Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Memulai Misi


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


David telah pulih seperti sedia kala. Ia sudah kembali bekerja seperti biasanya. Luka Freya juga sudah sembuh total. Bahkan kini kemampuannya sudah meningkat dengan pesat. Ia sering ikut Jordan menyelesaikan misi. Ia telah sukses menyandang predikat sebagai seorang mafia.


Perasaan Freya masih tetap sama. Mengagumi, dan mencintai Jordan dengan setulus hati. Namun ia menyimpan perasaan itu sendirian. Ia tak ingin Jordan mengetahuinya. Biarkan hubungan mereka terjalin seperti ini saja.


Malam ini mereka berempat berkumpul diruang kerja. Andrew, dan Alex sedang membicarakan pengembangan bisnisnya. Mereka menyusun strategi, untuk mengalahkan lawannya. Jordan yang saat itu sedang fokus membaca peta, sesekali ikut menyahut omongan Andrew, dan Alex.


Sedangkan Freya, ia lebih tertarik dengan botol-botol kecil yang berjajar di depannya. Botol yang berisi racun berbahaya. Selain senang memainkan pistol, Freya juga senang bereksperimen dengan racun. Sudah ada dua jenis racun, yang berhasil ia ciptakan. Cukup mematikan, dan bisa melumpuhkan lawan.


"Freya," panggil Jordan tiba-tiba.


Freya menoleh, menatap Jordan. Ternyata peta yang yang tadi ia baca, sudah kembali ia simpan dengan rapi.


"Hmmm." Jawab Freya dengan gumaman pelan.


"Apa kau tertarik dengan kantor ini?" tanya Jordan sambil menyodorkan sebuah berkas pada


Freya.


Freya menerima berkas itu, dan mulai melihatnya. Sebuah perusahaan kecil, yang bergerak dibidang properti. Perusahaan dengan nama Diamond, itu adalah perusahaan yang baru saja dikuasai Jordan. Pemiliknya entah di mana, mungkin sudah damai di bawah tanah.


"Aku kurang mengerti dengan maksud kamu." Ucap Freya sambil membolak-balikan lembaran demi lembaran berkas itu.


"Apa kau sudah siap dengan misimu?" tanya Jordan. Alex, dan Andrew menoleh menatap Jordan.


"Apakah secepat itu Jordan?" sela Alex sebelum Freya sempat menjawab.


"Lebih cepat kita bergerak, bukankah itu lebih baik Lex?" jawab Jordan balik bertanya.


"Aku setuju dengan Jordan. Karena kita juga tidak tahu, apa yang sedang Mr.X rencanakan," sahut Andrew ikut menimpali.


Freya bingung, ia menatap teman-temannya secara bergantian. Seolah meminta penjelasan, atas apa yang mereka bahas.


"Aku masih bingung, tolong jelaskan padaku, Jordan!" kata Freya, karena diantara mereka, belum juga ada yang bicara.


"Begini." Jawab Jordan sambil mendekati Freya, ia duduk disebelahnya.


"Bekerjalah di kantor Diamond, menyamarlah seperti karyawan biasa. Tugas kamu adalah mencari tahu tentang identitasnya Mr.X," sambung Jordan.

__ADS_1


Freya mengangguk. Ia kini mengerti dengan maksudnya Jordan. Ia akan menyamar menjadi orang biasa, ia akan menyelidiki identitasnya Mr.X. Tapi itu artinya, dia juga harus keluar dari rumah ini, ia akan hidup berjauhan dengan Jordan. Ahh rasanya Freya tidak rela.


"Bagaimana Fre?" tanya Jordan membuyarkan lamunan Freya.


"Baik aku setuju. Lalu aku akan tinggal di mana?" tanya Freya. Meskipun tidak rela, tapi ia harus melakukannya.


"Aku sudah menyiapkan sebuah apartemen untukmu. Letaknya tidak terlalu jauh dari kantor Diamond, tapi apartemen yang sederhana, apa kau keberatan?" tanya Jordan.


"Tentu saja tidak, aku hanya karyawan biasa, aku tidak boleh tinggal di tempat mewah." Jawab Freya.


"Kau benar, itu sebabnya aku mencarikan tempat yang tidak jauh dari kantor. Agar kau bisa pulang pergi dengan mudah, walaupun tanpa mobil," ucap Jordan, yang mendapat anggukan setuju dari teman-temannya.


"Orang luar tidak tahu, jika Diamond sudah menjadi milikku. Mereka berfikir jika Diamond masih milik Julian. Jadi hubungan kerjasama dengan relasi sebelumnya akan tetap lancar, aku percayakan padamu untuk mengurus semua itu Fre," sambung Jordan.


Freya mengangguk paham, "baiklah. Oh ya, jadi siapa pemimpin perusahaan itu?" tanya Freya.


