CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
BAB 6 - Dinner


__ADS_3

Tap...tap...tap...


Terdengar bunyi derap langkah kaki yang ragu, gadis bertubuh mungil ini memasuki sekolah dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa ia dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. 


Bagaimana tidak? Ia memikirkan berbagai hal buruk apa yang menimpannya setelah ini.


Penampilannya sekarang terlihat sangat mencolok, mengenakan rok sekolah dipadupadankan dengan celana olahraga sampai mata kaki.


Dia terinpirasi dari gaya pemeran utama, Shin Chae Kyung dalam drama korea Prss Hs.


Mungkin saja, ada seorang pangeran yang tersangkut di sekitar sini.


Bisa jadi, setelah ia menemukan pangerannya, ia bakal menjadi seorang putri dadakan.


Lupakan imajinasi bodoh Muffy.


Dia berjalan gontai sambil menyeret paksa tas punggungnya di lantai sekolah, seolah hidupnya berakhir.


Dia menuju ke lokernya. Raut wajahnya menunjukkan tidak ada lagi kehidupan.


Ia merogoh kunci di balik saku roknya, segera ia membuka lokernya, namun sesuatu keluar dari sana,


Wush!


Pletak!


Ia langsung tersungkur ke lantai, Ia mengernyitkan keningnya.


Dari mana asal-muasal surat-surat ini, mengapa bisa berada di dalam lokernya? Sungguh aneh, batin Muffy.


Lalu Ia mencoba membetulkan posisi kacamata yang nangkring di atas tulang hidungnya yang mancung itu, dengan 1001 pertanyaan yang ada dipikirannya sekarang.


Tak menunggu begitu lama, ia mencoba mengambil salah satu surat itu, mungkin saja ini surat cinta dari pangerannya.


Mengingat dalam seumur hidupnya tak ada seorang pun yang berani menaruh surat cinta secara cuma-cuma padanya, melainkan sebuah sms tanpa nama yang berhasil menghiasi hapenya.


Dan rata-rata pesan mama minta pulsa, atau dapat diskon makanan, beli satu gratis satu, yang rugi siapa yang untung siapa? Ntahlah.


Namun satu hal yang pasti, saat ia melihat siapa nama pengirimnya, 


Sret!


Muffy langsung membuang surat itu, anggap saja ia tak pernah membaca siapakah nama pengirimnya, cukup sampai di sini saja ia mengetahui siapa nama orang itu.


Namun saat ia mencoba membaca surat lainnya. 


"Mengapa ia senang sekali menggangguku? Padahal aku tak pernah mencari masalah dengannya!


Argh...membuatku frustasi saja!" Dengus Muffy dengan hidung kembang-kempis pertanda ia dalam keadaan stress alias banyak pikiran.


Kalian pasti tahu siapa yang dimaksud Muffy, lelaki paling populer di sekolah dengan sejuta pesona, ketampanannya tak perlu diragukan, ia juga seorang ketua osis, namun kelebihan itu dijatuhkan dengan sifat badboynya.


Walau pada kenyataannya hanya Muffy saja yang tidak tergiur dengan kehebatan seniornya itu.


Yang tak lain dan tak bukan adalah Mexim Alexander.


Ia langsung menyobek surat itu, pasti maksudnya tidak baik.


Sadarlah wahai Muffy sang dewi kecantikan.


Jangan merusak otakmu, saat kau mampu menjalankan komputer dengan baik, dan membuang data-data yang tidak berguna ke recycle, dan langsung saja melakukan pembersihan tanpa perlu mengeceknya lagi. 


Namun entah kenapa dia juga penasaran dengan surat itu.


Kira-kira jika ia melihat surat itu, apakah tidak melawan prinsipnya yang ingin menjauhi orang itu.


Ayolah! Kenapa tanganku tak ingin berhenti bergerak? dasar nakal! Batin Muffy sambil memukul tangan kanannya yang sedang menjulur ingin mengambil surat itu dengan tangan kirinya.


Keringat dingin pun menghiasi pelipisnya.


 Akan tetapi, tangannya sudah terlanjur menyentuhnya, lalu membuka isi surat itu cepat dan langsung membacanya,


Setelah istirahat sekolah, aku akan menunggumu di belakang sekolah.


