Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Mendekati Target


__ADS_3

Bulan purnama, menggantung terang di angkasa, ditemani ribuan bintang yang bertabur indah di langit luas. Malam yang sangat indah, dan Freya menikmatinya.


Ia berjalan sendirian menyusuri trotoar, membiarkan angin malam menerpa tubuhnya, yang hanya dibalut dress selutut. Sejak menyamar menjadi karyawan biasa, Freya lebih suka berjalan kaki. Kecuali jika tempat tujuannya memang jauh, ia akan membawa mobil. Dan malam ini kebetulan tujuannya tidak terlalu jauh.


Setelah beberapa menit kemudian. Freya menatap lurus kearah depan, ia melihat gedung kokoh, yang berdiri di hadapannya. Gedung itu adalah kantor utama dari perusahaan milik Jonathan Marquis.


Freya sengaja pergi ke tempat ini, karena siapa tahu bisa mendapatkan informasi. Freya berdiri di depan gedung itu, dan berlagak seolah-olah sedang menunggu seseorang. Dan belum ada sepuluh menit dia berdiri di sana, tiba-tiba ada seorang lelaki yang menghampirinya.


"Siapa kau?" tanya lelaki itu dengan nada datar, dan sambil menatap Freya dengan tajam.


Freya menoleh, dan memperhatikan wajahnya. Freya menunduk menyembunyikan senyumannya, target sudah di depan mata.


"Ternyata tidak sulit untuk menemukannya, benar kata Jordan, wanita cantik adalah umpan yang menarik. Untung saja dulu aku terlahir cantik, jadi bisa mempermudah urusanku dimasa depan." batin Freya dalam hatinya.


"Kenapa kau hanya diam?" tanya Jonathan, karena Freya memang belum membuka suara.


"Kau sendiri siapa?" Freya balik bertanya. Ia pura-pura gugup, karena Jonathan masih memandangnya dengan tajam.


"Kau tidak mengenaliku?" tanya Jonathan dengan heran. Baru kali ini ada seorang wanita yang tidak tahu tentang dirinya.


Freya menatap Jonathan, dan kemudian ia menggelengkan kepalanya.


Freya sudah mengantongi banyak informasi tentang Jonathan. Lelaki itu suka mengencani banyak wanita. Wajar saja, selain kaya raya, parasnya juga cukup tampan, jadi banyak wanita yang tergila-gila padanya. Dan dengan iming-iming uang, para wanita itu dengan suka rela melakukan apa saja untuk lelaki ini.


Jonathan menatap Freya dari ujung kaki, sampai keujung kepala. Waspada, itulah yang selalu dilakukannya. Sebagai pembisnis, dan mafia besar, tentu saja ia memiliki banyak rival. Jadi bukan hal yang tidak mungkin, jika rivalnya mengirimkan mata-mata yang berwujud wanita cantik.


Jonathan melihat wanita di hadapannya dengan teliti. Wanita itu memakai dress selutut, rambut lurusnya digerai begitu saja, dan olesan make up tipis di wajahnya, terlihat sangat anggun, dan sederhana. Sepertinya dia memang wanita biasa, karena dari tatapan matanya juga, tidak terlihat seperti wanita hebat.


"Aku adalah Jonathan, pemilik kantor ini. Apa kau pernah mendengar namaku?" tanya Jonathan sambil tersenyum.


Freya kembali menggeleng, "tidak." ucapnya singkat.


"Baiklah, sekarang katakan siapa namamu?" tanya Jonathan.


"Aku Freya." jawab Freya.


"Apa yang kau lakukan disini?" lagi-lagi Jonathan bertanya.


"Aku akan pulang, tapi taxi yang kupesan tidak kunjung datang." jawab Freya sambil menatap layar ponselnya.


"Kenapa kau menunggunya disini? Memangnya kau dari mana?" tanya Jonathan sambil kembali menatap Freya.


Freya memutar bola matanya, dan ia menghembuskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Aku tadi membeli sesuatu di toko itu." jawab Freya sambil menunjuk toko di seberang jalan.


"Kau membeli di sana, dan..." Jonathan belum sempat meneruskan kalimatnya.


"Kau terlalu banyak bertanya, memangnya kau siapa. Aku disini hanya menunggu taxi, kau tidak berhak menghakimiku. Kau lihat, aku berdiri di pinggir jalan, tidak menyentuh kantormu sama sekali." kata Freya dengan kesal. Bahkan ia tidak memberi kesempatan pada Jonathan untuk meneruskan kalimatnya.


