro
"I trust you,, aku hanya ingin melihat nya sendiri, Is it wrong?" alvaro masih merasa curiga
"Alright, you can see for yourself" ucap dominique sedikit emosi
"Antar aku ke butik jika kau memang tidak percaya,, kau bisa langsung melihat nya" lanjut dominique, kemudian memalingkan wajah nya
"OK, kita ke butik sekarang" ucap alvaro, kemudian melajukan mobil nya ke jalan raya...
Tidak lama mereka sampai di TrendyStore butik milik samara ... Dominique pun masuk ke dalam butik di susul oleh alvaro.
"Excuse me" ucap dominique menunggu pemilik butik
Samara yang mendengar suara, langsung turun ke bawah...
"Ya ada yang bisa di bantu" balas samara sambil berjalan menuju tempat dominique menunggu..
"Aku ingin mengambil pesanan gaun ku,, aku dapat notif jika gaun ku sudah selesai" ucap dominique kemudian menatap wajah samara..
Dominique sedikit tercengang...
"Oh anda nona dominique, sebentar ya" samara tersenyum kemudian mengambil gaun yang di simpan di lemari
*kenapa dia menatap ku seperti itu? apa dia sudah ingat semua nya* batin samara
"You?" ucap dominique
"Ada apa honey" tanya alvaro yang menyusul dominique di belakang nya
Mata samara membulat melihat kedatangan alvaro,,
*dia alvaro? dia memanggil nya honey? jadi dia alvaro yang sama* samara menutup mulut nya.
"Honey, dia adalah wanita yang sama, dia pemilik butik ini" dominique menunjuk ke arah samara
"Dialah wanita yang aku ceritakan itu honey, aku masih ingat wajah nya dengan jelas" lanjut dominique
Alvaro pun menatap wanita yang di tunjuk oleh dominique, ternyata benar itu samara... Alvaro pun terbelalak
*kenapa bisa bertemu seperti ini, bagaimana aku menjelaskan nya pada domi* batin alvaro
Samara yang di tatap dominique dan alvaro menjadi takut...
*apa yang dia ceritakan? apa maksud perkataan wanita ini, aku tidak mengerti* samara berusaha mencerna kata kata dominique
"Maaf nona, tapi apa maksud perkataan anda? saya tidak paham nona .. apa nona pernah bertemu dengan saya?" tanya samara pura pura tidak ingat
"Apa kau berusaha membodohi ku? sudah jelas kau pasti mengingat ku samara" ucap dominique sedikit di tekan
"Dan aku juga tau siapa pria yang membawa mu ke hotel waktu itu" lanjut dominique
Duarrr
Samara sangat kaget mendengar hal itu dari dominique ... *bagaimana dia bisa tau? apa dia yang menyuruh ray untuk menjebakku* samara berfikir hal yang buruk
"Bagaimana anda bisa tau tentang itu? apa anda yang sengaja membayar pria itu untuk menyakiti saya?" tanya samara dengan tatapan tajam
"Apa kau menuduhku? Aku tau siapa pria itu karena aku melihat nya sendiri disaat dia membawa mu ke hotel, aku ingin menolong mu namun aku kehilangan jejak .. dan aku tidak di izinkan masuk ke hotel itu" jelas dominique
Mendengar itu samara menundukkan wajah nya...
"Maafkan saya ,, sudah menuduh anda nona" samara menyesali perkataan nya
*jika bukan dia? lalu siapa? siapa yang ingin menjebakku* pikir samara
"Lagi pula untuk apa aku melakukan itu? tidak ada untung nya bagiku" tegas dominique
"Honey, mengapa kau diam saja" dominique menatap alvaro
*seperti nya alvaro pura pura tidak mengenal ku* ucap samara dalam hati
"Sebenar nya aku..." belum sempat alvaro bicara
Tap tap tap..
Terdengar suara langkah kaki memasuki butik,, ya edric dan david sudah sampai di butik..
__ADS_1
Samara, dominique, dan alvaro menoleh ke pintu masuk..
"Ed, kau disini" tanya samara berjalan ke depan
"Yes beby,, aku merindukan mu" ucap edric menarik samara agar mendekat kepada nya
Edric memeluk samara dengan erat,,
"Ed, lepaskan.. aku bisa sesak nafas kalau seperti ini" samara berusaha melepaskan pelukan edric
*ternyata mereka sudah baikan,, aku fikir suami nya akan marah* dominique tersenyum melihat edric dan samara
Edric pun melepaskan pelukan nya...
