CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
BAB 24 - Olahraga 3 End


__ADS_3

Muffy memiliki ekspresi takut tak tertahankan, asal kalian tahu jika ada kamera yang menyorot bagian bawahnya.


Maka kalian akan mengetahui bahwa kakinya gemetaran, dan menunjukkan betapa gugupnya dia sekarang.


Sedangkan pemuda di hadapannya yang menyatakan bahwa dia suka padanya itu tidak terlihat sama sekali.


Dia malah terlihat seperti algojo kapan saja menebas lehernya. Mexim memiliki senyum malu-malu.


"Mengapa kau menatapku penuh cinta seperti itu, darling?!" Pekik Mexim dengan suara melengking semua orang yang menonton terbengong dan segera beralih ke arah Muffy.


Muffy yang seolah tertangkap basah dengan tatapan menuntut para penonton membuatnya menggeleng keras,


bahwa dia bukan gadis mesum. Kau tahu? Ini bukan seperti yang mereka pikirkan, menyebalkan.


Daripada menggubris celotehan Mexim, dia harus fokus memasukkan bola lebih banyak.


Dan ia cukup malu untuk kalah.


Semakin dia gelisah, maka semakin dipermalukan dirinya.


Dan manusia di hadapannya ini tidak meremehkannya begitu jauh.


Muffy menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan satu hembusan.


Sorot matanya sangat fokus sekarang pada bola.


Dan Mexim masih terlihat memiliki pemikiran sendiri.


"Aku menemukan celah!" Gumam Muffy dengan sudut mulutnya terangkat ke atas.


Muffy mengambil bola yang di dribble oleh Mexim dengan tangannya yang begitu lihai dan cekatan.


Setelah berhasil mendapatkannya dia segera berputar membelakangi Mexim, dan berjalan ke arah ringnya.


Sedangkan Mexim yang disenggol Muffy terjatuh ke lantai seolah mendramatisir jatuhnya, bukan rasa malu bolanya direbut, tapi seolah panah cinta menyikut lengannya dan menuju hatinya.


"Aduh! Hatiku!" Sakit Mexim menyentuh dadanya, dan pipinya memerah.


Sentuhan itu benar-benar terasa terlebih lagi keringat mereka saling bersentuhan, APAKAH INI CINTA PERSATUAN KERINGAT? Batin Mexim.


"Lenganmu!" Jerit penonton pria tak terima.


"Dia menyikut lenganmu! Bukan hatimu! Huuu!" Ledek Brain bersama dengan Daryl cemburu dengan itu, mereka juga menginginkan dorongan cinta seperti itu.


"Kalau iri bilang bos!" Balas Amanda bagian pendukung Mexim, melupakan sahabatnya Muffy.


"Aku iri denganmu Muffy! Mexim milik kami! Cinta kami untuk Mexim!" Jerit penggemar Mexim entah dari mana sudah menyediakan spanduk penggemar di sana, dan bendera berisi wajah Mexim berkibar di sana.


***


Seorang gadis dengan malas tertidur di ruangan musik.


Dia bersandar di atas tuts piano dengan malas.

__ADS_1


Dia menghela napas panjang memikirkan perubahan kekasihnya yang semakin terasa jauh darinya.


Bahkan dia selalu memiliki alasan untuk tidak keluar shopping dengannya.


Dia ingat perubahan itu terjadi saat ia menanyakan kepada kekasihnya mengenai gadis aneh yang melakukan cosplay berpenampilan gotik.


Tetapi dia juga takjub sebentar bahwa gadis aneh itu terlihat seperti boneka porselen putih namun tak tersentuh.


Dia ingat kekasihnya mengatakan imut pada gadis aneh itu.


Dan membuatnya kesal menuntut penjelasan pada kekasihnya yang berada dipenghujung akhir kelas berada di peringkat kedua angkatannya setelah kakaknya yang berada peringkat pertama, Mexim.


Kekasihnya tentu saja bernama Gerald, dan ia selalu memanggilnya dengan kesayangan, Gege.


Namun saat ia bertanya mengenai hal itu, Gerald selalu mengalihkan pembincaraan.


Dan pada akhirnya membuat mereka bertengkar dan ia memilih pulang.


"Maria! Lihat!" Panggil temannya atau bisa dibilang pengikutnya.


Maria melirik sinis ke arah pengikutnya, "Jangan mengangguku! Aku sedang tidak ingin diganggu!"


Pengikutnya yang mendengar teguran Maria tidak memperhatikannya sama sekali tapi tetap terlihat heboh dan panik.


Salah satu alasannya mengikuti Maria ke mana pun ia berada.


Karena ia jatuh cinta pada kakaknya yang sangat tampan bahkan semua pemuda di sekolah ini tidak ada semenawan dia.


"Lihatlah kakakmu sedang bersujud kepada seorang gadis aneh!"


Maria yang mendengar itu memiliki alis mengerut segera menoleh dan mengambil ponsel pengikutnya.


Dia ingat bahwa kakaknya, Mexim, berperilaku aneh selama beberapa hari ini.


Bahkan benda-benda yang tak pernah ia sentuh atau lihat membuatnya tercengang.


Kakaknya mendadak mengoleksi buku romansa begitu banyak, bahkan ada judul cara menggaet lawan jenis dengan 1001 cara.


