Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Aku Mencintaimu


__ADS_3

"Freya, ada apa? Katakan, kau ini kenapa!" teriak Jordan dengan tatapan tajam.


Tubuhnya mulai gemetaran, ia takut ada hubungan darah antara dirinya dan Freya.


"Jordan, maaf ... maafkan aku. Aku tidak tahu jika kenyataannya seperti ini, Jordan." Freya menjawab sembari membalas tatapan Jordan.


"Jadi kau mengenalnya, kau tahu siapa dia?" tanya Jordan masih dengan intonasi tinggi.


"Dia adalah ... ibu tiriku," jawab Freya dengan mata yang terpejam. Dia tidak tahu harus bagaimana seandainya Jordan murka, wanita itu telah mati di tangannya.


"Ibu tiri? Jadi, dia yang sudah membuangmu, dia yang membuatmu pingsan di pinggir jalan malam itu?" tanya Jordan dengan cepat.


"Iya." Freya mengangguk. "Maafkan aku, Jordan. Kau gagal bertemu dengan ibumu, karena aku," sambungnya.


"Argghhh!!!" geram Jordan.


Ia memukul meja di hadapannya dengan keras, dadanya terlihat naik turun menahan amarah. Freya menatapnya dengan nanar, semua sudah terlanjur, wanita yang paling berharga dalam hidup Jordan, kini sudah tiada.

__ADS_1


"Kenapa! Kenapa harus seperti ini, kenapa!" teriak Jordan meluapkan emosinya.


Bukan perbuatan Freya yang membuat ia marah, namun kenyataan yang menurutnya sangat memojokkan.


Freya kehilangan semua asetnya, karena ibunya. Lantas ia menolong wanita itu, namun secara tidak langsung, ia juga menjerumuskannya dalam dunia mafia. Dunia yang menempa Freya menjadi wanita dingin, kejam, dan tak punya perasaan. Intinya, seseorang yang mengubah kepribadian Freya adalah dia dan ibunya.


"Maafkan aku, Jordan. Aku benar-benar tidak tahu jika dia ibumu." Freya menggenggam lengan Jordan. Berharap lelaki itu masih mau membuka pintu maaf untuknya.


"Freya!" Jordan menatap Freya lekat-lekat. "Aku tidak menyalahkanmu, aku hanya kecewa dengan kenyataan," sambungnya.


"Aku paham. Kau pasti sangat sedih karena tidak bisa bertemu dengan ibumu. Kenapa baru sekarang kau mengatakan semua ini, Jordan. Andai saja kau memberitahuku sejak dulu, mungkin sekarang kau masih bisa berbincang dengan ibumu," ujar Freya dengan penuh penyesalan.


"Kau___"


"Maafkan aku, Freya." Jordan mendekap tubuh Freya dengan erat, seolah ia takut jika wanita itu akan pergi dari sisinya.


Cukup lama keduanya saling berpelukan, membiarkan hening dan senyap menyelimuti diri masing-masing. Jordan memang sedih, mendapati kenyataan bahwa ibunya telah meninggal, namun ia lebih sedih saat mengetahui bahwa ibunya yang telah merampas masa depan Freya.

__ADS_1


Seandainya saja ibunya tidak mengambil aset Freya, mungkin wanita itu tidak akan mengenal dunia mafia. Dia akan tumbuh layaknya gadis yang lain, dia tidak akan mengacaukan hidupnya seperti sekarang.


Beberapa waktu lalu, Freya adalah wanita yang ia benci, namun kini keadaan telah berubah. Rasa benci itu luruh menjadi benih-benih cinta, dan kini Jordan mulai mengakui perasaannya.


"Freya," bisik Jordan. Ia melepaskan rangkulannya, dan menatap tepat di mata Freya.


"Ada apa?" tanya Freya dengan jantung yang berdegup kencang.


"Aku sangat menyesali kenyataan ini, secara tidak langsung, Ibu dan aku yang membuatmu seperti ini," kata Jordan.


"Aku tidak apa-apa, bukankah sekarang aku juga baik-baik saja? Semua ini bukan salah Ibu, juga bukan salah kamu. Aku sendiri yang memilih keputusan ini, aku sendiri yang berniat masuk ke dunia mafia," jawab Freya.


"Freya, ijinkan aku mengisi kepingan-kepingan asa yang sempat hilang dalam hidupmu. Aku memang bukan lelaki yang istimewa, tapi aku janji akan memperlakukanmu dengan sempurna. Freya, kali ini aku bicara jujur dari dalam hatiku, bukan sekadar perasaan bersalah seperti waktu lalu," terang Jordan, tanpa mengindahkan ucapan Freya.


"Maksud kamu apa, Jordan?"


"Aku mencintaimu, Freya. Kali ini, kamu benar-benar mampu menggantikan posisi Lyana. Jauh di dalam khalbu, hanya ada nama kamu," ungkap Jordan. Tak sanggup lagi ia bersembunyi di balik perasaannya, ia akan mengejar cinta dan menjadikannya sebagai warna.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2