
...Ucapan Iroh memang sadis. Tapi kami membiarkan saja....
...“ Kami selalu belajar. Tapi bukan belajar menjadi gila” Ucap Kurir....
...Aku tidak tahu bahwa ada per sangkaan bahwa kami belajar jadi gila. Itu hanya ucapan yang di utarakan oleh kurir....
...” Aku hanya merasa demikian” Balas Iroh....
...Gadis ini memang sedikit menjengkelkan. Tapi biarkan saja. Memang itu pembawaannya. Jadi sulit untuk di jelaskan....
...“ Tapi kami semua masih waras sampai sekarang” Ucap Kurir....
...Dan ini terbukti dengan kami masih bisa di ajak komunikasi....
...“ Tapi satu temanmu ini sudah gila” Jawab Iroh sambil menatapku....
...Aku hanya menatapnya balik. Dan harusnya itu di tunjukan pada Bea Cukai. Walaupun yang lain masih ikut berpartisipasi atas permasalahan Iroh....
...” Jangan libatkan aku” Ucapku....
...Merasa tidak pernah sama sekali atau tertarik di libatkan dalam hal demikian. Tapi aku tidak tahu kenapa aku harus terlibat juga....
...“ Tapi kurasa kamu sering membuatnya menderita” Ucap Bea Cukai....
__ADS_1
...Padahal dia adalah pelakukm utamanya. Dan mengapa aku yang di serang dalam masalah ini....
...“ Itu hanya fitnah saja” Jawabku tenang....
...Dan aku memang tidak merasakan. Mungkin juga ini kecerdasan Iroh saja....
...“ Tapi itu kenyataan. Kamu pertama mengangkatku dengan pekerjaan yang tidak jelas itu. Dan selalu membuatku hidup dalam kesusahan” Jelas Iroh....
...Kurasa Iroh terlalu bermain dengan perasaannya. Padahal secara aku berpikir tidak demikian. Tapi mungkin ini hanyalah masalah kecil yang mudah di bereskan....
...“ Kamu hanya membenciku” Jawabku....
...Ya memang yang pantas di benci olehnya adalah Bea Cukai. ...
...“ Setiap orang pasti membencimu. Dan itu memang karena kamu selalu membuat kekacauan bagi orang lain” Balas Iroh. ...
...“ Aku tidak pernah menyakiti dan tidak pantas di benci juga. Maka yang paling berhak di benci adalah Bea Cukai” Jelasku....
...Karena memang Bea Cukai adalah segala sumber masalah. Dan aku meyakini ini dar dulu. ...
...“ Aku tidak perlu di libatkan” Bela Bea Cukai. ...
...Dia paling merasa benar. Dan tidak ada yang paling benar kecuali dirinya. Dan selalu membela diri dengan cara apapun juga....
__ADS_1
...“ Kalau dia memang pasti. Karena dia pembuat ulah” Ungkap Inayah....
...Dan aku menyutujui pemikiran Inayah. Selain Istri terbaik. Dia juga selalu membela yang lemah. Itulah kehebatan Inayah....
...“ Ya sebaiknya kita jangan saling menyalahkan. Cukup satu saja yang punya hak di salahkan” Ucap Bea Cukai dengan menatapku....
...Dia hanya ingin tidak di persalahkan dengan cara apapun juga. Jadi makanya aku di beri tanggung jawab sebagai pihak yang di salahkan....
...“ Apa yang menyebabkan bahwa aku bersalah” Bantahku....
...Ini sangat menyakitiku. Bagaimanapun di butuhkan penjelasan yang mengatakan aku bersalah. Tapi aku tidak pernah merasakan demikian....
...“ Ya memang bersalah” Balas Iroh....
...Tania hanya menganggukkan kepala padaku. Bahwa dia menginginkan aku mengakui semuanya bahwa aku yang bersalah. Dan yang lain serempak dengan pemikiran itu....
...Aku hanya merasa bahwa aku di korbankan sebagai pihak yang di persalahkan. Tapi biarlah mereka puas....
...“ Selalu saja tidak ingin bertanggung jawab” Ucap Job....
...Dia merasa bahwa aku selalu lari dari tanggung jawab. Teman seperti dia hanya bersikap menyiksa saja....
...“ Tapi aku tidak bersalah” Belaku lagi....
__ADS_1
...Aku ingin berpegang teguh atas kebenaran diri saja....
...“ Kamu bersalah sayang” Ucap Inayah sambil tersenyum....