"Orang luar akan menganggap pemimpinnya masih Julian, tapi sebenarnya kau adalah pemimpinnya. Tapi kau tenang saja, aku sudah mengutus orang untuk membantu pekerjaanmu, kau fokus saja pada misimu yang sebenarnya. Kau mengerti, Freya?" kata Jordan dengan panjang lebar.


"Aku mengerti, aku pastikan misi ini akan berhasil." Jawab Freya sambil menyunggingkan senyum miringnya.


"Aku percaya padamu," jawab Jordan sambil menepuk bahu Freya.


"Sekarang sudah larut malam, tidurlah, dan persiapkan dirimu untuk esok hari," sambung Jordan sambil melangkah pergi.


Kini tinggal Freya, dan Alex. Mereka masih terpaku ditempatnya masing-masing. Entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Jordan menaruh harapan besar padamu Fre, aku harap kamu tidak mengecewakannya," ucap Alex sambil mendekati Freya.


"Aku akan berusaha semampuku. Jordan sudah menolongku, aku harus membalas jasanya." Jawab Freya.


"Aku percaya padamu. Freya meski nanti tempat kita jauh, tapi aku selalu siap untuk membantumu, jadi jangan sungkan untuk menelfonku, saat kau memerlukan aku," kata Alex.


"Iya, kita akan selalu berhubungan," ucap Freya.


"Ya sudah, tidurlah, aku juga akan tidur," kata Alex sambil mengusap rambut Freya, kemudian ia melangkah pergi.


Kini tinggal Freya sendirian. Ia tertunduk lesu menatap lantai tempat kakinya berpijak. Besok ia harus pergi meninggalkan rumah ini, ia harus jauh dari Jordan. Kenapa hatinya tidak nyaman ya, ada perasaan sedih, dan kecewa yang bersarang dalam benaknya.


Tapi mau bagaimana lagi, ia pergi juga demi Jordan. Lelaki itu sudah menolongnya, ia harus membalas jasanya. Tanpa adanya Jordan mungkin kini Freya masih menjadi gelandangan, mengemis di jalanan hanya demi sesuap makanan. Tapi kini berkat Jordan, ia bisa menikmati hidup mewah, ia disegani orang, dan ia diberi bekal untuk balas dendam.

__ADS_1


Ahh balas dendam?


Apa tanggapan ibu tirinya, saat tahu keadaan Freya sekarang.


Takut, salut, atau tertawa dan menghina. Sudahlah apapun tanggapan mereka itu tidak penting, yang penting adalah suatu saat nanti, mereka harus membayar atas perbuatannya. Aset miliknya harus kembali padanya. Untuk apa dikasihani, mereka hanyalah orang orang munafik. Berpura-pura sayang hanya demi merampas uang. Memalukan!!


Kemudian Freya beranjak dari tempat duduknya, ia melangkah pergi menuju kamarnya.


***


Keesokan harinya Freya bangun lebih awal. Ia mengemasi beberapa barang yang akan dibawanya. Hari ini juga, ia akan memulai misinya. Ia akan tinggal di apartemen sederhana, dan bekerja di perusahaan Diamond. Ia akan mengulik informasi tentang Mr.X, secepatnya dia harus mengungkap identitasnya.


"Sudah siap Fre?" tanya Jordan saat melihat Freya menuruni tangga sambil menenteng tas besarnya.


"Sudah." Jawab Freya dengan cepat.


"Kalau begitu ayo berangkat," ajak Jordan.


"Ayo," jawab Freya sambil berjalan mengekori Jordan.


Lalu mereka berangkat menuju kantor Diamond, Jordan mengajak Freya melihat-lihat kantor itu, dan menjelaskan seluk-beluknya.


Setelah merasa paham, mereka berdua pergi menuju apartemen.


Memang tidak mewah, tapi apartemen ini cukup besar, dan nyaman bagi Freya. Jordan mengantarkannya masuk, dan menunjukkan ruangan, serta fasilitasnya.


"Jika merasa ada yang kurang, kau katakan saja Fre," kata Jordan.


"Tidak. Ini semua sudah cukup." Jawab Freya.


"Baiklah kalau begitu, jika ada apa-apa jangan lupa menelfonku. Freya aku berharap kamu bisa," ucap Jordan sambil menatap Freya.


"Aku pasti bisa Jordan." Jawab Freya dengan tegas.


Jordan menjawabnya dengan senyuman. Lalu ia memeluk Freya, "semoga hari-harimu nanti menyenangkan, aku pergi dulu ya," ucap Jordan sambil melepaskan pelukannya.


"Iya, hati-hati," jawab Freya dengan hati yang berdebar. Pelukan Jordan sangat hangat rasanya.


Freya menatap kepergian Jordan dengan nanar. Lelaki itu sudah pergi, mereka akan hidup berjauhan. Freya akan menghabiskan banyak waktunya di sini, sendirian, tanpa Jordan.

__ADS_1


Ahh ternyata cinta bisa membuat hatinya sekacau ini.


Bersambung.......


__ADS_2