Terlebih kakaknya yang pemalas, mendadak rajin berolahraga, dan sifat narsisnya menjadi keterlaluan.


Dan lebih menjijikkannya dia bertanya kepada kepala pelayan bahwa hatinya direbut dan membutuhkan dokter cinta.


Maria yakin kalau kakaknya tidak butuh dokter cinta, tetapi dokter jiwa atau psikiater. Otaknya sangat bermasalah, bahkan dia sering berhalusinasi bahwa itu cintanya.


Bahkan lebih anehnya dia hampir melamar Pego, kucing kesayangannya dan kucingnya itu berkelamin jantan!


"Ini..." wajah Maria sangat pucat takkala bahwa kakaknya yang selalu keren namun akhir-akhir ini gila, malah mengatakan kepada seorang gadis yang sangat cantik seperti boneka untuk menjadikannya budak.


Maria merasa jijik dengan itu bahkan ia merasa mual.


Dia harus memberitahu ayahnya, bahwa kakaknya perlu diperiksa kejiwaannya yang bermasalah.


"Gadis itu bernama Muffy. Dan ia berada satu tingkat kelas di atas kita.

__ADS_1


Muffy adalah gadis terpintar dan menjadi peringatkan satu umum di angkatannya.


Selain itu dia seorang kepala seksi keamanan OSIS, dan semua siswa takut menghadapinnya, walau dia aneh, tetapi dia kuat.


Bahkan anak bermasalah dan pembuat onar berubah menjadi taat aturan, alias mereka telah bertobat dan memasuki jalan yang benar!" Jelas pengikut Maria, dan mengatakannya tidak begitu terburu-buru intonasinya membuat orang ingin mendengar dan penasaran.


Maria yang mendengar itu menoleh tajam, "Bagaimana kau mengenalnya?"


"Tentu saja aku tahu dari club penggemar Me—" Pengikut Maria yang hampir keceplosan bahwa dia sangat menyukai kakaknya menutup mulutnya gugup,


dia tahu bahwa Maria membenci orang yang mengidolakan kakaknya yang katanya berisik dan menganggu, terlebih mereka senang menjilat padanya.


"Me? Apa? Kau mau makan mie?"


"Bukan itu maksudku! Tapi..."


"Sudahlah! Aku tidak peduli! Tapi sepertinya aku mengenal gadis boneka ini—Dia!" Sumber dari seluruh keresahan hatinya kali ini terangkat, dan ia yakin ini adalah gadis yang sama membuat Gerald terasa semakin jauh darinya.


***


Keringat Muffy bercucuran deras, entah kenapa pertandingan yang sudah diduganya dari awal adalah berat sebelah.


Dia menyeka keringatnya pasrah, terlebih lagi selisih poin mereka bagaikan langit dan bumi, dan kesombongannya sebagai seorang pemain basket pro takluk begitu saja jika dia di hadapkan pemuda tinggi keterlaluan ini, Mexim.


"Sampai sejauh mana kau akan menindasku Mexim!" Geram Muffy sambil menggertakkan dirinya, dan terlalu kesal mengatakan hal yang sopan senior seperti biasa.


Selisih poin mereka adalah 0-100, betapa memalukannya itu.


Dia berhasil mengambil bolanya dengan mudah, tetapi mendadak emosi Mexim semakin membara dan tidak ada kata mengalah pada Muffy.


Saat Muffy mengatakan bahwa Mexim terlihat gagah saat memasukkan bola. Padahal dia sedang mengejeknya karena dia akan berhasil melakukan shout.


Namun itu berubah dan Mexim dengan memanfaatkan tubuh tingginya memukul bola itu ke samping dan segera menangkapnya dengan mudah.


Sekali lagi dia memutar keadaan dan melakukan shout sebagai gantinya. Muffy menyesal memprovokasinya saat itu.


"Ada apa honey? Bukankah kau mengatakan aku terlihat gagah saat memasukkan bola ke dalam ring.


Kau jangan menarik kata-katamu, itu bukan kebiasaan yang baik!" Tegur Mexim tidak tahu malu.


"I, itu...terserah! Aku menyerah! Aku benci bermain basket!" Jerit Muffy frustasi membanting bola basket itu dengan malu segera berjalan pergi panik.


"Baby! Kau mau ke mana permainan belum berakhir?"


"Bermain p*ntatku! Sudah! Aku muak! (Sensor)" dia melupakan ketakutannya pada Mexim karena kadar malunya semakin meningkat, terlebih lagi dikata akhir dia mengumpat kata senonoh, dan menunjukkan jari tengahnya.


Mexim yang tidak peka dan mengabaikan bahwa dia sedang disumpahi oleh Muffy bahkan menunjukkan jari tengah padanya itu memiliki pemikiran sendiri,


"Sayang! Kita masih belum menikah, bagaimana bisa kau mengajakku untuk melakukan itu padamu?


Bagaimana kalau kita mendaftakan pernikahan terlebih dahulu, lalu setelah itu kau bebas menyentuhku di area mana pun!" Panik Mexim mengikuti Muffy yang sudah kabur dan melupakan pengambilan nilainya.


Semua orang yang menonton dan mendengar percakapan mereka memiliki rahang jatuh, dan merasa ini adalah pertengkaran pasangan yang tidak tahu malu.

__ADS_1


__ADS_2