CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
BAB 12 - Brain is a genius boy (1)


__ADS_3

Tap...tap...tap...


Muffy berlari dengan kecepatan maksimun.


Untung saat detik-detik terakhir sebelum gerbang ditutup dia bisa dengan mudah masuk melalui cela gerbang tersebut.


Alhasil satpam sekolah yang menjaga pintu gerbang menghentikannya.


Dan di sana sudah ada guru BK yang sedang berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Muffy terlambat.


Sebenarnya ia sengaja terlambat ke sekolah.


Alasannya hanya satu, ia ingin membuktikan apa kata novel yang dia baca semalam.


Ia membeli novel itu kemarin, dan ia cukup tertarik dengan sampul dan judulnya.


Ia takkan lupa novel tersebut. Novel itu berjudul Drazard.


Kisah fantasi yang menarik ditambah bumbu persahabatan, percintaan, kerja sama tim.


Dan kekonyolan para anggotanya kadangkala mengocok perut.


Hal yang paling ia sukai banyak lelaki tampan yang jatuh cinta padanya, sayangnya ia terlalu polos menanggapi itu semua, dan malah bersikap narsis.


Ia belum mencapai tahap akhir dalam membaca novel tersebut, mungkin kalau ada waktu luang sebentar ia akan lanjut.


Kenapa harus bahas novel tersebut? Memang sudah ada bukunya? Abaikan.


Muffy cukup yakin dengan penampilan fotocopyannya Celia.


Celia adalah karakter utama dalam novel tersebut, lalu ia mengatakan.


Jika ia bergaya cupu dan kuper, ia akan dengan mudahnya lulus memasuki pintu gerbang.


Dan juga ia bakal di kira anak rajin.


Lalu menganggap ini pertama kalinya ia terlambat dan memang ini pertama kalinya sih dia terlambat demi melakukan pembuktian tersebut.


Alhasil realita tak seindah eskpektasi.


"Muffy! Bukankah kamu adalah ketua seksi keamanan OSIS?


Bagaimana bisa kamu terlambat datang ke sekolah?" Kali ini guru BK yang berbicara dan menegurnya.


Muffy menundukkan kepala, ia menyayangkan apa yang dilakukannya.


Ia akan meminta pertanggung jawaban pada sang penulis cerita tersebut.


Yang mengajarinya sesuatu yang tidak benar, padahal penulis tidak pernah menyarankannya untuk sekali-kali mencoba.


"Lakukan posisi push up sekarang!" Mau tak mau Muffy menurutinya.


"Baik, Bu!"


"Push up 100x sekarang juga." Titah guru BK tak bisa dibantah. Iya tidak bisa dibantah, yang sakit dan pegal siapa?


"Bu, kalau saya push up sebanyak itu.


Seragam saya bisa bau keringat! Padahal saya kalau mandi butuh banyak perjuangan!" Protes Muffy tak terima, ia takkan melupakan perjuangannya menggumpulkan uang.


Hanya untuk mandi susu di bak mandinya ditambah membeli seratus tangkai mawar, yang ia ambil semua kelopaknya untuk ditamburi diatas kolam susunya itu.


Dan ia hanya lakukan khusus pagi ini untuk ritual mandinya.


"Lah kok ngapain harus ada perjuangan? Mandi ya mandi kenapa mesti ada perjuangan." Sinis guru bk tersebut.


Guru bk itu terbilang masih muda, tapi kesangarannya mengalahkan guru killer matematika, pak Dodit.


"Ibu! Dengar saya! Saya harus menabung uang jajan saya selama seminggu ini.


Demi memenuhi kebutuhan saya mandi susu dan kembang, di bak mandi saya sendiri.


Padahal saya tidak butuh diet!" Tragis Muffy dengan wajah melankolisnya dan butuh dikasihani.


Gedubrak!


