
...Kata-kata Iroh sangat memohok. Menyakitkan dengan apa yang telah dia katakan padaku. Tapi memang dia bukan orang yang tertutup. Bila berbicara amat blak-blakan. ...
...“ Kamu selalu saja memojokkanku. Apa salah yang aku perbuat padamu saudari Iroh? Tanyaku pada Iroh....
...Dan aku mencoba bersikap formal. Mungkin dia akan menjadi orang yang sedikit formal juga. Jika itu memungkinkan baginya. Karena akan sulit orang pemarah akut seperti dia....
...“ Dasar tidak tahu diri. Kamu tetap saja berengsek dimanapun juga” Balas Iroh....
...Padahal aku ingin berdamai dengannya. Tapi kenapa juga tidak pernah bisa berdamai sampai hari ini. Dan aku tetap harus selalu ribut bila ada kesempatan. Bila bukan Bea Cukai jelas yang kena marah adalah aku. Atau yang lainnya....
...“ Kamu saja pembenci akut. Jadi wajar bila kamu suka menyalahkan orang lain” Balasku....
__ADS_1
...Dengan tenang aku merasa bahwa kami akan kecapean setelah bertengkar. Tapi ternyata Iroh tidak ada capek bila sedang bertengkar....
...“ Karena kamu hanya pembuat ulah keburukan” Jawab Iroh padaku....
...Dan itu membuat yang lain hanya menonton saja. Mereka mengira bahwa dua orang idiot sedang bertengkar hal-hal yang remeh. Dan hanya bersikap masa bodoh setelah melihat kami bertengkar. Dengan cuek hanya mengangkat bahu saja. Bahkan itu di lakukan oleh Tania. Orang yang aku anggap istri terbaik dan Inayah yang aku anggap istri tercinta....
...“ Kalian memang cocok bila saling terus bermusuhan” Ucap Sobari Dukun....
...Dan Iroh kesal memandang Sobari Dukun. Bagaimanapun juga. Pria itu telah menyakitinya juga. Karena Sobari Dukun adalah orang yang begitu keras saat Iroh di sidang....
...Bagaimana orang seperti kalian bisa hidup” Semprot Iroh pada Sobari Dukun....
__ADS_1
...Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Sifat barbar Iroh tidak pernah hilang. Ternyata gadis cantik ini memang berhati batu. Kerasnya minta ampun. Dia sedang bersama Pria Tampan. Tapi seperti hidup di hutan saja. Memang tidak ada bedanya dimanapun juga. Cantik dan Pintar tetap saja tidak bisa merubah prilaku barbarnya....
...“ Aku tidak pernah berbuat jahat Iroh. Kamu saja yang sensitif padaku. Coba kamu lebih punya hati. Tapi sayangnya kamu memang keras kepala” Jelas Sobari Dukun. ...
...Dan itu membuat mereka berdua sekarang yang harus bertengkar. Dan aku sungguh bersyukur Sobari Dukun bisa mengambil Estafet dariku. Jadi Sobari Dukun sekarang meneruskan pertengkaran dengan Iroh. Bila aku bertaruh maka aku jelas akan memegang Iroh sebagai pemenang pertengkaran ini. Karena Iroh kuat dalam berdebat. Karena Iroh tidak pakai otak bila bicara....
...“ Kamu memang barbar. Tidak melihat kondisi. Kita sedang berdiskusi. Tapi kamu malah membawa urusan pribadi ke tempat ini” Kata Bea Cukai....
...Jelas Bea Cukai akan ikut bicara. Baginya bila ada keributan. Maka dia akan ikut dalam pertengkaran itu. karena akan selalu menarik....
...“ Kamu saja yang tidak beradab. Kamu selalu menyusahkan orang lain. Sama saja dengan yang lain” Balas Iroh pada Bea Cukai....
__ADS_1
...Dan itu semakin seru saja. Dan Pria Tampan hanya tersenyum melihat keributan mereka. Dan tidak akan pernah berani melerai pertengkaran itu....
...Alasannya jelas. Bahwa biarkan orang lain menghabiskan kata-katanya dahulu. Dan itu cara terbaik yang bisa di lakukan. Dan aku memahami untuk membaca kata-kata orang lain....