Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Shally Anna Kyle


__ADS_3

Dalam layar itu tertulis jelas, bahwa Calvin pernah dekat dengan seorang wanita. Hubungan mereka tidak berjalan lama, hanya beberapa bulan saja, lalu kandas tanpa alasan yang jelas.


Wanita yang bernama Shally Anna Kyle, hilang kabar setelah berpisah dari Calvin. Dan sejak saat itu, Calvin juga tidak pernah dekat dengan wanita lain. Sepenting itukah posisi Shally dalam hidupnya?


Freya mendengus kesal, dadanya sesak kala mengetahui kenyataan itu. Lelaki yang telah mencuri hatinya, ternyata pernah mencintai seorang wanita dengan begitu dalam.


"Di mana wanita ini sekarang, hubungan mereka kandas, sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi selama itu Calvin selalu sendiri, mungkinkah dia masih menunggu Shally?" gumam Freya dengan pelan.


Lalu Freya mulai mencari informasi tentang Shally, ia ingin tahu lebih banyak tentang wanita itu. Namun tak lama kemudian, Freya menggeram pelan. Ia tak mendapatkan sedikitpun informasi mengenai Shally. Seolah data diri wanita itu memang sengaja ditutup. Siapa yang melakukan ini? Satu pertanyaan yang mulai mengusik pikiran Freya.


Kemudian, Freya kembali mencari tahu tentang Calvin, ia mencoba mengulik informasi lebih mengenai hubungannya dengan Shally. Dan tak lama kemudian, ia mendapatkan gambar Calvin yang sedang bersama Shally.


Dalam gambar itu, terlihat jelas Calvin sedang duduk di sofa sambil mendekap tubuh Shally di dadanya. Freya menghela napas panjang, wajah Shally tidak terlihat, hanya postur tubuhnya saja yang tampak dengan jelas. Tinggi dan langsing, dengan kulitnya yang putih dan rambut kecoklatan.


Lagi-lagi Freya mendengus kesal, pasalnya ia tak menemukan gambar yang lainnya, hanya itu satu-satunya, padahal ia sangat penasaran, secantik apa wajahnya. Meskipun cemburu dan sedikit kesal, namun Freya sangat tertarik dengan Shally.


"Siapa sebenarnya Shally? Jika dia bukan siapa-siapa, dan tidak ada yang istimewa darinya. Tidak mungkin informasinya ditutup total. Namun siapa yang melakukan ini, mungkinkah Calvin? Tapi ini bukan hal yang sederhana, hanya menjadi pemilik Emerald, mungkinkah Calvin mampu melakukannya?" ucap Freya seorang diri. Ia berpikir keras, mencoba memecahkan teka-teki yang membuatnya penasaran.


"Aku akan mencoba mengorek informasi ini dari Calvin," kata Freya dengan pelan. Ia menyerah, karena cukup lama berkutat di depan layar, ia sama sekali tidak menemukan hal yang berarti dari Shally.


Setelah itu, Freya mulai mencari tahu tentang beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan Emerald, tak terkecuali juga mencari tahu, siapa yang pernah berselisih dengannya. Namun hingga waktu berjalan cukup lama, Freya sama sekali tak menemukan sedikitpun hal yang mencurigakan.


"Emerald benar-benar perusahaan yang bersih, bahkan nyaris tak pernah ada masalah dengan pihak lain. Lantas siapa yang mengusiknya?" gumam Freya sambil menopang dagunya.


"Banyak sekali perusaah besar yang menjalin kerjasama dengan Emerald, tapi kenapa Emerald tidak berkembang pesat? Bahkan dilihat dari data per tahunnya, Emerald malah terlihat seperti jalan di tempat, kenapa?" lagi-lagi Freya berbicara sendiri.


"Ahh tenggorokanku sampai kering memikirkan ini," ucap Freya seraya beranjak dari duduknya.


Freya berjalan keluar kamar, dan mengambil minuman dari kulkasnya. Freya meneguknya dengan cepat, lalu membawa sisanya ke kamar. Dan tiba-tiba Freya tersentak kaget, saat menyadari satu hal yang hampir terlewatkan.


"Diamond, kenapa tidak ada nama Diamond?" kata Freya sambil mempercepat langkahnya. Ia kembali mendaratkan tubuhnya di sofa, di depan komputer.


Freya kembali membaca satu demi satu nama perusahaan yang menjalin kerjasama dengan Emerald. Dan ia sama sekali tidak menemukan nama Diamond.

__ADS_1


"Kenapa? Padahal jelas-jelas Emerald bekerjasama dengan Diamond sejak lama. Dan Calvin, ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Julian, tapi kenapa perusahaan Diamond tidak terdaftar di sini. Ahh, kenapa semuanya jadi semakin membingungkan," ucap Freya seraya memijit pelipisnya.


Setelah cukup lama merenung, akhirnya Freya memutuskan untuk menjeda penyelidikannya.