Guru bk yang sebelumnya mendengar dengan serius apa alasan Muffy, tapi dibuat terperngah dan terjatuh kompak dengan satpam sekolah ini, kaget dengan alasan luar biasa Muffy.


"Itu sih MM! Masalah Mu! Jangan protes! Apakah kamu mau saya tambah hukumannya?" Ujar guru BK itu dalam mode killernya dan ini jauh lebih menakutkan dari tatapan sinisnya itu.


Dengan susah payah Muffy menelan ludah, lalu memperbaiki posisi push upnya."Siap! Tidak mau bu!" 


"Sudah jadi anggota OSIS, berprestasi, ketua angkatan ditahunnya, dan menjadi panutan temannya.


Malah selalu terlambat." Sindir guru BK tersebut membuat Muffy tak terima, ia melupakan bahwa ia sedang gemetaran.


"Koreksi bu!" Muffy menghentikan push up nya dan mengangkat tangannya protes.


"Siapa yang suruh kamu berhenti. Dan ingin mengoreksi perkataan saya?"


"Maaf bu! Ini pertama kalinya saya terlambat."


"Lalu kenapa kalau kamu pertama kali?


Mungkin besok lalu besoknya lagi kamu bakalan terlambat juga."


Muffy menahan amarah ini guru BK mulutnya senang nyumpahin orang tidak baik.


Tak lama seseorang lewat tepat di hadapan Muffy.


Gadis itu hanya dapat memerhatikan sepatu anak itu.


Tunggu, ini aneh! Kenapa anak itu tidak dihukum.


"Bu koreksi!"


"Apalagi?!"


"Bu tenang bu!  Saya hanya ingin protes! Kalau ibu keseringan marah pak Doni ngga bakal memerhatikan ibu loh, jadi tarik napas lalu buang!" Muffy menuntun guru BK tersebut kembali ke jalan yang benar.

__ADS_1


Dengan memancing nama guru kesenian sekolah, yang terkenal tampan dan dewasa.


Tapi sayang guru kesenian itu bukan tipe idealnya, sebab guru itu sudah menyatakan cinta padanya, dan itu membuat bulu kuduknya merinding.


Seolah berpikir bahwa guru itu menjadikannya pilihan terakhir saat ia berada dalam keadaan tak bisa memilih karena cuman ada satu orang anak gadis di muka bumi ini, dan itu membuatnya menjauh.


Muffy sudah sangat tahu bahwa guru BK nya ini menyukai guru keseniannya.


Saat ia tak sengaja melihat guru BKnya sedang mengitip pak Doni,


sedang menatap serius mahakaryanya, lebih tepatnya lukisan yang masih belum setengah jadi itu.


"Ba-bagaimana kau bisa tahu?"


Sangat memalukan kalau ia menjelaskannya secara terang-terangan apa lagi sohibnya, pak satpam ada di situ.


Jadi Muffy mencondongkan punggungnya, lalu berbisik.


Setelah selesai berbisik, Muffy berhasil membuat pipi guru BKnya itu merah padam.


"Kamu bisa kembali ke kelas!" Jelasnya mempersilahkan Muffy.


Muffy menoleh sebentar dan mengacungkan tangannya ke depan.


Tapi ada satu hal yang membuatnya penasaran.


"Ibu bisa bertanya tidak?"


"Apalagi? Kamu tidak ingin kembali ke kelasmu? Atau kamu masih mau saya hukum?"


"Iya bu, saya lebih memilih kembali. Permisi bu!" Pamit Muffy sopan, setelah itu ia berlari menuju ke kelasnya.


Ia mengutuki dirinya rekor yang selama ini dia jaga tidak terlambat sekarang ternodai begitu saja.


Dan dia semakin gila, karena kali ini kelas bakal mulai.


Di sisi lain seseorang sedang bersembunyi di balik sudut tembok pembatas ia mengambil gambar Muffy dari sudut yang tidak bakal diketahui.


Senyum licik tersemat di bibirnya.



Muffy yang sudah berada di ambang pintu.