Dari belahan jiwamu, Mexim :p


Muffy menelan ludah sekenanya. Dan bulu kuduknya berhasil berdiri, merinding.


Setelah membaca surat itu, ia memiliki pendapat sendiri dalam menanggapinya, dan jalan pikirannya mengarah pada,  Apakah dia akan memukulku setelah ini?


Aku sangat tau sifat anak itu, dan aku takkan memungkirinya kalau ia seorang bad boy, batin Muffy frustasi.


Ia pun sungguh 1000% yakin, bahwa lelaki itu amat sangat berani memukulnya. 


"Mati aku!" Jerit Muffy dengan suara memekik sambil menatap plafon sekolahnya, saking frustasinya dia.


Orang-orang yang berada di sekitarnya menatap heran Muffy.


Di sisi lain seseorang yang bersembunyi tepat di loker ujung sana.


Dia tertawa pelan, Apakah dia begitu antusias setelah membaca suratnya?


Dia semakin tak sabaran, dan ingin istirahat sekolah segera.


"Aku ingin istirahat cepat!"


Gerald menurunkan buku pelajaran yang dibacanya, "Berhenti bersikap bodoh!" Tegurnya.


"Ingatlah, jam pertama belum dimulai, dan kau hanya memikirkan rencana bodohmu itu. Lebih baik kau pikirkan masa depanmu, kita sudah kelas tiga.


Jadi, belajarlah baik-baik!" Sambung Gerald memperingatkan sahabatnya bahwa mereka sudah tidak lama lagi lulus, dan kemudian memilih universitas yang diinginkan.


Mexim yang terlihat acuh tak acuh mendengar celotehan teman masa kecilnya itu lebih memilih menyibukkan dirinya membersihkan kotoran yang ada di telinganya.


Lalu selesai dari aktivitas korek-mengoreknya itu, ia dengan santainya membuang kotorannya entah ke mana.


Ia pun berkata dengan tampang polosnya seolah ia tuli mendadak mendengar hal tersebut,"Apa yang kau katakan tadi? Bisakah kau ulang?" 

__ADS_1


Gerald menunjukkan raut wajah yang sangat kesal pada temannya itu, "Dia itu tidak mendengarnya atau hanya berpura-pura?


Aku akan berhenti mengatakan itu lagi. Aku duluan ke kelas, dan setelah ini mari kita saling tidak mengenal, oke!" Gumam Gerald dengan kening yang sudah berlipat-lipat menahan kejengkelannya.


Dia menahan amarahnya dengan segera meninggalkan Mexim sambil membawa beberapa buku di tangannya. Mexim menahan bahunya.


Gerald  terdiam sebentar, Mexim sepertinya sudah menyadari kesalahannya.


Namun ia mengingat satu hal bahwa-- Ia pun menoleh ke belakang menatap horror ke arah Mexim, "Apa yang kau lakukan?


Mengapa tangan jorokmu itu kau letakkan di atas bahuku, bodoh?" katanya kesal sambil menepis tangan Mexim.


"Ada apa dengan tanganku? "


"Dasar idiot!" Gerald berjalan menjauh dari Mexim.


Sesekali ia melirik bahunya, tangan bekas korek up*lnya Mexim, dia letakkan ke bahunya tadi.


Anak itu, kalau sudah datang gilanya, ia malah menyusahkan dirinya.



Muffy nampak tidak fokus sama sekali. Untung dia duduk paling belakang walau pada kenyataannya dia orang yang sangat pintar.


Dia menatapi surat yang ia anggap sebagai tantangan. Padahal, surat itu sebenarnya surat cinta.


Surat itu sekarang berada di atas buku pelajarannya.


Kali ini ekspresi yang ia tunjukkan seperti ekspresi yang tidak ada tanda kehidupannya sama sekali, alias kosong.


Bug!


Sudah berapa kali kertas melayang, dan menimpuki sisi bahunya.


Akan tetapi, tetap saja Muffy tidak terusik akan hal itu.


Dan membuat temannya menyerah, dan saling berbisik.


"Aku pikir otaknya sudah tidak layak pakai lagi." Ledek Karin menatap naas temannya yang dilanda frustasi itu,


"Aku sependapat denganmu. Apakah kau lihat suratnya? Surat itu berasal dari Mexim, bukan?


