Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Mulai Menguak Identitas


__ADS_3

Alex menoleh, dan kembali mendekati Freya, "ada apa Fre?" tanya Alex.


"Aku ingat sesuatu Lex, pada hari itu aku bertemu dengan seseorang." jawab Freya sambil beranjak dari duduknya.


"Seseorang siapa?" tanya Alex sambil menatap Freya.


"Seorang pria berambut hitam, dan bermata hitam, dia membawa pistol. Aku yakin dia bukan orang biasa." kata Freya.


"Mr.X berambut hitam, dan juga bermata hitam. Mungkinkah itu dia?" kata Alex berpendapat.


"Aku juga tidak tahu. Tapi saat aku bertemu dengannya tadi malam. Aku merasa pernah melihat tatapan matanya, entah itu perasaanku saja, atau memang benar adanya." jawab Freya.


"Kau masih ingat dengan wajah seseorang itu Fre?" tanya Alex sambil memegang bahu Freya.


"Tentu saja. Saat aku melihatnya membawa pistol, aku memeperhatikan wajahnya, dan merekamnya dalam ingatanku." jawab Freya.


"Bagus. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan, untuk mengetahui siapa sebenarnya Mr.X." kata Alex.


"Kau tenang saja Lex. Aku pastikan dia akan membayar semuanya. Dia sudah membuat Jordan terluka, itu sebabnya apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah melepaskannya." kata Freya sambil mengepalkan tangannya. Raut kebencian terpancar jelas di wajahnya.


"Aku akan selalu ada bersamamu. Kita akan menghancurkan dia bersama-sama." ucap Alex sambil menepuk bahu Freya.


Kemudian Alex kembali melangkahkan kakinya memasuki ruangan, dan melihat keadaan Jordan. Sedangkan Freya turun ke lantai bawah, perutnya mulai keroncongan. Sehebat apapun Freya sekarang, nyatanya kelemahan itu masih melekat erat dalam dirinya, yaitu tidak bisa menahan lapar.


***


Keesokan harinya Jordan mulai siuman, namun hanya David yang ada di sisinya. Alex sedang pergi ke kantor, untuk mengurusi bisnisnya. Andrew sedang pergi ke pinggiran kota, untuk mengurusi transaksi perdagangan senjata ilegal. Sedangkan Freya, ia kembali bekerja, dan menjadi karyawan biasa.


"Syukurlah kau sudah sadar Jordan. Kau membuat aku khawatir saja." ucap David saat melihat Jordan mulai membuka matanya.

__ADS_1


Jordan menoleh menatap David, ia mencoba menggerakkan tangan, dan kakinya. Ahh rasa sakit itu terasa menjalar diseluruh tubuhnya. Lalu ia kembali mengingat kejadian malam itu. Untung saja masih ada jalan untuk keluar, jadi meskipun terluka, tapi setidaknya ia masih bisa diselamatkan.


Andai saja ia tetap diruangan itu, mungkin tubuhnya sudah hancur berkeping-keping.


"Terima kasih, lagi-lagi kau sudah menyelamatkan nyawaku Dav." ucap Jordan dengan pelan.


"Kali ini bukan aku yang menyelamatkanmu Jordan, tapi Freya. Jika tidak ada dia, mungkin sekarang kau hanya tinggal nama." jawab David sambil mengambilkan minuman untuk Jordan.


"Benarkah? Lalu sekarang dimana dia?" tanya Jordan. Ia menoleh ke kanan, dan ke kiri. Ruangan itu terlihat sangat sepi, hanya ada mereka berdua.


"Freya kembali bekerja, kemarin seharian dia menemanimu, tapi kau tidak bangun-bangun." jawab David.


"Begitukah?" tanya Jordan sambil tersenyum.


"Kau tenang saja, nanti malam dia pasti datang kesini. Kau tahu, dia yang mengangkat tubuhmu, dan membawamu pulang. Lalu dia juga yang mendonorkan darahnya untukmu, kau berhutang nyawa padanya kawan." kata David sambil membantu Jordan minum.


"Hah dia memang sangat licik. Oh ya tadi Alex bilang, jika Freya sempat melihat seseorang yang mencurigakan. Dan dia akan meyelidikinya, siapa tahu itu memang benar orang yang kita cari." kata David.


