
...“ Dan itu membuatku lebih cerdas” Ucap Pria Tampan....
...Karena Pria Tampan sering menghadapi banyak orang. Maka kemampuannya dalam membaca orang sangat luar biasa. Papa juga mengingatkan pentingnya belajar Komunikasi yang Efisien. Ini buka di artikan bahwa kami harus pintar dari orang lain. Tapi lebih merujuk dengan siapa kami berhadapan. Ini di artikan bahwa setiap orang punya Gairah yang berbeda. Apa yang menjadi Gairah kita belum tentu menjadi Gairah orang lain. ...
...“ Jadi itu yang menyebabkan bahasa yang kamu gunakan akan berbeda pada tiap orang lain? Tanya Biore....
...Pria Tampan menganggukkan kepala....
...“ Hasrat den Keinginan seseorang berbeda. Maka di butuhkan komunikasi yang berbeda pada orang yang juga berbeda. Maka aku juga pernah melakukan kesalahan dengan hanya melihat sudut pandangku. Maka seorang teman pernah menegurku bahwa kata-kataku telah menyakiti orang lain. Di sebabkan pandangan yang berbeda. Jadi dari situ aku selalu belajar melihat sudut pandang orang lain” Ungkap Pria Tampan....
...Ini yang menyebabkan terjadinya perbedaan pandangan. Thamrin pernah mengatakan “ Perbedaan adalah Rahmat”. Selama tidak perbedaan di dalam Akidah. Maka itu baik. ...
...“ Jadi itu yang di sebut belajar dari kesalahan? Tanya Iroh tersenyum....
__ADS_1
...Karena jelas ini contoh yang sederhana tentang belajar dari kesalahan....
...“ Ya aku belajar dari kesalahan. Dan itu tidak ternilai harganya. Jelas walaupun pengucapan kata yang temanku lakukan itu menyakitkan secara emosional. Karena saat diriku sendiri Angkuh. Tapi aku belajar banyak dan berterima kasih dengan apa yang dia ucapkan. Seharusnya aku membayar mahal atas Kata-kata temanku”’Jelas Pria Tampan sambil tersenyum....
...Mungkin tidak mudah akan mendapatkan ilmu seperti itu. Bila ego yang kita punyai tinggi....
...“ Jadi dulu kamu juga Egois? Tanya Iroh....
...“ Ya. Mungkin Ego masa remaja. Setiap orang memiliki ego di masa remaja. Kurasa bisa di sebut kepala batu. Aku juga mulai menyadari perubahan di saat bertambahnya dewasa. Tapi saat aku bertanya pada Papaku. Beliau mengungkapkan bahwa watak manusia tidak akan berubah. Kecuali orang tersebut mau berubah. Beliau mengajariku untuk hidup di luar dan memperhatikan apa yang berada di sekitarku dan belajar kerja dari melakukan hal-hal biasa. Maka aku pernah menjadi Kuli bangunan dan sebagainya” Jelas Pria Tampan....
...Iroh terkejut dan hanya bengong mendengarnya. Itu terlihat tidak mungkin. Tapi ini termasuk pengakuan Pria Tampan. Walaupun hanya pendidikan tapi itu terasa amat tidak mungkin....
...“ Kenapa harus melakukan itu. Apa tidak cukup dengan belajar di sebuah Universitas ternama begitu? Tanya Iroh....
__ADS_1
...Karena itu terlihat lebih baik. Bahkan semua akan berpikir bahwa Pria Tampan adalah mungkin lulusan Universitas ternama....
...“ Aku tidak cukup pintar. Dan Papa juga menginginkanku untuk langsung belajar dari jalanan. Aku juga tidak tahu kenapa harus begitu. Karena Laura juga mengalaminya” Ujar Pria Tampan....
...Pria Tampan menyebutku. Karena kami terasa sama dalam pendidikan. Dan bahkan aku langsung melakukan tanpa di beri perintah. Aku hanya belajar bertahan saja....
...“ Kalau dia alasannya memang tidak di harapkan oleh Papanya” Ucap Erika....
...Wanita bersuami ini memang gila. Kalau Papaku tidak mengharapkan. Bisa saja membuangku. Kenapa Papaku selalu memelukku dulu....
...“ Bilang saja bila kamu membenciku. Jangan membawa hal-hal yang tidak-tidak” Balasku....
...Dari dulu. Aku ingin selalu merajamnya. Dasar Erika....
__ADS_1