Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Merayu Tuhan


__ADS_3

Tubuh Jordan menegang seketika. Mendengar kata 'maaf', pikiran Jordan semakin tak karuan. Jordan mencengkeram lengan dokter dengan lebih erat dan juga menatapnya dengan pandangan tajam.


"Kenapa Anda mengucapkan kata maaf?" tanya Jordan dengan cepat.


"Tenang, tolong tenang sebentar. Saya akan menjelaskan kondisi istri Anda." Dokter menjawab sambil menatap Jordan dengan lekat.


"Katakan, Dokter." Jordan melepaskan genggamannya.


"Istri Anda menderita kanker rahim," ucap Dokter dengan serius.


"Kanker rahim." Jordan mengulangi ucapan Dokter dengan gemetaran. Ia tak menyangka jika Freya mengalami hal sepahit itu.


"Iya. Penyakit itu akan menyebar jika tidak diobati. Pengobatan yang paling efektif adalah operasi. Namun, resikonya cukup tinggi. Setelah rahimnya diangkat, istri Anda tidak bisa memiliki keturunan," terang Dokter.


Jordan memegangi kepalanya, ia terjebak dalam pilihan yang sulit. Jauh dalam sanubarinya, ia sangat menginginkan buah hati dari wanita tercinta. Akan tetapi, tak mungkin ia mengabaikan keselamatan Freya. Lagi pula, dengan adanya kanker yang bersarang di rahimnya, apa mungkin benihnya bisa tumbuh di sana?


"Dokter, lakukan yang terbaik untuk istri saya. Jika operasi itu adalah pilihan yang tepat, lakukan saja. Tapi sebelum itu, bolehkah saya bertemu dengannya?" Jordan menyeka sudut matanya yang mulai basah.


"Silakan," jawab Dokter.


Jordan melangkah masuk dan menghampiri Freya yang terbaring lemah di atas ranjang.


Buliran bening mengalir dari sudut netranya, dan hal itu membuat hati Jordan semakin terluka.

__ADS_1


Perlahan, Jordan mendekat dan berdiri tepat di sebelahnya.


"Sayang," panggil Jordan. "Jangan menangis." Jordan mengusap air mata Freya dengan kedua jemari.


"Sayang, aku___" Freya menggigit bibir dan menggantungkan kalimatnya. Terlalu rapuh hatinya untuk mengungkapkan kebenaran.


Jordan membungkuk dan memeluk tubuh Freya dengan erat. Ia usap rambut istrinya dengan lembut, ia berusaha menenangkan dan menghentikan air mata yang terus berlinang.


"Aku tidak sempurna, aku___" bisik Freya.


"Jangan katakan itu, Sayang. Bagiku, kamu tetap sempurna dan istimewa. Aku tetap mencintaimu, apapun keadaanmu. Tenangkan hatimu dan jangan memikirkan banyak hal. Ada aku di sini, kamu tidak sendiri, Sayang," pungkas Jordan sembari mengeratkan pelukannya.


"Tapi aku sangat menginginkannya, dan aku yakin kamu pun sama," ucap Freya di sela-sela isakan.


"Sebesar apapun keinginanku untuk memilikinya, tak lebih besar dari perasaanku padamu. Aku tulus mencintaimu, Sayang, aku tidak menuntut banyak hal darimu." Jordan melepaskan pelukannya dan menyeka air mata Freya yang enggan berhenti.


"Apa maksudmu? tanya Jordan, kurang mengerti.


"Penyakit ini ada karena obat-obatan yang sering kugunakan. Kamu masih ingat 'kan, saat kita hidup bersama di Rusia? Banyak jenis racun serta penawar yang masuk ke tubuhku, semua itu yang memicu penyakit ini. Sayang, apakah ini karma untukku?" Freya menatap Jordan dengan lekat. Manik hitamnya menyiratkan kepiluan yang teramat kuat.


Jordan bergeming di tempatnya. Hatinya terserak karena kenyataan yang kembali menikam. Lagi-lagi, dirinya yang menjadi penyebab hal pahit dalam hidup Freya. Andai saja waktu itu dia tak memaksa Freya untuk menjadi umpan. Pasti wanita itu tetap baik-baik saja sampai saat ini. Ia rela hidup dalam kegelapan, tanpa cinta dan cahaya. Karena sekakit-sakitnya hidup dalam sunyi, tak sesakit saat menatap wanita yang dicintai terluka karena diri sendiri.


