
...“ Kamu saja tipikal pendendam” Balasku pada Iroh....
...Karena dendam Iroh yang tidak pernah berhanti padaku. Dan itu membuatku sangat ingin selalu menyerangnya....
...” Kamu saja yang selalu jahat” Ucap Iroh tidak kalah....
...Tania hanya menatap pertengkaran kami. Aku meminta bantuannya dengan menatapnya. Tapi yang terjadi Tania hanya mengangkat bahu saja....
...“ Itu hanya fitnah yang kamu buat saja” Jawabku....
...Tim hanya menatapku saja. Aku tidak mengerti tatapan itu....
...“ Aku tahu kamu belajar hal yang baru” Ucap Papa(Tania) pada Iroh....
...Iroh hanya mengangguk. Baginya pendidikan ini adalah hal yang tidak pernah dia pelajari di bangku sekolah. Tapi hari ini dia belajar yang sulit untuk di pahami sebagai orang dewasa....
...“ Ya. Aku melihat segala hal berbeda” Jelas Iroh....
...Dia merasakan hal yang sangat baru. Jadi ini bisa saja menjadi beban dalam dirinya....
__ADS_1
...“ Ya itu yang akan kamu lihat. Jadi kamu bisa melihat apa yang tidak pernah di lihat orang lain” jelas Papa(Tania)....
...Kenyataan seperti dunia baru bagi Iroh. Kami juga terus belajar. Dan semakin kami melihat hal yang sangat berbeda. Tapi kami tetap meyakini arti penting dalam pendidikan....
...“ Bukankah itu sangat membingungkan? Ucap Biore....
...Merasa apa yang seperti dulu kami alami. Kami juga sangat kewalahan dalam menjelaskan masalah tersebut atau memahaminya....
...“ Untuk pertama kali mungkin demikian” Jelas Papa(Tania)....
...Karena hal yang baru akan selalu saja memaksa kami untuk berpikir....
...” Tapi saat kalian telah berjalan. Kalian akan mengerti tanpa perlu berpikir. Karena itu menjadi bagian dari diri kalian” Sambung Papa(Tania)....
...“ Jadi itu menjadi bagian kami? Jelas Erika....
...Papa(Tania) mengangguk....
...” Ya. Itu akan menjadi mudah untuk kalian. Kalian sudah menghabiskan banyak waktu untuk itu. Dan sekarang kalian telah memahami dengan lebih baik bukan? Kata Papa(Tania)....
__ADS_1
...Papa(Tania) benar. Kami adalah bagian dalam sebuah pemikiran tapi itu juga bukan sesuatu yang instan. Jadi semakin kami belajar dan terus belajar. Kami menjadi bagian pemahaman hal yang baru....
...“ Tapi bagaimana bila kami tidak memiliki mentor? Tanya Suhaimi Sopir Ambulance....
...Ini adalah pertanyaan yang masuk akal. Jadi segala sesuatu yang kami lihat adalah kurangnya orang mengetahui karena tidak adanya pembimbing....
...“ Setiap orang telah di bimbing sejak dini. Saat kalian masih bayi. Maka orang tua kalian adalah pembimbingnya. Dan di teruskan saat kalian sekolah” Jelas Papa(Tania)....
...Aku memahami Papa(Tania) ingin kami melihat bahwa kami adalah manusia yang selalu membutuhkan orang lain. ...
...“ Tapi kebanyakan orang tidak memahami hidup mandiri dan saling membutuhkan” Jelas Papa(Tania)....
...Jadi yang Papa(Tania) lihat saat orang mengatakan hidup mandiri adalah melepaskan dari sisi ketergantungan pada orang lain. Tapi tidak melihat bahwa mandiri adalah memahami apa yang kita butuhkan....
...“ Kamu tidak ingin sebagai Pria memasak di dapur bukan? Jelas Papa(Tania) padaku....
...Ya jelas aku tidak pernah menginginkan. Karena aku tidak pernah menginginkannya. ...
...Aku menggeleng....
__ADS_1
...”Aku bukan Koki Papa” jawabku....
...Tania hanya menatapku saja. Aku tidak ingin dia punya ide yang menyesatkan lagi. Aku tidak pandai memasak. Jadi kurasa itu tidak akan pernah terjadi....