Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Aku Juga Mencintaimu


__ADS_3

Freya menelan salivanya, pengakuan Calvin benar-benar membuatnya tercekat. Namun dengan kenyataan ini, hati Freya malah tergerak untuk menerima cintanya. Freya tertantang untuk menjalin hubungan bersama lelaki yang memiliki perasaan diluar batas kewajaran. Freya akan mendengarkan kata hatinya, yang sebenarnya juga sempat memimpikan kehadiran Calvin di sisinya.


Selain tentang perasaan, Freya juga beranggapan bahwa Calvin adalah kandidat yang tepat untuk menjadi pasangannya. Dirinya adalah wanita mafia, dunianya sangat berbahaya. Dia membutuhkan lelaki yang kuat dan tidak lemah. Dan Calvin, dari cerita masa lalunya, Freya yakin Calvin bukanlah orang yang sederhana.


Di awal perjalanannya, Freya berjanji akan mencari pasangan seorang mafia. Karena hanya yang satu profesi yang pasti bisa menerima dirinya. Ia menambatkan hatinya pada Jordan, namun sayang seribu kali sayang, lelaki itu mematahkan harapan Freya. Jordan mencintai kekasihnya, dan menutup hatinya untuk wanita lain.


Seiring waktu yang terus berjalan, Freya bertemu Calvin dan hatinya perlahan terusik olehnya. Dia bukan mafia, tetapi dia pernah menjadi pembunuh. Mungkin bukan hal yang sulit bagi Calvin untuk menerima status Freya.


Ketika Freya masih menata hatinya, tiba-tiba ia tersentak, ia teringat dengan satu keganjalan yang nyaris ia lewatkan.


"Jika yang membunuh Shally adalah Calvin, lantas siapa yang menutup informasi tentangnya. Mungkinkah Calvin, sanggupkah kiranya dia melakukan itu?" batin Freya sambil tetap menilik wajah Calvin.


"Siapa sebenarnya Calvin, apakah dia orang yang sangat hebat, ataukah dia punya seseorang yang menopangnya dari belakang? Ahh semakin membingungkan," sambung Freya dalam hatinya.


"Freya, apa jawabanmu?" tanya Calvin, karena Freya masih saja terdiam dalam waktu yang cukup lama.


"Aku juga mencintaimu, aku siap menjadi kekasihmu, dan aku tidak akan pernah selingkuh," jawab Freya dengan tegas, sembari mengulas senyuman lebar.


"Emerald punya hubungan yang baik dengan Diamond. Dengan menjadi kekasih Calvin, aku bisa memanfaatkan posisi ini untuk mengorek informasi yang lebih. Mengingat kata-kata Jonathan, Mr.X pasti adalah orang yang berada dibelakang Diamond. Aku harus mengungkap semuanya sampai tuntas." Ucap Freya di dalam hatinya.


"Kau yakin dengan pilihanmu, Freya?" tanya Calvin.


"Sangat yakin. Aku tahu kamu lelaki yang setia, aku pasti bahagia bersamamu," jawab Freya sambil tersenyum.


"Aku adalah mafia, kalaupun aku bersalah dan kamu tidak terima. Apa yang bisa kamu lakukan, membunuhku? Itu hanya ada dalam mimpimu," batin Freya sambil menarik ujung bibirnya dengan lebih lebar.


"Aku sangat senang mendengarnya. Cinta ini tulus Freya, tolong jangan khianati aku. Jadikan aku satu-satunya lelakimu," kata Calvin sembari menarik tubuh Freya, dan membawanya ke dalam pelukannya.


Freya membalas pelukan Calvin, perlahan rasa hangat mulai menjalar dari lubuk hatinya. Freya memejamkan kata, mencoba memahami perasaannya sendiri.


Apakah ini benar-benar cinta, ataukah sekadar siasat untuk menggali informasi demi suatu misi?

__ADS_1


Entahlah, Freya pula tak mampu menemukan jawabannya.


Namun satu yang hal yang pasti, dia merasa nyaman saat bersama dengan Calvin. Dia merasa hangat saat Calvin mendekapnya dengan erat.


"Kamu sudah menerimaku, kedepannya kebahagiaanmu adalah prtioritasku. Aku sangat mencintaimu Freya, kamu yang membuat rasa cinta ini kembali menyala. Tolong jaga agar tidak meredup apa lagi padam," bisik Calvin di dekat telinga Freya.


"Aku akan berusaha," jawab Freya juga dengan suara yang pelan.


