
Seorang lelaki tampan dengan title playboy.
Menatap keluar jendela dengan banyak pikiran kalut.
Ia menganggap para gadis adalah hiburan semata, dan hal yang paling muda dipakai lalu dibuang, seperti sampah saja.
Dan lebih buruknya lagi, teman kelasnya meminta dia untuk ikut kencan ganda kelompok.
Ia merasakan kemalasan yang amat luar biasa,
apalagi ia sudah banyak menyaksikan 1001 sifat ajaib para perempuan saat berhadapan dengan dirinya.
"Kalian yakin ingin mengajakku?
Bukankah akan berakhir jauh lebih buruk setelah kalian membuatku datang ke sana." Ungkap lelaki berperawakan tampan namun playboy bukan main.
Mereka kompak menggelengkan kepala tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Tidak masalah! Kami sudah beberapa kali merasakan kebahagiaan saat kau datang!
Kau tau kami adalah lelaki kaku. Jadi ayolah ikut bergabung dengan kami.
Kau tau gadis yang akan bakal ikut itu cantik-cantik!"
Mereka menunjukkan binar mata yang menyilaukan sampai-sampai berhasil membuat lelaki bernama Daryl itu berkeringat dingin.
Dan dia terpaksa mengangguk menyetujui permintaan teman kelasnya.
Info penting sekolah ini hanya memiliki makhluk yang berisikan para lelaki.
Lalu alasan penting Daryl bersekolah di sini.
Agar dia bisa terhindar dari pandangan takjub para gadis di sekitarnya. Betapa egoisnya dia.
Brak!
Mexim mendudukkan Muffy di atas bangku.
Sontak gadis berparas cantik namun berdandan gadis cupu dan kikuk itu merinding disko.
Setetes demi setetes keringat sudah membasahi pelipisnya.
"Aku punya permintaan untukmu!" Pintanya lalu mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Muffy.
Hingga gadis itu terdiam membatu.
Seniornya itu mengangkat sudut bibir kanannya.
Kali ini malah semakin mendekatkan jarak di antara mereka,
dan yang dilakukan seniornya itu membisikkan sesuatu di balik telinganya.
Muffy ingin sekali berteriak meminta pertolongan kali ini sifat bad boy seniornya itu akan keluar.
Ia kurang yakin bahwa ia akan dipukuli,
kalau dalam posisi seperti ini mungkin saja ia dilecehkan.
Mengingat di tempat ini adalah lab bio. Tanpa ada seorang pun di dalamnya.
"Apa yang kau lakukan jangan melakukan sesuatu yang membuatku harus berkata kasar pada senior!" Geram Muffy dengan nada angkuh namun berbeda dengan sorotan matanya yang kosong dan ketakutan.
Mexim menahan tawa.
Dia awalnya ingin membisikkan sesuatu karena ia benar-benar hampir kehabisan ide untuk meyakinkan bahwa ia sangat menyukai Muffy.
Bahkan ia membayangkan momen indah yang selama ini mereka lakukan bersama.
Abaikan itu hanyalah khayalan primitif Mexim.
Jtik!
Mexim menyentil jidat Muffy kemudian mengacak rambutnya.
"Kau sebenarnya memikirkan apa?
Aku hanya meminta padamu untuk menjadi temanku!" Tawa segar terpajang di wajahnya.
Muffy mengerjap sebentar, ia memperbaiki posisi duduknya,
dan menatap heran ke arah seniornya itu.
"Teman?"
Pipi Muffy bersemu merah setelah mendengar permintaan itu.
Dia kira...dan kenapa dia tiba-tiba ingin memuji wajah seniornya yang terpahat sempurna itu.
Apa yang dipikirkannya, oh tidak, singkarkan pikiran jorokmu, setelah nonton drama romantis, Muffy.
Mexim menganggukkan kepala ekspresinya serius.
Mengapa ia meminta Muffy menjadi temannya.
Karena cara efektif mendapatkan seorang gadis adalah langkah pertama menjadi teman,
kedua teman tapi mesra, ketiga nembak, keempat jadian, kelima menikah,
hehehe...bukankah dia jenius abad ini?
Muffy mengerutkan keningnya saat melihat tingkah seniornya yang aneh tampak senyam-senyum sendiri.
"Senior?"
"Apakah keputusanmu? Apakah kamu menerimaku atau tidak?
Tunggu...aku akan memberi waktu. Tidak...jangan lakukan itu, aku akan gila.
Bisakah kau menjawabnya sekarang. Baiklah kau sudah diam lama, berarti ya.
Kita berteman!" Cerocos Mexim tidak memberikan Muffy kesempatan untuk menjawab.
