CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
Sudut Pandang


__ADS_3

...Final...


..." Kita bisa" Ucap Suhaimi Sopir Ambulance....


..." Tapi kita harus mencari pihak yang mengerti dalam masalah itu" Lanjutnya....


...Kami bersama duduk di kantornya. kami telah membuat kantor pribadi masing-masing'Memiliki tanggung jawab yang berbeda. Tapi apapun itu keputusan Final tetap akan di serahkan pada Pemimpin Tim....


..." Jadi Investasi tambang bisa kita lakukan" tanya Bea Cukai....


..." Iya. Dengan catatan siapa orang di Tim tersebut yang akan membawanya ke Publik" Ujar Suhaimi Sopir Ambulance....


...Kami mulai memahami Investasi Spekulatif. Walau resiko amat tinggi. Tapi kami juga harus mengukur seberapa masuk akal dalam Investasi tersebut....


..." Jadi coba kita pastikan Timnya dulu" Ucap Suhaimi Sopir Ambulance....


...Aku biasanya terjun ke lapangan untuk mengevaluasi suatu Investasi dulu. yang kemudian akan di pelajari oleh Tim dan setelah di analisis mendalam maka keputusan akan di tentukan Pemimpin Tim. Tapi juga akan meminta nasihat ahli pajak kami dan Penasihat keuangan kami....


..............................


..." Apa kamu tidak cape menjadi Pemimpin Tim" Ucap Tania....


..." Kamu fikir enak? Ucap Suhaimi Sopir Ambulance....


..." Ayolah" Ucap Job....


...Biasanya kami melakukan waktu satu jam sebelum kami kembali pada pekerjaan kami. Ketika bersantai ini, Mereka seolah kembali pada hal biasa kami lakukan....


..." Bagaiman kencan kamu" Tanya Job....


..." Gadis itu menarik" kata Suhaimi Sopir Ambulance....


..." Kamu akan melamarnya"'Tanya Inayah....


..." Aku baru mengenalnya Nay" katanya....


..." Bagaiman pemimpin Tim kita ini"'Ucap Udin...


..." Jika Gadis itu tahu pasti dia akan lari" Ucap Biore....


..." kenapa" Ucap Tania....


..." Ayolah sayang" Kata Biore....


...Mungkin Suhaimi Sopir Ambulance sekarang memiliki hal yang berbeda. Aura dia sebagai Pemimpin dan sikap Gantelmen yang di miliki sangat mirip Pria Tampan....


..." Benar" Tanya Erika....


..." kamu tidak pernah bicara jujur pada Gadis itu"'lanjut Erika....


..." Jujur tantang" jawabnya....


..." Bahwa kamu adalah Pemimpin Perusahaan ini" Jawab Sobari Dukun....


..." Apa di Aplikasi kamu mengatakan pada para gadis bahwa kamu memiliki Perusahaan ini" Balas Suhaimi Sopir Ambulance....


..." Ya jelas Tidak' Buat apa" Ucap Sobari Dukun tersinggung....


..." Aku hanya ingin mendapatkan yang menerima aku apa adanya" Lanjut Sobari Dukun....


...Apa ini yang di katakan Papa. Papa selalu mengatakan Supaya kami tidak hilang dari sisi kemanusiaan kami. Mereka bisa melakukan apa pun dengan yang di miliki mereka sekarang. Tapi mereka masih sama seperti dulu....


..." Makanya aku mencintai kalian" Kata Inayah....


..." Malah aku benci Suamimu" Ucap Biore....


..." Aku juga" Ucap Erika....


Saat lamaran Biore. Aku masih saja tidak tahan.


...Untuk tidak menyebutkan nama Biore di keluarga Erika. Padahal Tania mengingatkanku selalu. Bahwa keluarga Erika sangat menghargai sebuah nama. Tania harus mengajariku untuk menyebut nama Biore dengan Umam. Nama yang di gunakan saat dia ke rumah Erika. Tania pasti tahu aku banyak bicara. Jadi dia amat menjaga supaya aku bicarapun tidak keluar dari ketentuan yang ada....


" ingat selalu Umam" itu yang Tania tekankan. Tania menyuruhku ratusan hingga ribuan kali menyebut nama Umam. Inayah hanya melihat kami berdua dengan tatapan sedikit kesal. Mungkin dalam hatinya " Apa yang di lakukan dua Orang gila itu?"


...Dia memastikan aku ingat. " Ini akan mempengaruhi alam bawah sadarmu" nasihat Tania. Sayangnya kenyataannya lain....


..."Ayolah" kataku menyesal....

__ADS_1


..." Salahkan saja Tania" Jawab Inayah Tersenyum....


..." Ko Aku ? Ucap Tania....


..." Bukankah kamu Gurunya" Sindir Inayah....


..." Dia saja yang tidak bisa menghafal nama" bela Tania....


..." Sudahlah" Suhaimi Sopir Ambulance mencoba melerai kami....


..." Kamu juga sama" Ucap Biore kesal....


..." Aku tidak di ajari Tania" Jawabnya....


..................................


...Inayah hanya tertawa mengingat kejadian pada lamaran itu. Di rumah Dia bercerita bagaimana Dia melihat aku di latih oleh Tania....


..." Gimana Tania bisa melatih kami hanya menyebutkan nama" Kata Inayah....