Apakah dia sebahagia itu?" Timpal Amanda salah paham bukan itu yang dipikirkan Muffy.


Stt...


Muffy menjatuhkan wajahnya di atas meja.


Dan lebih memilih menaruh buku cetaknya di depan wajahnya, agar guru yang mengajar tidak melihat, kalau dia sedang dalam keadaan tak bersemangat belajar,


"Apakah aku akan mati muda?" Gumam Muffy lesu, untuk beberapa alasan ruh yang ada dalam tubuhnya keluar setengah.



Teng...teng...teng...


Muffy mengacak rambutnya frustasi. Apakah dia harus ke sana?


Apakah dia lebih baik berdiam di kelas saja. Dan mengabaikan kantin sekolah untuk hari ini.


Setengah jam istirahat sudah berlalu. Di tempat berbeda seseorang menahan kegelisahannya, dia nampak tergesa-gesa.


Dia akan memberi perhitungan kepada orang yang mengabaikan suratnya, dan tak memunculkan batang hidungnya saat dia menunggu seperti orang bodoh di belakang sekolah.


Brak!


"Ku-kucing beranak!" Latah Muffy kaget saat bangkunya di gebrak keras.


Lirikan matanya yang awalnya tajam, saat seseorang yang berani membuatnya latah. Berubah menjadi menghitam, takut.


"Kenapa kau tak datang ke belakang sekolah?" Tanya Mexim dengan suara melembut.


Suara melembut itu malah terdengar menakutkan bagi Muffy, di balik sifat lembut tersimpan sisi menakutkan, menurutnya.


Muffy menelan ludahnya susah payah. Semua orang yang ada di kelas ini kaget dengan pemandangan tersebut.


Seorang Mexim yang tidak mempedulikan orang lain, lebih tepatnya para gadis lain.


Apalagi Mexim bagaikan pangeran sekolah, dan juga dia tidak sendiri.


Di luar kelas ada para ksatria yang menunggunnya dan lebih tepatnya teman-temanya.


"Hei apakah kau tidak mendengar suara Mexim yang terdengar melembut itu? Lihatlah bulu kudukku merinding.


Biasanya, kalau dia berbicara itu terdengar kurang ajar." Kata Mark heboh sambil mengelus tangannya, dan kali ini dia hanya mengikat almamater sekolahnnya di pinggang.


"Jadi gadis itu Muffy? Bukankah dia anggota OSIS yang menakutkan itu?" Tanya Hans pada Gerald.


"Hmm..." Gerald hanya merespon Hans dengan deheman saja sambil menaruh tangannya di depan dada.


Sebenarnya ada percikan aneh dihatinya, saat ia melihat Muffy dan Mexim bersama.


"Muffy? Jadi orang itu adalah Muffy? Dia adalah gadis pertama yang menolak ajakan kencanku dulu!" Jerit mantan wakil ketua basket itu.


Kali ini suara itu menjangkau di telinga Mexim, ada raut kekesalan di kening Mexim.


Dia menolehkan wajahnya ke luar pintu kelas.


"Apakah kau mau kubunuh?" Ancam Mexim pada Gary mantan wakil ketua basket itu.


Muffy pikir itu dirinya, dia nampak semakin memucat.


Setelah mengatakan itu, Mexim kembali mengarahkan arah fokusnya kepada belahan jiwanya.


"Apakah kau sudah makan?" Mexim mengganti topik pembicaraanya,


Jleb!

__ADS_1


Muffy menelan ludah susah payah.


Apakah sekarang aku dipaksa untuk makan sekarang? Apakah ini adalah makanan terakhirku?


Apakah aku akan mati muda? Tidak! Aku masih ingin hidup! Semua itu adalah pikiran negatif milik Muffy.


Dia mengerjapkan matanya takut, lalu membukanya.


"Apakah kau sudah makan?" Tanya Mexim lagi semakin melembut.


"Cih! Apakah kalian dengar? Ia mencoba melakukan pendekatan dengan sebuah pertanyaan basi?


Apakah kau sudah makan?" Ejek Ronald membuatnya dapat tatapan tajam Mexim.


"Kalau kalian datang hanya mengejekku. Pergilah dari sini, hus..."Usir Mexim pada mereka layaknya kucing liar.


