
...“ Kamu lihat apa yang terjadi pada perubahan Ekonomi sejauh ini. Saat kalian belajar. Kalian melihat gambaran lebih jelas daripada saat kalian hanya melihat dengan hanya mendengarkan orang-orang yang berpikiran Negatif” Jelas Pria Tampan....
...Dia mengetahui bahwa secara nyata kita selalu di kelilingi orang-orang dengan pemikiran tersebut....
...“ Yang di sebut Nabi Palsu? Tanya Erika sambil tersenyum....
...Ya orang-orang yang selalu memberikan nasihat yang di hasilkan dari pemikiran sendiri. ...
...Pria Tampan mengangguk....
...” Itu selalu aku cemaskan. Tapi memang begitulah kenyataan yang harus di terima. Aku berharap dengan tiap diskusi yang aku lakukan ini memberikan arti penting. Jujur bahwa aku juga selalu melakukan kesalahan. Jadi tidak bisa di jadikan sebagai pembenaran. Aku juga tetap masih belajar” Ucap Pria Tampan....
...Bahwa dirinya yang hanya manusia. Maka akan selalu sulit untuk tidak berbuat salah. Maka car terbaik adalah dia merasa bahwa keinginan terus belajar adalah alternatif yang tepat....
...“ Apakah kamu tidak merasa lelah dan bosan? Tanya Iroh bingung....
__ADS_1
...Baginya itu sangat tidak menyenangkan. Karena secara jujur siapapun tidak akan suka dengan perjalanan hidup seperti itu....
...“ Sangat-sangat membosankan. Karena secara jujur itu terlihat mekanis. Aku belajar saat dulu di pesantren. Jadi aku menyadari konsep tersebut adalah perjalanan yang membosankan dan mekanis. Aku setidaknya walaupun tidak paham agama. Tapi dahulu aku pernah belajar di pesantren” Ungkap Pria Tampan....
...Kami tersentak. Bagaimana Pria Tampan mengatakan dirinya pernah belajar di pesantren. ...
...Tapi menurut Pria Tampan bahwa dia juga tetap belajar menggabungkan semuanya. ...
...“ Jadi kamu pernah merasakannya? Tanya Suhaimi Sopir Ambulance....
...Pria Tampan mengangguk....
...“ Mungkin awalnya aku juga merasa aneh. Dan aku juga bingung dengan pendidikan di pesantren. Aku menyadari betapa berharga ya di kemudian hari. Itu Investasi terbaik yang aku terima. Maka aku merasakan kedamaian” Jelas Pria Tampan....
...Hanya saja Pria Tampan tidak terlalu banyak berkisah tentang pengalaman tersebut. Baginya bahwa mendiskusikan atau berbicara dengan orang lain pasti akan lebih tertuju dengan siapa lawan diskusi atau bicaranya....
__ADS_1
...“ Apa yang kamu pelajari di Pesantren? Tanya Iroh penasaran....
...Iroh juga pernah mengalami. Jelas bila itu benar. Maka Iroh akan mengetahui kebenaran tersebut....
...“ Aku tidak terlalu pintar. Tapi ada kitab dasar tentang Nahwu dan juga Shorof. Biasanya berkelanjutan pada pesantren akan di ajarkan tentang Mantiq’ Bayan. Kurasa banyak sekali. Dan aku bersyukur pernah belajar dikit-dikit” Ucap Pria Tampan sambil tertawa kecil....
...Pria Tampan juga memahami bahwa kitab Tafsir AlQuran ternyata banyak sekali. Dari yang biasa adalah Tafsir jalalain. Ada juga Tafsir Munir hingga Tafsir Marogi....
...“ Apakah tujuan Pendidikan seperti itu? Tanya Iroh....
...Karena itu adalah pendidikan yang menuntut banyak berpikir. Dan biasanya hanya para orang-orang hebat yang tahu....
...“ Aku tidak tahu. Tapi jelas itu membuatku ingin terus belajar. Kita harus tahu bahwa kita bisa saja di perbudak oleh harta. Tapi pengetahuan agama memberikan kemampuan kapan kita bisa mengatakan”’Cukup” Jelas Pria Tampan....
...Yang lebih melihat bahwa bukan apa tujuan belajar agama. Tapi itu bisa menjadi kecintaan akan belajar. Bahwa saat kita mencintai maka kita akan bahagia. Hanya saja menurut Pria Tampan bahwa mencintai belajar sulit untuk di khianati. Berbeda cinta terhadap Kekasih....
__ADS_1