Setelah cukup lama larut dalam sebuah pelukan, kini Calvin melepaskannya. Ia menatap Freya sambil tersenyum. Freya juga membalas senyuman Calvin, dan ia juga menikmati tatapan manik biru yang menenangkan.


"Oh ya, bagaimana masalahmu yang kemarin?" tanya Freya sambil memutus pandangan mata keduanya.


"Sedikit membaik." Jawab Calvin.


"Kau sudah tahu siapa orang yang berusaha mengusikmu?" tanya Freya.


"Belum," jawab Calvin sambil menggeleng.


"Lalu?"


"Vin, aku sudah terlanjur bekerja di Diamond. Dulu aku sangat butuh pekerjaan, dan Pak Julian memberikannya padaku. Masa sekarang aku harus pindah begitu saja, tidak enak Vin." Jawab Freya.


Calvin menghela napas panjang, lalu ia mengusap wajahnya dengan kasar. Seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya, namun entah apa, Freya sama sekali tak mampu menebaknya.


"Baiklah, aku mengerti." Kata Calvin setelah diam untuk beberapa saat lamanya.


"Apa yang sebenarnya kau pikirkan Vin, terkadang aku merasa ada sesuatu yang berusaha kau tutupi. Apakah suatu saat nanti aku bisa mengetahui semua rahasiamu Vin," batin Freya sambil menilik wajah Calvin.


***


Satu minggu telah berlalu, sejak Freya menjalin hubungan dengan Calvin. Setiap pagi dan malam Calvin selalu meneleponnya, walaupun hanya sebentar. Dan dua hari yang lalu, Calvin memberikannya coklat dan bunga. Freya merasa ada yang berbeda dengan dirinya. Ia memiliki kehidupan layaknya wanita pada umumnya.

__ADS_1


Kendati ia menjalin hubungan dengan Calvin, yang terus mengingatkannya untuk tidak selingkuh. Namun Freya tetap menjalani kehidupannya dalam dunia gelap. Ia masih tetap mencari tahu siapa Mr.X, dan tetap membuat kekacauan demi memancingnya keluar. Freya seringkali datang ke markas, menemui Jordan dan yang lainnya. Ia melakukan ini tanpa sepengetahuan Calvin.


Seperti halnya malam ini, Freya sedang duduk manis di sebuah ruangan bersama Jordan dan Alex. Mereka membahas tentang penyelundupan senjata ilegal yang mengalami sedikit masalah.


Ada tikus-tikus kecil yang mencoba menghalangi bisnis Jordan. Dan kini mereka sedang menyiapkan perangkap untuk membuat mereka jera.


"Di mana Andrew?" tanya Freya setelah mereka selesai menyusun siasat.


"Dia keluar kota, katanya ada sedikit masalah dengan bisnis di sana." Jawab Jordan.


"Sendiri, biasanya dia mengajakmu Lex," ucap Freya sambil menoleh dan menatap Alex.


"Katanya tidak terlalu rumit, bisa diatasi sendiri. Dia menolak saat aku akan ikut, dia menyuruhku untuk tetap di sini." Jawab Alex.


Freya terdiam, kecurigaannya semakin meningkat. Namun ia masih belum berani mengutarakan pendapatnya. Beberapa hari terakhir, Andrew sering pulang pergi tanpa alasan yang jelas.


"Andrew, ke mana sebenarnya dia. Apa aku salah jika mencurigainya? Tapi jika Diamond memang perangkap, pasti orang dekat yang bisa melakukan itu. Terlebih lagi Andrew yang merekomendasikan Diamond. Aku rasa kecurigaanku cukup beralasan." Batin Freya dalam hatinya.


"Fre, apa yang kau pikirkan?" tanya Jordan sambil menatap Freya.


Freya menghela napas panjang sebelum menjawab pertanyaan Jordan.


"Aku tidak mungkin bicara tentang Andrew, aku belum punya bukti yang kuat. Ini hanya berdasarkan opiniku saja. Tapi, aku akan menggunakan kesempatan ini untuk memberitahu Jordan tentang Calvin." Ucap Freya dalam hatinya.


"Jordan!" panggil Freya.


"Hmmm." Gumam Jordan.


"Bagaimana pendapatmu, seandainya aku punya kekasih?" tanya Freya dengan jantung yang berdetak cepat. Dia menunggu jawaban Jordan dengan harap-harap cemas.


Mungkinkah Jordan akan marah, karena dia bermain cinta sebelum menyelesaikan misi?

__ADS_1


Ataukah dia akan bersikap biasa saja?


Bersambung...


__ADS_2