CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
Iroh III


__ADS_3

...Aku tahu. Iroh berharap Pria Tampanlah yang mengajak dirinya. Tapi aku rasa harapan itu hanya harapan hampa. Jika aku jadi Pria Tampan’ aku juga tidak akan sudi untuk mengajaknya....


...“ Aku tidak mau ikut” jawabnya....


...Jelas itu membuatku sedikit kecewa. Tapi ternyata Pria Tampan memberikan sebuah kejutan....


...Aku berada di rumah Iroh. Aku sengaja mendatanginya untuk mengajaknya ikut dengan acara yang akan kami buat. Jelas kedatanganku membuatnya menjadi amat sebal’ karna kemarin Tim telah menyidangkan dia atas masalah hidupnya yang tidak kunjung bersuami....


...Pria Tampan keluar dari mobilnya. Dia tersenyum padaku dan juga Iroh. Aku menemui Iroh di luar rumahnya. Jadi saat Pria Tampan datang kami langsung melihatnya. Tapi detik itu wajah Iroh bersemu merah. Benar-benar luar biasa Pria Tampan. Bahkan gadis berhati batu ini sanggup di taklukan hanya dengan senyumnya. Aku selalu mencoba menaklukan Iroh dengan senyum. Tapi yang terjadi aku hanya di damprat habis-habisan olehnya. ...


...“ Hallo” sapa Pria Tampan dengan senyum yang menawan....


...Terlihat Iroh salah tingkah dan nampak kikuk. Aku yakin hatinya girang bukan main. Bagaimana idolaku telah menyapanya dengan begitu berkelas. Mungkin Iroh juga sekarang mengidolakan pria tampan ini....

__ADS_1


...” Bagaimana kabar Iroh ? Tanya Pria tampan....


...Kami berdiri di teras rumahnya. Apa gadis ini tidak ada niat mengajak Pria Tampan masuk ke rumahnya. Dia hanya memandang Pria Tampan. Aku tidak tahu apa yang di fikirkan dalam hatinya....


... “ Ajak Pria Tampan masuk Iroh” Ucapku ketus....


...Iroh tersentak dengan ucapanku. Tetapi sejurus kemudian dia menatapku galak. Pria Tampan hanya tersenyum. Kurasa Iroh masih mengalami syok yang luar biasa dengan kedatangan Pria Tampan. Mungkin ini juga kunjungan pertama Pria Tampan ke rumahnya....


...Aku hanya tersenyum melihatnya dan dengan di balas tatapan mengancam. Pria Tampan melangkah masuk ke rumahnya dan jelas aku ikut serta. Walaupun Iroh nampak tak suka dengan keberadaanku. Tapi jelas aku harus melindungi Pria Tampan dari gadis ini. Aku khawatir Iroh akan melakukan sesuatu yang senonoh pada Pria Tampan. Jadi kali ini aku pelindungnya....


...“ Aku akan ke belakang dulu” Ucap Iroh pamit....


...Pria Tampan juga bersalaman dengan keluarga Iroh. Bahkan menyangka Pria Tampan adalah kekasih Iroh. Pria Tampan hanya tersenyum. Tidak mengatakan iya dan juga mengatakan tidak. Tapi aku melihat berarti “Tidak”....

__ADS_1


...Tapi Pria Tampan sangat mengerti. Dia tidak akan mengatakan hal yang menyakitkan pada orang lain....


...“ Aku sudah mengajaknya. Tapi dia amat ketus” Ucapku pada Pria Tampan saat kami telah duduk....


...Pria Tampan menatap hanya pada satu arah....


...” Aku akan bantu bicara dengannya. Semoga aku bisa membantu” balas Pria Tampan....


... Jawaban Pria Tampan luar biasa. Dia harusnya menjawab “ Biar aku yang bicara dengannya”. Tapi malah berbicara seolah dia akan membantu. Saat kami melakukan bisnis, aku juga sering dia mengatakan” Akan membantu”. Tapi pada dasarnya dia mampu dan begitu mudah menyelesaikan bisnis itu sendiri. Tapi dia melakukan seolah dia sedang membantu kami. Cara ini adalah untuk tidak meruntuhkan mental kami. Dia menjadi teman tapi bukan seperti guru. Dan membuat kami selalu nyaman saat bersamanya....


...Pria Tampan hanya melihat foto anak kecil di sebuah dinding. Dan mengamatinya dengan teliti. Iroh kembali dengan membawa sebuah minuman. Kurasa itu sebuah jus. Aku tidak pernah tahu kalau di rumahnya ada jus. Selama ini aku jarang sekali di beri minuman olehnya. Tapi aku pernah di berikan kopi....


...“ Silahkan minum” Ucap Iroh seraya tersenyum....

__ADS_1


__ADS_2