
Setelah selesai keluar dari beberapa toko, seorang lelaki dengan senang hati membawa belanjaan kekasihnya yang sudah menjadi kebiasaan mendarah daging semenjak mereka berpacaran dua tahun lalu.
Untuk beberapa alasan wajah yang ditunjukkan sang lelaki raut wajah tersenyum,
tapi di satu sisi wajah tersembunyi ia merasa kelelahan dengan kebiasaan kekasihnya itu.
Tapi ya, mau bagaimana lagi. Ntar dia menangis, dan mengaduh pada kakaknya karena tidak diperhatikan.
Dan tentu saja kakak dan adik akan menceramahinya, katanya nggak boleh gitu.
Beginilah...begitulah...
"Gege! Ayo kita ke sana!" Ajak kekasih Gerald sambil bergelayut manja di lengannya.
Sedangkan si lelaki hanya membuang napas kasar, dan dia juga suka kue yang ada di sana, jadi tidak masalah.
Pasangan itu menuju ke arah sana tempat yang terlihat ramai di balik jendela itu.
Lebih tepatnya mereka akan menuju ke pancake cafe favorit mereka berdua.
Muffy telah menghabiskan kue yang sebanyak itu dengan gaya elegan tak lepas dari dirinya.
Dan sudah menyeka sudut bibirnya, lalu menaruh serbet itu di samping piring kuenya.
Keningnya berkerut kala seniornya belum kembali dari aktifitasnya mengeluarkan bom atom yang dapat membuat sejuta umat mati menahan bau, terlalu berlebihan, abaikan.
Tak lama setelah itu, ada sepasang kekasih yang mengambil meja di dekat meja Muffy.
Sang gadis pun bertanya, "Gege kamu mau pesan apa?" Tanyanya lembut dengan sorot mata berbinar-binar kala ia sangat bersemangat ingin segera mencoba cake pesanannya.
Sang lelaki tersenyum manis ke arah kekasihnya yang berada di hadapannya,
itu tak kala ia gemas mengacak sebentar rambut kekasihnya, "Kau sudah tau bukan? Seperti biasa,
sepotong tiramisu cake, dan secangkir tea hijau." Balasnya dengan suara bass yang melembut, dan itu sampai ke telinga Muffy.
Muffy mengerutkan keningnya, jangan bilang itu senior incarannya.
Ia mencoba mencari arah suara itu. Dan naasnya ia tepat duduk di sampingnya.
Tatap...
Tatap...
Tatap...
Muffy terdiam memaku seniornya itu menatapnya dan ia juga membalasnya, ya tuhan!
Apakah ia mengenalinya? Dan mengapa tatapannya seolah ingin menelanjanginya, dan argh!
Dia merasakan ribuan panah tertancap ditubuhnya, bagaimana tidak? Dia sedang bersama kekasihnya yang sangat cantik.
Rasanya dia ingin menangis takkala ia melihat tangan mereka saling berpegangan.
Ini terasa seperti dia menjadi pemeran pembantu yang harus rela sembunyi di balik layar menatap kemesraan mereka.
Muffy ingin kabur dari tempat ini.
"Hei, Gege! Apa yang kau lihat?"
Gege? Dia memanggil seniornya dengan sebutan itu.
Padahal ia memanggilnya dengan sebutan Senior Gerald.
Muffy hadapilah kenyataan dia kekasihnya, dan kau hanyalah kotoran hewan yang terkubur dalam pasir.
Sial! Dia tak mengalihkan perhatiannya dari Muffy.
Gadis itu berusaha menenangkan jiwanya yang untung saja masih bersama raganya.
Tidak mungkin dia mengenalnya, dia berbeda dari sebelumnya.
Terjadi pertarungan di dalam otaknya antara dia mengetahuinya, dan tidak.
"Gadis itu aneh sekali! Kenapa dia mengenakan pakaian itu?" Ledek kekasih Gerald dengan raut wajah sarkastis.
Oi! Aku bisa mendengarmu. Batin Muffy dengan menutupi ekspresi wajahnya dengan ekspresi datar seolah dia kebal dengan cacian orang-orang terhadapnya.
Muffy tidak bisa berdiam di sini sendiri, siapa saja bantu aku keluar dari sini.
Tak lama bunyi pesan masuk menghiasi hape miliknya.
Sontak Muffy segera membukanya. Dan untung saja itu dari seniornya tadi.
From: My Information love
Aku tak bisa masuk ke cafe tadi. Aku menunggumu di luar ya, dan bayarkan pesananku. Aku akan mengganti uangmu.
Oke! Muffy berhasil bebas dari sini.
Ia pun berdiri dari tempatnya dan mengambil payung miliknya yang ia letakkan ke lantai.