Ia nampak mencoba mengintip, ada pak Dodit atau tidak.


Kalau ada ia bakal menetap dan bersemedi di sini dengan hukuman menantinya.


Dan sip! Sepertinya pak Dodit belum masuk ke kelas.


Namun anehnya kenapa semua teman-teman pada tegang dengan keringat dingin melimpah, ohiya bisa jadi mereka terlalu tegang dengan guru yang mendapat julukan killer itu.


Ia pun mengambil ancang-ancang, lalu berlari menuju bangkunya.


Grep!


Kerah baju bagiannya tertahan.


"Kamu ngapain masuk ke kelas saya?"


Ucap seorang pria paru baya.


Dan alhasil Muffy mengenalnya. Ia seraya mengutuki dirinya.


Tidak guru BK, tidak pak Dodit semuanya hari ini seperti membencinya.


Dan ia juga tak kala emosi pada dirinya, yang tidak terlalu peka dengan ketegangan temannya tersebut.


Dengan ekspresi kaku, Muffy menoleh ke arah pak Dodit.


"Ma-mau belajar, Pak!" Jawab Muffy terbata-bata.


Pak Dodit melepaskan cengkaramannya di kerah Muffy.


Lalu melipat tangan di depan dada, "Kamu mau saya seret keluar atau kamu yang keluar sendiri?" Tanyanya dengan tatapan mengintimidasi.


Kali ini Muffy nampak frustasi.


Kenapa pertanyaan keduanya tak ada yang pilihannya yang bagus.


Ia pun memutuskan. "Saya pilih atau pak!" Jawab Muffy mantap tanpa tahu bahwa yang ia katakan...


"Kau itu pintar tapi tidak bodoh-"


"Memang betul pak!"


"Saya belum selesai ngomong. Dan kamu bicara terus-"


"Maaf pak!"


"Itu kamu bicara lagi!"


Muffy pun bungkam seribu bahasa.


"Kamu kenapa terlambat?"


"Kenapa terlambat?"


"Kenapa kau diam saja?"


"Kamu ngelawan saya dengan diam seperti itu." Ada raut kejengkelan di kening berlipat Muffy.


Yang nyuruh diam tadi siapa?


Tak lama setelah itu tiba-tiba kepala sekolah masuk ke kelas kami.


Tidak ada angin tidak ada hujan, cuman berawan saja.


Pak Dodit segera mendekat ke arah kepala sekolah.

__ADS_1


Guratan emosi di keningnya telah menghilang.


Ia nampak begitu sopan dan ramah kepada kepala sekolah. Dasar penjilat?! Ledek Muffy dalam hati.


Oke ini kesempatan Muffy kembali ke bangkunya.


Dan tak lama setelah itu seseorang memasuki kelas.


Seperti murid pindahan. Aneh kenapa bisa? Bukankah setengah semester 1 sudah berjalan.


Dan tunggu sepertinya Muffy pernah melihat orang itu.


"Hei! Dia terlihat seperti anak smp!"


"Kalau iya memangnya kenapa?" Batin anak pindahan itu.


"Wajahnya imut sekali!"


"Jangan menyebutku dengan kata itu. Aku tak menyukainya, jlng!"


"Wow sasaran empuk nih!"


"Memangnya aku datang ke sini terlihat seperti dijadikan makanan apa?"


Anak pindahan itu hanya membalas ujaran orang-orang tidak penting itu dalam hati tanpa mengatakan isi perasaannya.


Hanya satu tujuannya mengapa ia dengan maunya sekolah sekarang.


Padahal ia kerjanya hanya tinggal bermain game, nonton anime, makan, dan melakukan hal yang tidak berguna baginya.


Kecuali ada panggilan darurat dari menteri pendidikan langsung memintanya mewakili negara untuk berbagai macam perlombaan dibidang akademik.


Mengingat otaknya memiliki IQ sebesar 215 dan itu bahkan mengalahkan rekor beberapa ilmuan terhebat di dunia.


