
...“ Aku bangga pada kalian” Jelas Pria Tampan....
...Kami lebih bahagia bersama Pria Tampan. Mungkin awalnya kami merasa kami tidak akan pernah dekat dengan pria seperti dia....
...“ Terima kasih. Kami belajar banyak dari kamu” Ungkap Biore....
...Kami selama ini selalu menghabiskan waktu dengan Pria Tampan. Dan belajar banyak dari Pria Tampan. Dan Pria Tampan juga yang menguatkan kami saat kami jatuh....
...“ Apa kalian masih memiliki emosi masa lalu? Tanya Pria Tampan tersenyum....
...Pria Tampan ingin menguji kami. Dengan menanyakan tentang emosi kami yang di miliki sekarang dengan emosi pada masa lalu kami. ...
...Ini di akibatkan serakahnya dan terlalu tergesa-gesanya kami di masa lalu....
...“ Aku berpikir sekarang tidak” Jelas Erika....
...Karena kami mulai bisa melihat banyak. Dan proses yang kami pelajari juga adalah konsep pertumbuhan pelan-pelan....
...“ Dulu kalian tergesa-gesa dan sembrono. Sampai saat kalian merasa bahwa kalian telah kehilangan semua yang kalian percayai” Ungkap Pria Tampan....
__ADS_1
...Ini di sebabkan minimnya pengetahuan kami. Dan saat segala sesuatu itu terasa mudah. Kami berpikir kami akan berhasil. Ternyata kami kehilangan kepercayaan....
...“ Apa yang di percayai? Tanya Iroh....
...Iroh ingin tahu banyak dalam kehidupan kami. Jadi selama ini kami sering membawanya berdiskusi dengan Papa(Tania) dan Pria Tampan....
...“ Kepercayaan pada teman-teman kita” Jelas Pria Tampan....
...Ini di akibatkan saat kami mulai menyalahkan satu dengan yang lain. Dan jelas saja itu membuat kami saling menuduh kesalahan masing-masing....
...“ Ya kami merasakan itu adalah hal terburuk. Bahkan lebih buruk menjadi pengasuh Tania” Jelas Suhaimi Sopir Ambulance....
...“Tapi kita bersyukur itu telah di lalui dan untuk Tania telah ada yang menjadi Tumbal” Jelas Job dengan perasaan lega....
...Baginya itu adalah kesejahteraan hidup yang tidak ternilai. Dengan adanya Tumbal. Penderitaan terberat di alihkan kepada Sang Tumbal. Aku hanya ingin membunuh mereka semua....
...“ Kamu merasa Tumbal untukku? Ucap Tania padaku seraya sedih....
...Aku tidak ingin membuat orang yang ku cintai bersedih. Perilaku mereka keterlaluan. Dan sekarang orang yang aku cintai telah tersakiti....
__ADS_1
...Dan aku mengangguk....
...Karena aku memang merasa sebagai Tumbal bagi Tania. Tapi aku menahan semuanya....
...“ Kita akan membicarakan ini di rumah” Ucap Tania dengan tatapan galak....
...Yang lain hanya cekikikan melihat itu. Aku hanya mencium pipi Tania. Aku tidak tahu kenapa Tania selalu saja lucu seperti kami kenal dulu....
...“ Tapi pengalaman bisnis itu adalah sesuatu yang di pelajari? Tanya Iroh....
...Kenyataan yang Iroh dengan tentang kami adalah bahwa kami telah memperoleh pengalaman dari kesalahan dan bukan dari kehebatan. Bahkan kami tidak hebat sama sekali....
...“ Benar. Dan kebanyakan belajar dari kesalahan” Jelas Pria Tampan....
...Dan memang benar adanya. Amat susah bagi orang yang takut berbuat salah. Karena di butuhkan kesalahan dalam Prosesnya. Jadi tanpa kesalahan menurut Papa itu adalah orang yang hebat. Dan kami adalah orang yang selalu salah. Jelas kami orang yang tidaklah hebat....
...“ Apa yang terjadi saat melakukan kesalahan? Tanya Iroh....
...Semua orang tahu bahwa itu sangat menyakitkan. Kami tidak akan bilang itu sangat menyenangkan....
__ADS_1
...“ Kita akan belajar untuk bertanggung jawab pada diri sendiri. Dan bukan menyalahkan pihak yang lain” Jelas Pria Tampan....