Dia pun menuju ke kasir membayar segala pesanannya dan seniornya itu.
Setelah selesai membayar tagihan ia pun keluar.
Tapi dia melirik kembali ke arah seniornya (Gerald) itu, ia menunduk hormat lalu pergi.
Kepribadiannya sekarang menutupi segalanya, setidaknya ia harus melakukan itu.
Karena sangat tidak sopan jika dia tak berpamitan kepada seniornya.
__ADS_1
Di sisi lain Gerald menatap punggung Muffy yang sudah jauh keluar dari tempat ini.
Huft...
Ia menghembuskan napas panjang dan lagi-lagi mendapatkan kebiasan juniornya itu.
Tanpa sadar ia tersenyum sendiri, dan bergumam "Dia lucu sekali,"
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri? Kau gila ya?
Apa kau mengenal gadis tadi? Apa dia kenalanmu?"
Muffy mencelos setelah menjauh dari cafe tersebut.
Ia mengambil napas dalam dan membuang napasnya kasar.
Lalu ia mengutuki dirinya, kenapa dia memberi hormat pada seniornya, tanpa sadar ia memberitahukan bahwa mereka saling mengenal.
Rasanya Muffy ingin meledak, namun lagi-lagi kepribadiannya saat ini menutupi.
Dan wajah datar, dingin, dan misterius menjadi perannya sekarang.
Setelah itu Muffy beranjak berjalan lagi. Menuju ke tempat seniornya berada.
Baiklah dia melupakan satu hal, dia lupa menanyakan seniornya kata di luar yang tepat itu di mana.
Ia pun merogoh ponselnya di balik tas kecil miliknya.
Dengan segera ia menyalankan hape, namun nasib buruk selalu berpihak padanya.
Tanda baterai lemah tertera jelas, dan seketika hapenya mati total.
Jadi, apa yang dia harus lakukan sekarang?
Lelaki yang sedari tadi jalan kaki setelah turun pemberhentian bus, halte.
Ia telah sampai kerumahnya dengan jarak pintu gerbang dan rumahnya yang sangat jauh sekitar 2000 meter.
Ia nampak ngos-ngosan, dan duduk sejenak di beranda rumahnya, dengan melepaskan dasi, dan membuka semua kancing bajunya, karena capek dan kepanasan menjadi satu.
Tak lama seorang supir datang kepadanya, dan mengkhawatirkan keadaan tuan mudanya.
"Tuan muda apakah anda baik-baik saja?"
"Tidak, aku tidak baik-baik saja."
Seolah dia mengerti dengan jawaban tuan mudanya, ia pun berkata dengan raut wajah amat bersalah,
"Maafkan saya tuan muda! Karena membuat anda berjalan kaki pulang ke rumah!"
Dan juga itu bukan alasan aku tidak baik-baik saja,"
Pria tua yang hampir berkepala lima itu bertanya dengan ragu.
Tidak biasa tuan mudanya berbicara seperti ini padanya.
Dan juga akhir-akhir ini sikapnya ramah kepada seluruh orang rumah.
Mengingat tuan mudanya, memiliki sikap dingin acuh tak acuh, cendrung irit berbicara.
"Kalau boleh tahu, apa yang menyebabkan tuan muda tidak baik-baik saja?"
Mexim menoleh sambil mengatupkan mulutnya, dan matanya berkaca.
Sontak supirnya itu kaget dengan ekspresi menahan tangis tuan mudanya.
"Seperti separuh jiwaku melayang entah ke mana.
Dan jantungku terasa sakit sekali!" Pekiknya sambil memegang dada, dan ia terkesan melankolis seolah yang dialaminya sangat dramatis.
Ia berhasil membuat supirnya kaget.
Dan supirnya cukup tau bahwa tuan mudanya, dirundung masalah cinta.
Saat inilah kesempatannya membantu tuan mudanya dalam urusan percintaan.
Mengingat dia ahli dalam percintaan.
Dan jangan salah dia sudah memiliki empat istri dari tua hingga muda, dan ia masih ingin menambah, sayang KUA melarangnya memiliki lebih dari empat istri.
Kecuali dia harus menceraikan salah satunya, dan itu sungguh mustahil baginya.
Mengingat dia orang yang setia, setia kok mau nambah istri lagi, huweleh, abaikan.
"Ah aku lupa! Aku harus bergegas sekarang.
Aku yakin belahan jiwaku menunggu kedatanganku. Maaf pak Ardhan!
Saya lagi terburu-buru sekarang." Ia pun segera bergegas masuk ke dalam rumah.
Dan saat pintu terbuka para pelayan telah berjejer di sana menunduk memberi hormat padanya.
Mexim nampak celingak-ceinguk mencari seseorang.