..." Itu ide dia sendiri Sayang"'jawabku....


..." Kalian konyol" Katanya....


..." Ya bagaiman kabar Abi Sayang" kataku....


..." Ya Abi selalu menelpon" jawabnya....


..." Apalagi akhdori sudah pulang" lanjutnya sambil...


...mengambilkan minuman untukku....


..." Syukurlah kalau Thamrin sudah pulang" jawabku....


..." Siapa" tanyanya sambil menatapku....


..." Thamrin" Jawabku....


..." Dasar"'katanya sambil tertawa....


..." Ko tanya gitu" kataku....


..." Kemarin aku telah periksa ke Dokter" Ucapnya....


..." Lalu" jawabku....


..." Kata Dokter aku Positif Sayang" Jawabnya....


...Aku cukup kaget mendengarnya. Tapi ini kabar yang mengembirakan....


..." Terima kasih Sayang" Ucapku sembari memeluknya....


..." Aku bangga Padamu" Ucapnya....


...Dia selalu mengatakan selalu bangga padaku. Dan inilah kebahagian kami.....


................................


..." Aku punya kabar gembira? Ucap Job....


..." Apa" Apa Erika....


..." Sobari Dukun berencana untuk nikah" Jawab Job....


...Sobari Dukun tlah bertemu dengan wanita Pujaanya. Dari sebuah Aplikasi mereka mulai melakukan kencan buta. Dan hanya seminggu mereka memutuskan hubungan yang lebih serius. Sobari Dukun berencana untuk menikahi gadis tersebut. Dia bilang bekerja sebagai Cleaning Service....


..." Jadi kita juga akan hadir dalam acara Lamarannya" Ucapku....


..." Ya mungkin aja Sayang" Ucap Tania....


..." Tapi apa Dia akan ngajak kamu" lanjut Tania....


...Erika hanya melirikku sebal....


..." Apa aku punya salah" kataku emosi....


..." Kamu tidak punya salah" Kata Inayah....

__ADS_1


..." Tapi tidak punya hati" Ujar Biore....


...Sobari Dukun ikut bergabung dengan kami....


..." Sudah beres" Jawab Suhaimi Sopir Ambulance....


..." Ya' Harganya cukup murah untuk Investasi ,Minyak" jawabnya....


..." Trus" tanya Kurir....


..." Ternyata rendah pajak" Jawab Sobari Dukun....


..." Kapan kamu akan melamar Gadismu? Tanya Tania....


..." Lusa" Kata Sobari Dukun....


..." Tapi aku ragu apa kalian akan ikut" Ucapnya....


..." Kenapa" Ucap Job....


..." Dia tinggal di luar kota" Jawab Sobari Dukun....


..." Ayolah" Ucap Suhaimi Sopir Ambulance tersenyum....


...Aku takjub melihat senyumnya. Senyum yang di miliki Pria Tampan itu....


..." Tapi jangan mengajak Dia" Tunjuk Tania padaku....


..." Kenapa? Tanyaku....


..." Ya apalagi kalau tidak bikin kacau" Ucap Job....


...Inayah hanya tertawa....


..." Dan aku dengar kalian akan memiliki baby? Tanya Biore padaku sambil tersenyum....


..." Iya" Jawabku terharu....


..." Aku tidak percaya" kata Erika....


..." Seharusnya aku juga sudah memiliki baby" ...


...sambungnya....


..." Kalian menikah saja belum" Ucap Tania....


...........................


...Papa Tania menyatakan arah Investasi sekarang sedang mengarah ke Hi-tech. Bahkan banyak Investasi yang mulai di jual ke masyarakat. Bahkan dengan harga yang murah....


..." Apa alasannya" tanya Erika....


..." Mungkin banyak alasan" jawab Papa Tania....


..." Tapi bukankah amat kecil Keuntungan yang di tawarkan? Kataku....


..." Investasi yang di jual ke Masyarakat Umum haruslah yang paling Aman" Ujarnya....


..." Sayangnya Emosi mereka untuk menghasilkan Uang banyak akan menghilangkan kontrol atas diri mereka" lanjutnya....


..." Jadi Emosi mereka yang mengarahkan mereka atas Sejenis Investasi Bodong Atau Sejenis Ponzi" Kata Suhaimi Sopir Ambulance....


..." Iya benar" Jawabnya....


..." Kalian di didik bertahun-tahun untuk mempelajari Investasi dan sampai sekarang kalian tetap belajar" Ucapnya....


..." Karna dunia akan selalu berubah' Dan kalian juga butuh menyesuaikan perubahan tersebut" Lanjutnya....


...Papa Tania ingin kami memiliki Pandangan Luas. Selalu meminta kami melakukan apapun bukan berdasarkan Emosi kami. Maka mengerjakan sebuah Tim yang berbeda memberikan jawabannya....


..." Aku ingin kalian mengejar kebebasan Keuangan kalian" katanya....


..." Bagaimana kami tahu kami telah bebas secara keuangan" Tanya Kurir....


..." Dengan mengukur seberapa lama kalian bertahan saat kalian tak lagi bekerja" Jawabnya....


...Ini mengingatkanku bagaimana nasib orang yang kehilangan pekerjaanya. Yang terjadi adalah mereka kehilangan segalanya. Papa Tania memberikan Sudut Pandang yang lain tiap kami belajar padanya....

__ADS_1


__ADS_2