"Aku pasti menemukan jawabannya, tapi tidak sekarang. Aku harus beristirahat lebih awal, besok aku punya rencana dengan Jonathan. Semoga semuanya berjalan dengan lancar." Kata Freya dengan pelan.


Lalu ia mematikan komputernya, dan beranjak dari duduknya. Ia melangkah naik ke atas ranjang, dan mulai membaringkan tubuhnya di sana. Namun hingga cukup lama, ia hanya berbaring sambil memeluk guling. Ia kesulitan memejamkan matanya, karena bayangan Calvin yang terus berputar-putar dalam ingatan.


"Argghh!" Geram Freya dengan kesal. Ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Seperti inikah cinta?


Pengaruh Clavin melebihi saat ia masih mengagumi Jordan.


***


Di bawah terik sang surya yang menyengat kulit, di antara debu-debu yang beterbangan diterpa angin tak berhaluan. Freya berjalan menyusuri trotoar, ia hendak pergi ke kafe yang tak jauh dari apartemennya. Ia menerima ajakan Jonathan untuk minum dan makan siang bersama.


Dalam balutan dress pendek tanpa lengan, rambut tergerai indah dengan sedikit aksesoris di bagian depan. Kaki jenjang yang dihiasi high hells, Freya menjelma menjadi sosok yang anggun dan memesona. Siapa sangka jika dia adalah mafia yang sangat kejam.


"Dasar pria hidung belang," batin Freya sambil meneruskan langkahnya.


"Maaf aku terlambat," ucap Freya sambil tersenyum. Lalu ia duduk di hadapan Jonthan.


"Tidak apa, aku juga baru datang." Jawab Jonthan sembari menatap Freya lekat-lekat.


"Wanita yang sangat cantik, aku pasti akan mendapatkanmu," batin Jonathan sambil tersenyum miring.


Menurut penyelidikan Marcel, Freya adalah karyawan biasa. Ia sama sekali tidak ada hubungannya dengan Julian. Berkat Marcel juga, ia bisa menghubungi Freya, dan mengajaknya bertemu di sini. Selanjutnya, Jonthan yakin jika malam-malamnya akan ditemani oleh wanita cantik yang sekarang sedang duduk di hadapannya.


"Bagus kalau kau terpesona, dengan begitu akan lebih mudah untuk mengantarmu ke neraka. Baru saja aku berencana untuk melenyapkanmu, dan tiba-tiba kau menawarkan diri untuk bertemu. Hah baguslah, setidaknya mengurangi sedikit pekerjaanku." Batin Freya dalam hatinya.


Setelah itu mereka memesan makan dan minuman. Sembari menunggu, mereka berbincang dan sesekali tertawa bersama.

__ADS_1


"Freya, setelah ini, maukah kamu menemaniku sebentar?" tanya Jonathan sambil menggenggam tangan Freya.


"Ke mana?" Freya balik bertanya.


"Ke apartemenku, tidak jauh dari sini. Ada barang yang harus aku ambil, setelah itu aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Kau mau?" tanya Jonthan.


"Tentu saja." Jawab Freya dengan sungguh-sungguh.


"Ternyata tidak sesulit yang kubayangkan. Pesonaku, siapa yang mampu menolaknya." Batin Jonathan dalam hatinya.


"Tapi, kalau boleh tahu kau ingin mengajakku ke mana?" tanya Freya sambil tersenyum.


"Suatu tempat yang sangat indah," jawab Jonthan sembari membelai lembut jemari Freya.


"Aku akan membawamu ke surga dunia, aku akan membuatmu terbang ke awang-awang, aku pastikan kau tidak akan pernah bisa melupakannya." Batin Jonthan dalam hatinya.


"Kau bersikap seperti ini, apakah kekasihmu tidak marah?" tanya Freya sambil mengerlingkan matanya.


"Tidak ada kekasih, hanya kamu wanita yang sedang dekat denganku," jawab Jonthan tanpa ragu-ragu.


"Benarkah? Tapi aku rasa kita belum sedekat itu," ucap Freya dengan pelan.


Belum sempat Jonathan menjawab ucapan Freya, tiba-tiba pelayan sudah datang mengantarkan pesanan mereka. Terpaksa Jonthan melepaskan genggamannya, dan meredam bayangan liar yang mulai menguasai otaknya.


"Ayo makan," ajak Jonathan tanpa mengalihkan pandangannya. Ia tetap menatap Freya lekat-lekat.


"Iya." Jawab Freya.


Lalu keduanya mulai larut dalam makanan dan pikirannya masing-masing. Jonathan merancang rencana untuk meniduri Freya. Sedangkan Freya, ia menyusun rencana untuk melenyapkan Jonthan.


Sekitar setengah jam kemudian, Jonthan dan Freya beranjak dari duduknya. Mereka melangkah pergi, meninggalkan kafe itu.


Jonthan dan Freya masuk ke dalam mobil, keduanya duduk bersebelahan, dan mulai meluncur menuju apartemen milik Jonthan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2