"Siapa wanita ini, baru kali ini ada yang berani bicara begitu kasar padaku. Heh sangat menarik. Aku harus menakhlukkannya." batin Jonathan sambil tersenyum licik.


"Dimana rumahmu? Akuku akan mengantarkanmu." ucap Jonathan.


"Tidak." jawab Freya spontan.


"Kenapa?" tanya Jonathan sambil menaikkan alisnya.


"Aku tidak mengenalmu, siapa tahu kau orang jahat." jawab Freya sambil melangkah menjauhi Jonathan.


Jonathan terkekeh, "aku pemilik kantor ini, mana mungkin aku orang jahat." ucapnya sambil mendekati Freya.


"Diam di sini, aku akan mengambil mobilku dulu." sambung Jonathan sambil melangkah pergi.


Freya menatap kepergian Jonathan dengan tersenyum miring.


"Aku harus menyelidikinya, dia benar-benar Mr.X, atau bukan. Untung saja dia pecinta wanita, jadi aku bisa mendekatinya dengan mudah." gumam Freya dengan pelan.


Dan tak lama kemudian mobil hitam milik Jonathan, sudah berhenti di hadapan Freya.


"Tidak." jawab Freya singkat.


"Jangan keras kepala, naiklah." kata Jonathan.


Dan akhirnya Freya pun naik kedalam mobil.


"Dimana rumahmu?" tanya Jonathan setelah beberapa menit perjalanan mereka hanya diam.


"Apartemen di dekat kantor Diamond, aku tinggal di sana." jawab Freya.


Dan Jonathan hanya membalas ucapannya dengan anggukan.


"Kau masih kuliah, atau sudah bekerja?" tanya Jonathan. Ahh sepertinya lelaki ini memang banyak bicara. Jengah juga sebenarnya Freya, harus menjawab setiap pertanyaannya.


"Aku sudah bekerja." jawab Freya, tanpa ada niatan untuk bertanya balik.


"Kerja dimana?" benar kan Jonathan bertanya lagi.

__ADS_1


"Di kantor Diamond." jawab Freya dengan malas.


Dan jawabannya itu membuat Jonathan menoleh dengan spontan.


"Kau bekerja di kantor Diamond ?" tanya Jonathan dengan mengernyit heran. Ini kebetulan, atau kesengajaan? Fikir Jonathan kala itu.


"Iya, ada yang aneh?" tanya Freya. Ia menyadari keterkejutannya Jonathan.


Ada apa sebenarnya?


Apa dia tahu sesuatu?


Mungkinkah dia tahu, jika Diamond sudah dikuasai Jordan, tapi sepertinya tidak mungkin, karena Jordan sudah menutup rapat informasi itu.


Atau sebenarnya ada sesuatu dengan pemiliknya yang dulu?


Freya harus menyelidikinya.


"Tidak ada. Berapa lama kau bekerja di sana?" Jonathan kembali bertanya.


"Belum lama, sekitar satu bulan." kata Freya.


Dan Jonathan hanya menjawabnya dengan gumaman.


***


Freya berdiri di depan gedung apartemennya, ia menatap mobil Jonathan yang baru saja melaju pergi. Ahh laki-laki itu benar-benar mengantarnya pulang. Semoga saja misinya bisa berhasil dengan lancar. Lalu Freya berjalan menuju parkiran, ia mengambil mobil Eddi, dan meluncur menuju rumah Jordan.


Tadi siang Alex mengabarinya, jika Jordan sudah sadar. Hemm senang rasanya, lelaki pujaannya bisa selamat dari maut. Freya sudah tidak sabar ingin mendengar ceritanya, sebenarnya apa yang telah terjadi pada malam itu.


Setelah hampir satu jam perjalanan, akhirnya Freya sampai juga di rumah Jordan. Ia langsung masuk, dan berjalan menuju lantai atas.


Freya berjalan memasuki ruang pengobatan, tapi ternyata hanya ada David di sana.


"Dimana Jordan?" tanya Freya sambil menatap setiap jengkal ruangan itu.


"Dia ada di ruang senjata Fre." jawab David sambil fokus meracik obat.


"Hah. Apa yang dia lakukan di sana?" tanya Freya kaget.


"Lihat saja Fre. Nanti kau akan tahu jawabannya." jawab David sambil tersenyum.


Freya tak lagi menanggapi ucapan David, ia langsung keluar dan mempercepat langkahnya menuju ruang senjata. David hanya melihatnya sambil terkekeh.

__ADS_1


Setelah tiba di sana, Freya langsung membuka pintunya, dan dia sangat kaget, melihat apa yang sedang dilakukan Jordan.


Bersambung.......


__ADS_2