"Dia memang wanita yang cerdas, dan juga tangkas. Tidak salah aku memilih dia untuk menyelesaikan misi ini." gumam Jordan sambil tersenyum.


"Sepertinya dia tertarik padamu." goda David.


"Kau jangan sembarangan." jawab Jordan spontan.


"Memangnya kau tidak tertarik padanya?" tanya David sambil terkekeh.


"Kau dengar baik-baik ya. Hatiku ini sudah dipenuhi dengan nama Lyana, tidak ada tempat lagi untuk wanita lain. Kau pahami itu." jawab Jordan dengan tegas.


"Sampai kapan kau akan seperti ini Jordan? Lyana sudah tiada, sedangkan kau juga butuh masa depan. Apa kau tidak ingin memiliki istri, dan anak-anak yang lucu?" tanya David. Ia merasa prihatin dengan temannya yang satu ini. Jordan terpuruk karena kesalahan dimasa lalu, hingga dia menutup hatinya untuk semua wanita.

__ADS_1


"Orang seperti kita, tidak pantas memimpikan hal seperti itu. Aku tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya Dav. Aku tidak mau menempatkan wanita manapun dalam posisi yang berbahaya. Kau tahu kan konsekuensinya menjadi wanitaku, nyawa yang menjadi taruhannya." ucap Jordan menjelaskan tentang isi hatinya.


"Maka dari itu, carilah wanita seperti Freya. Tanpa dirimu pun dia bisa menjaga dirinya sendiri. Jadi kau tidak perlu khawatir akan gagal lagi dalam menjaga wanitamu." ucap David.


"Yah mungkin kau benar Dav, tapi untuk saat ini masih belum cukup.


Jika nanti dia berhasil dalam misi ini, mungkin aku akan mempertimbangkannya. Tapi itu juga baru mungkin." jawab Jordan dengan entengnya.


"Ah terserah kau saja. Jangan menyesal jika nanti ada orang lain yang memilikinya lebih dulu." kata David dengan kesal. Jordan hanya terkekeh melihatnya.


***


Freya duduk di kursi kerjanya. Ia masih terpaku menatap layar komputernya. Rekaman cctv sudah berhasil Freya dapatkan. Dan kini dia sudah punya dua nama yang patut dicurigai.


Yang pertama adalah pria yang menabraknya di depan toilet. Ternyata dia adalah Marcellino, pria berkebangsaan Indonesia yang bekerja sebagai tangan kanannya mafia besar.


Dan yang kedua adalah Jonathan Marquis, mafia besar yang menjadi atasannya Marcelino. Masih belum jelas, dia berasal dari negara mana, tapi satu yang pasti, dia adalah orang Asia.


Freya memutar otaknya dengan keras, kira-kira siapa yang menjadi Mr.X, tangan kanannya, atau bos besarnya?


Dari catatan yang Freya dapatkan, antara Jonathan, dan Jordan memang pernah terjadi perselisihan. Dulu Jordan pernah menjegal bisnisnya, dan itu membuat Jonathan mengalami kerugian yang cukup besar. Peristiwa itu terjadi sudah sangat lama, jauh sebelum kematiannya Lyana.


Jonathan dikenal sebagai pembisnis yang sangat pintar dalam strategi, jadi besar kemungkinan, ia juga menerapkan strategi itu dalam dunia gelapnya. Selain itu Jonathan juga dikenal sebagai pria yang kejam, dan pendendam. Siapapun yang berani mengganggunya, akan berakhir dengan kehancuran. Jadi mungkin saja peristiwa itu menjadi awal kebenciannya pada Jordan. Dan dia bermaksud menghancurkan Jordan.


Hanya saja Freya masih bingung, kira-kira siapa yang menjadi Mr.X, dirinya sendiri, atau tangan kanannya?


Atau sebenarnya Mr.X itu dua orang, jadi itu sebabnya kenapa mereka sangat sulit dilacak keberadaannya. Sepertinya teori yang ini lebih masuk akal, melihat Mr.X yang begitu berhati-hati dalam bertindak, sepertinya strategi ini memang sudah direncanakan dengan matang. Tapi sekuat apapun dugaannya, ia tetap harus mencari buktinya. Ia tidak boleh bertindak gegabah. Karena jika salah sasaran, akibatnya akan sangat fatal.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2