Dan dia segera memeluknya.
__ADS_1
Dia benar-benar berhasil membuat rahang Muffy jatuh.
Sejak kapan dia mengatakan ya, apakah seniornya ini gila.
Tapi entah kenapa pipinya memerah kali ini.
Muffy apa yang salah padamu hari ini.
Brak!
Muffy menjatuhkan kepalanya di atas meja.
Apa yang salah dengan seniornya. Teman? Apakah tidak salah?
Bukankah mereka adalah musuh.
Dan selama beberapa hari terakhir mereka berperang satu sama lain.
Apakah ini tindak balas dendam yang lain.
Muffy mengeluarkan bunyi gerigi dari giginya.
Brain yang melihat Kumiko-channya nampak terlihat gelisah sekarang,
bahkan setiap kali dia berbicara padanya.
Dia tak mendengarnya.
Apa yang dilakukan pemuda ganteng, s*alan itu.
Apakah dia menggunakan wajahnya,
untuk membuat gadis 4D masa depannya ini menjadi seperti ini.
Ayolah, kenapa saingannya tampak berat.
Dia sudah mengorek info tentang anak itu.
Dan sialnya dia memiliki banyak kelebihan, dan malas sepertinya.
Ini benar-benar saingan berat untuknya.
Oke bagaimana kalau dia sangat tampan?
Orang yang sangat imut dan cakep sepertinya lebih pantas dipertimbangkan dari pada lelaki berwajah sangat cakep saja.
Tak lama...
Jam sekolah telah berakhir menandakan siswa-siswi di sekolah ini pulang kembali ke rumah.
Teman-teman Muffy tidak barengan pulang dengannya.
Tapi mereka akan berjalan bersama Muffy sampai di depan gerbang sekolah.
Brain ini kesempatan!
Dia sementara memperbaiki penampilannya,
memberikannya semprotan pengharum mulut,
Mengatur senyum gigi tiga jarinya, lalu tangannya menjulur ke bahu Muffy.
Amanda yang melihat tingkah aneh bocah itu segera memberi tatapan berarti.
Mencurigakan...
Oh dia mengerti sekarang.
"Hei bocah! Apakah kau sedang ingin pergi berkencan?
Sebelumnya penampilanmu tampak kacau.
Kenapa sekarang kau bertindak seperti ingin mengajak gadis pulang bersama." Tajam Amanda mengerti situasi ini, ayolah dia sengaja,
ingin balas dendam karena mengambil bangkunya.
Mempermalukannya sedikit akan menjadi harga yang sebanding.
"Kau mencurigakan." Ujar Karin menatap curiga Amanda juga, biasanya anak ini cuek-cuek bebek.
"Apanya?"
"Apakah kau seorang pencinta anak kecil sekaligus masokis?"
"Siapa yang pencinta anak kecil dan masokis?"
"Bukankah itu terlihat jelas?"
"Darimananya?"
"Kau terlalu perhatian pada anak itu. Bahkan penampilannya kau sudah teliti dari awal."
"Woi tidak seperti itu. Aku balas dendam. Balas dendam!" Emosi Amanda,
sejak kapan temannya ini memutuskan segala sesuatu dengan begitu buruk.
Karin memberi tatapan kasihan. "Aku tau kau menyangkal, jadi kau masokis!"
"Bagaimana bisa kau memutuskan segala sesuatu dengan cepat?
Apa maumu?" Kesal Amanda, ok dia sadar Karin kalau bertutur kata selalu seperti ini.
Tapi bukankah mengatakan pecinta anak dan masokis, akan memperburuk citra feminimnya.
Karin mengangkat sudut bibirnya, sebenarnya dia juga melakukan aksi balas dendam,
karena Amanda mengambil kembali barangnya darinya."Aku menyiksamu!"
"Kau yang masokis ternyata. Alibimu cukup padat!"
Rahang Muffy dan Brain jatuh. Oke bukankah yang harus berkelahi adalah Brain dengan Amanda.
Kenapa sebaliknya?
__ADS_1
Brain menggelengkan kepala segera sadar.
Bukan waktunya memikirkan perkelahian berdarahnya dengan gadis menggelikkan seperti itu.
Fokus utamanya adalah dia.
Dia mengulurkan tangannya lagi gemetaran ingin menepuk bahu Muffy.
Tetapi...
"Muffy oh Muffy..." Jerit Pemuda yang sangat tampan dengan gembira masuk tanpa permisi ke kelas adik kelasnya.
Semua orang merasakan napasnya ingin berhenti.
