Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Jordan Selamat


__ADS_3

"Apa maksud kamu David?" teriak Freya sambil mencengkeram bahu David dengan keras.


Freya sudah hilang kendali, ia takut jika kembali dihadapkan pada kenyataan pahit.


David meringis menahan sakit dibahunya.


"Tenang Fre, bukan itu maksudku." jawab David.


"Cepat katakan dengan jelas. Apa yang terjadi dengan Jordan, kenapa kamu bilang maaf?" tanya Freya dengan gemetar.


"Jordan belum sadar, tapi keadaannya sudah stabil. Hanya saja dia kehilangan banyak darah. Golongan darahnya O, aku tidak bisa mendonorkan darahku, yang bisa melakukannya kamu, tadi aku ingin menanyakan kesediaan kamu. Kamu mau atau tidak?" jawab David menjelaskan maksudnya.


Freya bernafas lega, lalu ia melepaskan cengkeramannya.


"Aku bersedia." ucap Freya dengan sungguh-sungguh.


"Lakukan sekarang juga." sambung Freya.


"Baik." jawab David.


Lalu mereka berdua masuk kedalam ruangan, Freya kembali melihat tubuh Jordan yang penuh luka. Ahh lagi-lagi air matanya mengalir tanpa permisi.


***


Dalam keremangan malam seorang wanita paruh baya sedang berdiri di depan pintu rumahnya.


Beliau terlihat gelisah, seperti sedang menunggu seseorang.


Beliau adalah Bu Dewi, Ibu tirinya Freya Ollivierra.


"Mama." panggil seseorang dari dalam rumah.


Bu Dewi menoleh, dan menatap anaknya.


"Ada apa Sherin?" tanya Bu Dewi.


"Mama kok diluar terus. Aku sendirian di dalam. Masuk yuk Ma." ucap Sherin merajuk.


"Mama lagi menunggu kakak kamu Sher, sudah hampir tengah malam, tapi belum pulang." jawab Bu Dewi.


"Lagi di jalan mungkin Ma. Ditunggu di dalam saja yuk." ucap Sherin sambil menarik lengan Ibunya.


"Ahh kamu ini, sudah besar tapi masih manja." kata Bu Dewi sambil mencubit pipi Sherin.


"Bukan manja Ma, tapi sayang." jawab Sherin sambil tersenyum.


Bu Dewi hanya mejawabnya dengan cibiran.


Lalu mereka berdua masuk kedalam rumah.


"Kamu tidak segera tidur Sher?" tanya Bu Dewi saat melihat Sherin kembali menonton tv.


"Ini kan malam minggu Ma, tidak apa-apa kan tidur larut malam. Besok tidak sekolah." jawab Sherin.

__ADS_1


Sherin saat ini sedang duduk dibangku kelas 1 SMA.


Beberapa menit kemudian, pintu terbuka. Tampak di sana seorang gadis cantik sedang tersenyum ceria.


"Mama, Sherin, kalian belum tidur?" tanya Sera sambil melangkah mendekati Ibu, dan adiknya.


"Mama itu menunggu kamu. Sudah jam berapa ini." jawab Bu Dewi sambil menatap Sera.


"Baru jam sebelas Ma. Oh ya ini ada oleh-oleh buat Mama. Devan baik sekalikan." kata Sera sambil memberikan paper bag kepada Ibunya. Devan adalah kekasih Sera.


"Buat aku mana Kak?" tanya Sherin.


"Ini buat kamu." jawab Sera sambil memberikan paper bag yang lainnya.


"Asyik. Aku bawa ke kamar ya Kak." ucap Sherin sambil beranjak menuju ke kamarnya.


"Devan kenapa bisa seroyal itu sama kamu? Ini bukan barang murah lho Ra." tanya Bu Dewi sambil memegang baju yang baru saja diberikan oleh Sera.


"Namanya juga cinta Ma. Lagi pula dia kan anak orang kaya, uang tidak ada artinya buat dia." jawab Sera.


"Kamu yakin?" selidik Bu Dewi.


"Ya yakin lah Ma. Mama tidak percaya sama aku?" tanya Sera.


"Bukan tidak percaya, Mama cuma khawatir saja. Kamu kelak akan menggantikan posisi Mama, jadi kamu harus bisa menjaga diri baik-baik, jangan salah dalam pergaulan." kata Bu Dewi memberi penjelasan.


"Mama tenang saja, aku bisa menjaga diri kok Ma. Aku tidak akan mengecewakan Mama. Aku pasti lebih baik daripada Kak Freya." jawab Sera sambil tersenyum.


