CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
Pengawasan


__ADS_3

...Sekarang Thamrin belajar Ilmu hakikat. Kalau hakikat orang itu menyebalkan. Ya pasti menyebalkan....


...“Aku tidak akan pernah mau” Jawab Thamrin....


...Kami mulai memberikan pernyataan keras pada Thamrin. Dan memaksanya harus ikut dengan kami. Tapi Thamrin tetap menolak. Meskipun itu mengikutkan Inayah untuk mendesak Thamrin. Tapi ini seperti sia-sia belaka....


...“ Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri. Kamu benar-benar egois” Ucap Bea Cukai....


...Bea Cukai menganggap Thamrin bertemperamen keras. Mungkin hidup di jalur keras. Walaupun jelas menurut Thamrin pemikiran tersebut terlalu mengada-ngada....


...“ Tania akan kesini. Aku sudah menghubunginya” Ucap Inayah....


...Aku tidak tahu istriku ini sampai menghubungi Tania. Jelas Tania lebih keras dari dirinya. Tapi dua-duanya juga tetap aneh menurutku....


...“ Trus apa urusannya denganku” Jawab Thamrin....


...Tania sekalipun tetap tidak akan bisa meluluhkan hati Thamrin. Bahkan walaupun Thamrin dulu pernah punya rasa pada Tania....


...“ Untuk membantu kami menjinakanmu” Ucap Bea Cukai....


...Thamrin tetap saja belum jinak. Kami menghabiskan banyak waktu dalam perdebatan ini. Kami juga harus memaksa Toha Corong untuk ikut bersama kami. Ini benar-benar tugas yang sangat berat....


...“ Aku bisa gila bila bersama kalian” Ungkap Thamrin....

__ADS_1


...Tania tiba tepat waktu. ...


...“ Bagaimana hasilnya? Ucap Tania Pada Bea Cukai....


...Kurasa Tania cukup aneh karna tidak langsung menanyakan hal itu pada Thamrin. Yang padahal ada di depannya. Seolah Thamrin hanyalah sebuah patung....


...“ Dia amat keras kepala” Ucap Bea Cukai....


...Amat kecewa dengan sikap ke kanak-kanakan Thamrin. Tania hanya mengagguk-ngangguk kepala....


...“ Kurasa kita tetap akan menyeretnya seperti sedia kala” Ucapku....


...Karna akan sulit berbicara dengan manusia batu layaknya Thamrin. Dia tetap mengedepankan egonya di bandingkan pendidikannya....


...Thamrin hanya melihat kami berbicara layaknya dia adalah orang asing. Padahal orang yang bersangkutan sedang di depan kami....


...“ Dia seperti anak kecil” Ujar Inayah....


...Dia merasa Thamrin tidak bersikap layaknya Pria Dewasa. Selalu ingin menang sendiri. Dengan sikapnya yang seperti itu akan sulit mendapatkan wanita ungkap Inayah....


...“ Aku fikir sama nakalnya seperti Iroh. Berpendidikan tapi tidak beradab” jelas Tania...


...Thamrin hanya menghela nafas melihat kami membicarakannya layaknya melakukan rapat darurat. Tapi sayang Thamrin tidak di ajak dalam rapat darurat tersebut....

__ADS_1


...“ Terserah kalian bicara apa” Ucap Thamrin sewot....


...Dia merasa bahwa pembicaraan kami benar-benar tidak karuan. Jadi dia yang selama ini selalu di seret saat ada masalah menjadi lebih geram....


...“ Ya udah berarti kamu akan ikut dengan ikhlas” Ucap Bea Cukai....


...Kami bagaimanapun harus mengikutkan Thamrin. Karna dia adalah penasihatku. ...


...“ Dia memang akan tetap harus ikut’ tapi aku khawatir” Ucap Inayah....


...Kami semua menatap Inayah. Bahkan Thamrin juga ikut menatapnya....


...“ Dia bisa mengelabui kita” sambung Inayah.....


...Jadi walaupun Thamrin mau. Tapi bisa saja nanti dia kabur. Karna dulu Thamrin pernah kabur dan dengan tidak bertanggung jawab telah meninggalkan pekerjaannya sebagai penasihat kami....


...“ Sebaiknya kita membayar orang untuk mengawasinya” Ucap Bea Cukai....


...Cara ini menurutku cukup ampuh. Jadi bisa mencegah dari kelakuan buruk yang akan Thamrin lakukan....


...“ Aku berpendapat lebih baik dia di jaga ketat daripada hanya sekedar di awasi” saran Tania....


...Ini bahkan ide yang lebih baik lagi. Cukup cerdas dan amat cerdik....

__ADS_1


...Thamrin hanya geleng-geleng kepala....


__ADS_2