
...“ Berhati-hatilah” Kataku....
...Aku memperingatkan Bea Cukai. Bahwa kami selalu menghadapi kegalakan Iroh....
...“ Kalian saja yang selalu bikin orang naik darah” Jawab Iroh kesal....
...Jadi sebenarnya Iroh selama ini tidak sadar kalau dirinya sangat galak dan luar biasa mengerikan. Kami jelas mengatakan padanya tentang itu tapi selalu di tanggapi bahwa kami hanya memfitnahnya saja....
...“ Bagaimana gadis secantik Iroh itu Galak” Bela Suhaimi Sopir Ambulance....
...Aku memandang Tania. Ingin mengetahui responnya terhadap perkataan Suhaimi Sopir Ambulance. Dan Tania hanya mengangguk saja....
...“ Padahal aku ngeri” Jawab Bea Cukai....
...Perasaan Iroh yang kegalakannya akan meledak kapan saja. Membuat kami selalu berhati-hati....
...” Kalian saja pembuat Ulah” Ucap Iroh sengit....
...Dia merasa selama ini kami membuatnya marah. Tapi pada dasarnya hati Iroh itu sangat lembut. Walaupun kami tidak percaya....
...“ Kelakuan kalian berdua seperti anak-anak” Ujar Thamrin....
__ADS_1
...Kami berdua cuek saja. Tidak terlalu perduli apa yang di katakan Thamrin. Dan melanjutkan memeriksa data yang kami peroleh....
...“ Di omongin malah cuek” Jelas Iroh....
...Mungkin dia sebal dengan tingkah kami. Tapi kami memang terbiasa dengan sikap yang pura-pura cuek. Jadi kami ingin mengetahui kegalakan Iroh keluar lagi. ...
...“ Datanya cukup banyak”’Ucap Inayah....
...Dia melihat data yang bertumpuk-tumpuk. Jadi banyak sekali yang mesti kami kerjakan. Dan jelas ini akan menghabiskan banyak waktu. ...
...“ Iya. Sebaiknya kita juga mengerjakan banyak orang untuk mengurusi data” Ujar Suhaimi Sopir Ambulance....
...“ Kita banyak menghabiskan jam di sini” Kata Tania....
...Tania benar. Pekerjaan ini sangat membuat kami kelelahan. Apalagi Thamrin yang baru pertama kali. Merasakan bahwa segalanya tidak mudah. Tapi dia bisa cepat menyesuaikan diri. Karena pengalaman dari Pesantren juga. Jadi bisa di katakan banyak pelajaran juga yang berurusan dengan data-data....
...“ Ya bukankah dari dulu kita sering melakukannya? Ucap Bea Cukai....
...Jadi dalam pelajaran membuat data-data keuangan. Kami juga merasakan bagaimana kami yang tidak punya pendidikan. Mangharuskan mempelajari hal yang kami anggap buta. Tapi dengan berjalannya waktu. Kami mulai terbiasa dan menjadikan hal itu menyenangkan. Bahkan awalnya kami untuk ngobrol saja terasa sulit. ...
...“ Ya itu benar” Jawab Inayah....
__ADS_1
...Jadi kami mulai melihat apa yang dulu kami lakukan. Bisa menghasilkan sesuatu yang awalnya terasa sulit kemudian menjadi terasa mudah. ...
...“ Jadi bagi kalian ini menjadi hal biasa ? Tanya Iroh. ...
...Selama ini yang dia ketahui tentang kami adalah orang-orang yang berulah. Dan tidak tahu apapun tentang kami....
...“ Bagi kami demikian” Jawab Tania bingung....
...Melihat wajah Iroh yang terlihat aneh. Membuat Tania terasa ingin ketawa. ...
...“ Tidak usah di pikirkan” Ucap Bea Cukai pada Iroh....
...Karena bagaimanapun juga. Pemikiran Iroh yang terasa bingung. Hanya akan menyakiti dirinya sendiri. Jadi kami hanya ingin dia melakukannya saja. Jadi Iroh juga kami masukan dalam Tim pembuatan acara ini. Dia tetap seorang Guru. Jadi kami ikutkan dalam waktu luangnya. Bahkan dia akan di jadikan pemeran utama acara ini....
...“ Kenapa banyak persyaratan-persyaratan? Tanya Thamrin....
...Thamrin mungkin masih bingung bagaimana bahwa adanya persyaratan dalam mendirikan usaha yang resmi....
...“ Aturan Pajak” Jelas Tania....
...Tania menjelaskan pajak bukanlah untuk menghukum orang. Tapi pajak adalah insentif. Tapi bahaya bila tidak memahami hukum perpajakan....
__ADS_1