"Kamu memang lebih baik dari dia. Karena Mama juga lebih baik daripada Mamanya dia." ucap Bu Dewi.


"Sudah mati mungkin, karena kelaparan, dan tidak bisa mencari makanan." jawab Bu Dewi dengan entengnya.


"Masa sih Ma." gumam Sera.


"Mungkin."


"Ma, aku kadang-kadang suka takut lho." ucap Sera.


"Takut apa?" tanya Bu Dewi heran.


"Kalau nanti tiba-tiba Kak Freya datang lagi, menuntut haknya, bagaimana Ma?" tanya Sera sambil menatap Ibunya.


"Dengan cara apa Sera? Memang sih semua aset ini dulu milik Ibunya dia. Tapi sekarang semua aset ini sudah atas nama Mama. Bisa apa dia, paling juga cuma menangis." kata Bu Dewi sambil tertawa.


"Kalau dia bawa pengacara profesional, bagaiman Ma?" tanya Sera.


"Membawa pengacara itu butuh uang Sera. Dia sudah menjadi gelandangan sekarang, dapat uang dari mana coba." jawab Bu Dewi.


"Tapi aku tidak pernah melihat dia lho Ma. Kita semua tidak tahu kabarnya seperti apa. Kalau tiba-tiba diadopsi orang kaya bagaimana Ma, bisa hancur lho kita." kata Sera.


"Haduh kamu ini ya, kejauhan berfikirnya. Ini kisah nyata Sera, bukan komik atau novel. Tidak ada keberuntungan sebesar itu." jawab Bu Dewi.


"Sudah tidur saja sana, fikiran kamu sudah mulai kacau. Mama juga mau tidur." sambung Bu Dewi sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ya sudah deh Ma. Selamat malam Mama." ucap Sera ikut beranjak.


"Selamat malam. Cepat tidur, jangan berfikir yang aneh-aneh." kata Bu Dewi sambil mengusap rambut Sera.


***


Pukul 09.00 pagi waktu Moskow.


Alex dan Andrew baru saja tiba di rumah. Mereka langsung ke ruang pengobatan, melihat Jordan yang masih belum sadar.


Di depan ruangan mereka melihat Freya yang tertidur di sofa.


Raut wajahnya terlihat sangat lelah.


Andrew langsung masuk kedalam, sedangkan Alex, dia menghampiri Freya terlebih dahulu.


"Fre." panggil Alex sambil menyentuh lengan Freya.


Freya mengerjapkan matanya, dan membukanya dengan pelan.


"Alex, kamu sudah datang." gumam Freya sambil beranjak bangun.


"Aku baru saja tiba. Kamu baik-baik saja kan?" tanya Alex sambil menatap Freya.


"Aku baik, tapi Jordan tidak." jawab Freya sambil menunduk.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alex.


"Aku juga tidak tahu dengan pasti. Malam itu Jordan mengajakku ke villa kosong, dia bilang Mr.X ada di sana. Tapi saat aku tiba di sana, villa itu meledak, aku tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya." jawab Freya.


"Lalu bagaimana kamu bisa menemukan Jordan, dan dimana Mr.X?" tanya Alex.


"Aku sempat bertemu dengan Mr.X. Aku bermaksud bekerjasama dengannya, tapi dia sangat berhati-hati, dia menolak tawaranku. Lalu setelah dia pergi, aku mencari Jordan, dan aku menemukan dia sudah terluka seperti itu." jawab Freya menjelaskan.


"Kamu tenang saja. Jordan pasti selamat. Dia orang yang hebat, ini bukan pertama kalinya bagi dia." ucap Alex.


"Semoga saja. Aku berharap dia segera sadar Lex." jawab Freya.


"Jordan pasti sadar, dia tidak mungkin tega meninggalkan kita." ucap Alex sambil menepuk bahu Freya dengan pelan.


Freya membalas ucapan Alex dengan anggukan, dan senyuman.


"Oh ya Fre, aku mendapat petunjuk baru. Informanku berhasil melacak, jika dua hari yang lalu Mr.X berada di cafe, tempat kamu bertemu dengan perusahaan Emerald. Hanya saja aku tidak tahu pasti kapan jamnya." kata Alex, ia menatap Freya sekilas.


"Kamu harus mencari rekaman cctv pada hari itu!" sambung Alex.


"Baik, aku akan segera mendapatkannya." jawab Freya.


Lalu mereka saling diam, belum bicara lagi. Hingga kemudian Alex beranjak dari duduknya, dan hendak masuk ke dalam ruangan.


Namun tiba-tiba saja Freya teringat akan sesuatu.


"Tunggu Lex." teriak Freya saat Alex hampir membuka pintu ruangan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2