Sayangnya mereka tak ingin meninggalkan tempat, Mereka sebenarnya mengenal Muffy.


Tapi sayangnya Muffy tak mengenal mereka, kecuali Gerald.


Mereka sebenarnya sudah memendam rasa pada adik kelasnya yang mencolok itu.


Pernah suatu kali mereka mendekati Muffy, tapi sayangnya selangkangan mereka menjadi sasaran Muffy.


Gadis ini pikir mereka adalah orang-orang mesum yang mau menggoda gadis cantik nan polos ini, abaikan.


Mexim kembali fokus lagi pada Muffy,


Kuruyuk...


Bunyi perut Muffy memecahkan kebungkamannya. Mexim tersenyum penuh kemenangan.


Dia dengan senang hati menarik tangan Muffy, dan membawanya keluar kelas.


"Kali ini pangeranmu akan menjamumu, oh my lady!" Kata Mexim.


Muffy tak bisa mengatakan apa pun, dia hanya mengkhawatirkan bunyi perutnya, apakah ini terdengar memalukan?


Apakah suara perutnya terdengar oleh Gerald?


Muffy semakin stress kali ini, apakah dia akan mengalami kebotakan dini?



Mexim tidak membawa Muffy ke kantin, tapi dia membawanya ke belakang sekolah.


Sebenarnya tujuan Mexim mengajak Muffy ke belakang sekolah yaitu memakan bekal buatannya bersama.


Sebenarnya Mexim jago masak loh.


Mexim mencari saran di doodle, bagaimana cara membuat seorang gadis terpukau.


Dan salah satunya dengan cara menujukkan keahlian memasaknya. Ia tidak memerhatikan saat membaca cara tersebut.


Padahal cara itu ditujukan untuk para gadis yang ingin membuat doinya terpukau, jangan salahkan Mexim, ia cuman terlalu polos kalau sedang jatuh cinta.


Sebuah keranjang besar terletak di atas tikar itu.


Mexim menyuruh Muffy untuk diam, dan membiarkannya mengatur segalanya.


Dia mengeluarkan semua kotak bekalnya yang ada di keranjang itu.


Muffy dibuat takjub saat melihat kotak bekal besar ala jepang itu; sangat mewah, dan cantik.


Setelah selesai mengeluarkan semua isi keranjang itu.


Ia pun membuka isi kotak bekal itu, dan sumpah demi apa pun, itu terlihat sangat menggiurkan.


Dan apakah kalian tahu? Perutnya berbunyi, dan berhasil membuat Mexim tersenyum mendengarnya. 


Lalu dia mengeluarkan dua gelas sirup.


Gelas sirup adalah gelas yang biasanya digunakan untuk menyajikan jus atau soft drink.


bentuk pada bagian atasnya memiliki kepala yang bulat.


Bentuk badannya lurus seperti layaknya sedotan dan berwarna bening.


Tak lupa serbet di taruh di atas paha Muffy.


Gadis ini meneteskan ilernya takjub, dia tak peduli apakah ini adalah makanan terakhirnya.


Bekal yang ada di hadapannya luar biasa, dan  siapa saja bakal tergoda. Dia tak dapat menahannya,


"Apakah aku bisa memakan ini?" Tanya Muffy ragu,


Mexim tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Tanpa babibu Muffy mencoba semua makanan itu.


"Enaknya!" Puji Muffy memegang wajahnya, maksudnya dia sangat menikmati makanan itu.


Mexim menolehkan kepalanya ke belakang, dia memunculkan semburat senyum tak dapat di sembunyikan saking bahagianya, apakah kali ini dia berhasil? Semoga saja.


Di sisi lain teman-teman Mexim menikmati pemandangan itu dengan penuh kekesalan.


"Bukankah itu terlihat berlebihan?" Kata Ronald.


"Tapi cara itu terkesan romantis. Dia sangat hebat!" Timpal Gary.


Yang lainnya mengangguk setuju. Semua orang nampak iri dengan pemandangan itu.


Betapa beruntungnya gadis itu diajak makan bersama Mexim.


Mereka juga menginginkan hal tersebut.


Tapi sayangnya itu mustahil, karena Muffy adalah satu-satunya gadis pujaan selama hidup Mexim, lelaki berperawakan terlalu tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2