CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
Kekhawatiran


__ADS_3

...“ Jadi itu akan sangat berhubungan dengan apa yang kita bahas? Tanya Iroh....


...Ya memang akan sangat berhubungan. Hanya saja akan di butuhkan untuk sebuah pemahaman....


...“ Kamu harus mencari tahu sendiri” Jawab Papa(Tania)....


...Akan selalu sulit untuk menjelaskan. Maka Papa(Tania) berharap Iroh akan mencari tahu masalah itu. Dengan begitu dia akan mulai bisa merangkai segala sesuatunya....


...“Jadi bukan sebuah jawaban? Tanya Iroh....


...Apa yang kami rasakan dari dulu bukanlah mencari jawaban. Memang tidak akan pernah ada jawaban....


...“ Bukan. Tapi untuk belajar berpikir. Sehingga kamu akan lebih fleksibel” Jelas Papa(Tania)....


...Penjelasan Papa(Tania) mengajarkan untuk kami selalu berpikir. Hal ini di harapkan kami selalu bisa melihat sesuatu bukan dari apa yang bisa kami lakukan. Tapi mengarahkan cara kami melihat dengan pikiran kami. ...


...“ Tapi berpikir itu tidak enak” Ungkap Iroh sambil tersenyum. ...

__ADS_1


...Dia jujur bahwa secara pribadi sangat malas untuk berpikir. Dan itu wajar. Mengingat kami juga sangat malas untuk berpikir. Apalagi saat berpikir. Kami awalnya berpikir hal yang kadang tidak penting....


...“ Ya karena berpikir adalah pekerjaan yang berat” Jelas Papa(Tania)....


...Proses itu adalah proses yang sangat menyakitkan. Jadi membiasakan dalam berpikir akan membutuhkan waktu. Tapi lambat laun itu akan menjadi sebuah bagian. Jadi tidak lagi menjadi berat bagi kami....


...“ Dan hanya sedikit orang yang melakukannya” Sambung Papa(Tania)....


...Aku pernah dan sering mendengar kata-kata itu. Jadi itu juga yang menguatkanku untuk selalu belajar berpikir. Dan itu juga sangat tidak nyaman....


...“ Apa lagi jika berpikir tentang uang? Ucap Erika pada Papa(Tania)....


...“ Ya. Kalian pasti pernah merasakan apa yang di timbulkan dari kepanikan saat kekurangan uang” Jelas Papa(Tania)....


...Itu hal yang sangat menyeramkan. Seluruh ide yang kami miliki dan keserakahan yang kami miliki memperlihatkan jelas sisi manusia kami....


...Jadi kami adalah gambaran ketamakan dan ketakutan. ...

__ADS_1


...“ Itu saat kami belajar mengendalikan dan mengetahui jiwa kami” Jawab Job....


...Kami merasakan emosi kami. Dan bagaimana kepicikan pun sampai ada di dalam pemikiran kami....


...Jadi karena itu bila kami tidak bisa mengatasinya dan membiarkan itu menguasai kami. Maka kami akan menjadi orang yang selalu melakukan hal menyakiti orang lain....


...“ Karena itu Papa berharap kalian akan belajar saat kalian berada di tekanan. Belajar dari apa yang kalian rasakan” Jelas Papa(Tania)...


...Iroh melihat itu sebagai pendidikan yang berbeda. Tapi mengetahui bahwa itu benar adanya. Tapi amat tetap sulit melihat gambaran secara utuh. Bahkan terlihat bagaikan Filosofi hidup....


...“ Tapi apa yang di rasa saat kekurangan uang? Tanya Iroh....


...Dia melihat bahwa perasaan orang akan selalu berbeda-beda....


...” Biasanya menghadapi kepanikan. Bahkan kami juga pernah merasakan bahwa saat gajimu terpotong. Maka itu selalu menjadikanmu khawatir” Kata Papa(Tania)....


...Uang akan selalu menciptakan imajinasi. Maka seorang yang di gaji mengimajinasikan saat mereka menerima uang akhir bulan. Tapi biasanya mereka sudah membuat gambaran akan uang yang akan di dapat untuk apa. Jadi saat terjadi pemotongan. Maka mereka merasa tidak adil....

__ADS_1


...Iroh mengangguk. Dan memahami bahwa itu juga bagian dirinya yang pernah mengalami....


__ADS_2