"Maaf beby" edric mengelus rambut samara, namun mata edric teralihkan
"Alvaro? you are here?" edric menatap alvaro dengan penuh tanda tanya
"Beby , what is alvaro doing here? kenapa dia ada disini bahkan sebelum aku datang" tanya edric sedikit cemburu, tanpa melihat dominique
"Ed tenanglah .. kau jangan marah dulu" samara membelai pipih edric
"Baiklah, kau tidak perlu menjawab .. aku akan meminta jawaban dari nya" edric kemudian berjalan ke arah alvaro
"Edric, please don't misunderstand" ucap alvaro selangkah mundur ke belakang
"Tell me what are you doing in my wife's boutique? hah?" edric menekan suara nya
"Aku hanya menemani kekasih ku,, tidak ada hal lain yang ku lakukan" jawab alvaro
"Beloved? jadi kau bersama kekasih mu?" tanya edric antusias
"Yes you're right" alvaro tersenyum
Dominique menatap kedua nya dengan seksama... sambil mencerna perkataan kedua pria itu.
"Baiklah, kau berjanji akan mengenalkan kekasihmu .. sekarang kenalkan aku pada nya" ucap edric tersenyum menepuk bahu alvaro
"OK, dia tepat di belakang mu" alvaro menyuruh edric untuk berbalik
Edric pun menoleh ke belakang, ternyata benar ada seorang wanita di sebelah samara...
"Honey, mendekatlah" pinta alvaro
Dominique pun mendekat ke alvaro...
"Honey, ini teman yang ingin ku kenalkan padamu .. Dia Edric sahabat ku" ucap alvaro
"Ed, ini Domi dia kekasih ku" lanjut alvaro saling mengenalkan mereka
"Nice to meet you, Mr Edric" ucap dominique tersenyum
"Nice to meet you too, Miss Domi" edric juga tersenyum
"Kenalkan ini istriku samara" edric menarik samara ke dalam dekapan nya ..
"I'm Domi, nice to know you, Miss Samara" dominique mengulurkan tangan nya..
"I'm Samara, it's nice to know you too, Miss Domi" samara menjabat tangan dominique dan tersenyum
"OK, karena kalian sudah saling kenal .. aku ingin kalian menjadi teman baik, seperti aku dan alvaro" ucap edric sedikit tertawa
"Beby, aku ingin makan siang bersama mu .. karena itu aku berkunjung kesini" lanjut edric
"Baiklah ed, kalau begitu aku akan titipkan butik kepada keiza" kemudian samara pun membereskan pesanan dominique..
"Ini gaun milik mu ,, aku sudah mengemas nya" samara memberikan gaun itu kepada dominique
"Thank you ,, what is the total price?" tanya dominique
Alvaro ingin membayar, namun samara menolak
"No, this is a gift for you" balas samara tersenyum
"Hadiah? for me?" dominique masih tidak percaya
"Kau memberikan gaun hasil rancangan mu dengan cuma cuma?" lanjut dominique
"Tidak masalah jika untuk seorang teman.. sharing is beautiful" jawab samara tersenyum manis..
Dominique terharu mendengar perkataan samara,, dia sedikit meneteskan air mata, namun mengusap kembali air mata itu..
"Aku tidak pernah bertemu teman sebaik dirimu,, Thank you" dominique memeluk samara
Samara sangat tertegun, sosok yang kejam seperti dominique bisa memeluk seseorang,, pelukan itu pun terasa hangat samara bisa merasakan ketulusan nya.. Samara pun membalas pelukan dominique.
"Ehemm" edric dan alvaro bersamaan
Mendengar itu kedua wanita pun melepaskan pelukan nya ...
"Aku sudah lapar bisa kita pergi sekarang beby" pinta edric
"Apa kalian sudah makan siang? bagaimana jika kita pergi bersama" lanjut edric
"Agree,, honey aku juga lapar" dominique membujuk alvaro
"Umm okay,, apa yang tidak untukmu" alvaro tidak pernah bisa menolak permintaan wanita nya
"David..." edric belum selesai bicara, alvaro memotong
"Ed, aku bawa mobil .. kita bisa pergi dengan mobilku,, setelah itu aku akan mengantar kalian semua" pinta alvaro
"OK,, david kau pergilah , aku akan pulang bersama alvaro" titah edric
"Baik tuan muda" david pun pergi meninggalkan mereka semua..
*tuan alvaro punya kekasih? dasar pembohong,, dia punya kekasih tapi masih ingin bertunangan dengan nona alishka,, tidak ini tidak boleh terjadi .. nona alishka tidak mungkin bahagia bersama pria bajingan seperti nya* ucap david dalam hati , kemudian melajukan mobil nya ....
Bersambung....
__ADS_1