Dan ya dia menemukan kepala pelayan di rumah ini.
Dengan lambaian tangan memanggil kepala pelayan itu ditambah senyum senangnya.
Tanpa ia sadari para pelayan wanita nampak meleleh dibuatnya.
__ADS_1
Ini tidak berlebihan untuk mengagumi senyum Mexim.
Mengingat sebelumnya orang-orang telah jatuh hati padanya saat pertama kali melihatnya, walau ia masih berumur 18 tahun.
"Ada apa tuan muda?" Tanya kepala pelayan itu.
Huft...
30 menit telah berlalu...
Muffy menghela napas panjang. Apakah sebaiknya ia pulang saja.
Apakah seniornya sudah pulang duluan meninggalkannya?
Dan mengerikannya lagi orang-orang yang tidak dikenalnya sering kali mengajaknya berkenalan, dan mengatakan kalau ia sangat cantik, dan cocok mengenakan pakaian ini.
"Kau pikir aku akan senang kalau kau memujiku cantik, manusia rendahan!" Balas Muffy dingin, seketika orang yang mengajaknya berkenalan mematung seolah es mengelilingi tubuhnya.
Muffy segera berjalan menjauh, dalam hati ia tak bisa berhenti tertawa.
Dia dipuji cantik, dan ia tahu itu.
Oke dia mengalami tipe tsundere ojou.
Tipe Tsundere Ojou adalah tipe Tsundere yang disebabkan gara gara karakter-nya yang memiliki gaya hidup mewah.
Dan karena hal itu dia memiliki sifat gengsi yang sangat tinggi.
Terlebih lagi ia akan arogan terhadap orang disekitar-nya, namun itu berbeda dengan apa yang sebenarnya ada dalam perasaannya.
"Di-di-dia keren sekali!" gumam orang yang tadi mengganggu Muffy.
Muffy berhenti di sebuah toko belanjaan pakaian.
Ia melihat keributan di sana. Apakah hari ini ada pakaian diskon besar-besaran?
Dia tersenyum licik. Dia takkan ketinggalan dengan barang diskon.
Apa lagi dia perlu menambah stock pakaiannya yang bisa dibilang mencolok.
Kali ini dia akan menampik sifat dinginnya. Dia mulai mengambil gaya ancang-ancang.
Satu...
Dua...
Tiga...
Wush...
Muffy berlari dan mencoba menerobos ke sana.
Ia cukup lihai mencoba memasuki kerumunan tanpa ada kata menyerah, dan ia berhasil menerobos dengan payung antik miliknya.
Mau tak mau orang harus menghindar, dan...
Bug!
"Aduh!" Muffy seperti membentur sesuatu yang cukup keras dan itu menyakitkan.
Apakah ia menabrak tembok, dan salah sasaran?
Bukannya berada di sekitar troli pakaian.
Ia mendongakkan wajah ke depan seolah memastikan.
Muffy tertegun, apakah ia menabrak badan sebuah boneka manekin, ia seketika kagum dengan pakaian yang digunakan manekin tersebut, ini sesuai dengan gaya berpakaiannya sekarang.
Ia memutuskan akan membeli baju itu, walau itu adalah baju stock ala pangeran, dan dikhusukan untuk pria.
Tapi mengingat karena ia menyukai hal yang unik dia akan melakukan itu.
"Aku menemukanmu!" Ujar seseorang dengan suara berat yang terdengar melembut padanya.
Tunggu!
Muffy sepertinya mengenal suara yang tampak sangat familiar itu.
Apalagi seharian ini dia senang mengusik hidupnya.
Dan anehnya, bagaimana bisa sebuah boneka manekin berbicara.
Dengan raut wajah yang berubah pucat, Muffy mendongakkan wajahnya, dan DUAR!
Seperti ia dapat melihat sebuah bom nuklir yang dapat meluluhkan latahkan satu negara dalam sekejap, dan hal itu berada di depannya.
Muffy mencoba mengerjapkan matanya memastikan agar dia tak salah, dan sialnya orang di hadapannya malah tersenyum lebar menunjukkan deret giginya yang begitu putih dan bersih.
Ia pun berbalik dan mengutuki dirinya sendiri,
"Para nyonya-nyonya sekalian!
Anda bisa memiliki manekin ini, ah salah, maksud saya orang ini!" Ujar Muffy mendeklarasikannya dan berusaha ingin kabur.
Grep!
Orang itu menahan tangannya hal ini nampak de javu baginya di saat tangannya ditahan sebelumnya,
dan Muffy yakin ia akan menghadapi bencana alam yang mendadak sekarang.
Dan tak memiliki waktu mengungsi, siapa saja tolong dirinya!
__ADS_1