Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )

Cinta Ini Membunuhku (Dark Love )
Berhadapan Dengan Mr.X


__ADS_3

Di tengah kegelapan malam, tak peduli dengan dinginnya angin yang berhembus menerpanya. Seorang wanita berjalan dengan santainya, menyusuri jalanan sepi yang cukup jauh dari keramaian kota. Satu tempat yang menjadi tujuannya adalah markas milik Jonathan Marquis. Ia ingin bermain-main sebentar di sana.


Di balik jubah hitamnya yang berkibar, Freya terus melangkahkan kakinya. Hingga kemudian ia dikejutkan oleh suara yang memanggil namanya.


"Atana!" panggil suara itu dari belakang Freya.


Freya menoleh, menatap sosok yang bersembunyi di balik jubahnya. Mr.X, batin Freya kala itu. Freya sedikit memundurkan langkahnya, saat Mr.X mulai berjalan mendekatinya.


"Kita bertemu lagi Atana!" ucap Mr.X dengan tawanya.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Freya.


"Kau sendiri kenapa ada di sini, apakah ini wilayahmu?" Mr.X balik bertanya.


"Wilayahku atau bukan, aku bebas menapakinya. Siapa yang berani melarangku," jawab Freya sambil memicingkan matanya.


"Kau terlalu sombong Atana, kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan!" kata Mr.X dengan tegas.


"Aku tidak peduli siapa kamu, tapi yang jelas aku tidak takut denganmu," ucap Freya tidak mau kalah.


"Katakan padaku, apa yang sebenarnya kau inginkan! Kenapa kau membuat keonaran, dan mengatas namakan aku! Kau ingat Atana, jangan sekali-kali mengusikku, jika kau tidak ingin hidupmu berakhir menyedihkan!" kata Mr.X dengan tegas, kilatan amarah terpancar jelas dari bola matanya yang hitam legam.


"Kau terlalu percaya diri! Aku ingatkan padamu, jangan terlalu menganggap dirimu tinggi. Karena kesombongan itulah yang akan menghancurkanmu. Kau yakin, bisa membuat hidupku berakhir menyedihkan? Takutnya semua itu malah akan berbalik padamu, bukankah itu sangat lucu," ucap Freya sambil tertawa, tampak jelas jika ia sedang meremehkan.


"Diam kau!" teriak Mr.X sambil menodongkan pistolnya ke arah Freya.


"Aku bisa membunuhmu, detik ini juga!" kata Mr.X.


"Lakukanlah!" ucap Freya dengan santainya.


"Kau tidak akan melakukannya, kau pasti penasaran siapa aku, dan siapa orang yang ada di belakangku." Batin Freya dengan penuh keyakinan.


"Kau benar-benar menguji kesabaranku. Tidak peduli meskipun kau wanita, kau akan mati malam ini juga!" teriak Mr.X sambil menarik pelatuk pistol yang digenggamnya.

__ADS_1


Freya tersentak kaget, namun untung saja ia berhasil menghindar. Dalam hatinya, ia merutuki tindakan Mr.X. Ia sama sekali tidak menyangka, jika lelaki itu benar-benar menyerangnya.


"Jordan benar, dia adalah orang yang sangat berbahaya." Batin Freya dalam hatinya.


Kini, Freya mulai menggunakan senjatanya, ia mencoba menembak dan melukai Mr.X. Namun lelaki itu sangat andal, tak satupun peluru dari Freya yang berhasil mengenai tubuhnya.


"Kau masih kalah jauh denganku, Atana!" ucap Mr.X sambil melangkah mendekati Freya.


Freya terus mundur, hingga tubuhnya merapat di pohon besar yang ada di pinggir jalan. Ia tak bisa kemana-mana lagi, sementara Mr.X, ia terus mendekatinya sambil menodongkan pistol ke arahnya.


"Akankah aku berakhir malam ini, tidak, itu tidak boleh. Aku harus membalaskan dendam Jordan, aku harus menjadi wanita yang berkuasa. Aku tidak boleh berakhir di sini saja," batin Freya sambil mengangkat senjatanya.


"Satu kali lagi kau melangkah, peluru ini akan melubangi dadamu!" teriak Freya dengan jantung yang berdetak cepat.


"Kau mengajak adu kecepatan, baiklah! Kita lihat, pelurumu atau peluruku, yang berhasil mengenai sasaran!" jawab Mr.X sambil terus melangkah mendekati Freya.


Ketika jarak mereka tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba Jonathan dan anak buahnya datang, dan mengepung mereka.


Freya bernafas lega, setidaknya ia berhasil lolos dari Mr.X, walaupun bahaya kedua sudah jelas mengancamnya.


