
...Iroh terlihat berfikir. Sebenarnya tidak perlu di pikirkan. Yang mengajak adalah Pria Tampan. Jelas pasti Iroh menerimanya. Tapi masih ada sikap yang memperlihatkan wibawanya....
...” Bilang aja sih Iya” Ucapku sewot....
...Sepertinya aku cocok di sebut penghancur karakter orang. Iroh menatapku dengan kebencian yang sangat. Dia ingin menunjukkan mengatakan “Iya” tapi dengan seolah menimbang keputusan. Dan aku tak pernah perduli dengan hal itu. Bagiku cukup mengatakan iya. Aku rasa saat meminta Tania menikah denganku. Dia cueknya minta ampun. Membuatku ingin memukul kepalanya pakai alat masak. Tapi ternyata Iroh berbeda. Dia seolah merasa kualitas intelektualnya tidak di hargai. Padahal aku ingin sekali menikahkannya dengan pohon asem....
...“ Bagaimana jawaban Iroh ?? Tanya Pria Tampan kembali....
...Aku ingin sekali memiliki sikapnya yang begitu sopan dan tulus. Benar-benar bagiku hal yang luar biasa. Begitu sempurna di mata manusia biasa sepertiku....
...“ jawab saja Iya bangsat” Kataku pada Iroh jengkel....
...Aku tidak tahan dengan sikapnya ya seolah berperilaku layaknya orang yang sangat berpendidikan. ...
...“ Apa urusanmu bangsat” balasnya tidak kalah galak....
...Benar-benar gadis yang angkuh. Selalu menjaga sikapnya seolah jual mahal. Tapi aku tak menyangka seorang pria yang tak di undang datang. Dia menatapku dengan sedikit emosi. Dan kemudian Pria Tampan dengan senyum menghargai....
...“ Kamu mau apa ? Ucap Iroh terhadap Bea Cukai....
__ADS_1
...Bea Cukai langsung duduk dan menjelaskan masalahnya dengan pawang buaya yang selama ini tidak mau berantem dengan buaya....
...” Pawang Buaya itu sekarang susah di atur” jelasnya dengan marah....
...Mungkin hati Iroh tambah emosi saja. Setelah emosi terhadapku. Sekarang tanpa di sangka Bea Cukai datang dengan masalah yang begitu aneh....
...“ Tapi bukankah kami bisa membawanya ke Hukum” Ucapku....
...Iroh menatapku. Bagaimana kasus ini bisa di bawa ke Hukum. Jelas yang gila adalah Bea Cukai, tapi malah Pawang Buaya di jadikan sebagai tersangka. Tapi kami akan membantu Bea Cukai bila Sang Pawang masih tidak mau bertarung dengan Buaya....
...” Kenapa tidak kami saja yang bertarung dengan Buaya” Ujar Iroh dengan emosi....
...” Jadi kamu ingin aku mati !! Balas Bea Cukai marah....
...Bea Cukai jelas kecewa denga arogansi Iroh. Bagi Bea Cukai bagaimana gadis berwajah cantik ini begitu tega dengan kata-katanya....
...” Kamu memang cantik. Tapi hatimu begitu jahat” Ucap Bea Cukai dengan menahan marah dan kecewa....
...Aku menatap Iroh dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana gadis ini mempunyai hati sekejam itu....
__ADS_1
...“ Kamu itu yang berengsek !! Balas Iroh. ...
...Mereka berdua berantem tidak jelas. Intelektual Iroh sudah hilang dengan kedatangan Bea Cukai. Benar apa yang di katakan Tania. Bila Iroh bertemu dengan Bea Cukai maka akan terjadi ledakan pertempuran yang lebih besar. Dan benar saja. ...
... Mereka seperti musuh bebuyutan. Dan jelas lebih gila dari yang aku duga. ...
...“ Dia juga susah menentukan pilihan” Ucapku pada Bea cukai....
...Yang membuat Bea Cukai geleng-geleng kepala. Tanda dia tidak bisa percaya....
...“ Kalian saja berdua yang gila” Ucap Iroh....
...Selalu mencoba untuk mempertahankan diri. Tapi Pria Tampan hanya menonton kami bertengkar dengan sambil tersenyum. Mungkin baginya melihat kenyataan lebih menarik daripada hanya mendengar cerita saja....
...“ Kami hanya ingin berbuat kebajikan Iroh” Ucap Bea Cukai....
...Tujuan baik kami adalah ingin Iroh cepat mendapatkan pendamping hidup...
...“ Kebajikan dari Hongkong” Ujarnya sewot....
__ADS_1