Senior mereka yang jarang tersenyum sekarang tersenyum bahagia,
dan tempat yang dia pilih untuk tersenyum adalah kelas mereka, luar biasa!
Muffy merinding disko setelah mendengar teriakan menjerit memanggil namanya.
Dia memutar kepalanya melihat arah suara itu, tersenyum getir,
ok mereka sekarang berteman.
Tangan Brain berhenti di udara, s*al saingan tampannya ada di sini. Apa maunya?
Amanda dan Karin yang sedang bertengkar, berhenti.
Dan berbalik setelah seseorang memanggil nama teman mereka dengan girang.
Mexim sudah berdiri di samping Muffy,
sekalian menyingkirkan ke samping anak kecil ini sambil mengangkatnya dengan menjepit kerah bajunya.
Lalu dia tanpa permisi menggenggam tangan Muffy, dan tersenyum sangat manis.
"Apakah kau menungguku lama?" Lembutnya dengan bulu mata hitam jatuh.
Oke, pemuda sangat tampan ini berhasil membuat semua orang yang ada di sini dengan rahang jatuh.
Amanda dan Karin tidak tahu bahwa hubungan mereka sudah sejauh ini.
Syukurlah Muffy, menyerah pada seniornya yang telah memiliki pacar.
"Kenapa kau menggenggam tanganku?" Tanya Muffy dengan sorot mata dingin.
Sedangkan mata kucing Mexim tidak peduli. "Bukankah sewajarnya kita berpegang tangan?"
"Tidak ada yang wajar dengan itu! Bukankah kita baru berteman?" Pusing Muffy dengan tingkah laku seniornya ini.
Mexim mendengar pertanyaan itu mengedipkan matanya berulang kali, lalu mengangguk dan kemudian menggeleng.
"Heeh!" Jawab Mexim sambil menjulurkan jari telunjuk ke depan dada, sambil menggerakkan ke kiri dan kanan, tidak setuju.
"Tidak. Kita sudah resmi menjadi TRI!" Yakin Mexim sambil mempersingkat suku kata terakhir.
"TRI?" Tanya Muffy bingung, baru mendengarnya.
"Teman Rasa Istri! Tentu saja!" Bangga Mexim menjelaskan kepanjangannya.
Sekali lagi semua orang menjatuhkan rahang mereka.
Kalau kalian ingin menyebarkan kemesraan, carilah orang yang sudah punya pasangan!
Emosi penonton dengan rahang jatuh.
Sedangkan Brain mengepalkan tinjunya di samping garis celananya.
"Apakah kau gila? Darimana kau dapat ilmu seperti itu?" Emosi Muffy, mungkin pilihannya salah menjadikannya teman,
ok, dia sepenuhnya belum berteman dengan seniornya ini,
tapi seniornya inilah yang memutuskan secara sepihak menjadi temannya.
"Tenang saja, aku mendapatkan ilmu ini dari hatiku.
Bukan dari orang lain, jadi tidak masalah.
Dan juga apakah yang aku katakan membuatmu tidak senang,
apakah kau kesal dengan teman rasa istri.
Aku tahu kau sudah tidak tahan ingin menjadi istri rasa teman daripada teman rasa istri.
Aku sepenuhnya paham.
Aku akan ke kantor capil sekarang mendaftarkan pernikahan kita!"
"Oi jangan memutuskan seenaknya." Horror Muffy.
Siapa saja bantu dia menguburkan wajah ke tanah,
dia sudah tak tahan dengan rasa malu besar ini.
Sejak kapan dia memiliki pemikiran primitif itu.
Dan jangan menyeretnya! Semua orang sudah memasang kuping ingin bergosip!
"Apa yang salah? Aku tidak memutuskan seenaknya.
Aku tahu kau ingin pergi bersama denganku ke kantor capil.
Aku tidak pernah tahu kau lebih menginginkannya dari pada ak..."
"Kami pergi duluan! Sampai jumpa Amanda, Karin, dan Brain!" Panik Muffy berpamitan segera menarik Mexim keluar dari sini,
kalau dia membiarkan mulut murahnya mengatakan beberapa kata lagi,
Dia akan memutuskan segera pindah dari sekolah ini.
"Aku belum selesai ngomong!" Protes Mexim tapi sekaligus senang tangannya di genggam Muffy.
"Diam!" Bentak Muffy menyuruh Mexim tutup mulut,
mulai hari ini kata senior dan junior tidak ada dalam kamusnya.
__ADS_1
Jika berhadapan dengan seniornya yang bermasalah ini.
Mexim pun patuh mendengar ketegasan Muffy. Betapa menawannya ratunya ini.