CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
Benar-benar Bahagia


__ADS_3

...“ Jadi itu layaknya keputusasaan? Jelas Tania....


...Karena memang dari dua hal tersebut tidak bisa di bedakan. ...


...“ Ya benar. Membiarkan sikap Pesimis dan keputusasaan menguasai kita. Maka kita akan merasakan itu sebagai beban hidup” Jelas Pria Tampan....


...Sulit menghilangkan perasaan itu. Karena bisa mendatangi kapan saja. Tapi Pria Tampan hanya berfikir bahwa kita membuat kita selalu bahagia dengan bersikap bahwa kita sudah bahagia. ...


...“ Bukankah agama mengajarkan kemudahan. Bila kamu dalam kelaparan yang membuat kamu akan meninggal. Bukankah boleh memakan yang di haramkan dengan batas tertentu” Sambung Pria Tampan....


...Ini pernah di terangkan Thamrin padaku. Aku kagum dengan pengetahuan Pria Tampan dalam agama. Bahkan mampu menjelaskan dalam masalah yang serumit itu....


...“ Maka aneh jika orang bersikap Pesimistis atau putus asa baik itu dalam Ekonomi atau hidup ? Terang Erika....


...Karena menilik tidak adanya sudut pandang yang benar-benar menyatakan bahwa segala masalah tanpa adanya jalan keluar....


...“ Aku melihat seperti itu. Aku juga harus membuktikan pemikiran demikian. Maka yang aku lakukan adalah hidup dengan melakukan jalan kaki ke tempat teman. Aku melakukan cukup lama. Awalnya mungkin terasa berat. Tapi lambat laun itu tidak lagi terasa berat. Jadi perubahan Pola Pikir kitalah yang menentukan” Ungkap Pria Tampan....

__ADS_1


...Aku memahami bahwa Pria Tampan berkata bukan hanya sekedar ucapan yang berlandaskan tulisan semata. Tapi dia langsung mempraktikkan dalam hidupnya....


...“ Bukankah itu membuat orang aneh. Bagaimana pria setampan kamu berjalan kaki? Ucap Inayah sambil tersenyum....


...Jika itu yang melakukan Pria Tampan jelas pertanyaan itu logis. Tapi aku yang melakukannya bertahun-tahun jelas tidak ada yang peduli. ...


...“ Aku tidak berpikir demikian. Tapi Laura lebih mempunyai pengalaman demikian” Jelas Pria Tampan menatapku....


...Aku hanya menatapnya balik. Aku hanya bingung memikirkan hal itu. Karena yang aku lakukan seperti kebanyakan orang. Bahkan aku bisa di katakan tidak terlalu perduli....


...“ Dia Tampan. Tapi dia tolol” Ucap Iroh....


...“ Itu keadaan Iroh. Aku tidak bisa menjelaskan” Bantahku....


...Dia tidak tahu bahwa aku juga sangat malu. Bagaimana aku pun ingin seperti kebanyakan orang lain. Bisa pergi berkendara. Tapi bagaimanapun Papa tidak memberikanku fasilitas apapun....


...“ Kamu bisa meminta pada orang tuamu yang kaya raya itu” Balas Iroh....

__ADS_1


...Gadis ini tidak memahami bahwa sebagai anak yang di besarkan dengan tanpa keluarga akan merasa bahwa hidupnya hanya sebatang kara. Papa hanya memberikan pemikiran bahwa aku harus berusaha untuk bertahan hidup....


...“ Papa Laura memahami untuk tidak membuatnya manja. Bahkan kalian mengenal dirinya sebagai Pribadi bukan orang lain” Jelas Pria Tampan....


...Pria Tampan melihatku apa adanya. Buka. Pribadi yang merasa memiliki apapun. Dan mau belajar banyak dalam segala hal....


...“ Aku tidak pernah punya pendidikan. Tapi Papa percaya aku akan bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan” Jawabku....


...Tania memandangku penuh kehangatan. Baginya mungkin aku pria yang hebat....


...” Kita beli Helm baru sayang. Besok” Ucap Tania....


...Aku hanya menatapnya kesal. Bagaimana dia berencana dengan ide gila tersebut....


...“ Apa yang akan Papamu berikan padamu. Bila kamu masih hidup seperti dahulu? Tanya Iroh....


...Aku melihat dia mulai menghargaiku. Yang selama ini dia lihat padaku hanyalah pria yang sering berulah....

__ADS_1


...“ Aku tidak tahu. Dan aku juga tidak pernah mengharapkan apapun dari Papa. Aku hanya ingin berterima kasih padanya. Bahwa aku bahagia telah di lahirkan. Bahkan hanya hidup seadanya. Aku benar-benar bahagia” Ungkapku....


__ADS_2