Pencapaian terbesar pertama kali ia lakukan.


Saat umur 3 tahun ia sudah menguasai banyak bahasa setelah berusia satu tahun ia dapat berbicara dengan lancar dan mengetahui 3 bahasa, bukankah itu menakjubkan? Baiklah aku tidak akan sombong karena hal itu.


Ia menatap seorang gadis yang duduk di belakang dekat dengan jendela.


Ia tampak menatapnya, dan ia tahu bahwa dia nampak banyak berpikir dari gerakan matanya.


"Perkenalkan namaku Brain Staind. Kalian bisa memanggilku dengan sebutan Brain." Ujarnya penuh percaya diri, apakah kau melihatku wahai Kumiko-chan tercintaku!? Batin Brain, itu adalah salah satu karakter heroik wanita favorit animenya.


"Hei apakah begitu saja dia memperkenalkan dirinya? Membosankan!"


"Siapa yang kau panggil membosankan, bjing*n!


Terserah aku mau memperkenalkan diri panjang atau pendek.


Urusi saja urusanmu sendiri!" Umpat Brain dalam hati dengan sorotan tajam


"Si cebol itu sangat sombong sekali!"


"Siapa yang kau panggil cebol, brngsk?!"


Kelihatan guru itu tampak sangat menghormati anak itu.


Apakah anak itu anak kepala sekolah? Tidak mungkin Muffy kan keponakannya.


Ataukan pamannya itu memiliki hubungan gelap sebelumnya, astaga apa yang kau pikirkan Muffy!


Ataukah ia adalah anak ketua yayasan?


Tunggu Mexim kan hanya anak tunggal laki-laki dan satu adik perempuan.


Dan bagaimana bisa Muffy tahu itu. Mungkin ketua yayasan memiliki anak dari hubungan terlarang, bukan?


Bisa jadi. Muffy yakin akan hal itu berbeda dengan pemikirannya terhadap pamannya yang tak mungkin melakukain itu.


"Dia adalah aset berharga yang dengan senang hati memilih sekolah kita sebagai tempatnya menimbah ilmu.


Dan itu akan membuat sekolah kita semakin terkenal dalam dunia pendidikan, dialah sang aset peraih beberapa mendali emas internasiol dibidang akademik.


Brain si jenius!" Bangga pak Dodit.


Brak!


Muffy menggebrak meja.


Dengan wajah yang sudah merasa merah padam.


Ia lagi-lagi tidak akan menduga-duga sekarang.


Ia tidak peduli jika ia menjadi sorotan teman-temannya.


"Astaga Muffy kau membuat kita kaget!"


"Apa yang kau lakukan?!"


"Aku mengenalnya! Aku penggemarmu!" jerit Muffy mengabaikan rasa terkejut teman-temannya.


Brain yang saat itu diam tanpa ekspresi dengan wajahnya yang masih terlihat bocah menampakkan senyum disudut bibir kanannya terangkat.


Wohoo Kumiko-chan mengenalku! Kau selangkah ke depan Brain!


"Uhuk!  Muffy bisakah kau duduk sekarang! Aku sudah tak melarangmu masuk ke kelas, khusus hari ini.


Sebelum aku benar-benar menyuruhmu keluar!" Gumam pak Dodit dengan gigi yang menggertak dan menahan amarah.


Muffy lupa, ia menelan ludah dan segera duduk di bangkunya, daripada ia dihukum dan tidak belajar.


Kembali lagi ke pak Dodit yang ekspresinya berubahmenjadi sumringan sambil memegang kedua tangannya.


"Brain, kau ingin duduk  di mana?"


Tanpa ba-bi-bu ia langsung menunjuk bangku didekat Muffy"Di sana!"


"Hei aku sudah duduk dengan Muffy!" Protes Amanda tak terima dengan pilihan anak baru itu.

__ADS_1


__ADS_2