
...Bea Cukai hanya mendapatkan kemarahan Iroh dan begitu juga aku. Tapi dengan hadirnya Pria Tampan harusnya Iroh menjaga sikap. Keluarga Iroh tidak perduli. Karna mereka mengetahui kebiasaan kami....
...Keluarga Iroh selalu menganggap kami layaknya keluarga. Jadi keanehan kami bukanlah satu masalah. Jadi kami di biarkan saja berantem....
...Aku menjelaskan pada Bea Cukain tujuan kami ke sini. Yaitu mengajak Iroh ikut dalam perjalanan kami....
...“ Ya berarti dia harus mau. Dengan cara apapun” Ucap Bea Cukai dengan khidmat....
...Aku juga setuju dengan pendapat Bea Cukai. Jika tidak bisa dengan cara baik. Mungkin harus di lakukan dengan cara yang sedikit pemaksaan....
...“ Semua keputusan di tentukan Iroh” Balas Pria Tampan dengan bijak....
...Aku dan Bea Cukai langsung menatap tajam terhadap Iroh. Meminta jawaban detik itu juga....
__ADS_1
...“ jawab !! Gertakku pada Iroh....
...Aku sudah tidak tahan dengan pengambilan keputusan yang begitu lama....
... Tapi Iroh memandangku dengan tatapan permusuhan yang luar biasa....
...“ Dasar ini cewe” Ucap Bea Cukai....
...Iroh semakin sewot saja....
...Aku juga setuju dengan perkataan Bea Cukai. Tapi Iroh terlihat tidak setuju. Tapi sekarang tentang Intelektualnya telah terlupakan. Yang ada hanya debat kusir yang tak ujung selesai....
...” Kalian berdua memang orang gila” Balas Iroh tak percaya....
__ADS_1
...Baginya kami berdua lebih cocok masuk RSJ. ...
...Sebenarnya aku juga pernah membaca buku Dale carnage, yang dimana menjelaskan bahwa “ Trik untuk di sukai orang lain adalah berbicara dengan apa yang di minati orang lain” atau” melihat sudut pandang orang lain dan bukan melihat sudut pandang kita”. Tapi apa daya’ kami hanya suka menjahili Iroh saja....
...” Aku punya Istri dan anak . Apa kamu tega membiarkan mereka hidup susah” jawabku tak bisa ...
...Percaya....
...Sebenarnya Iroh adalah gadis yang baik. Mungkin karna kamilah Iroh menjadi Gadis yang emosian. Karna perilaku kami yang selalu menyusahkannya....
...“ Ya ajak sekalian Istrimu ke rumah sakit jiwa. Lagian dia sama saja menyusahkan” Balas Iroh....
...Aku menatap Bea Cukai. Dan Bea Cukai berpikir keras dalam masalah itu. Seolah ucapan Iroh sangat masuk akal. Tapi Iroh menjadi jengkel. Baginya ketika seseorang di hina sebagai Orang Gila akan menimbulkan perasaan terhina. Tapi ternyata dua manusia yang di hadapi menganggap itu ide yang hebat....
__ADS_1
...“ Kami akan membicarakan ini dengan Tim. Terima kasih atas masukannya” Ucap Bea Cukai bangga pada Ide Iroh....
...Kami sebenarnya mengalami pendidikan jalanan. Jadi lucunya kami melakukan perilaku yang kadang tidak menyenangkan atau mengalami hal yang tak menyenangkan. Tapi pendidikan jalanan mengharuskan menghilangkan gengsi dan harus selalu melihat sudut pandang orang lain. Dan selalu banyak orang yang kami temui dengan sesuatu yang unik. Tapi itu menjadikan mental kami lebih kuat. Pria Tampan percaya pendidikan akademis penting. Tapi dia mengingatkan kami tentang Konsep Bob Sudino yang memfokuskan dengan belajar dengan orang-orang yang mungkin tidak di anggap. Hal ini terasa dalam sebuah kisah saat kita melihat seorang pemimpin bank. Bisa di lihat dengan siapa dia ingin mengenal. Pria Tampan menyarankan kami untuk belajar melihat dan berbicara dengan orang-orang biasa. Tapi hal itu adalah dengan tujuan pendidikan. Tujuan terfokus adalah supaya tidak hilang sisi kemanusiaan kami....