Jonathan tampak berapi-api, senjata api sudah ia genggam dengan erat di tangannya. Freya berpikir sejenak, kemudian ia mengulas senyuman lebar di balik maskernya.


"Sejak kejadian di markas Larry waktu itu, Jonathan pasti sangat membenci Mr.X. Rupanya keberuntungan masih berpihak padaku," batin Freya sambil melirik Mr.X.


"Tuan, sekarang apa yang harus kita lakukan? Dia mengetahui keberadaan kita, sebelum kita berhasil menyusup dan mencuri rute perdangan. Mohon arahannya, Tuan!" kata Freya dengan suara yang keras.


Mr.X tersentak kaget, ia tak menduga jika wanita di hadapannya itu sangatlah licik.


"Kau...!" geram Mr.X.


"Jadi dia benar orangmu, kenapa kau menghancurkan Larry. Aku tidak pernah mengusikmu, tapi kenapa kau menggangguku?" bentak Jonathan.


"Dia bukan orangku, justru dia adalah musuhku. Kau jangan terkecoh dengan mulut berbisanya!" kata Mr.X sambil melangkah mendekati Jonathan.

__ADS_1


"Apa buktinya, jika dia bukan orangmu?" tanya Jonathan masih dengan nada tinggi.


"Dan apa buktinya jika dia adalah orangku? Dia mengambing hitamkan aku, atas semua keonaran yang ia buat. Seharusnya orang yang terlihat tidak bertindak, adalah dalang yang sebenarnya!" kata Mr.X, mata hitamnya berkilat sangat tajam, membuat siapa saja bergidik ngeri saat menatapnya.


"Tidak bertindak," batin Jonathan sambil berpikir keras.


"Orang yang pernah bermasalah denganmu adalah rival sejatiku! Besar kemungkinan, dia adalah dalang yang berada di balik layar. Kau tahu kan, siapa yang kumaksud?" ucap Mr.X sambil menatap Jonathan.


"Jordan," kata Jonathan dengan pelan.


Freya tersentak kaget, ia tak menyangka jika Mr.X secerdas itu. Apa yang harus ia lakukan sekarang?


"Katakan kau berdiri di pihak mana, apakah benar Jordan yang ada di belakangmu?" bentak Mr.X sambil menoleh, dan menatap Freya.


"Tuan, posisi kita memang terpojok, tapi apakah harus seperti ini? Sekian tahun saya bekerja untuk Tuan, apakah tidak ada sedikit saja belas kasihan Tuan untuk melindungi saya? Saya berulang kali bertaruh nyawa demi Tuan, jika memang Tuan tidak bisa menghargai saya, tolong hargai darah daging Tuan yang sedang tumbuh dalam rahim saya," ucap Freya dengan terbata-bata. Ia memegangi perutnya, sambil menatap Mr.X dengan raut wajah yang diliputi kesedihan.


"Apa maksudmu, kau jangan gila!" teriak Mr.X sambil menodongkan pistolnya ke arah Freya.


"Katakan yang sebenarnya, atau kau akan mati detik ini juga!" bentak Mr.X sambil menatap Freya dengan tajam.


"Jika memang ini yang Tuan inginkan, saya pasrah, saya rela mati di tangan Tuan." Jawab Freya dengan pelan.


"Yang harus aku lakukan hanyalah meyakinkan Jonathan, jika aku adalah orangnya Mr.X. Jonathan adalah lelaki hidung belang, mendengar diriku yang mau melayani nafsu tuannya, dia pasti tertarik. Semoga rencanaku kali ini tidak meleset." Batin Freya dalam hatinya.


Dan benar saja, detik berikutnya, telinga Freya mendengar suara tembakan. Freya tersenyum kala menatap Jonathan yang mulai menyerang Mr.X. Dan bersamaan dengan itu, para anak buah Jonathan juga mulai menyerangnya.


Freya meladeni mereka, dan menggiring mereka untuk menjauhi Jonthan dan Mr.X.


Freya sedikit kewalahan, karena jumlah mereka yang cukup banyak. Namun dengan peluru yang sudah dilapisi racun, akhirnya Freya bisa melumpuhkan mereka, kendati dirinya sendiri juga mendapatkan luka di lengannya.


Sambil mendekap lengannya yang terasa panas dan perih, Freya menatap jauh ke arah Jonathan dan Mr.X.


"Mereka masih sibuk di sini, masih ada sedikit waktu untuk memgambil sesuatu yang berharga dari markasnya," batin Freya sambil tersenyum licik. Ia mengabaikan luka di tubuhnya, demi sebuah ambisi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2