"Maafkan aku yang banyak menyusahkanmu. Penyesalan terbesarku adalah membawamu dalam duniaku. Maafkan aku, Sayang," bisik Jordan diiringi embusan napas yang berat.

__ADS_1


Freya tak menjawab, dia hanya memejamkan mata sembari meratapi nasibnya yang menyakitkan.


Bayangan-bayangan masa silam, melintas dalam ingatan. Tentang kekejamaannya saat merampas nyawa. Tentang kekejiannya yang menghancurkan orang lain dengan trik licik. Tentang keangkuhannya yang seolah mampu menggenggam dunia. Betapa buruk tingkah lakunya di masa lalu. Betapa besar akibat yang ditimbulkan dari perbuatannya. Kini, Tuhan telah menegakkan keadilan. Apa yang telah ia lakukan telah tiba pada titik balik. Kenyataan menuntut pertanggung jawaban atas hal buruk yang telah ia lalui.


Jordan dan Freya meratapi luka dan nestapa. Keduanya larut dalam penyesalan yang entah di mana batasnya. Setelah sekian lama meniti jalan yang salah, sekarang mereka tiba pada titian sesal. Satu demi satu kenyataan, menampar mereka dan membuatnya tersadar dari mimpi yang suram.


Disaksikan air mata yang terus berjatuhan. Keduanya memohon ampunan kepada Tuhan. Berharap untaian hal indah masih dapat diraih di masa depan, kendati tak ada kesempatan untuk memiliki buah cinta.


________


Telapak kaki yang kekar, melangkah dan memasuki masjid yang ada di kawasan rumah sakit.


Bulir-bulir air menetes dari ujung rambutnya, begitu pun dengan wajahnya, tampak basah karena air wudhu. Mata biru yang sayu, menatap sajadah yang digelar di atas lantai. Lantas ia berdiri menghadap kiblat dan bersiap menghadap Sang Ilahi.


Lelaki yang tak lain adalah Jordan, dia bersujud di hadapan Tuhan. Memohon ampunan atas dosa dan kesalahan yang telah ia lakukan, juga memanjatkan doa untuk sang istri yang sedang berjuang antara hidup dan mati.


Di masa lalu, Freya kerap kali menghadapi maut. Namun, Jordan tak pernah setakut ini. Detik ini, ia benar-benar takut dengan ujian yang mungkin saja belum berkesudahan.


Dalam kesunyian, Jordan bersimpuh dan menengadahkan tangan. Ia memejamkan mata dan melihat sketsa wajah Freya yang berada dalam kesakitan. Tanpa terasa, air matanya menetes, membasahi telapak tangan serta pangkuan. Berulang kali bibirnya bergumam, memanjatkan doa untuk keselamatan wanita yang dicintai.


"Ya Allah, jika memang Engkau tak mempercayai hamba untuk merawat titipan-Mu, hamba rela. Tapi hamba mohon, Ya Allah, selamatkan istri hamba. Ijinkan kami tetap bersama, dan berikanlah kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan-Mu. Engkau yang Maha Tahu bagaimana perasaan hamba padanya, tolong jangan menguji hamba dengan sesuatu yang berat, Ya Allah. Hamba tidak mampu jika Engkau menjauhkannya dari sisi hamba. Berikanlah ridho-Mu untuk kami, Ya Allah." Jordan menangkupkan kedua tangannya di wajah.


Jordan menangis sejenak, meluapkan beban hati yang teramat menyesakkan. Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda, Freya sedang menjalani operasi yang cukup beresiko.

__ADS_1


Jordan menunggunya dengan berdoa, ia tahu hanya Tuhan yang memiliki keajaiban. Ia pun tahu, hanya Tuhan yang punya hak atas jalan hidup hamba-Nya, termasuk batas waktu di dunia. Jordan berusaha merayu Tuhan, agar Freya tetap diizinkan berdiri di sisinya.


Bersambung...


__ADS_2